Marinir Ngamuk, Lima Dokter Babak Belur


LIMA dokter RSU dr Soetomo babak belur. Mereka menjadi korban amuk salah seorang keluarga pasien Rabu dini hari lalu. Kelima dokter itu adalah dr Ana Weni, dr Belindo Wirabuana, dr Gusmana, dr Adi Surya, dan dr Rindu. Pria yang kebetulan Marinir tersebut mengamuk karena merasa tak puas atas kinerja dokter.

Sumber Jawa Pos di kalangan TNI-AL menyebutkan anggota Marinir yang mengamuk itu adalah Serma (Mar) Nur Rohman dari kesatuan Pangkalan Marinir (Lanmar) Surabaya di Jalan Opak.

Nur Rohman datang ke RS sekitar pukul 22.00 untuk mengantar saudaranya, Rohmawati, yang mengalami sesak nafas. Rohmawati mendapatkan penanganan di ruang resusitasi (ruang pemulihan), tempat lima dokter tersebut berjaga.

Pihak RS melarang keluarga masuk ke ruangan tersebut. Sementara kondisi Rohmawati makin kritis sampai mendapatkan bantuan pernafasan. Namun, sekitar pukul 23.30 wanita yang beralamat di Jalan Wisma Lidah Kulon VI ini menghembuskan nafas terakhir.

"Nur Rohman nggak terima kenapa penanganan menggunakan bantuan pernafasan tidak seizin keluarga. Dia lalu ngamuk," kata sumber tersebut. Keluarganya menilai salah satu penyebab kematian itu karena bantuan pernafasan. Pihak rumah sakit mengatakan tidak menyalahi prosedur. Penggunaan bantuan pernafasan adalah wewenangnya.

Mendapat jawaban seperti itu Nur Rohman naik pitam. "Dia langsung ngamuk dan nggebuki semua dokternya," tambah sumber itu. Salah seorang dokter yang menerima serangan itu ternyata perwira TNI AU yang sedang tugas belajar di RS tersebut. Dia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Denpom dan diteruskan ke Pomal Lantamal V.

Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) dr Urip Murtedjo SpB KL mengatakan, hingga kemarin lima dokter tersebut masih trauma. Bahkan, satu dokter perlu dijahit oleh spesialis bedah plastik. Namun, dr Urip enggan menyebutkan siapa yang mengalami luka parah tersebut dan di bagian mana luka parah tersebut.

"Rencananya besok (hari ini, Red.) kami akan membuat laporan secara resmi soal penyerangan ini ke Pomal, Polsek Gubeng, dan Polres Surabaya Timur," katanya.

Danpomal Lantamal V Kolenel (Mar) Zulfa Akmal membenarkan personelnya melakukan pemukulan di RSU dr Soetomo. Namun, hingga kemarin pihaknya belum menahan Nur Rohman. "Kami belum menerima laporan secara resmi. Selain itu, dia (Nur Rohaman, Red.) masih dalam keadaan berkabung," jelas Zulfa. (kuh/ken/dan/cfu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: