Ketika Las Vegasnya Arab Saudi Jengah Dengan Kemaksiatan

Bahrain ibarat madu bagi kumbang-kumbang Saudi yang liar. Di Las Vegasnya Arab itu, mereka bisa memuaskan semua hasrat liarnya. Namun, pemerintah dan parlemen Bahrain rupanya risih wilayahnya jadi ’’kiblat dosa’’.

SURGA dunia di negeri pulau yang luasnya hanya 665 kilometer persegi -nyaris setara dengan DKI Jakarta– itu begitu mudah diakses. Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan darat melewati Jalan Lintas Raja Fahd dari Arab Saudi. Dari Qatar pun tinggal menyeberangi Teluk Persia saja.

Setiap akhir pekan, warga Saudi dan sekitarnya membanjiri negara kecil tersebut untuk memenuhi sejumlah bar dan hotel di Manama. Mereka menenggak minuman beralkohol dan mejeng di jalanan ibukota Bahrain, hingga menjadi pelanggan tetap pusat-pusat pemuas syahwat. Mereka memburu kepuasan yang tak difasilitasi di negeri asal mereka yang ultrakonservatif. Baca lebih lanjut

Setelah Putri Istana Arab Saudi Berzina Dan Meminta Suaka Inggris, Kini Giliran Warga Arab Saudi Yang Lain Meminta Suaka Inggris

LONDON – Pemerintah Inggris banjir permintaan suaka dari warga Arab Saudi. Itu menyusul keberhasilan seorang putri istana dari Negeri Petrodolar tersebut mendapatkan izin untuk tinggal secara permanen di negeri monarki konstitusional itu pada Senin lalu (20/7).

Berkat suaka tersebut, si putri terhindar dari maut. Di negara asalnya, dia dan sang anak terancam hukuman rajam sampai mati dengan cara dilempari batu karena dianggap berzina. Gara-garanya, dia melahirkan sang anak hasil hubungan di luar nikah dengan pria Inggris.

Seperti dilansir The Independent, kemarin (21/7) giliran sepuluh warga Arab Saudi lainnya mengajukan suaka. Mereka juga mengaku nyawanya terancam jika kembali ke kampung halaman. Namun, nama maupun jenis kelamin para pemohon suaka itu masih dirahasiakan.

Berdasar catatan Kementerian Dalam Negeri Inggris, tahun lalu pernah ada 15 warga Arab Saudi yang mengajukan suaka, namun ditolak. Tapi, Senin lalu, hakim tribunal imigrasi dan suaka memberikan suaka kepada si putri Arab Saudi tersebut atas pertimbangan nyawa dia dan si anak yang terancam.

Putri yang identitasnya dirahasiakan tersebut sudah bersuami anggota kerajaan yang sudah cukup berumur. Dia bertemu si pria Inggris dalam suatu kunjungan ke Inggris. Mereka kemudian menjalin hubungan. Setahun setelah pertemuan pertama itu, si putri melahirkan sang anak di Inggris.

Pakar Imigrasi dan Suaka Inggris mengatakan bahwa keberhasilan si putri mendapatkan suaka merupakan kasus langka. Tapi, Keith Vaz, ketua Komite Urusan Dalam Negeri Parlemen Inggris, mendukung keputusan hakim tribunal suaka dan imigrasi tersebut.

"Ini adalah jenis kasus yang dalam hukum suaka kita dirancang untuk diberi perlindungan. Seorang wanita dan anaknya tidak seharusnya dikembalikan ke negara yang bisa mencelakai mereka. Saya menyambut baik putusan yang dibuat untuk kasus itu,’’ papar Vaz kepada The Independent. (war/ttg)