Mengaku Salafy, Khawarij Menyerang HAMAS


Mengembalikan Jati Diri Bangsa Pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya mengatakan, kami tidak akan izinkan pengacau keamanan kembali beraksi di Gaza. Ia mengisyaratkan tentang adanya sekelompok orang yang menyempal dari barisan Palestina dan mengancam nyawa orang tak berdosa. Disamping membuat hukum sendiri.

Juru bicara pemerintah Palestina, Thahir Nunu dalam konfrensi persnya Jum’at (14/8) mengatakan, semua pihak harus tunduk pada peraturan yang berlaku. Tidak boleh ada orang yang berada di atas peraturan.

Nunu menjelaskan, akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang menamakan dirinya Salafi JIhadiyah yang dipimpin oleh seorang yang bernama, Abdullatif Musa. Ia melakukan berbagai kejahatan terhadap rakyat Palestina. Seperti meledakkan acara pernikahan, merampas hak milik warga dan mengancam keselamatan mereka. Mereka juga berupaya membuat undang-undang sendiri.

Nunu mengungkapkan, kelompok ini telah membuat kekacauan dan telah keluar dari koridor nasional dan Islam. Kelompok inipun telah keluar dari perlawanan terhadap penjajah Israel, saat terjadinya perang dengan Zionis. Ia menegaskan, “Kami tidak pernah menolong orang kafir untuk memerangi kafir lainya”, sebagaimana mereka tuduhkan.

Sejumlah sumber yang berhasil dihimpun infopalestina.com menyebutkan, sekelompok orang bersenjata kemarin Jum’at menguasai Masjid Ibnu Taimiyah di Rafah. Mereka mendeklarasikan berdirinya Emirat Islam oleh seorang yang bernama, Abdullatif sebagai pemimpin gerakan Salafi Jihadi. Mereka mengkafirkan Hamas dan menuduhnya telah murtad (keluar dari Islam).

Jubir pemerintahan Palestina di Gaza mengisyaratkan, beberapa waktu yang lalu sudah dilakukan berbagai pendekatan dengan kelompok ini dengan mengungkapkan kekeliruan mereka dalam hal pola fikirnya. Namun saat itu, aksi mereka belum separah ini.

Sementara aksi mereka setelah shalat Jum’at di salah satu masjid di Rafah dengan mendeklarasikan berdirinya satu entitas yang dipimpin oleh Abdullatif Musa, yang katanya mempunyai hubungan kuat dengan dinas keamanan lama. Mereka tidak mengakui undang-undang dan peraturan yang berlaku, disamping menghalalkan darah kaum muslimin dan mengkafirkan rakyat Palestina yang muslim.

Kelompok sempalan ini kemudian menembaki warga dan orang tak berdosa yang berusaha menenangkan orang-orang bersenjata ini agar meninggal masjid dan kembali dari keyakinan yang salah tersebut. Namun mereka tetap menolak hingga sejumlah orang terluka dan empat meninggal.

Nunu menegaskan, aparat keamanan telah menangani kasus ini dalam rangka memberikan perlindungan kepada warga dan menjaga undang-undang. Ia menegaskan, Abdullatif Musa bertanggung jawab atas peristiwa pembunuhan dan kekacauan yang ia lakukan di dalam masjid saat khutbah Jum’at. Ia juga telah melanggar hukum dan membentuk pemerintahan Islam (Emirat Islam) serta membuat undang-undang sendiri.

Dengan ini pemerintah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sejumlah warga yang gugur syahid dalam peristiwa tersebut. Pemerintah menghimbau kelompok tersebut supaya secepatnya menyerahkan diri dan persenjataannya kepada kepolisian Palestina. Jika tidak, berarti mereka menginginkan masalah. (asy/infopalestina)

Iklan

25 Tanggapan

  1. itu memang kelompok pengacau…..kelompok takfiri…..mengarahkan peluru2 nya hanya untuk Hamas dan penduduk palestina bukannya zionis Israel yg jadi target….
    yaa…dan Israel pun menyambut gembira pertumpahan darah sesama mereka…..Selamat datang fitnah…..

  2. Hamas telah berjuang untuk melepaskan diri dari penjajahan dan menjadikan Islam sebagai Manhaj.
    Aneh ada jamaah yang menyatakan kafir thd Hamas
    …..brantas ajaaaaaa bossss……

  3. hhhhmmm semoga Kaum Muslim bsia bersatu akan adanya fitnah ini, mereka bisa jadi bagian dari pemecah perjuangan Kaum Muslim

    Jawab Abu Jaisy:
    Amien.

  4. Salafi tidak pernah mengkafirkan sesama muslim, termasuk HAMAS…

    mereka adalah khawarij, dan bukan Salafi…wallahu a’lam

    Jawab Abu Jaisy01:
    Masya Allah, katanya tidak mengkafirkan Hamas, lah kok menuduh Hamas Khawarij? Apakah Hamas menganggap Muslim yang lain kafir? Afwan akhi, antum akan dituntut dipengadilan Allah, oleh seluruh kader Hamas dan simpatisannya atas komentar antum ini!

    • saya rasa yang dimaksud khawarij oleh salafiyunpad itu bukan Hamas akh, tapi Jundu Ansarullah itu, coba baca lagi deh kalimatnya dikaitkan dengan artikel antum…

      Jawab Abu Jaisy:
      Astaghfirllah. Mungkin ana terlalu terburu-buru menanggapi “akhi” Salafiyunpad. Tsumma afwan, atas sikap ghurur dan ghuluw ana yang berakibat su’udzhan. Seharusnya ana berhusnudzhan atas komentar yang “ambigu” sehingga sulit ana terjemahkan.

      Syukron yaa Abu Shidqi atas pengingatannya. 🙂

      Teruntuk saudaraku Akhi Salafiyunpad, afwan atas ke-ghurur-an dan keghuluw-an sikap saya.

  5. Assalamualaikum wr wb,

    afwan akhi, cuma meluruskan kayaknya antum salah paham dalam
    menjawab comment nya salafiunpad,
    kata ‘mereka’ yang ditulis salafiunpad itu maksudnya adalah ‘gerakan Salafi Jihadi’ tadi, bukan HAMASnya.
    memang pemenggalan kalimatnya agak ambigu..hehe

    atau aku yang salah bacanya wallahualam..

    tetep semangat dalam menulis akh!

    Waalaikumsalam wr wb

    Jawab Abu Jaisy:
    Waalaikumsalam.
    Iya, afwan. Mungkin ana terlalu terburu-buru menanggapi komentar tersebut. Walaupun sikapnya ambigu, memang kita wajib untuk mendahulukan Khusnudzhan.
    Syukron, telah mengingatkan 🙂

  6. Tuk salafyunpad, anda perjelas lagi..yang dimaksud ” mereka adalah khawarij, dan bukan salafi..” adalah Pemerintahan Palestina yang sah atw kelompok yang menamakan dirinya Salafi Jihadi…?

  7. Afwan, ana kira benar kata Abu Jaisy. Bahwa yang dimaksud salafiyunpad adalah Hamas. Ini bukan su’udzhan hanya analisa saja. Ingatkah buku “Siapa Teroris Siapa Khawarij” Sudah jelas sekali bahwa Salafy menganggap Ikhwanul Muslimin (termasuk Hamas) sebagai khawarij.

    Afwan bukan bermaksud su’udzhan. Hanya analisa dari makna ambigu diatas.

  8. Ummat Islam yang ada didunia ini kita harus berantas para teroris yang ingin memecah belah agama islam

  9. para Akh…kalau nulis berita harus berimbang, karena ada kejanggalan dalam berita itu…
    1.mengapa orang yang ingin menegakkan hukum Alloh harus dilarang dan di bunuh

    Jawab Abu Jaisy:
    Benarkah mereka ingin menegakkan hukum Allah? Lalu kenapa harus di wilayah HAMAS? Kenapa bukan diwilayah Fatah!

    2. mengapa mereka di sebut Khawarij hanya mereka ingin menegakkan hukum Islam

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh, apakah antum tidak tahu! Bahwa Khawarij itu adalah para penegak hukum Islam yang secara ghurur. Apakah antum belum tahu ciri-ciri khawarij dijaman Sahabat yang sudah diberitahukan oleh Rasulullah? Mereka menyerang siapa saja yang tidak sepaham dengannya. Dan menganggap kafir siapapun yang bertentangan dengan pendapatnya. Nahkan sudah sangat jelas sekali! Coba belajar Risalah Sahabat, antum akan tahu semua itu.

    3. Saat Syekh Ahmad Yasin memimpin tidak pernah terjadi bentrokan begini

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂 Ingatlah, Sebelum meninggalnya Yasir Arafat. Hamas tidak ikut dalam kancah perpolitikan. Karena Syaikh Ahmad Yasin masih tsiqoh dengan perjuangan Yasir Arafat. Jadi tentu saja Hamas tidak berkuasa apapun dan dimanapun termasuk di Gaza. Dan semua wilayah dikuasai oleh pemerintahan Fatah. Apakah tidak ada pemberontakan? Ah, kata siapa? Baca sejarah Palestina dulu lah. Toh antum sudah sangat jelas tidak tahu masalah ini bukan. Hanya mengira-ngira atau hanya diberitahu seseorang saja, tanpa benar mengetahui real sejarahnya.

    4. Hamas sudah banyak menyimpang…perjuangannya sekarang bukan untuk mendirikan negara Islam tapi bersifat nasional dan sudah masuk dalam kancah demokrasi yang statusnya disepakati oleh ulama bahwa demokrasi HARAM hukumnya

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Istighfar-lah dan meminta maaf kepada saudara-saudara Hamas. Sebelum nanti antum dituntut oleh mereka di akhirat. Hah, semua ulama sepakat bahwa demokrasi haram? Masya Allah. Apakah benar yang antum katakan itu? Jika tidak maka antum akan dituntut oleh Allah atas perkataan itu. Masalah demokrasi sudah saya bahas dan semua yang menyatakan Haram, sudah pada ngacir.

    Silahkan baca artikel-artikel dan komentar jawaban saya dibawah ini:
    Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir
    Hizb Salafi Makar Jika Tidak Mengikuti Pemilu
    Pemilu Peluang Perbaikan
    Demokrasi, Barang Curian Milik Islam?
    Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi
    Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?

    5. Kelompok Musa hanya 30 orang, seharusnya ada pendekatan pribadi dengan berpedoman Al-Quran dan Sunnah…bukan hukum Kafir

    Jawab Abu Jaisy:
    Tahu darimana bahwa mereka hanya 30 orang? Diluar itu masih banyak yang tersisa dan sembunyi-sembunyi! Antum tidak tahu kah bahwa mereka meminta diplomasi kepada Hamas, dan Hamas memenuhinya dengan mengirimkan salah satu perwira Hamas, dan akhirnya ditembak dan Insya Allah Syahid. Beliau (perwira tersebut) adalah salah satu Hafidz yang selalu berlemah lembut terhadap saudara muslim yang lain. Tetapi kenapa kok ditembak. Jelas Islam tidak pernah mengajarkan cara hina tersebut (membunuh seorang diplomator). Yang akhirnya membuat marah polisi Gaza dan para Brigade Al qassam yang ada disitu. Sudah dijelaskan bukan diatas tentang kronologis kejadiannya. Akhi, selama ini di Indonesia tidak ada situs yang jelas memberitakan tentang berita ini kecuali Infopalestina.com dan Eramuslim.com, dan situs yang lain hanya mengcopy paste-nya saja setelah itu ditambah-tambahi. Padahal mereka sendiri tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Jelas ini bisa dikatakan menfitnah Hamas. Dan sungguh akan ada balasannya kelak di akhirat nanti!

    7. jangan terjebak pada jebakan orang kafir dengan menggunakan kata teroris…

    Jawab Abu Jaisy:
    Islam jelas tidak mengajarkan teror sembarangan, kecuali dengan benar-benar musuh yang nyata. Dan jika ada orang yang melakukan teror ditempat yang tidak semestinya, sudah sangat jelas mereka harus dibasmi habis.

    8. apakah orang yang ingin menegakkan syariat islam disebut teroris…

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah saya menyebutkan orang yang menegakkan syari’at Islam dengan teroris? Kapan dan dimana? Saya hanya menyebut khawarij yang selalu menteror siapapun dengan asas pembenaran diri mereka sendiri. Apakah boleh orang yang memperjuangkan syari’at Islam tetapi bersikap ghurur dan ghuluw dalam perbuatannya? Apalagi mengecap kafir umat Islam yang lainnya!

    6. kalau gak tau permasalahan secara falid jangan asal ngomong…ntr jadinya fitnah

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂 saya lebih tsiqoh dengan berita yang langsung dari sumbernya. Infopalestina.com dan Eramuslim.com lah yang lebih valid, contohnya saja. Arrahmah.com yang mengcopy hasil dari berita eramuslim.com lalu ditambah-tambahi sehingga terlihat menjelek2kan Hamas. Padahal Eramuslim.com jelas berimbang pemberitaannya tanpa ada justifikasi apapun terhadap dua golongan tersebut dalam beritanya. Dan Infopalestina.com yang lebih detail tentang kronologis pemberitaannya.
    TIDAK ADA media berita apapun termasuk Arrahmah.com yang memberitakan dengan jelas kronologis kejadian tersebut. Berarti jelas, mana media yang adil dan mana media yang ghurur dan ghuluw dalam memberitakan sesuatu sehingga terlihat menfitnah gerakan dakwah yang lain!

  10. yah…begitulah achi,.mereka sok tahu arti jihad tapi dasar wahabi susah dikasih tahu…scriptual translate..alqur’an hanya di pahami scr harfiah..kering spiritual..tdk pake qolbun salim..sok ahli tauhid…

    Jawab Abu Jaisy:
    😀
    Hanya mengingatkan. Sebaiknya kita semua menghormati ulama dijadikan “panutan” walaupun kita berbeda dalam mengambil “panutan” ulama lainnya. 😀
    Yang tidak patut dicontoh adalah suka mentakfir (mengkafirkan) umat Islam yang lain.
    Terima kasih kunjungannya 🙂

  11. Afwan Akhi saya ingin bertanya siapa sebenarnya yang berlebihan seperti antum berlebihan dalam membela HAMAS, dan seperti antum bilang bahwa media yang adil dan berimbang adalah era muslim dan infopalestina, sepertinya kita sama-sama pahamkedua media tersebut mengikuti milah kelompok tertentu….sampai saat ini saya masih salut dengan HAMAS, namun kita harus obyektif dalam menilai..kalau anda jujur menilai dan melihat dari banyak sisi pasti anda akan temui penyimpangan-penyimpangan perjuangan HAMAS saat ini, terutama dalam hal politiknya (bukan perjuangan melawan Israel kalau hal ini saya bersikap the best buat Al-Qasam) maksudnya saya adalah ada beberapa petinggi-petinggi HAMAS yang merusak perjuangan HAMAS itu sendiri dengan sikap politik mereka yang jauh dari sikap pemimpin-pmimpin mereka terdahulu apalagi ketika hubungkan dengan perjuangan-perjuangan tokoh IM seperti Hasan Albana dan Sayyid Quthb, cobalah renungkanlah kembali

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi, setiap orang membawa “golongannya” masing-masing. Dan setiap orang tidak akan bisa obyektif satu sama lainnya, itu jelas pasti! Akhi, apakah Su’udzhan dan kepintaran antum begitu kuat sehingga mampu menyalahkan para dewan syuro’ Hamas? Insya Allah, tidak bukan! Setiap gerakan itu mempunyai marhalah-marhalah dalam setiap tingkatannya, diakui atau tidak pasti ada. Siapa yang menyangkal Ikhwanul Muslimin berjuang mati2an merebut Palestina sehingga hampir memenangkan pertempurannya dengan Israel kecuali Raja Faruq yang akhirnya menangkapi kader IM atas konspirasi Israel pada saat itu. Siapa yang menyangkal perjuangan Hamas untuk berperang melawan Israel hingga saat ini, insya Allah tidak ada. Tetapi mereka mempunyai marhalah-marhalah yang akhirnya membawa mereka saat ini. Jelas sekali itu merupakan ijtihad dari pergerakan “perjuangan” yang mengilhami harakah-harakah baru yang tumbuh saat ini.

    kedua menurut ana semua ulama sholeh mengharamkan demokrasi, sya tidak tahu ternyata ada ulama yang membolehkan demokrasi dan itu suatu yang aneh, masa ada ulama yang menghalalkan selain hukum atau sisstim Allah tegak di bumi Allah. demokrasi itu bukan milik Islam, walaupun ada bagian-bagian dari demokrasi yang memiliki kemiripan dengan salah satu bagian dari sisitim ISlam tapi tidak menjadikan dengan sendirinya diakui bahwa itu adalah bagian dari sistim Islam.
    coba telaah bener-bener demokrasi itu apa dan bagaimana demokrasi itu, dari asal katanya saja udah jauh dari sistim Islam, saya sudah baca buku yang anda maksud dan itu menambah keyakinan saya bahwa demokrasi itu bukan bagian dari Islam dan termasuk haram menegakkannya di BumI Alloh..

    Jawab Abu Jaisy:
    Dengan mengharamkan Demokrasi apakah benar bisa menjadi lebih sholeh atau paling sholeh dari yang tidak mengharamkannya? Adakah ulama yang mengklaim seperti itu? Tentu tidak! Jika seperti itu maka artinya sombong, ghurur dan ghuluw.
    “Jangan mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah” sesuatu yang diharamkan oleh Allah itu jelas, dan sesuatu yang tidak ada dalam nash Qath’i maka itu adalah sebuah ijtihad. Ana tanya kepada antum, apakah dalam Al Quran dan As Sunnah disebutkan “HARAMNYA DEMOKRASI”? Jika ada hal qhat’i tersebut maka tentu haram. Imam Syafi’i rahimahullah di akhir kitabnya, Ar-Risalah berkata, “Tidak halal menggunakan qiyas tatkala ada hadits (shahih).” Kaidah Ushul menyatakan, “Apabila ada hadits (shahih) maka gugurlah pendapat”, dan juga kaidah “Tidak ada ijtihad apabila ada nash yang (shahih)”. Dan perkataan-perkataan di atas jelas bersandar kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
    Ingatkah seorang Kh. Ahmad Dahlan ketika dikatakan beliau Murtad dan Tasyabuh karena menggunakan sistem pendidikan sekuler ala demokrasi cara dakwahnya? Apa yang dikatakan kepada ulama yang mengatakannya tersebut? Kh. Ahmad Dahlan hanya berkata “Apa yang engkau naiki saat engkau menemuiku?” lalu Kh. Ahmad Dahlan berkata “Tidak ada perbedaan diantara engkau dan aku, yang membedakan adalah aku menggunakannya, dan engkau tidak mengakui menggunakannya padahal engkau menggunakan” Lalu apakah karena dengan begitu Kh. Ahmad Dahlan bukan ulama yang sholeh? 🙂
    Dan perlu di ingat, sholeh atau tidak seorang ulama itu tidak bisa dinilai dengan ijtihadnya. Karena sholeh atau tidak itu penilaian Allah, masalah ijtihad itu penilaian Allah benar atau salahnya.

    mengapa Jund Anshr menganggap kafir HAMAS, menurut info yang saya terima adalah itu di karenakan HAMAS menolak pendirian negara Islam di wilayah tersebut dan mengapa mereka ingin mendirikan negara Islam di wilayah terebut itu di karenakan wilayah tersebut dianggap adalah wilayah dimana penduduknya dianggap paham terhadap Islam dan pusat perjuangan umat islam dalam memerangi Israel..

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂 silahkan membaca ini —-:> “Muslimin Malaysia Tanyakan Pertentangan Hamas dengan “Fatah” dan “Jundu Nashrullah”

    kemudian saya ingin bertanya pada anda mengapa HAMAS saat ini tiidak membentuk negara sendiri yaitu negara Islam Paletina…mohon penjelasan.

    Jawab Abu Jaisy:
    Seandainya Hamas sekarang membentuk negara sendiri bernama negara Islam Palestina, insya Allah pasti sangat disetujui oleh Israel dan Amerika. Karena apa? Pastilah Hamas dengan sendirinya akan mengakui negara Israel. Karena tujuan Hamas bukanlah berperang dan memperebutkan negara Palestina. Padahal Hamas sampai saat ini tidak akan mengakui Israel ada di Peta dunia. Dan Al Quds masih berada di wilayah Israel, apakah umat Islam rela menyerah dengan mendirikan negara Islam tetapi Al Quds berada di genggaman mahluk paling hina dimuka bumi? Pastilah tidak! Istilahnya begini, apakah kita rela menjadi Indonesia tetapi Sumatera diambil oleh Belanda? 🙂
    Namun perlu diingat, tujuan Hamas tidaklah sesempit itu (mendirikan sebuah Daulah), tetapi memperjuangkan Dien islam itulah tujuan mereka. Karena itu kenapa mereka berani bertindak “sendirian” dalam berperang melawan Israel. Penyerangan Gaza “kemarin” yang dilakukan oleh Israel itu adalah bukti “kesendiriannya” Hamas dalam melawan musuh besar umat Islam tersebut.
    Lalu adakah seorang yang tidak pernah berperang melawan Israel, lalu mengklaim mendirikan negara islam di Palestina dikatakan sebagai mujahid? Padahal Syaikhnya sendiri adalah seorang dokter diwilayah Fatah, di Tepi Barat. Istilahnya, ada orang dari Tepi Barat kewilayah Gaza lalu membentuk pemerintahan “bertemakan” Islam, orang macam apa seperti ini? Tentu kalau bukan Intelegen pasti sakit jiwa.

  12. @ abu jaisy coba antum renungi pekataan ini dan ambillah ibrohnya jika antum ingin menapaki jalan nan LURUS ini..
    Demokrasi diambil dari bahasa Latin, demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti hukum atau kekuasaan. Jadi demokrasi adalah hukum dan kekuasaan rakyat, dan dibahasakan dalam Undang Undang Dasar RI dengan “Kedaulatan berada di tangan rakyat”.

    Jawab Abu Jaisy:
    Syukron kathsir atas taujihnya, namun afwan zidan dikarenakan artikel yang antum sampaikan sudah banyak bertebaran di dunia maya, mungkin juga bisa dilihat disalah satu blog —-:> hijazalattar.wordpress.com dan komentar hijazalattar serta jawaban kepada beliaunya ada disini —-:> Anshar Jundullah Mempermalukan Islam Dan Termasuk Bugot!, Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi serta Mengaku Salafy, Khawarij Menyerang HAMAS Namun sampai sekarang beliau (hijazalattar) belum menjawab jawaban komentar beberapa hujjah saya sampai sekarang.
    Dan silahkan menjawab ini terlebih dahulu —-:> Tolong Buktikan Dalil Qath’i Tentang Haramnya Demokrasi! sebelum melangkah lebih jauh membahas hal ini.
    Jazzakallah atas berkenannya Abuusamahalfatih mengcopy-paste-kan hal tersebut. Semoga Allah memberikan keberkahan atas ke-ikhlasan antum.

    NB: Tsummah Afwan akhi, ana setiap bulan selalu menjawab pertanyaan yang sama. Namun sampai sekarang pertanyaan ana tidak pernah dijawab oleh orang yang selalu bertanya dengan “analogi” yang sama. Jadi pada dasarnya jawaban maupun pertanyaan penentang Demokrasi sepertinya hanya itu-itu saja, namun sayang sampai saat ini diblog ini mereka tidak bisa menjawab pertanyaan kecil dari orang yang menggunakan kendaraan bernama Demokrasi ini.

    • afwan akh. antum sdh tahu arti kata demokrasi .demos yang artinya rakyat dan kratos yang artinya hukum jadi kalo diartikan hukum bersumber dari rakyat dan untuk rakyat. sedang dalam islam sumber hukum berasal dari Allah dan diwahyukan kepada Rasulnya jadi dari sini kita bisa menilai bahwa demokrasi dan islam sudah bertolak belakang. Demokrasi ke barat islam ketimur . dan demokrasi adalah produk buatan yahudi yang nyata nyata mereka adalah musuh Allah. yang katanya HAMAS benci sma yahudi tetapi dlm masalah hukum mengikuti yahudi. gmn ya akh. jangan berdusta ya Abu jaisy.antum lihat sekarang PKS demi menang dlm pemilu mereka tidak segan segan dergandengan tangan dengan orang kafir.apa mungkin mendirikan daulah islamiah tetapi dlm struktur pemerintahannya ada orang kafir. kita lihat Rasulallah apakah beliau dlm berdakwah demi mencari kekuasaan.harta atau jabatan. tdk sama sekali ya akh. Beliau berdakwah demi tegaknya Kalimat tauhid LAILAHAILLALAHU

  13. Jawab Abu Jaisy:
    Afwan akhi, komentar antum tidak ada hubungannya dengan postingan ana. Tafadhal buat blog sendiri lalu diisi dengan taujih dari pemahaman golongan antum sendiri. Semoga Allah memudahkan langkah antum. Amien

  14. Akhi dewan syuro HAMAS bukan Nabi dan tidak maksum, dan tidak ada salahnya kalau kita mengkritik atas tindak-tanduknya slama ini….yang berbeda jauh dengan tokoh IM masa lalu…..ada apa ini

    akhi kita harus obyektif dalam menilai…jangan berlebih-lebihan dalam mencintai suatu golongan, karena mereka manusia yang pasti ada salah dan khilaf, kalau memang ada yang salah ya kita katakan salah……

    Insya Allah saya mencoba untuk tetap adil, dan sudah saya bilang perjuangan HAMAS sangatlah mulia dan kalau dibanding dengan mereka saya bukanlah apa-apa, karena saya tidak pernah berjihad

    Ana harap antum bisa mengerti maksud ana

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi, memang dewan Syari’ah Hamas bukanlah nabi dan tentu tidak ma’sum. Lalu apakah orang yang mengkritik ataupun yang menyesatkan Hamas adalah orang yang sudah setaraf Nabi atau sudah ma’sum? Setiap gerakan punya ijtihad lain-lain, dan sudah seharusnya harakah Islam yang lain tidak menyalahkan Hamas, apalagi malah berbuat makar dipemerintahan Hamas! Setiap marhalah IM (Ikhwanul Muslimin) mempunyai perbedaan sendiri-sendiri, IM awal yang dipimpin Imam Hasan Al Banna tentu berbeda setelah dipimpin yang lainnya. Seperti ketika Abu Bakar memimpin tentu berbeda dengan kepemimpinan Umar, Utsman, Ali, dll. Semua punya ijtihad masing-masing, tidak monoton atau berjalan ditempat.

    Apakah antum menyalahkan Hamas bukan hal yang berlebihan, dan apakah antum ketika menyalahkan Hamas bukan berarti antum memihak golongan yang lain? Setiap orang punya golongannya sendiri-sendiri, bahkan orang yang netral sekalipun mempunyai golongannya sendiri-sendiri. Salah atau benar sebuah keputusan dari golongan, itu tidak bisa dinilai oleh golongan yang lain. Karena sudah tentu sebuah golongan punya keputusannya sendiri-sendiri yang terbaik bagi mereka. Karena yang menjalankan sebuah ijtihad itu golongan mereka sendiri, bukan dari golongan lain. Maka dari itu golongan lain tidak perlu mencari-cari kesalahan golongan lain, karena jelas haram hukumnya!

    Apalagi antum tidak berjuang di Palestina, tentu antum tidak bisa merasakan apa yang mereka (Hamas) rasakan. Lalu apakah antum bisa menilai dengan adil? Orang yang Bughot terhadap Hamas, juga ternyata hidupnya berada didaerah Tepi Barat daerah kekuasaan Fatah yang lebih adem ayem. Lalu tiba-tiba ingin mendirikan pemerintahan Islam di Gaza. Lalu menyalahkan Hamas! Bukankah yang lebih parah itu Tepi Barat, apakah ini bukan hal yang “gila”? 😀

  15. Demokrasi tetap haram….dan kalau anda meminta secara tertulis di Al-Quran bahwa ada ayat yang menyatakan bahwa demokrasi adalah haram, tentunya tidak ada…..tapi Al-Quran telah membahas secara menyeluruh bahwa kita tidak diperbolehkan memakai sistim yang bukan Islam……kalau antum membolehkan demokarasi atau menghalalkannya, berarti anda juga menghalalkan komunisme, sosialisme dan semua ideologi yang ada di bumu ini, karena di Al-Quran juga tidak ada yang melarang hal tersebut….dan tidak ada gunanya anda berjuang untuk mendirikan Negara Islam, karena dengan demokrasipun sebuah negara bisa berjalan….tapi apakah itu, sya harap tidak….

    Jawab Abu Jaisy:

    Nah, itulah yang diperingatkan Allah kepada kita semua. (Wah saya harus selalu menjawab dengan pertanyaan serta jawaban yang sama neh) saya kopas aja yah dijawaban saya yang sebelumnya.
    Masalah ijtihad demokrasi merupakan hal yang wajar, karena yang dimaksud mengharamkan demokrasi itu adalah menjadikannya jalan hidup. Atau “isme” tentu hal itu sangat diharamkan dalam Islam, tetapi konteksnya akan berbeda kalau kita menggunakannya hanya sebagai “kendaraannya” saja! Ada orang mengatakan Demokrasi adalah kubangan lumpur yang menjijikkan, namun sayang orang yang terlalu jijik itu ternyata tidak bisa berbuata apa-apa untuk membersihkannya. Namun ketika ada orang yang berusaha membersihkannya, mereka mencela, mencaci, dll. Apakah hal itu wajar dilakukan orang Islam? Padahal perbuatan mencela, mencaci, mencari-cari kesalahan dan perbuatan buruk yang lainnya itu merupakan haram dalam syari’at Islam. Coba bayangkan, ketika kita berteriak “tegakkan Syari’at Islam” tetapi ketika itu kita telah melanggar Syari’at Islam sendiri, apakah bukan hal yang memalukan dihadapan Allah?

    Coba bayangkan ketika orang Islam itu tidak ada yang Kapitalis? Bisa dibayangkan bagaimana perangnya Rasulullah yang mereka semua dimodali oleh sahabat-sahabat yang Kapitalis!
    Coba bayangkan kalau Islam tidak sekuler? Bisa jadi Islam tidak ubahnya sebuah agama yang sama seperti agama yang lain. Yang tidak bisa saling memisahkan definisi syari’at2 yang lain!
    Coba bayangkan jika Islam itu tidak liberal? Bisa jadi orang Islam hanya terkungkung pada satu ilmu yang tidak mampu untuk bebas mengembangkannya.

    Yang patut dicermati adanya keharaman itu adalah “Isme” atau keyakinan itu sendiri. Kalau kita menganggap Demokrasi, Kapitalis, Sekuler, Liberal sebagai jalan hidup, tentu hal itu diharamkan oleh Allah. Tetapi kalau Demokrasi, kapitalis, Sekuler, Liberal adalah sebuah pemahaman yang syumul, syamil dan mutakamil tentu itu akan menjadi hal yang berkah.

    Intinya adalah pemahaman, bagaimana kita memahami itu semua. Islam itu bukan produk doktrinan yang setiap pemeluknya dilarang untuk berbuat sesuatu. Tetapi Islam itu adalah rahmatanil’alamin yang mampu memberikan kemaslahatan dari setiap umatnya untuk berbuat yang terbaik bagi Dien Islam ini.
    Dari setiap perbedaan ijtihad itulah seharusnya kita saling memahami, Demokrasi itu tak ubahnya isu “lama” untuk membungkam persatuan Islam. (Mossad: Jangan Sampai Arab Mengikuti Demokrasi, Biarkan Mereka Menjadi Negara Monarki Absolut)

    • waduh….kok jadi begini,
      1. saya tidak pernah mencaci atau mencela anda maupun golongan anda, saya hanya mencaci dan mencela demokrasi dan segala sistim yang dapat menjadi tandingan dari sistim islam…
      2. tidak ada sahabat yang kapitalis, anda harus membedakan antara orang-orang yang memiliki harta dengan kapitalis yang saya maksud dan pemahaman banyak orang tentang kapitalis itu sendiri
      3. anda juga harus bisa membedakan apa itu liberal dan kebebasan dalam islam….karena itu berbeda
      4. bedakan juga antara sekuler dan syariat-syariat yang mengatur antara manusia dengan Alloh, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam sekitar

      bedakan itu semua…. saya takut anda akan terjebak dalam hal-hal tersebut, karena banyak tokoh-tokoh islam yang terjebak pada istilah-istilah tersebut

      Jawab Abu Jaisy:
      1. Mencaci siapapun tidak pernah diajarkan dalam Al Quran dan As Sunnah. Karena Islam tidak pernah ditegakkan dengan cara caci maki.
      2. Antum harus tahu apa arti kapitalis itu sendiri sebelum menyebut kapitalis. Kapitalis dengan kapitalisme itu berbeda jauh, orang sering salah kaprah dalam menyebutkan hal ini. Para sahabat itu banyak yang kapitalis (orang yang mempunyai modal) tetapi mereka bukan kapitalisme. Jadi antum sebelum berkata itu dipelajari dulu asal katanya, jangan asal ngikut aja, ingatlah “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya” (QS Al Isra’ 36)
      Jangan sampai kita hanya asal ikut-ikutan seperti antum ini (Perkataan antum “yang saya maksud dan pemahaman banyak orang tentang kapitalis itu sendiri”). Jika pemahaman seperti antum ini, berarti nanti antum tidak mau disebut Fundamentalis, atau antum akan mengatakan bahwa fundametalis Islam itu adalah teroris karena sesuai dengan maksud serta pemahaman orang banyak terhadap hal tersebut. Wah sangat gawat itu!
      3. Anda seharusnya tidak perpaham tekstual saja, sehingga terjerumus dalam sebatas kata. Seharusnya kontekstual atau esensi kata itu yang menjadi dasar pengertian. Perbedaan dan persamaan itu berasal dari kontekstual atau esensinya, orang akan mengerti perbedaan dan persamaan ketika mampu memahami kontekstual dari esensi yang terkandung. Jadi bukan hanya tekstual!
      4. Jawaban no 4, sudah ada di no 2-3.

      Jangan sampai hanya karena asal katanya dari Barat, kita langsung phobia dan menghakiminya salah. Karena banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang terjebak dengan hal itu

      kalau anda mengatakan keharaman itu pada isme nya atau ketika demokrasi dan sebagainya di jadikan jalan hidup….toh sekarang hal itu udah terjadi, masyarakat indonesia pada umumnya menganggap bahwa demokrasi adlaah solusi hidup bernegara, baik dalam hukum dan kehidupan dasar mereka…..yang saya takutkan adalah ketika aktivis-aktivis islam tersebut juga membela dan menganggungkan demokrasi maka semakin kuatlah keyakinan mereka…..lalu kendaraan anda ini tak akan bisa anda lepaskan, karena msyrakat terlanjur cinta dengan demokrasi dan akhirnya jatuh dan bersujud dengan demokrasi dan semakin asing dengan hukum islam

      Jawab Abu Jaisy:
      Sudah terjadi? Boleh disebutkan contohnya seperti apa? Masyarakat tidak ambil pusing dengan asal kata. Entah itu demokrasi, atau syari’at Islam. Yang perlu dipahami adalah, masyarakat sudah muak dengan orang yang bermodal omong doang. Masyarakat akan menerima Syari’at Islam jika memang syari’at Islam memberikan manfaat kepada mereka, seperti halnya demokrasi. Masyarakat sudah “mendapatkan” manfaat dari demokrasi sehingga mereka mengatakan “Demokrasi”. Berapa banyak syari’at Islam yang diterbitkan didaerah-daerah karena perjuangan para Politikus muslim di kancah Demokrasi ini, adalah menjadi ukuran bagaimana marhalah-marhalah itu harus ditapaki selangkah-demi selangkah. Tidak tergesa-gesa dalam menjalankannya.
      Anda tidak perlu menakutkan itu, malah sudah seharusnya anda takutlah kepada diri anda sendiri yang mungkin tidak bisa memberikan maslahat kepada orang-orang disekitar anda. Bagaimana kita bicara tentang syari’at Islam, tetapi dengan sekitarnya tidak memberikan dampak apapun kebaikan. Itu berarti omong kosong!

      Inilah enaknya kami yang bisa gonta-ganti kendaraan. Tidak monoton atau stagnan! Jadi tidak perlu khawatir jika kami terlalu enjoy dengan kendaraan kami, karena sudah ada kondektur yang insya Allah setiap saat memperingatkan kami.

      Yang membuat Syari’at Islam itu terasing, malah kebanyakan para orang-orang yang selalu berteriak “tegakkan syari’at Islam”. Kami tidak perlu berteriak-teriak “tegakkan Syari’at islam” namun perilaku kita sendiri yang mencerminkan syari’at Islam, tentu orang akan simpatik terhadap syari’at Islam. Orang yang hanya berlabel Islam, tetapi tidak pernah shalat, atau sering melanggar aturan Allah. Tentu saja langsung takut jika mendengar Syari’at Islam. Akan tetapi mereka akan tersentuh hatinya ketika kita mampu memberikan kontribusi bagi mereka, memberikan prilaku dengan akhlaq sesuai syari’at Islam, lambat laun orang akan mengerti indahnya syari’at Islam. Itulah perjuangan, harus ada kesabaran dalam melakukannya. Tidak grusa-grusu asal tendang sana-sini!

      • ya abu jaisy untum mengatakan orang lain berdusta padahal antum sendirinyang berdusta.kita lihat slogan IM. tegakkan syariat islam tapi mereka duluan yang melanggar syariat islam.dengan ikut pesta demokrasi sdh melanggar syariat islam.itu yang umum blm yang khusus personnya. celana isbal jenggot dicukur.dll. kita lihat realita yang ada anggota dewan dari partai PKS ketahuan buka situs porno mana dakwah nya ya akh

    • Komentar anda kami hapus

      Jawab Abu Jaisy:
      Saudara gogo, sebaiknya anda membuat nickname satu saja, jangan mengelabui dengan nick yang lain. Islam mengharamkan umatnya suka menipu!

    • Kalau melihat definisi antum ya Abu jaisy .mw membersihkan demokrasi kita harus ikut demokrasi dulu. berarti definisinya sama dengan kalau kita mau membersihkan peminum khamr kita harus ikut minum khamr dulu.. kalau mau membersihkan pelacur kita harus jadi pelacur dulu gitu ya akh.antum salah ya akh. kalau mau mentarbiyah umat tidak harus jadi penguasa .tdk harus punya jabatan.dengan jalan lain yang lebih syar’i banyak ya ahk

  16. Ana pikir mendirikan daulah islamiah bukanlah tujuan sempit, karena itu adalah pondasi perjuangan umat….saya bingung dengan perkataan anda yang menyatakan bahwa jika hamas mendirikan negara islam makan amerika dan israel akan senang dan menyetujuinya….bukankah dengan mendirikan negara islam, maka perjuangan akan semakin bersemangat karena perjuangan ini dibawah sebuah negara islam…

    Jawab Abu Jaisy:
    Apakah mendirikan sebuah daulah islamiah itu lebih utama daripada berjuang demi Dien Islam? Masya Allah. Kalau hanya ingin mendirikan Daulah, lalu diberinama Islamiah. Sewa saja tentara bayaran untuk berperang melawan Israel, dan setelah menang nanti diakui sebagai Daulah Islamiah! 😀
    Afwan akhi, antum tidak pernah mengikuti perkembangan berita Palestina? Semenjak kemenangan Hamas awal (2006) yang lebih dari 60% walaupun Amerika “marah” tetapi Amerika memberikan “sinyalemen” agar Hamas mengakui kemerdekaan Gaza, dan mendirikan negara sendiri di Gaza. Tetapi sudah tentu Hamas harus mengakui berdirinya negara Israel. Tetapi Hamas tidak mau melakukan itu, karena perjuangan Hamas bukanlah sesempit mendirikan sebuah Daulah sendiri, tetapi lebih dipentingkan adalah mengusir Yahudi di tanah Palestina sesuai dengan Dien Islam. Ini sudah sangat jelas sekali hal yang paling utama. Jika hanya sebatas mendirikan Daulah, apabedanya dengan Arab Saudi? 🙂
    Coba, berapa banyak negara Islami (ingat bukan negara Islam. Negara Islami itu negara yang sistem hukumnya juga mengacu kepada sistem Islam, walaupun bercampur baur sistem hukumnya), tetapi ketika Hamas diserang oleh Israel kemarin mereka hanya diam dan hanya sebatas mengecam saja!

    • okey kita akhiri saja diskusi tentang HAMAS, karena bagaimana juga HAMAS adalah pejuang Islam dan jika dibandingkan dengan mereka tentu saya bukan apa-apa……
      dan kita kembalikan semua kepada ALLOH

      mohon maaf jika ada kata-kata yang dapat menyinggung perasaan

      Terima kasih atas semua diskusinya

      Jawab Abu Jaisy:
      Tafadhal. Syukron atas meluangkan waktu hadir di blog ini

  17. To Abu Jaisy, saya sebagai petualangharakah mendukung antum, karena menurut saya “orang2x yang dengan mudahnya mengharankan demokrasi, membid’ahkan yang khilaf dll, ADALAH MEREKA DIIBARATKAN SEBAGAIMANA Syaikh bakr mengibaratkan syaikh robi dan sayyid qutb, bahwa syaikh robi’ bagaikan abak SD, dan sayyid qutb bagaikan anak kuliahan. So sampai kapanpun akan ada orang2x yang tingkat intelektualnya rendah tidak akan mampu memahami strategi2x cerdas khalid bin walid.

    Monggo mampir di (Linknya saya taruh di URL)

    Jawab Abu Jaisy:
    Mari kita beragama bukan hanya dengan emosi semata, tetapi dengan Ilmu. 🙂

  18. @Petualang harakah
    Di blog milik antum, memuji-muji kelompok ‘jihadis” yg nota bene mereka anti demokrasi namun di sini ente cela. Lha, bukankah diantara yang mengikuti pemikiran Ustadz Sayyid Qutbh adalah mereka kelompok yang anti demokrasi? Kontradiktif /Tanaqudh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: