Ikhwanul Muslimin Dan Kemerdekaan Indonesia


Banyak yang belum tahu bahwa gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia. Sejarah menyatakan bahwa Syaikh Hasan Al banna pemimpin Ikhwanul Muslimin, mendesak pemimpin Mesir untuk mengakui Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Karena butuh pengakuan sebuah negara dari negara lain untuk mendeklarasikan negara. Dan itu tidak didapatkan dari negara manapun kecuali yang pertama kali adalah Mesir, atas desakan Ikhwanul Muslimin yang melihat Indonesia sebagai negara muslim. Dan kedua adalah Palestina, setelah itu negara-negara lain.

Hal ini sangat jelas sekali, bahwa hanya keimananlah yang menyatukan mereka. Yang mengakui kedaulatan Islam itu sendiri. Walaupun harus dikhianati, tetapi umat Islam tidak akan pernah runtuh dalam perjuangannya.

Bung Syahrir ditemani Mr. Nazir Pamoncak dan M.Z. Hassan (Penulis buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri) berkunjung ke Kantor Pusat Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir untuk menyampaikan terimakasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang sangat kuat mendukung kemerdekaan Indonesia.


KH. Agus Salim, Ketua Delegasi Indonesia, bersama H. Rasyidi menyampaikan terima kasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang kuat sekali menyokong perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, M.Z. Hassan, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Hal. 220 & 227.

Nah siapakah yang menuduh serampangan dan keji atas jasa-jasa setiap muslim, maka sesungguhnya mereka orang-orang keji yang sedang menutupi kekejiannya.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Ikhwanul Muslimin tentu saja jauuhhhhhhhhhhhh lebih baik dibanding HT.

    • Akang NAQSYABANI yang baik…

      Bukankah semua menyeru kepada Allah, klaim menjadi yang terbaik bukanlah hak kita. Hanya Allah yang Maha Tahu segalanya. Klaim dari manusia hanyalah pandangan fana belaka yang kelak semua yang diucapkannya pun akan kembali kepada yang Maha Adil. Perbedaan dalam sarana da’wah seharusnya menjadikan kita berlaku arif dan bijaksana bukan untuk dibandingkan dan kemudian menjadikan kita terpecah belah. Bukankah da’wah menyeru manusia untuk kembali kepada Allah, bukan kepada manusia atau jamaah?

      Mohon maaf jika ada kesalahan dan atas kata-kata yang tidak berkkenan. Semoga ini dapat menjadi tanda cinta saya kepada Akang karena Allah semata.

      dari seorang hamba yang mencintai Anda karena Allah..

      Jatinangor, 11-03-2010
      -irwan setiawan-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: