Anshar Jundullah Mempermalukan Islam Dan Termasuk Bugot!



Sejumlah pakar khusus masalah gerakan Islam di Libanon mengatakan, apa yang dilakukan kelompok Ansharu Jundullah Baitul Maqdis di Rafah menunjukan, kelompok ini masih butuh pemahaman yang mendalam dalam masalah politik. Mereka masih memahami nash-nash syari’at secara selektif.

Seorang peniliti gerakan Islam di Libanon, Muhammad Alusy dalam pembicaraannya dengan infopalestina Senin (17 /8) mengatakan, yang membedakan kelompok ini dengan yang lainya adalah pemahamanya yang sempit terhadap pandangan yang lain, disamping keimanan mutlaq terhadap kebenaran mutlaq. Namun peneliti ini menolak untuk mengkategorikan kelompok ini sebagai sebuah garakan atau jama’ah. Ia mengatakan, kelompok ini hanyalah fragmentasi belaka.

Ia menambahkan, kelompok ini memandang suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri. Tidak mengambil beberapa pendapat lain dari kalangan ulama yang terpercaya, terkait masalah-masalah yang masih diperdebatkan. Dengan demikian, pola fikir mereka hanya berlandaskan Al-Wala dan Al-Barra (loyalitas dan berlepas diri) saja. Barang siapa yang mendukung berarti telah berwala dengan mereka dan barang siapa yang berbeda, maka mereka al-barra darinya. Bukti otentik adalah tindakan mereka yang mendirikan Emirat Islam (pemerintahan Islam) di Gaza, tanpa penunjang-penunjang lain. Mereka juga tidak membaca kondisi ril Gaza yang mengakibatkan terjadi pertumpahan darah yang tak perlu, ungkapnya.

Alusy menegaskan, pendirian negara Islam adalah wajib bagi semua gerakan Islam. Walau berbeda cara dan waktunya. Namun nampaknya kelompok ini berupaya mendirikan negara Islam tetapi melanggar semua pra syarat dan marhalah yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut.

Sementara itu, Fadi Syamiyah, penulis tentang gerakan Islam berpendapat, tindakan dan ideology yang diusung kelompok ini bertentangan dengan semua gerakan perlawanan di Gaza. Namun mereka gagal untuk membunuh seorang Zionis sekalipun. Tindakanya justru memberikan citra jelek terhadap ajaran agama, disamping memberikan kesempatan bagi Zionis untuk memberikan stigma negative terhadap kelompok perlawanan.

Terkait dengan akar pemikiran kelompok ini, Syamiyah berpendapat, pola fikir semacam ini tidak dikenal sebelumnya, kecuali setelah mereka mendeklarasikan kelompok Anshar Jundullah. Mereka hanyalah kumpulan para pemuda yang berfikiran radikal. Ia menjanjikan pola fikir semacam ini akan mengakibatkan masalah yang tak kunjung selesai dan berkepanjangan. (asy/infopalestina)

Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum di Universitas Shanaa, Yaman, Dr. Hasan Ahdal mengatakan tidak boleh keluar dari pemerintah sah yang ada. Hal itu dianggap sebagai pembangkangan (bugot), yang keluar dari ketaatan pada pemerintah yang dipilih oleh warga.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ahdan dalam pernyataan khusus kepada koresponen Infopalestina, Selasa (18/08), mengomentari tindakan yang dilakukan Jamaah Ansharu Jundillah di Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza, yang mendirikan imarah islamiyah (negara Islam). Dia mengatakan, “Tidak boleh mendeklarasikan kekhilafahan atau negara di tengah-tengah sebuah pemerintahan sah dan terpilih.”

Mengenai tindakan yang dilakukan pemerintah Palestina di Jalur Gaza terhadap Jamaah Ansharu Jundillah, Dr. Ahdal mengatakan bahwa “Pemerintah yang sah harus memberantas jamaah yang keluar dengan senjata ini. Namun hal itu dilakukan setelah dilakukan dialog dengan cara yang baik. Bila tetap membangkang maka pemerintah menumpasnya setelah diberi peringatan.”

Sabtu (15/08), 14 orang meninggal dan sekitar 120 lainnya terluka dalam kontak senjata antara pasukan keamanan Jalur Gaza dengan kelompok bersenjata Jamaah Ansharu Jundillah yang mendeklarasikan berdirinya imarah islamiyah (negara Islam) di Jalur Gaza yang berpusat di Rafah. Jamaah takrifiyah (mengkafirkan kelompok lain) ini dipimpin oleh Abdul Latif Musa, yang juga tewas dalam baku tembak tersebut. (seto/infopalestina)

Peneliti khusus ideology Salafi Jihadi, Syaikh Wail Al-Batiri dalam wawancaranya dengan infopalestina Senin (17/8) menegaskan, “Seharusnya kelompok yang mengatasnamakan Ansharu Jundullah jangan terburu-buru memisahkan diri dan mendeklarasikan Emirat Islam secara sepihak”.

“Mendirikan pemerintahan yang berhukum dengan syari’at Islam serta menjungjung keadilan dan ketauhidan merupakan mimpi semua muslim yang jujur dan ta’at dalam agamanya”, ungkap Al-Batiri. Ia menambahkan, Allah SWT menjadikan semua masalah yang besar tentu dengan jalan-jalan untuk mencapainya, termasuk di dalamnya pendirian negara Islam. Namun janganlah kita berkhayal kita dapat tidur dengan nyenyak di kasur yang empuk, kemudian bangun dan menyaksikan hukum Allah telah ditegakkan di bumi ini. Apa yang dilakukan kelompok ini merupakan sikap tergesa-gesa untuk mencapai sebuah mimpi indah. Di sisi lain, deklarasi pemerintahan sendiri, justru lebih mendekatkan pada tantanganya terhadap pandangan syari’at Islam yang kelam”, tegasnya.

Dalam wawancaranya dengan infopalestina, Syaikh ini berujar, beberapa bulan sebelumnya, ia bertemu dengan Abu Muhammad Al-Maqdisi, seorang tokoh ulama Salafi Jihadi. Abu Muhammad mengatakan, gerakan perlawanan Hamas mempunyai pandangan yang berlandaskan syari’at Islam. Mereka mengambil dasar-dasar perjuanganya dari para ulama yang terkenal dalam masalah syari’at dan realitas.

Oleh karena itu, Syaikh Al-Abtiri menganggap pemerintahan Gaza adalah pemerintahan Islam. “Inilah husnuzan saya”. Demikian juga dengan realitas masyarakat di Gaza adalah masyarakat Islam. Sedang dalam masalah fiqih tentu ada perpedaan di antara mereka. Namun yang penting kita lakukan sekarang adalah menerima pandangan para pemimpin Hamas dalam upayanya memperbaiki kondisi masyarakat ke arah Islami, secara bertahap, hingga mereka dapat masuk ke dalam ajaran Islam ini secara kaffah.

Adapun masalah penerapan syari’at Islam dalam masalah hudud (hukuman pidana) di Gaza, Al-Batiri menegaskan, penerapan hudud merupakan tuntutan syari’at, kita tidak boleh meremehkanya. Namun tentunya, penerapan hudud sebelum pengkodisian masyarakat juga bertentangan dengan manhaj Nabi Muhammad SAW dalam pemerintahanya.

Sementara itu, keluar dari pemerintahan Islam di Gaza adalah masalah yang perlu pembahasan yang lebih mendalam lagi. Termasuk memperhatikan manfaat ataupun mafsadat yang ditimbulkanya. Karena yang tuntut bukanlan semata-mata keluar dari pemerintahan akan tetapi terkait dengan manfaat atau mafsadat dari sisi agama. Sejumlah ulama berpendapat masalah khuruj atau keluar dari pemerintahan merupakan masalah ijtihadiyah yang tentu berbeda hasil dan pemikiranya, tukasnya. (asy/Infopalestina)

Iklan

30 Tanggapan

  1. mengapa jund Anshr…melakukan seperti itu,pasti ada yang melatar belakangi..
    1. tidak puas terhadap pemerintahan HAMAS, yang melakukan sistim hukum bukan Islam

    Jawab Abu Jaisy:
    Darimana antum berpendapat seperti itu? Bukankah sistem Hukum syari’ah sudah lebih baik di Gaza. Hamas itu puluhan tahun menjadi pergerakan, dan mereka mempunyai kematangan dalam berfikir. Bukan gerakan bawah tanah yang baru muncul dan dibiayai oleh Fatah untuk membuat onar di Gaza!

    2. alasan syar.i apa lagi yang ditunggu untuk mendirikan negara islam palestina

    Jawab Abu Jaisy:
    Negara islam palestina? Gaza itu wilayah palestina, otoritasnya jelas ada beberapa wilayah yang lain. Jika Hamas membuat wilayah Gaza sebagai negara Islam Palestina, jelas itu makar namanya! Islam sudah jelas melarang makar dalam segala hal apapun! Kenapa Jundullah Nashrullah tidak mendeklarasikan diwilayah Fatah. Padahal sudah jelas sekali yang lebih banyak penyimpangannya adalah wilayah Fatah! Apakah Jundullah Nashrullah takut mendekrasikan disana. Antum perlu tahu, bahwa Hamas sebelum deklarasi tersebut sudah mengetahui gerakan Jundullah Nashrullah, dan dibiarkannya. Bahkan senjata-senjata yang diperoleh Jundullah Nashrullah itu adalah senjata yang diberikan gratis oleh Brigade Izzuddin Al Qassam gratis untuk berperang melawan Israel pada saat penyerangan lalu. Tetapi malah mereka tidak ikut berperang, dan menyatakan Hamas sebagai pemerintahan kafir. Lalu senjata Hamas yang diberikan kepada Jundullah Nashrullah malah dibuat menyerang Hamas. Apakah ini bukan disebut “pagar makan tanaman”? Mereka tidak berperan apapun terhadap Gaza, tetapi seenaknya sendiri ingin mendirikan Negara Islam Palestina, heheheh ini namanya konyol! Nggak punya tentara, nggak punya pemerintahan, nggak punya persenjataan lalu ngaku-ngaku mendirikan negara Islam Palestina. Dalam Sirrah, Rasulullah tidak pernah melakukan hal itu. Dan dalam Sirrah sudah jelas, Rasulullah mengukuhkan dulu kekuatannya yang utuh dan benar-benar solid baru mengumumkan pemerintahannya. Coba baca sirrah dulu aja akh antum biar tahu realitas dalam pergerakan Islam, dan tidak berprasangka saja isi hati antum.

    3.sejak ditinggal syekh Ahmad Yasin HAMAS telah banyak menyimpang pergerakannya…

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah, jika antum tidak meminta maaf dan istighfar sungguh akan ada pertanggungjawaban atas ucapan antum kelak di akhirat. Jutaan kader Hamas akan menuntut pernyataan antum ini. Jangan menganggap sepeleh ucapan-ucapan seperti ini, karena sesungguhnya kelak Allah akan membuka lebar-lebar catatan antum di akhirat.

    4. HAMAS sudah masuk kancah politik yang sekuler

    Jawab Abu Jaisy:
    Saya malas menjawab pertanyaan seperti ini, karena sudah sangat dan terlalu sering saya menjawabnya. Sudahlah lihat saja disini dan silahkan berdiskusi ditema yang semestinya:
    Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir
    Hizb Salafi Makar Jika Tidak Mengikuti Pemilu
    Pemilu Peluang Perbaikan
    Demokrasi, Barang Curian Milik Islam?
    Umat Islam Harus Memenuhi Tantangan Demokrasi
    Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?

    5. Perjuangan HAMAS memang mantap….tapi keteguhan dalam pendirian hukum islam harus mantap juga dunk

    Jawab Abu Jaisy:
    Karena matapnya pendirian hukum Islam itulah yang akhirnya memantapkan perjuangan Hamas, apakah antum tidak pernah berfikir seperti itu!!? Mana mungkin ada sekumpulan harakah berani melawan Israel, sendirian disana kalau bukan karena kemantapan akhidah mereka! Gerakan Islam di Palestina selain Hamas hanya mengaku-ngaku berjuang, tanpa berani mengangkat senjata dan berpolitik seperti Hamas! Ini realitas akhi, dan bukan prasangka seperti apa yang antum lakukan dan orang lain seperti antum!

    6. Jund Ashr adalah cambuk kecil agar HAMAS dapat melihat ada sebagian warga palestina yang kian merindu syariat islam di palestina

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, cambuk atau agennya Fatah untuk bertujuan merusak ketentraman Gaza yang dikuasai Hamas? Biasa politik belah bambu, hanya orang-orang kafir yang senang melakukan itu!

    7 selama Palestina tidak berhukum pada Islam maka sulit untuk memenangkan perang.

    Jawab Abu Jaisy:
    Yups, kalau semua dikuasai oleh Hamas. Insya Allah akan lebih baik. Maka berdoalah agar Hamas memenangkan penuh atas wilayah Palestina!

    8. Jund Ashr…adalah orang-orang yang pernah berjuang dengan HAMAS dan pernah berjuang melawan Yahudi

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, itu juga prasangka antum. Sudah jelas-jelas Jundullah Nashrullah menyatakan tidak akan berperang membela pemerintahan kafir (Hamas) dengan melawan orang kafir (Israel). Hehehe, coba deh banyak membaca dan sering-sering melihat informasi dunia Islam, agar tidak jumud hanya melihat satu informasi yang tidak valid! 😀

    9. Dulu saya kagum dengan HAMAS, tapi sekarang saya hanya simpati dengan laskar Al-Qasam…dan Insya Alloh Brgade Al-Qasam segera memisahkan diri dari HAMAS

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehehe, afwan antum lucu sekali. Hamas Dan Brigade Izzuddin Al Qassam adalah satu. Seperti Pemerintahan (Hamas) dan Tentaranya (Brigade Izzuddin Al Qassam). Semua intruksi dari apa yang dilakukan oleh Brigade Izzuddin Al Qassam adalah dari pimpinan Hamas, mereka patuh dan taat atas perintah qiyadah. Ini sangat jelas sekali bentuk dari pembelajaran syari’at yang sudah diterapkan dalam gerakan tersebut. Dan Brigade Izzuddin Al Qassam adalah sebuah tentara elit dari Hamas. Mereka adalah orang-orang pilihan, bagaimana hafalan al Quran-nya, hafalan Haditsnya dan segalanya itu dikontrol penuh oleh Hamas. Dan mereka bukan orang-orang yang saqafahnya alakadarnya dan suka membuat keputusan sendiri. Wah, kayaknya antum harus banyak membaca pergerakan Hamas akhi. Kalau saya ceritakan disini bisa jadi satu bendel buku! 😀

    10. Bughot adalah membrontak pada pemerintahan Islam yang sah…sedangkan Palestina bukan negara Islam…malahan palestina memakai sistem demokrasi, apakah demokrasi adalah hukum dari islam dan apakah tidak haram memakai demokrasi.

    Jawab Abu Jaisy:
    Afwan, antum ini siapa? Yang dengan entengnya menolak fatwa seorang ulama! Islam melarang bughot dari sistem pemerintahan manapun, termasuk pemerintahan kafir. Afwan, antum tsaqafahnya kok rada aneh yah?

    “Kebanyakan Ahli hadits mengatakan, tetap wajib taat kepada pemimpin yang zalim dan fasiq, serta bersabar menghadapi mereka, selama mereka masih menegakkan shalat, dan belum melakukan tindakan yang mengeluarkannya dari Islam secara nyata (kufrun bawaah), dan selama perintahnya bukan maksiat, ada pun kefasikan dan kezaliman pemimpin, maka itu ditanggung oleh dirinya sendiri. Ini juga pendapat Imam Hasan Al Bashri.”\

    Sebagian muhaqqiq dari kalangan Syafi’iyah menyatakan wajibnya mentaati pemimpin, baik perintah atau larangan, selama bukan perintah haram. (Imam Al Alusi, Ruhul Ma’ani, 4/106)

    Dalil lainnya, dari Hudzaifah bin Al Yaman Radhiallahu ‘Anhu beliau berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya mendapatkan keburukan lalu datanglah kebaikan dari Allah, dan kami saat itu masih ada. Apakah setelah kebaikan itu datang keburukan lagi?” Rasulullah menjawab: “Ya.” Hudzaifah bertanya: “Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan lagi?” Rasulullah mejawab: “Ya.” Hudzaifah bertanya: “Apakah setelah kebaikan akan datang keburukan lagi.” Rasulullah menjawab: “Ya.” Hudzaifah bertanya lagi: “Bagaimana itu?” Rasulullah menjawab: “Akan ada setelahku nanti, para pemimpin yang tidaklah menuntun dengan petunjukku, tidak berjalan dengan sunahku, dan pada mereka akan ada orang-orang yang berhati seperti hati syaitan dalam tubuh manusia.” Hudzaifah bertanya: “Apa yang aku lakukan jika aku berjumpa kondisi itu Ya Rasulullah?” Rasulullah menajwab: “Dengarkan dan taati pemimpinmu, dan jika punggungmu dipukul dan diambil hartamu, maka dengarkan dan taat.” (HR. Muslim, 9/387/3435. Al Baihaqi. As Sunan Al Kubra, 8/157. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Ausath, 6/459/3003. Al Maktabah Asy Syamilah)

    Dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian, mereka mendoakan kalian, dan kalian juga mendoakan mereka. Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kalian.” Rasulullah ditanya: “Ya Rasulullah tidakkah kami melawannya dengan pedang?” Rasulullah menjawab: “Jangan, selama mereka masih shalat bersama kalian. Jika kalian melihat pemimpin kalian melakukan perbuatan yang kalian benci, maka bencilah perbuatannya, dan jangan angkat tangan kalian dari ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim, 9/403/3447. Ahmad, 49/11/22856. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, 8/158. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, 12/431. Ad Darimi, 9/19/2853. Ibnu Hibban, 19/182/4672. Al Maktabah Asy Syamilah)

    Selain itu, Imam Bukhari menulis sebuah Bab dalam kitab Shahih-nya, Kewajiban berjihad bersama orang baik atau fajir (Al Jihad Maadhin ‘Alal Barri wal Faajir). Begitu pula Imam Abu Daud, belaiu membuat bab dalam kitab Sunan-nya, Perang Bersama Pemimpin yang Zalim (Fil Ghazwi ma’a A’immati Al Jauri). Sehingga Imam Ahmad menjadikannya alasan bahwa tidak ada perbedaan antara berjihad bersama pemimpin yang adil atau zalim, keutamaan-keutamaan jihad tetap akan didapatkan. (Fathul Bari, 8/474). Begitu pula yang dikatakan Imam Asy Syaukani (Nailul Authar, 11/495). Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan, tidak disyaratkan berjihad itu harus dengan hakim yang adil, atau pemimpin yang baik, sebab jihad wajib dalam segala keadaan. (Fiqhus Sunnah, 2/640)

    Bagaimana ada sebuah kelompok yang sangat kecil ingin mendirikan daulah disebuah daulah kalau bukan bughot atau bahkan makar terhadap pemerintahan yang sah, yang masih banyak orang mencintainya dan mendo’akannya. Tidak ada bukti apapun bahwa Jundulllah Nashrullah itu dipilih oleh rakyat Gaza! Kalau rakyat Gaza memilih Jundullah Nashrullah pastilah mereka sudah menguasainya sebelum Hamas berkuasa! CAMKAN ITU!

    11. kalau memberikan berita harus Fair…saya tahu anda adalah kader PKS dan memiliki kedekatan emosional dengan HAMAS dan IM,,,tapi sebagai seorang muslim ya harus seimbang dalam menulis dan menyampaikan berita

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂 adakah berita yang fair memberitakan kebenaran selain kalian akan menganggapnya tetap tidak adil! Ingatlah Ikhwanul Muslimin itu organisasi Islam terbesar di dunia. Mereka memiliki berbagai jaringan diseluruh dunia, dan mereka juga mengontrol atas jaringan-jaringan yang dipunyai. Ini sangat jelas bagaimana Ikhwanul Muslimin telah menerapkan sistem Khilafah Islamiyah daripada gerakan Islam yang lain. Ada sistem kontrol yang ketat dari setiap keputusan gerakan Islam jaringan Ikhwanul Muslimin, termasuk HAMAS dan juga yang akan dilakukan Brigade Izzuddin Al Qassam. Mereka dibawah payung jaringan terpusat yang sangat kuat. Dan sudah teruji berpuluh tahun daripada gerakan bawah tanah yang baru-baru terbentuk.
    Lalu apakah adil jika antum membela seorang khawarij yang benar-benar menghalalkan darah seorang muslim yang lainnya?
    Inilah fakta siapa Jundullah Nashrullah
    Muslimin Malaysia Tanyakan Pertentangan Hamas dengan “Fatah” dan “Jundu Nashrullah”

    Menurut Syeikh Abu Bakar, saat ini rakyat dan para Mujahidin Gaza sedang berjuang kembali ke Al-Islam, melawan makar Zionis Israel, serta membangun kembali kehidupannya setelah dihancurkan Israel. “Lalu kenapa ketika 1,5 juta jiwa rakyat Gaza sedang berjuang, kemudian ada sekelompok kecil orang yang mengacaukan keadaan, justru dibesar-besarkan dan dipromosikan oleh kantor-kantor berita Barat? Ada apa di balik ini semua?” tanya Syeikh Abu Bakar. [Muhammad ‘Isa/hidayatullah]

  2. menurut saya abu jaisy terlalu emosional dn tendensius

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂 Emosionalnya dimana bung? Kalau orang emosional itu pasti menjawab dengan serampangan dan mudah dipatahkan. Tetapi selama ini saya hanya menemui orang-orang macam ente! Yang berkoar-koar doang tapi tidak bisa diajak berdiskusi dengan baik. 😀

  3. Abu jaisy, ini blog orang goblok yg gak ngerti islam, ngapai ditanggapin

    Jawab Abu Jaisy:
    Masa orang islam mencela seperti anda? Masya Allah! Pasti anda yang tidak mengerti Islam yah!!? Saya kasih tahu anda yah.
    “Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor.” Hadits hasan dan shahih menurut Tirmidzi.
    “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”( Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)
    Nah ketahuan siapa yang goblok neh! 😀

  4. ingat membunuh org islam tanpa ada alasan yang syar’i haram, apa salah jundu mau menegakkan hukum islam???

    Jawab Abu Jaisy:
    Nah neh, yang membunuh duluan siapa? Haduh… hancur umat Islam kalau dipenuhi orang-orang seperti ini! Tidak tahu kronologisnya, tapi cuman ikut2 doang. Please deh! Saya tantang, situs mana saja yang selain Infopalestina.com yang memberitahukan kronologis dengan penuh teliti. Saya sudah masuk kebebarapa situs seperti arrahmah.com, yang ada hanyalah caci-maki umat Islam yang lain tanpa ada penjelasan kronologis yang jelas!

  5. sok ngerti tentang HAMAS, merasa dirinya benar, wajar kader PKS ashobiyah, amal antu gak da apa2nya kalo dibandingin, jundu..

    Jawab Abu Jaisy:
    Amalan itu hanya Allah yang tahu kadarnya, bukan antum! Hehehe, ashabiyah? Yah kalau orang berkoar-koar doang tanpa dasar ilmu itu yang ashabiah dan taklid buta!! Masya Allah, bikin ketawa saja neh!!! 😀

  6. ente yg ashobiyah, ana memepertanyakan antu menuduh jundu sbg agen fatah

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah, hey brur!! Ente nggak bisa baca apa!!! Kalau mau komentar itu lihat dulu komentar diatas. Jangan malas membaca komentar, karena jawaban komentar loe itu esensinya sudah gue jawab diatas. Gue selalu malas berhadapan dengan orang-orang macam ente. Eneg rasanya, selalu menuntut tapi nggak pernah menunaikan kewajiban!! Ente kalau mau meminta jawaban gue, loe baca dulu artikel dan jawaban komentar gue. Baru kalau loe nggak jelas baru tanyakan!!! LIHAT JAWABAN KOMENTAR ATAS NOOOO!!!!! (lihatkan saya juga bisa kasar! 😀 saya ini mantan atlet beladiri. Kalau mau kasar ayooo, kalau mau lemah lembut itu yang sangat diharapkan!)

  7. udah tahu amalan hanya Allah yg tahu, kenapa ente fitna saudara ane,, ente harus bertanggung jawab, ana akan cek ke info palestin, apakh info palestin wala dg tuduhan ente, jgn bawa2 info palestin untuk memperkuat pendapat ente

    Jawab Abu Jaisy:
    Sorry bro, loe kagak lihat atas apa! gaya loe pake ngecek segala. Anak gua juga bisa kalau gitu! Wong sudah jelas ada link2nya. Yah malah loe harus malu pake lagak loe kayak gitu!! Sok pinter!! Hehehe. Fitnah? Sekarang loe jelasin kenapa Anshar Jundullah nggak sesuai dengan khawarij? Gue sudah jelas-jelas ngasih hujjah kok! Nah loenya aja yang emosian akhirnya jadi cupet tuh pikiran loe nggak mau nerima ilmu baru!

    Pendapat dengan disertai hujjah itu harus ada penguatnya, nah itu namanya dalil. Dalil bisa darimana saja, dari Al Quran ataupun hadits, juga dari berita yang rajih dan bisa dipertanggungjawabkan. Nah itu semua sah-sah saja. Loe sekolah/kuliah dimana sih bro kok nggak ngerti kayak ginian?

    Sekarang kalau emang loe pinter, sebutkan bukti kalau Anshar Jundullah bukan khawarij! Gue tunggu loe! Jangan hanya bisa koar-koar saja. Sekarang tunjukin kalau emang loe pintar. And kalau loe nggak ingin debat kusir.

    Jangan jadi pengecut-pengecut yang selalu bersembunyi diketiak komentar loe! Selama ini nantangin orang-orang kayak loe untuk bisa berdiskusi dengan baik! Ok, sekarang kita berdiskusi dengan baik, tanpa ada umpatan atau apapun. Tafadhal!

    • hahah takut, abu jaisy

  8. afwan kami sudah tahu siapa sebenarnya muhammad alusy dan kafa’ah orang2 yang web infopalestina.com. serta bagaimna trik kafirun AS untuk melemahkan Jihad di palestina. kami berlepas diri dari berita itu. sudah al jindin tidak usah ditanggapi, lebih baik habiskan waktu saja untuk berdakwah dan jihad.

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Terserah kalian. Akan ada hisab nanti di akhirat. Mau ngucap apapun silahkan, toh akan ada pertanggungjawabannya di sana!!! Ngapain Freeport 😀

  9. Abu Jaisy sabar yah. Ini ujian bagi antum yang selalu mengabarkan kebenaran. Seringkali orang yang tidak mengerti selalu merasa mengerti.

    Saya melihat antum sudah sangat bagus menjawabnya dengan dalil-dalil yang shahih. Hanya yang saya sayangkan, banyak sekali orang yang berkomentar tetapi tidak melihat komentar yan lain. Yang akhirnya lagi-lagi harus menjawab komentar yang sama.

    Mungkin itu yang membuat abu Jaisy kesal yah? Yah, sabar, insya Allah menjadi berkah kepada yang lain ketika membaca ini dan melihat jawaban antum yang selalu memberikan penjelasan sesuai dalil Al Quran dan As sunah. Insya Allah ana tidak pernah absen melihat blog antum. Walaupun nggak pernah komentar kecuali hari ini, melihat antum kesal!! Salam dengan ummu Jaisy.

    Jawab Abu Jaisy:
    Semoga Allah memberikan kesabaran kepada ana, tolong do’anya yaa ukhti. Insya Allah ana sampaikan.

    • Minta dukungan takut neh ye

      • ente yang takut g mau nunjukin jati diri loe….hahaha

  10. Afwan, tambahan.
    Artikel atau berita diatas itu bukan tulisan Abu Jaisy. Tetapi itu tulisan dari infopalestina. Jadi salah besar ketika beberapa orang meminta pertanggung-jawabannya kepada Abu Jaisy. Karena sudah jelas artikelnya langsung ngelink ditempat yang dituju. Jadi sebaiknya kalau meminta pertanggung-jawabannya langsung ke infopalestina, kecuali kalau Abu Jaisy tidak mengelink-an disitus yang dituju, maka bisa diminta pertanggung-jawabannya.
    Kayaknya sebaiknya mereka tidak perlu dijawab. Pada dasarnya jawaban antum sebenarnya bisa langsung merujuk pada berita infopalestina.com tentang masalah ini. Karena pertanyaannya sama dengan jawaban artikel dan berita yang antum kopas di infopalestina.

    Afwan jiddan. Wassalam

    Jawab Abu Jaisy:
    Syukron penjelasannya ukhti. Waalaikumsalam

  11. Masya Allah, kayaknya antum harus lebih banyak bersabar akhi. Susah memang menjelaskan kepada orang-orang yang sudah tertutup hatinya karena taklid buta. Pasti kerjaannya cari-cari kesalahan, tapi sayangnya nggak ada dalil yang dikemukakan. Paling-paling bisanya, bertanya. Setelah itu mengomentari jawaban. Tetapi kalau ditanya dalil dalam Al Quran dan Hadits, pasti mereka berkelit. Dan yang lebih seringnya pasti KABUR

    Tapi ana percaya, antum mampu meladeni orang-orang macam itu akh!

    Ana melihat antum sudah sangat terlatih menghadapi orang-orang macam itu!

    Tetap istiqomah akhi. Jawab komentar dan buat artikel yang membuat para tukang makar gerah!!! Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar.

    Jawab Abu Jaisy:
    Syukron, do’akan ana agar lebih sabar dan mempunyai banyak ilmu untuk menjawab “mereka-mereka”

  12. Yah didengrin omongan2 orang PKS anjing tukang jual ayat, kasihan deh lo partai lo gak laku, cuma bisa napas dari pantatnya SBY. Bau Tai, PKS bau tai

    • kalau ente apa ya???
      anjing tukang manipulasi ayat kali ya????
      hahahaha

      kalau lo memang pinter noh ada temen ane yang pinter juga ngadu alfiah ama nahwu sorof berani lu…??????
      biar lu g serampangan nafsirin qur’an sesuai nafsu loe…..
      ente tau alfiah??

  13. hahahaha PKS bughot….. PKS = Partai Koalisi Setan, kelaut aja lo kAfirrrrrrrrrrr

    • tuduhan akan berbalik ke ente….hahaha

  14. Makan toh,,,,, , PKS = Partai Kera Sompret

  15. gak laku ya blog lo, sampe jelek2in Jihad, gak ada kerjaan lo, nih garukin pantat gw,,,

  16. PERHATIAN:

    Mantap
    Rono
    ANTI PKS
    Jindin
    TERMASUK MENYAMAR SEBAGAI AKHWAT DENGAN NICKNAME
    Melani

    MEREKA ADALAH ORANG YANG SAMA. PANTASKAH MEREKA DISEBUT ORANG ISLAM DENGAN LIDAH JOROK SEPERTI ITU.

    “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”( Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

    “Hendaknya seorang Muslim menghitung dirinya sendiri di dalam kehidupan ini sebelum dirinya diperhitungkan nanti pada hari Kiamat yang karenanya dia akan mencela dirinya sendiri, mencercanya, menyesali namun penyesalan yang tiada guna.”

    NAU’UDZUBILLAH. JIJIK SAYA MELIHAT PIKIRAN ORANG INI.

    Hehehehe Benar-benar sakit jiwa orang ini. 😀

    Abu Jaisy= Menunggu orang lagi yang sedang sakit jiwa saling mendukung!!! Hehehe, orang sakit jiwa kok bicara masalah Islam!!! Aya…aya wae.

    Diajak diskusi baik-baik kok malah kebun binatangnya keluar. Kalau loe penghuni kebun binatang nggak perlu pake diumumin disini.

  17. kaya si aden ama yang lainya ya….
    satu komputer beda nama….

    faluaqul khairat au liyassmut…

    innamalbuistu makaarimal akhlak..
    kalau yang akhlak gini disebut muslim g ya???

    “tidak dikatakan sebagai seorang muslim sehingga dia mencintai saudaaranya”

    yang gini mencintai ga ya???
    kalau gitu disebut masih islam ga ya????
    hahaha

    oi yang suka menjelek2kan gerakan lain dan mengkafirkan sampai keluar kata2 kotor…….

    yang gini ente disebut dakwah????

  18. @ ikhwan alqassam: Sabar akh.

    Hey katakanlah pada dunia, generasi baru kini tlah tiba cinta tulus suci pada Ilahi tak takut di caci dan tak gentar mati

    Sebagai ruh baru bagi manusia bangkit semangat kemerdekaan menerjang tumbangkan benteng tirani dengan satu cita tegak keadilan

    Jayalah Partai Keadilan Sejahtera dalam naungan yang maha Esa, tegaklah kebenaran tetap tegaklah dengan landasan Al Islam sebarkan Rahmat bagi semuah manusia

    Tiada tempat lagi bagi kezhaliman…. Tiada tempat bagi kezhaliman….

    • ko jadi malah nasyid akh..hehe
      lanjutkan..hehe
      bikin team nasyid aja.,…

      Jawab Abu Jaisy:
      🙂

  19. gw berempat sih,,,,, ma temen gw 🙂 lah emng lo ISLAM?? lo ma kafir pantes jadi gw caci, lo hina jihad, lo hina dakwah, gak pantes lo… makanya gw bales, lo dulu yg fitnah..

    Jawab Abu Jaisy:
    PENDUSTA KOK BERBICARA MASALAH AGAMA!!! Masya Allah!!!! DEMI ALLAH, AKU TUNTUT KAMU DI AKHIRAT KELAK!

    • @MANTAF:HAG SIAH!!!!! DI TUNTUT DI PENGADILAN YANG ADIL……HEHE
      HALIG SIAH….TOBAT UY…TOBAT…HAHA
      MINTA MAAF…LAMUN HENTEU MENTA MAAF KADE AH……

      ustadz jaisy kayanya antum kalau berdo’a bakal di ijabah hehe…
      karena dah dizalimi..

      Jawab Abu Jaisy:
      Amien. (Berdoa: Semoga Allah memberikan hidayah kepada para khawarij yang selalu mengkafirkan umat Islam yang lain. Amien)

      kyanya si itu tuh belum liat arrahmah yang terbaru ya..yang jangan ghuluw menetapkan kafir…hehe

  20. Hore ada orang kafir teriak2 ISLAM DISINI.. HORE kekafiran yg benar2 nyta, mengaku2 Islam, padahal orang kafir.. Wey mantep :-)…….

    Jawab Abu Jaisy:
    “Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya : wahai kafir, maka (dosa) pengkafiran ini akan kembali kepada salah satu dari keduanya, jika dia benar dalam berkata (maka tidak mengapa), tapi jika tidak maka ucapan itu akan kembali kepadanya”. (HR.Bukhori

    “Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa”. (HR. Ath-Thabrani)

    “Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir”. (HR. Abu Dawud)

  21. Afwan Akhi semua kita disini untuk mencari kebenaran bukan saling mencela pribadi apalagi ke arah yang menjurus hal-hal yang negatif, ana termasuk orang yang berbeda paham dengan pemilik blog ini tapi saya anggap itu hal yang wajar, karena saya pribadi masih taraf belajar dan mencari..jadi perdebatan yang ada haruslah bertujuan untuk mencari kebeneran bukan malah menjatuhkan masing-masing pribadi..ketika ada hujatan dibalas dengan hujatan ya kapan selesainya…pakai argumen ajalah…key

    Jawab Abu Jaisy:
    Kebenaran itu ada dalam hati, setiap orang mempunyai kebenaran versi sendiri-sendiri. Apalagi masalah agama, seseorang akan cenderung membenarkan pendapatnya sendiri dengan dalil-dalilnya yang diaperoleh sendiri. Maka dari itu, jika itu masih dalam taraf ijtihad, khilafiyah, ikhtilaf tidak perlu dipersoalkan hal tersebut!

    Mengutip sebuah hadits “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Dua orang yang saling memaki itu seperti apa yang mereka katakan, namun kesalahan ada pada orang yang memulai, selama orang yang mendapat makian tidak melewati batas (dalam membalas makiannya.” Riwayat Muslim.

  22. Afwan Akhi Abu Jaisy kali ini saya tidak berkomentar tentang golongan anda.. saya hanya ingin berkata bahwa pendapat anda yang mengatakan bahwa kita tidak boleh melakukan makar atau bughot terhadap semua bentuk pemerintahan, menurut saya ketahui, yang kita tidak boleh melakukan pembrontakan adalah terhadap pemerintahan Islam bukan terhadap pemerintahan yang tidak berhukum pada Islam…dan kata-kata para ulama yang ada sebutkan memang bener kita tidak boleh melakukan pembrontakan kalau pemimpin kita masih melakukan sholat, dan pemimpin melakukan kezhaliman tapi itu khusus untuk pemerintahan yang menerapkan hukum Islam dan bukan pemerintahan yang tidak berhukum pada hukum Islam, karena :
    Bukankan Alloh telah berfirman di dalam ayat Al-Qur’an yang artinya: ”Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Alloh (Al-Qur’an), maka mereka itu adalah orang-orang kafir ”. (QS. Al-Maidah: 44). Oleh karena itu setiap Muslim dan Non Muslim hendaknya harus berhukum dengan Pedoman Nash Al-Qur’an dan Nash Sunnah Rasululloh yang hakiki bukan terhadap Hukum buatan manusia baik Undang-undang atau UUD, karena Alloh itulah yang patut untuk di ikuti pedomanNya bukan hukum buatan manusia yang dzolim terhadap Alloh,
    Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh berkata: ” Orang dikala menghalalkan sesuatu yang disepakati keharamannya atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya atau merubah syari’at (Alloh) yang sudah disepakati, maka dia kafir murtad dengan kesepakatan para Fuqaha (Ahli Agama) ”.
    Dengan penegasan ayat-ayat yang muhkam, wajib atas orang Islam membenci Negara itu dan memusuhinya karena Alloh, serta haram atas mereka mencintai dan loyal kepadanya, sampai ia beriman kepada Alloh saja dan menerapkan syari’at-Nya ”. (Lihat Kitab Naqdul Qaumiyyah Al-’Arabiyyah 51 dan Kitab Majmu wa Maqaalaat Mutanawi’ah I/309).
    Syaikh Sayyid Quthub Rahimahulloh berkata: ” Sesungguhnya ridha dengan hukum Alloh dan RasulNya merupakan tanda keimanan yang benar. Maka tidak akan ada yang menolak hukum keduanya kecuali orang yang memiliki adab yang buruk, tidak nampak pda dirinya adab islam, dan hatinya tidak dipenuhi cahaya iman ”. (Lihat Kitab Tafsir Fii Zhilalil Qur’an 4/2526). Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahulloh berkata: ” Siapa yang berijtihad dan menetapkan hukum di luar hukum dan aturan Islam, dia bukan seorang Mujtahid dan bukan seorang muslim, baik sesuai islam ataupun menyelisihi ajaran islam. Dia adalah orang yang tidak berakal, dia menjadi kafir karena menyelisihi hukum dan ketentuan islam ”. (Lihat Kitab Kalimah Al-Haqin Hal: 96), oleh karena itu baik hukum Kapitalisme, Sekuler, Demokrasi, Liberal serta sebagainya itu adalah telah menyimpang dari hukum Islam yang murni dan wajib bagi hukum tersebut digantikan posisinya dengan hukum Islam yakni yang bersumber dari Nash Al-Qur’an dan Sunnah Rasululloh bukan hukum-hukum buatan manusia yang jahil
    jadi berdasarakan hal-hal diatas tidak mengapa kita melakukan pembrontakan terhadap pemerintah yang tidak menerpkan hukum Islam…..mohon bantuannya untuk tanggapannya terima kasih

    Jawab Abu Jaisy:
    Akhi yang Insya Allah dirahmati oleh Allah. Melakukan “Makar” terhadap pemerintahan itu adalah hal yang dilarang dalam Islam, kecuali ketika kita sudah dilarang untuk menjalankan shalat/beribadah oleh negara. Betapapun buruknya pemerintahan tersebut, ketika kita tidak dilarang untuk menjalankan Ibadah maka kita tidak boleh makar dalam pemerintahan tersebut. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. Nisa: 59)

    Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah berbuat kemaksiatan. Apabila penguasa memerintah berbuat kemaksiatan maka tidak perlu didengar dan ditaati (kemaksiatan itu). (Hadis Riwayat Bukhari 13/121, Muslim 3/1469)
    Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullah menyatakan: Hadis ini menunjukkan wajibnya taat kepada penguasa, hal itu berlaku dalam perkara yang bukan maksiat. Hikmahnya taat kepada penguasa adalah agar menjaga persatuan kalimat, karena yang namanya perpecahan adalah kehancuran.(Fathul Bari, 13/112)

    Imam Ibnu Abi Ashim dalam kitabnya as-Sunnah (2/727) dari Muawiyah bin Abi Sufyan dia berkata: Ketika Abu Dzar keluar menuju Robadzah dia bertemu dengan sekelompok penduduk dari Iraq. Mereka berkata: Wahai Abu Dzar kami sudah tahu apa yang dilakukan penguasa ke atas-mu, duduklah dan pasangkanlah bendera pemberontakan, maka orang-orang akan berhimpun bersamamu. Abu Dzar berkata: Tenang.. tenang wahai saudara se-islam, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: Akan ada sepeninggalanku para penguasa. Hormatilah mereka, barangsiapa yang mencari-cari keburukannya, sungguh dia telah meruntuhkan dinding Islam. Tidak akan diterima taubatnya sehingga dia mengembalikan dinding yang dirusakkannya itu sebagaimana awalnya.

    Semoga Allah merahmati Sahl bin Abdullah at-Tustari yang telah berkata: Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menghormati penguasa dan para ulama. Apabila mereka mengagungkan dua golongan ini, Allah akan memperbaiki dunia dan akhirat mereka. Apabila mereka merendahkannya, berarti mereka telah menghancurkan dunia dan akhirat mereka sendiri. (Tafsir al-Qurthubi, 5/260)

    Jangan kalian mencela penguasa kalian, jangan kalian menipu dan membencinya. Bertakwa dan bersabarlah kepada Allah, sesungguhnya perkaranya dekat. (Hadis Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6/69, Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah 2/488, Tahqiq DR.Basim Jawabirah dan beliau menghasankannya)

    Ziyad bin Kusaib al-Adawi berkata: Aku pernah bersama Abu Bakrah duduk di bawah mimbar Ibnu Amir yang sedang berkhutbah dan memakai pakaian tipis. Abu Bilal berkata: Lihatlah pemimpin kita, dia memakai pakaian orang fasik! Abu Bakrah berkata: Diamlah! Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang menghina penguasa Allah di muka bumi, Allah akan menghinakannya. (as-Sahihah, 5/376)

    Ibnu Nuhas Rahimahullah berkata: Mencegah kesalahan penguasa tidak boleh dengan kekuatan tangan, tidak boleh mengangkat senjata, atau mengumpulkan orang untuk memberontak, kerana akan membangkitkan fitnah, menimbulkan keburukan dan menjatuhkan kewibawaan penguasa, bahkan berupaya mendorong rakyat untuk memberontak, menghancurkan negeri dan yang seumpamanya dan kejelekan yang tidak samar lagi. (hal. 46)

    Imam Ahmad berkata:
    “Penguasa tidak boleh ditentang, karena pedangnya terhunus.” (al-Adab asy-Syar’iah, 1/197)

    Rasulullah bersabda (yang artinya): Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang mementingkan diri mereka sendiri, perkara-perkara yang kalian ingkari. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau menjawab: Hendaklah kalian menunaikan kewajiban kalian dan mintalah hakmu kepada Allah. (Hadis Riwayat Bukhari 13/5, Muslim 3/1472)

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah menyatakan:
    ‘Ulil Amri mencakupi dua golongan, yaitu ulama dan penguasa. (Majmu’ Fatwa, 18/158) (Lihat pula Tafsir at-Thobari, 5/93, Ibnu Katsir, 1/530, Fathul Bari, 8/254, Risalah at-Tabukiah, hal. 47)

    Sebenarnya sangat banyak sekali hadits-hadits masalah tidak bolehnya kita makar terhadap sebuah pemerintahan. Bukan hanya pemimpin kita yang melakukan shalat, tetapi ketika pemimpin kita kafir dan tidak melarang kita shalat maka tetap kita tidak boleh makar terhadapnya. Kecuali kalau kita memang diperangi, maka harus memerangi. Inilah indahnya Islam, tidak “menyerang” duluan. Seandainya dibolehkan makar terhadap pemerintahan, maka tentu Rasulullah sendiri yang akan mengatakan hal tersebut. Karena Rasulullah sudah mengetahui akan terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam kepemimpinan. Tetapi Rasulullah sendiri menyuruh kita untuk sabar, dan menyerahkannya kepada Allah. Namun tentu, sikap itu bukan berarti kita diam tidak bergerak. Kita bergerak memberikan pemahaman Islam kepada setiap masyarakat, tanpa harus menumpahkan darah! Setiap pemimpin itu adalah hadiah dari Allah, maka ketika pemimpinnya buruk maka sudah selayaknya kita berkaca dalam hati “sudah baikkah diri saya?” Karena Allah akan menurunkan pemimpin sesuai dengan kondisi kaumnya. Kalau kaumnya baik, yah pasti pemimpinnya baik. Tetapi kalau kaumnya buruk dipastikan akan mendapatkan pemimpin yang buruk. Maka perbaikilah masyarakat dahulu sebelum mendapatkan pemimpin yang baik.

    Oh iya, hujjah dalam dalil surah Al Maidah tersebut sudah saya sampaikan di komentar sebelumnya, saya Copas aja yah.
    “Oh iya, surat Al Maidah yang antum sebutkan tersebut sebab-sebab turunnya itu untuk pertikaian Yahudi dengan Yahudi, yang ketika itu Rasulullah yang mendamaikannya. Beberapa Ulama Saudi dan Mesir banyak yang menyatakan bahwa surat Al Maidah 44 “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” tersebut bukan ditujukan untuk orang Islam, tetapi untuk orang yahudi. Pada saat itu ada pertikaian antara Yahudi dengan kelompok Yahudi yang lain. Karena itu ada salah satu orang Yahudi yang meminta pendapat Rasulullah, tetapi ada pihak Yahudi yang lain tidak mengakui Rasulullah, sehingga muncullah sebab-sebab ayat tersebut. Karena memahami konteks Al Quran itu dengan cara melihat Sebab-sebab diturunkan ayat (Ashbabul Nuzul) Al Quran, serta melihat keseluruhan teks yang dimaksud. Sehingga tidak seenaknya memotong-motong ayat Quran sembarangan, lalu diartikan tekstual. Karena bisa jadi hal tersebut nantinya malah salah persepsi dalam memahami hal yang lain.”

    Masalah ijtihad demokrasi merupakan hal yang wajar, karena yang dimaksud mengharamkan demokrasi itu adalah menjadikannya jalan hidup. Atau “isme” tentu hal itu sangat diharamkan dalam Islam, tetapi konteksnya akan berbeda kalau kita menggunakannya hanya sebagai “kendaraannya” saja! Ada orang mengatakan Demokrasi adalah kubangan lumpur yang menjijikkan, namun sayang orang yang terlalu jijik itu ternyata tidak bisa berbuata apa-apa untuk membersihkannya. Namun ketika ada orang yang berusaha membersihkannya, mereka mencela, mencaci, dll. Apakah hal itu wajar dilakukan orang Islam? Padahal perbuatan mencela, mencaci, mencari-cari kesalahan dan perbuatan buruk yang lainnya itu merupakan haram dalam syari’at Islam. Coba bayangkan, ketika kita berteriak “tegakkan Syari’at Islam” tetapi ketika itu kita telah melanggar Syari’at Islam sendiri, apakah bukan hal yang memalukan dihadapan Allah?

    Coba bayangkan ketika orang Islam itu tidak ada yang Kapitalis? Bisa dibayangkan bagaimana perangnya Rasulullah yang mereka semua dimodali oleh sahabat-sahabat yang Kapitalis!
    Coba bayangkan kalau Islam tidak sekuler? Bisa jadi Islam tidak ubahnya sebuah agama yang sama seperti agama yang lain. Yang tidak bisa saling memisahkan definisi syari’at2 yang lain!
    Coba bayangkan jika Islam itu tidak liberal? Bisa jadi orang Islam hanya terkungkung pada satu ilmu yang tidak mampu untuk bebas mengembangkannya.

    Yang patut dicermati adanya keharaman itu adalah “Isme” atau keyakinan itu sendiri. Kalau kita menganggap Demokrasi, Kapitalis, Sekuler, Liberal sebagai jalan hidup, tentu hal itu diharamkan oleh Allah. Tetapi kalau Demokrasi, kapitalis, Sekuler, Liberal adalah sebuah pemahaman yang syumul, syamil dan mutakamil tentu itu akan menjadi hal yang berkah.

    Intinya adalah pemahaman, bagaimana kita memahami itu semua. Islam itu bukan produk doktrinan yang setiap pemeluknya dilarang untuk berbuat sesuatu. Tetapi Islam itu adalah rahmatanil’alamin yang mampu memberikan kemaslahatan dari setiap umatnya untuk berbuat yang terbaik bagi Dien Islam ini.
    Dari setiap perbedaan ijtihad itulah seharusnya kita saling memahami, Demokrasi itu tak ubahnya isu “lama” untuk membungkam persatuan Islam. (Mossad: Jangan Sampai Arab Mengikuti Demokrasi, Biarkan Mereka Menjadi Negara Monarki Absolut)

  23. Sini-sini semua, istighfar, innallaha ma’ashobirin.
    Wallahi, marilah kita hanya total mengabdikan diri kita pada Allah ta’ala. HAMAS yakinlah kalian adalah yang paling mendekati salafush shalih, itu penilaian saya setelah meneliti harakah2x yang ada.

    Monggo mampir baca (Linknya saya taruh di URL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: