PKS Berang, Polisi Menangkap Jamaah Tabligh


Sebanyak 18 Jemaah Tabligh asal Filipina ditangkap Polda Jawa Tengah dan diperiksa untuk menyelidiki keterkaitan mereka dengan jaringan terorisme.

Menurut Kapolda Jawa Tengah, Irjen Alex Bambang Riatmojo, mereka sampai saat ini belum terbukti terlibat dengan kegiatan terorisme di Indonesia.

Namun diketahui bahwa mereka telah menyalahi penggunaan visa kunjungan ke Indonesia.”Mereka menggunakan visa wisata tapi di Indonesia untuk berdakwah,” jelas Alex, Kamis (20/8/2009).

Menurut Alex Jamaah masuk ke Indonesia pada 3 Agustus selanjutnya melakukan dakwah keliling ke berbagai tempat di Jawa Tengah.

Saat ini Jamaah yang ditangkap di Solo dan Karanganyar ini masih ditahan di Polda Jawa Tengah untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu Kapolri perlu perlu memeriksa Kapolda Jateng Alex Bambang Riatmojo, apakah yang dilakukannya terhadap penangkapan anggota Jamaah Tablig adalah semata-mata sikap kehati-hatian yang sesuai prosedur dan dilakukan dengan tetap menghomati HAM dalam pemeriksaannya.

“Kalau seperti ini kita hormati, tapi jika kapolda memang punya riwayat sejak lama phobia terhadap simbol-simbol Islam seperti jubah, janggut, dan jilbab maka yang bersangkutan tidak patut menjadi kapolda,” kata Almuzammil dari Fraksi PKS DPR melalui pesan singkat kepada okezone, Kamis (20/8/2009).

Menurutnya, polisi itu bukan saja aparat penegak hukum tapi juga mitra masyarakat yang melindungi dan mengayomi. Maka polisi jangan menyebarkan sinyal-sinyal ancaman yang dapat disalahpahami dan justru mengundang kekerasan umat Islam.

Sebab itu, jangan meniru cara-cara Bush dalam memerangi teroris, karena yang dilakukan Bush adalah teror adidaya terhadap dunia Islam yang jauh lebih memakan korban manusia yang tak berdosa seperti di Irak dan cara seperti itu justru berakibat menghidupkan terorisme. “Kita semua menentang terorisme tapi tidak dengan cara-cara teroris,” tandas Almuzammil.

Sekedar diketahui, sebanyak 12 Orang warga Sulawesi, pengikut Jamaah Tabligh diperiksa polisi di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah. Mereka diciduk karena dilaporkan warga ketika tengah berdakwah di Masjid Nurul Huda, Desa Sida Kangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Imbas dari maraknya aktivitas terorisme di Indonesia memicu pihak aparat keamanan terkesan reaktif terhadap kelompok-kelompok Islam yang dinilai rawan disusupi jaringan teroris. Namun sikap aparat yang demikian justru memicu reaksi dari kelompok Islam sendiri, karena aksi teroris tidak selalu berkaitan dengan gerakan Islam dan simbol-simbol agama.

Sekilas Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh didirikan oleh Syaikh Maulana Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail Al-Kandahlawi Al-Hanafi -Rahimahullah- di benua Hindia, tepatnya di kota Sahar Nufur. Beliau dilahirkan tahun 1303 H. di lingkungan keluarga yang mengikuti thariqat Al-Jitsytiyyah ash-Shufiyyah. Beliau orang yang hafidz (hafal Qur’an) dan menimba ilmu di Madrasah Diyuband setelah diba’iat oleh guru besar Thariqat, Syaikh Rasyid Ahmad Al-Katskuhi.

Da’wah Jamaah Tabligh menyebar hingga ke Pakistan, Bangladesh dan negara-negara asia timur dan menyebar hingga ke seluruh dunia. Tujuan dakwah mereka adalah membina ummat islam dengan konsep khuruj/jaulah yang lebih menekankan kepada aspek pembinaan suluk/akhlak, ibadah-ibadah tertentu seperti dzikir, zuhud, dan sabar.(dakta)

Iklan

3 Tanggapan

  1. kalo jamaah tablig gak bersifat kayak para teroris kok faham nya,hati hati tuh sama faham yang selalu mendengungkan negara islam,pasti polisi tau organisasi apa yang biasanya begitu

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, Jamaah Tabligh sendiri masuk ajaran Transnasional yang termasuk “warning” dijajaran NU. Hehehe, anda tidak tahu yah? Saya sendiri pernah ikut JT, bahkan beberapa kali khuruj keluar daerah. Dan hebatnya, PKS tidak ashabiyah gerakan. makanya PKS sangat mengecam Polisi atas penangkapan anggota JT tersebut. Inilah hebatnya, ukhuwah Islamiyah mampu berada dimana-mana. Coba sekarang, apakah pembesar ormas Islam memberikan pembelaan kepada JT yang ditangkap seperti PKS? Belum! Dan PKS tidak perlu menunggu komando.

    Anda menujukan link Gusmus, tetapi anda tidak membaca masalah ashabiyah gerakan! Anda ini orang yang mampu mengkaji ilmu atau seorang pentaklid buta? Jelas ashabiyah yang anda lakukan itu adalah ciri kejahiliya’an. Maka dari itu kami tidak ingin berashabiyah yang membuat kami jadi jahil. Oh iya, PKS belum pernah tuh mendengung-dengungkan negara Islam. Kalau HTI iya! Dan ingat PKS dan HTI itu sangat berbeda sekali. jangan seperti orang taklid yang menggolongkan kedua gerakan ini sama induknya. Itu namanya kebodohan dalam ilmu pergerakan!

  2. Bersabar, rendah hati janganlah terlampau mengada-ada, semua itu saudara kita (muslim) yang dibutuhkan untuk sharing menimba pengetahuan dan kemajuan.

    Jangan mengikuti negara adidaya, sepertinya sudah berlebihan, sampai artis Indiapun tersinggung atas interogasinya. (alasan nama)

    Memang protek diperlukan tapi hendaknya memilah dan konsisten. (moment2 jangan dihiraukan).

    Korupsi dan birokrasi alangkah baiknya mendapat perhatian utama, jangan sampai menimbulkan kekecewaan dan menumbuhkan kemiskinan dimasyarakat.

  3. apa maksud tulisan ini ya?? Saya jadi khawatir, ini hanya propaganda untuk menarik simpati golongan tertentu saja. sudahlah, sesama Muslim jangan saling mengklaim golongannya paling benar. PKS, HTI, Jablig dll, kita adalah saudara seiman, yg sama2 ingin menegakan syariat Islam. itukan harapan kita sbgai seorang muslim bukan? kalau ada yg berbeda harapan, mgkin bs diragukan keIslamannya.. betul tidak?? wallahu’alam.

    Jawab Abu Jaisy:
    Tulisan itu hanya berita. Tidak ada maksud negatif. Kita hanya berang melihat polisi yang menangkapi umat Islam dengan seenaknya. Alhamdulillah ada advokasi dari Partai Islam atas penangkapan yang gegabah tersebut. Yups, semua gerakan Islam itu baik. Pokoknya jangan sampai menganggap diri kita lebih baik. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: