PKS, Antara Koalisi Dan Tantangan Besar


“Dipecundangi” PKS oleh rekan-rekan koalisinya seharusnya bisa menjadi pelajaran yang berharga. Karena tidak sekali atau dua-kali PKS sering mendapati “pengkhianatan” dari rekan koalisinya. Hal ini seharusnya PKS mampu untuk memetakan kembali tujuannya. PKS sebagai partai Islam terbesar saat ini, mempunyai banyak kemampuan untuk menjadi yang terbaik dimasa mendatang. Hal ini karena sudah sangat jelas sekali PKS mampu bertahan dan bahkan mampu menaikkan jumlah suaranya dari pemilu sebelumnya.

Kita semua tahu bagaimana kader-kader PKS yang selalu all out dalam melaksanakan tugas. Ini membuktikan bahwa kader PKS memang meyakini cita-cita besar yang ingin dicapai oleh partai Islam ini (PKS, red). Namun untuk mencapai cita-cita tersebut pastilah akan mendapatkan tantangan besar yang menjadi batu sandungan dalam keberhasilan. Pengkhianatan rekan koalisi sering menyakitkan kader PKS yang berada diwilayah grassroad bahkan tidak terpungkiri, pasti kalangan petinggi PKS juga akan merasa tersakiti atas pengkhianatan yang dilakukan oleh rekan koalisi.

“Ini politik, bung!” ucap kebanyakan orang, bahkan mungkin politikus juga. Yang menganggap bahwa pengkhianatan kepada rekan koalisi adalah hal yang biasa. Namun itu tidak biasa manakalah yang selalu dikhianati itu adalah PKS. PKS harus mampu melihat bahwa mitra koalisinya itu bukan para kadernya yang selalu patuh dan taat atas segala peraturan. Tetapi mereka adalah partai yang lebih kental nuansanya untuk menjadi lebih besar dengan menghalalkan segala cara. Tentu PKS jangan sampai seperti itu (menghalalkan segala cara).

Jadi seharusnya PKS sudah mulai siap untuk berada pada barisan “sendiri” setiap saatnya. Walaupun mempunyai mitra koalisi! Karena tentunya pengalaman yang setiap kali PKS dapatkan tentang pengkhianatan rekan koalisinya adalah bentuk pertimbangan yang harus dipikirkan dengan matang. Sudah seharusnya PKS memikirkan pilihan lain dari setiap keputusan yang diambil oleh rekan koalisinya. Pilihan tersebut untuk menjaga ketika rekan koalisinya beralih dari keputusan awal kesepakatan. Karena ini politik “kotor” yang tentu PKS tidak dapat memainkannya. Kecuali hanya menghindar dari “kekotoran” politik yang dimainkan oleh partai lain. Untuk menghindari agar tidak benar-benar “merugi” dari apa yang PKS dapatkan.

Perjalanan masih jauh, masih akan banyak rintangan dan tantangan yang besar. PKS harus mampu menjawabnya jika ingin menjadi besar. Kita contoh AKP Turki, sebuah partai Islam yang berada pada negara sekuler anti terhadap system Islam. Tetapi AKP mampu bergerak lincah dalam kancah perpolitikannya, walaupun tentu goncangan-goncangan politiknya tidak sekedar hanya “pengkhianatan” koalisi. Tetapi lebih dari pembubaran dan penangkapan kader-kader AKP.

Rakyat akan melihat setiap partai yang memang bisa menjaga amanah dan memberikan kontribusi yang jelas terhadap mereka. Tentu akan menjadi pilihan utamanya. Dan alangkah lebih baiknya membina sebuah konstituen dengan baik yang akan mampu menjadi motor penggerak digaris bawah, daripada meninggalkannya setelah mendapatkan “suaranya”. Jadi faktor utama yang harus dipikirkan oleh PKS sekarang adalah, bagaimana membina konstituen agar bisa menjadi penggerak dikalangan bawah, meskipun belum pada masa kampanye. Memberdayakan kader dan konstituen adalah senjata utama nantinya. Dan PKS tidak perlu lagi dipusingkan oleh black campaign yang dilakukan oleh partai lain, atau bahkan yang dilakukan oleh gerakan Islam yang lain. Yang ingin melemahkan pergerakan PKS. Karena tidak sedikit pergerakan Islam yang menyatakan Demokrasi adalah system kufur yang sering “menohok” kader PKS dari belakang.

Tentu, tantangan-tantangan PKS akan semakin besar. Dan sudah seharusnya PKS mulai mengambil alternative lain dari satu keputusan yang telah diambil. Dan menjaga serta menambah suaranya untuk menantingan datangnya pemilu kedepan. Karena jangan sampai PKS terkubur bagaikan FIS di Aljazair.

Iklan

8 Tanggapan

  1. ini baru satu aja pengkhianatannya: pemilihan ketua MPR… ntar besok2 pasti ada lagi. bersabar aja ya… hehehe.

    oh ya, pks harus membenahi kembali cintranya tuh. kesempatan itu ada di 5 tahun ke depan ini. mohon para elit pks kompakan dulu sebelum bicara ke publik!

    Jawab Abu Jaisy:
    Bukankah saat 2004 PKS sudah banyak dikhianati oleh mitra koalisinya? 🙂

    • hihihi… iya yah betul juga… pks dah kebal dunk dikhianati…

      Jawab Abu Jaisy:
      Yah, kebal. Karena memang mungkin itu bentuk pengorbanan dalam berjuang. Jadi pasti ada “kerikil”. Namun jangan sampai kerikil-kerikil itu menjadi penghambat atau malah membuat kita susah untuk “berjalan”. 🙂

  2. Saya kutip dikit : “Dan PKS tidak perlu lagi dipusingkan oleh black campaign yang dilakukan oleh partai lain, atau bahkan yang dilakukan oleh gerakan Islam yang lain. Yang ingin melemahkan pergerakan PKS. Karena tidak sedikit pergerakan Islam yang menyatakan Demokrasi adalah system kufur yang sering “menohok” kader PKS dari belakang”. Jujur aja sebagai orang awam saya kaget setelah mambaca artikel ini. Pengertian kata “tidak sedikit” bila diartikan dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar berarti “banyak”. Pertanyaannya sekarang, apa benar BANYAK PERGERAKAN ISLAM YANG “MENOHOK” KADER PKS DARI BELAKANG…??? Jika ini suatu fakta yang berani dipertanggung jawabkan, mengapa dalam artikel tersebut tidak disebutkan siapa saja Gerakan Islam yang sudah “Menohok” kader PKS dari belakang. Jika tidak siap menampilkan data-datanya karena mungkin untuk menghindari clash antara PKS dan Pergerakan -pergerakan Islam yang dimaksud, yah ada baiknya anda tidak perlu menampilkan artikel di atas. Sebab, hal ini hanya akan jadi tanda tanya publik saja, bahkan justru bisa jadi debat kusir publik yang tidak bermanfa’at. Lagipula, PKS tidak perlu berpolitik secara MELODRAMA gitu, hingga menciptakan citra seolah banyak gerakan Islam “menohok” PKS. Dulu sewaktu saya mengenal awal berdirinya Partai Keadilan, para kadernya berjuang dengan ISTIQOMAH. Mereka benar-benar mendirikan sebuah Partai dengan dakwah yang murni dan dengan semangat Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Awal perjuangannya pun lebih kepada mempersatukan idealisme politik sesama Partai Islam untuk menjadikan syariat Islam sebagai UU NKRI. Tetapi sekarang, Partai Keadilan Sejahtera malah kelihatan “mengemis” dalam sebuah koalisi Partai untuk bisa duduk bersama Partai-partai Sekuler di Eksekutif dan Legislatif. Saya teringat sewaktu terjadi Debat di TV One ketika seorang Fachri Hamzah “menggosok” GOLKAR untuk keluar dari koalisi dengan Demokrat dengan alasan tidak sepantasnya dan memalukan bila GOLKAR sebagai partai besar tidak berani mencalonkan Pilpres sendiri. Faktanya, setelah GOLKAR keluar Koalisi dengan Demokrat, justru PKS menggandeng Demokrat dan terbentuklah opini publik bahwa Capres dan Cawapres mendatang sebaiknya dari Nasionalis-Agamis. Artinya setelah GOLKAR keluar dari Koalisi Demokrat, maka PKS sebagai Partai pemenang PILEG urutan ke empat punya peluang besar untuk menempatkan kadernya sebagai Cawapres. Tapi faktanya lagi, Demokrat malah menggandeng seorang BOEDIONO. Alhasil, PKS pun serasa “dipecundangi” dan lagi-lagi seorang Fachri Hamzah berkomentar di Media (lebih tepat seperti ramalan) bahwa jika SBY menggandeng seorang Boediono sebagai Cawapres maka akan kalah. Coba kita renungkan lagi, seorang Fachri Hamzah sebagai Wasekjen PKS berani dengan yakin “meramal” padahal PKS kita ketahui sebagai Partai Islam yang sangat religius. Yang jadi pertanyan saya sekarang, masihkah PKS yang katanya Partai Islam Dakwah, Istiqomah pada perjuangan awalnya…???

    Jawab Abu Jaisy:
    JAWABANNYA DIBAWAH BANG!!!

    “NGGAK PERLU JADI PENIPU GITULAH BANG. PAKE NAMA : Bang Noer(202.51.107.37) dan MAs_Sami’un (202.51.107.37) KALAU MAU BERKOMENTAR CUKUP SATU NAMA SAJA. JANGAN MEMBUAT IDENTITAS DOUBLE SEPERTI YANG ANDA LAKUKAN. KRONI-KRONI ANDA SUDAH BANYAK DISINI YANG BERDUSTA. SAYA MEMANG TAHU BAHWA MENURUT GERAKAN ANDA BERDUSTA ADALAH HAL YANG BIASA. TETAPI BAGI SAYA, BERDUSTA DALAM URUSAN APAPUN ADALAH NISTA”

  3. Aku jadi inget juga tuh waktu lagi nonton TV One juga ketika PKS mengajak PPP, PKB, PAN untuk memboikot keluar dari koalisi karena keputusan sepihak SBY yang menggandeng Boediono. Kasian bgt yah PKS ngarepin kadernya jadi Cawapres, eh gak kesampaian malah ngajak bubaran……walaahhh le..le….nasibmu….tapi lutuna nih. PKS akhirnya tetep ikutan juga Koalisi sama Demokrat. Kalo’ kata anak sekarang sih begini…”Yah iya lah…Jabatan gitu loch, siapa sih yang nggak rebutan…”

    Jawab Abu Jaisy:
    emang PKS dikasih jabatan apa sih? Bukankah yang paling getol buat isu PKS itu wahabi adalah orang-orang mitra koalisinya. Ibaratnya ngene (gini) mas. Lanek sampeyan kerjo pasti onok bayarane (kalau anda kerja pasti ada bayarannya). Nah PKS sudah bekerja maksimal dengan berbagai upayanya. Anda mungkin bukan orang partai jadi tidak tahu. Apakah pernah anda tahu kalau pembesar Demokrat kebakaran jenggot dengan mitra koalisinya (selain PKS) karena mitra koalisinya menyediakan saksi di TPSnya kurang maksimal, dan bayaran para saksinya pun tidak sesuai harapan. Lalu kenapa Demokrat lebih mempercayakan saksi dan tim suksesnya kepada PKS ketika sosialisasi SBY? Pasti anda nggak pernah tahu semua ini, karena anda hanya melihat TV. Karena hal-hal seperti ini tidak ada di TV yang biasa anda lihat! Dan kader-kader PKS dengan all out, meskipun tidak sesuai dengan keinginannya. Tetapi kader PKS ini profesional, apa yang diperintahkan organisasinya pasti dilaksanakan dengan maksimal, walaupun hati berkehendak lain! Ini sudah terbukti loh. Dahlan Iskan (Pemilik Jawa pos) saja mengakui kinerja kader PKS!

    Jadi wajar PKS meminta “bayarannya” atas kerja mereka. Toh bayaran itu sendiri tidak diembat partai. Semua kader PKS tidak ada yang ngembat uang rakyat ketika dikasih amanah. Ini jelas bukti!

    “NGGAK PERLU JADI PENIPU GITULAH BANG. PAKE NAMA : Bang Noer(202.51.107.37) dan MAs_Sami’un (202.51.107.37) KALAU MAU BERKOMENTAR CUKUP SATU NAMA SAJA. JANGAN MEMBUAT IDENTITAS DOUBLE SEPERTI YANG ANDA LAKUKAN. KRONI-KRONI ANDA SUDAH BANYAK DISINI YANG BERDUSTA. SAYA MEMANG TAHU BAHWA MENURUT GERAKAN ANDA BERDUSTA ADALAH HAL YANG BIASA. TETAPI BAGI SAYA, BERDUSTA DALAM URUSAN APAPUN ADALAH NISTA”

  4. Something wrong nih sama pengelola Blognya, ko’ respon dari ana ente hapus sih…apa ada yang salah…(ataw emang KADER PKS gak bisa di kasih INPUT) yah kalo’ emang gt, wassalam dah…

    Nih ana ketik ulang lagiiii….komen yang tadi ente hapus…

    Saya kutip dikit : “Dan PKS tidak perlu lagi dipusingkan oleh black campaign yang dilakukan oleh partai lain, atau bahkan yang dilakukan oleh gerakan Islam yang lain. Yang ingin melemahkan pergerakan PKS. Karena tidak sedikit pergerakan Islam yang menyatakan Demokrasi adalah system kufur yang sering “menohok” kader PKS dari belakang”. Jujur aja sebagai orang awam saya kaget setelah mambaca artikel ini. Pengertian kata “tidak sedikit” bila diartikan dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar berarti “banyak”. Pertanyaannya sekarang, apa benar BANYAK PERGERAKAN ISLAM YANG “MENOHOK” KADER PKS DARI BELAKANG…??? Jika ini suatu fakta yang berani dipertanggung jawabkan, mengapa dalam artikel tersebut tidak disebutkan siapa saja Gerakan Islam yang sudah “Menohok” kader PKS dari belakang. Jika tidak siap menampilkan data-datanya karena mungkin untuk menghindari clash antara PKS dan Pergerakan -pergerakan Islam yang dimaksud, yah ada baiknya anda tidak perlu menampilkan artikel di atas. Sebab, hal ini hanya akan jadi tanda tanya publik saja, bahkan justru bisa jadi debat kusir publik yang tidak bermanfa’at. Lagipula, PKS tidak perlu berpolitik secara MELODRAMA gitu, hingga menciptakan citra seolah banyak gerakan Islam “menohok” PKS. Dulu sewaktu saya mengenal awal berdirinya Partai Keadilan, para kadernya berjuang dengan ISTIQOMAH. Mereka benar-benar mendirikan sebuah Partai dengan dakwah yang murni dan dengan semangat Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Awal perjuangannya pun lebih kepada mempersatukan idealisme politik sesama Partai Islam untuk menjadikan syariat Islam sebagai UU NKRI. Tetapi sekarang, Partai Keadilan Sejahtera malah kelihatan “mengemis” dalam sebuah koalisi Partai untuk bisa duduk bersama Partai-partai Sekuler di Eksekutif dan Legislatif. Saya teringat sewaktu terjadi Debat di TV One ketika seorang Fachri Hamzah “menggosok” GOLKAR untuk keluar dari koalisi dengan Demokrat dengan alasan tidak sepantasnya dan memalukan bila GOLKAR sebagai partai besar tidak berani mencalonkan Pilpres sendiri. Faktanya, setelah GOLKAR keluar Koalisi dengan Demokrat, justru PKS menggandeng Demokrat dan terbentuklah opini publik bahwa Capres dan Cawapres mendatang sebaiknya dari Nasionalis-Agamis. Artinya setelah GOLKAR keluar dari Koalisi Demokrat, maka PKS sebagai Partai pemenang PILEG urutan ke empat punya peluang besar untuk menempatkan kadernya sebagai Cawapres. Tapi faktanya lagi, Demokrat malah menggandeng seorang BOEDIONO. Alhasil, PKS pun serasa “dipecundangi” dan lagi-lagi seorang Fachri Hamzah berkomentar di Media (lebih tepat seperti ramalan) bahwa jika SBY menggandeng seorang Boediono sebagai Cawapres maka akan kalah. Coba kita renungkan lagi, seorang Fachri Hamzah sebagai Wasekjen PKS berani dengan yakin “meramal” padahal PKS kita ketahui sebagai Partai Islam yang sangat religius. Yang jadi pertanyan saya sekarang, masihkah PKS yang katanya Partai Islam Dakwah, Istiqomah pada perjuangan awalnya…???

    Jawab Abu Jaisy:
    Untuk pertama kali saya berpesan kepada anda. Jika anda seorang umat Islam, maka berkhusnudhon terhadap saudara anda sendiri. Karena ini jelas perintah Rasulullah. Anda menuduh saya menyembunyikan atau bahkan menghapus komentar yang anda sampaikan disini tanpa bukti apapu. Blog ini bukanlah situs gerakan Islam yang hanya asal mencuci otak. Yah seperti blog yang katanya Pejuang Khilafah, kalau dikasih komentar sedikit yang kritis saja langsung disembunyikan tidak disetujui. Jelas ini bukan situs seperti itu!!!

    Loh, jika saya kasih bukti gerakan Islam yang “menohok” insya Allah sudah anda jawab sendiri. Bukankah dengan sikap su’udzhon anda terhadap PKS adalah sebuah hal yang “menohok” partai ini? Bukankah anda seorang muslim yang wajib untuk berkhusnudzhan terhadap saudara sendiri. Bukan malah merasa paling benar dengan pernyataan anda diatas. Ini jelas namanya ghurur.

    Apakah benar sekarang kader PKS tidak Istiqomah? Bukankah istiqomah atau tidaknya itu adalah masalah hati! Dan hanya Allah yang bisa mengetahui isi hati seseorang. Bukan orang seperti anda!

    Apakah benar PKS kehilangan arah dakwahnya? Buktikan

    Lalu apakah benar PKS hanya menginginkan UU Syari’at Islam ditegakkan di NKRI? Ketika gerakan Islam ditanya tentang Piagam Jakarta, mereka menyetujuinya. Tetapi PKS lebih dari itu, yaitu Piagam Madinah. Apakah anda tahu esensi dari yang dimaksud PKS dengan Piagam Madinah?

    Lebih baik terlihat “mengemis” dari pada hanya berbicara tanpa berbuat. “mengemis” yang dilakukan PKS itupun juga untuk kebaikan bersama, bukan hanya kebaikan kelompoknya sendiri! Toh mana ada gerakan Islam yang mengkufurkan demokrasi tetapi melawan dengan tegas ketika polisi memeriksa setiap pesantren-pesantren. Dengan lobi-lobi ternyata PKS bisa untuk melarang Polri agar tidak melakukan hal itu. Apakah gerakan Islam yang tidak berada di Parlemen bisa seperti ini? Tidak! Mereka hanya berteriak “tegakkan Syari’at, Demokrasi kufur” tapi toh ternyata tidak bisa melakukan apa-apa, hanya ngomong doang!

    Fakta! Betapa hebatnya seorang Fahri Hamzah yang mampu “mengompori” Golkar untuk tidak masuk dalam koalisi. Toh, hak setiap orang untuk berstatement. Dan mau diterima apa tidak itu yah terserah. Nyata-nyata memang akan sangat memalukan, jika partai sebesar GOLKAR menjadi “Ekornya” Demokrat!!!

    Hehehehe, anda kelihatannya Sakit hati sekali dengan Ustad Fahri Hamzah. Hehehe. Inilah hebatnya PKS bung!!!!

    PKS bukan kumpulan para pentaklid buta, yang mudah dicocokin hidungnya untuk bergerak kesana kemari tanpa berfikir. Jelas sekali ucapan Ustad Fahri Hamzah adalah ungkapan individu yang tidak pernah ada dalam keputusan partai. PKS bukan organisasi milik satu orang.

    Toh ternyata Ustad Hidayat Nurwahid juga santai-santai saja. Padahal beliaukan yang digadang-gadang untuk menjadi Cawapresnya. Inilah bukti bahwa kader PKS tidak haus apalagi rakus jabatan! Semua itu adalah keputusan partai, kalau mau berstatement yang silahkan-silahkan saja.

    Anda ini baru mengikuti laju PKS yah? Disetiap fase, PKS memang memiliki tokoh-tokoh yang unik. Dulu (2004) tokoh yang tempramental adalah ustad Anis Mata. Sekarang adalah ustad Fahri Hamzah. Nah hal itu adalah sah-sah saja. Selama belum diputuskan dalam rapat partai semua bisa berbeda pendapat. Tetapi jika sudah diputuskan dalam syura’. Maka semua ta’at untuk menjalaninya, tidak saling berpecah-pecahan.

    Sekarang seharusnya saya yang bertanya! Masihkan anda bersu’udzhan terhadap PKS?

    “NGGAK PERLU JADI PENIPU GITULAH BANG. PAKE NAMA : Bang Noer(202.51.107.37) dan MAs_Sami’un (202.51.107.37) KALAU MAU BERKOMENTAR CUKUP SATU NAMA SAJA. JANGAN MEMBUAT IDENTITAS DOUBLE SEPERTI YANG ANDA LAKUKAN. KRONI-KRONI ANDA SUDAH BANYAK DISINI YANG BERDUSTA. SAYA MEMANG TAHU BAHWA MENURUT GERAKAN ANDA BERDUSTA ADALAH HAL YANG BIASA. TETAPI BAGI SAYA, BERDUSTA DALAM URUSAN APAPUN ADALAH NISTA”

  5. hhhmm.. kenapa ya setiap ada tulisan tentang pks or kabar2 terbaru pks, respon yang didapat lebih banyak menghujat, mencaci de el el… banyak juga yg mencemooh. aneh bin ajaib. nggak cuma dari tulisan bang fajar aja. tapi liat deh di eramuslim…parah2 isinya. kenapa begitu????

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe, mungkin trendnya kayak gitu kali bu 😀
    Setiap muslim sudah diajarkan Rasulullah untuk selalu khusnudhon, atau menghilangkan penyakit hati yang lainnya. Namun ironisnya, mengaku Islam, mengaku memperjuangkan syari’at. Tetapi kelakuannya malah bertentangan dengan syari’at.
    Btw, ana sering berkomentar yang baik2 di Eramuslim, tetapi nggak pernah di “approve/Disetujui”, Ketika saya menulis yang agak menghujat PKS, eee kok malah disetujui. Ini ada apa toh sebenarnya? Wong sudah jelas tulisan dibawah komentar untuk dilarang mengujat, dll. Kok malah disetujui jenis-jenis tulisan yang berpenyakit hati. Kayaknya admin Eramuslim sedang ada “masalah” hati 😀
    Saya pernah mengirim email kepada ustad Sarwat. Beliau mengakui memang Eramuslim ada “masalah” 🙂

  6. thank’ for review…

  7. thank’ for reviews…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: