Kondisi Keuangan Al Qaidah Berada pada Titik Terendah


Tapi, Taliban Justru Semakin Makmur

WASHINGTON – Jaringan teroris Al Qaidah yang dipimpin Usamah bin Laden disebut-sebut bangkrut. Sebaliknya, organisasi Islam radikal Taliban yang bersarang di Pakistan dan Afghanistan semakin makmur. Laporan tersebut dipaparkan pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), David Cohen.

"Berdasar penilaian kami beberapa tahun terakhir, saat ini kondisi keuangan Al Qaidah berada pada titik terendah. Akibatnya, pengaruh mereka pun kian lemah," ujar Cohen, seperti dilansir BBC kemarin (13/10).

Indikasi bangkrutnya jaringan teroris yang beroperasi sejak 1988 itu, menurut dia, juga tampak dari permohonan bantuan dana yang diajukan. Konon, semester pertama tahun ini saja Al Qaidah sudah empat kali mengajukan permohonan bantuan dana kepada donatur.

Diungkapkan Cohen, bangkrutnya Al Qaidah membuat misi perekrutan dan pengaderan macet. Karena itu, aktivitas Usamah dan jaringannya pun tidak segencar dulu. Washington, imbuh asisten penanggung jawab pendanaan teroris di Depkeu itu, juga akan berupaya mencegat aliran dana ke Al Qaidah. Caranya, menarget para donor, penggalang dana, dan fasilitator kelompok teroris tersebut di AS dan luar negeri.

"Dengan mengincar donor Al Qaidah lewat sistem keamanan nasional AS dan hukum yang berlaku, kami sukses menggoyahkan jaringan teroris tersebut," papar Cohen dalam konferensi gabungan Asosiasi Perbankan Amerika dan Asosiasi Pengacara Amerika, seperti dikutip The Washington Post.

Keberhasilan mematahkan aliran dana teroris, lanjut dia, menunjukkan bahwa Washington berada pada jalur yang benar untuk memberantas jaringan-jaringan teror.

Selain Al Qaidah, metode pematahan aliran dana teroris itu diterapkan Washington terhadap Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina. Kendati demikian, keberhasilan AS tersebut bisa berubah menjadi bencana dalam waktu singkat. Sebab, daya tarik kelompok-kelompok militan itu tetap besar pada komunitas tertentu. "Ada banyak donatur potensial yang masih bersedia, siap, dan mampu mengalirkan bantuan finansial kepada Al Qaidah," lanjutnya seperti dilaporkan Associated Press.

Karena itu, AS perlu menjalin hubungan baik dengan negara-negara di kawasan Teluk Persia dan Asia Tenggara yang belakangan menjadi kawasan favorit militan. Selain tetap berusaha mematahkan aliran dana, menurut Cohen, Washington harus mewaspadai dampak anarkis kebangkrutan jaringan-jaringan teroris tersebut. Pasalnya, sangat mungkin organisasi-organisasi teror itu bertransformasi menjadi kelompok kriminal untuk mendanai aktivitas mereka.

Berbeda dengan Al Qaidah yang mengalami krisis keuangan, pundi-pundi Taliban justru penuh. Organisasi militan yang diklaim sebagai teroris oleh AS itu menuai buah perdagangan obat bius, terutama opium dan heroin, di Afghanistan belakangan ini.

"Kondisi keuangan Taliban jauh lebih baik. Meskipun mereka masih kesulitan mengelola simpanan dana tunai," kata Cohen. Pernyataan yang sama dipaparkan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Richard Holbrooke.

Selain memiliki basis keuangan yang kuat, Taliban cenderung lebih sulit digembosi lewat jalur finansial karena banyaknya sumber dana mereka. Salah satunya bisnis jasa keamanan yang ditawarkan Taliban kepada para pebisnis sukses Afghanistan. "Mereka (Taliban) juga mendapat banyak suntikan dana dari dermawan di kawasan Teluk, yang bersimpati kepada mereka," urai Holbrooke. Berkat pundi-pundi uang itu, Taliban pun semakin gencar melancarkan aksi terornya. (hep/ttg)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: