SMS Dari Orang Yang Dulu Mengaku Kader PKS Dan Tim Sukses Caleg PKS

ATAS PERMINTAAN MAAF DAN ISHLAH AKHI RUYATNA
MAKA DENGAN INI PERSENGKETAAN INI INSYA ALLAH TELAH BERAKHIR DENGAN PERDAMAIAN
SEMOGA TIDAK ADA KASUS-KASUS YANG LAIN SEPERTI INI

Ketika saya lagi asyik bekerja, tiba-tiba sms masuk 0818121806. Berikut isi SMSnya:

"Slm. kaifa haluk akh. msh trus bjuang mlawn khawarij? Wah ane lupa neh blog antm apa ya. dah lama g bc tulisan antum. blz akhi"

karena penyimpanan sms saya penuh, saya hapus beberapa sms yang beliau kirimkan. Intinya dia ingin mengundang saya untuk menjadi pembicara tentang Khawarij dengan tema "PKS VS Mujahidin". Dan saya setuju, tetapi saya mewakili diri saya sendiri bukan PKS, dan insya Allah saya juga akan hubungi teman-teman infopalestina! Tetapi anehnya dia terus membodoh-bodohkan saya, (aneh, masa pembicara kok dibodoh-bodohkan oleh panitia. Hehehe). Dan ketika saya ajak diskusi di blog saya yang benar-benar bertema "Anshar Jundullah" yang beliau bangga-banggakan. Dia tidak mau, mungkin bukan tidak mau tetapi memang tidak berani. Karena ketika lama kami sms-sms-an yang isinya cuman mencela saya sebagai orang bodoh. Lalu dia mengatakan tidak jadi mengundang saya menjadi pembicara karena saya bodoh dan taklid. Baca lebih lanjut

Masya Allah, Aleg PKNU Digerebek Karena Berselingkuh, Benarkah?

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Tulungagung berinisial ASP, 30 digerebek polisi bersama warga saat diduga sedang berbuat mesum dengan Li, pegawai negeri sipil pemkab setempat, di rumah ASP di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Saat tertangkap basah di kamar ASP pada Kamis (22/10) dini hari pukul 01.00 WIB itu, Li yang masih memiliki suami sah terlihat dalam keadaan telanjang. Dewan pun berusaha melobi polisi agar ASP tidak ditahan.

Penggerebekan dilakukan 20 polisi dan warga atas laporan Pst, suami Li. Sehari-hari Pst adalah anggota Polsek Karangrejo, Tulungagung, dengan pangkat brigadir satu (briptu). “Perangkat desa dan beberapa warga jadi saksi penggerebekan itu,” tutur Kepala Dusun Krajan, Syaiful Huda.

Sebelum menggerebek polisi menyelidiki lebih dahulu, Li memang benar-benar berada di rumah ASP, duda satu anak. Melihat sebuah sedan Timor warna merah milik Li diparkir di depan rumah ASP, Pst yang ikut dalam penggerebekan memastikan, istrinya ada di rumah ASP. Baca lebih lanjut