Hindari Debat, Berbahasalah Yang Bijak

"Yang paling dibenci Nabi dan paling jauh jaraknya dari beliau pada hari Kiamat adalah para penceloteh yang banyak bicara."

Hidayatullah.com—Salah satu tontonan terbanyak di TV kita saat ini selain ghibah (gossip, red) adalah berdebat. Anggota DPR berdebat dengan LSM, Polisi berdebat dengan pengacara, dan beberapa pihal lain.

Akibat berdebat, baru-baru ini seorang pengacara ternama hampir saja berduel. Gara-gara berdebat pula, tahun 2003, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea “menyerang” dan memukul kepala koordinator ICW Danang Widyoko di sebuah acara Today’s Dialog di Metro TV. Tak hanya memukul, sang menteri juga dinilai menghina Danang dengan kata-kata.

Islam mengenal istilah jidal. Para ulama menafsirkannya dengan perdebatan dalam hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat. Jidal adalah termasuk dalam perdebatan yang dilarang adalah semua perdebatan yang menyebabkan kegaduhan, mudharat kepada orang lain atau mengurangi ketentraman. Sementara perdebatan yang baik dan masih diperbolehkan adalah perdebatan untuk menjelaskan kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan sebagai kebatilan.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras penantangnya lagi lihai bersilat lidah’.” (HR Bukhari [2457] dan Muslim [2668]). Baca lebih lanjut

Menikmati Menjadi Muslim

img
Ia mengaku menikmati menjadi pendeta. Sayang, dari lubuk hatinya paling dalam, tak pernah merasakan kebahagiaan. Atas izin Allah, kebahagiaan itu ia temukan dalam Islam

Hidayatullah.com–Suatu hari ketika Idris Tawfiq sedang memberikan kuliah di Konsulat Inggris di Kairo, ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak menyesali masa lalunya; tentang hal-hal yang dilakukannya sebagai seorang penganut ajaran Kristiani dan kehidupannya di Vatikan selama lima tahun.

"Saya menikmati saat menjadi pendeta, menolong orang selama beberapa tahun. Namun jauh di dalam hati saya tidak bahagia, saya merasa ada sesuatu yang salah. Untungnya, dengan izin Allah, beberapa peristiwa dan kebetulan terjadi dalam hidup yang membawa saya kepada Islam," katanya kepada para hadirin yang memenuhi ruang pertemuan di Konsulat Inggris.

Tawfiq kemudian memutuskan berheni menjadi pendeta di Vatikan. Ia lalu melakukan petualangan ke Mesir. Baca lebih lanjut

Taufiq Kiemas Gembosi PDIP dalam Angket century

Malah Sebut Inisiator Bukan PDI Perjuangan

JAKARTA – PDI Perjuang belum utuh dalam meloloskan hak angket Bank Century. Tokoh penting PDIP Taufiq Kiemas hingga kemarin belum membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk mengusut kasus bailout senilai Rp 6,7 triliun itu.

Sikap Kiemas itu bakal berpengaruh besar. Sebab, dia adalah orang penting. Selain suami Megawati (ketua umum PDIP), dia menduduki kursi ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP sekaligus ketua MPR.

Selain itu, Kiemas sempat mengungkapkan pernyataan yang ’’menggemboskan’’ langkah fraksinya. Menurut dia, partainya selama ini sebenarnya bukanlah inisiator angket. "Fraksi PDI Perjuangan itu hanya mendukung ide dari Golkar," ujar Kiemas di sela acara penanaman pohon penghijauan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (13/11). Baca lebih lanjut