Menikmati Menjadi Muslim

img
Ia mengaku menikmati menjadi pendeta. Sayang, dari lubuk hatinya paling dalam, tak pernah merasakan kebahagiaan. Atas izin Allah, kebahagiaan itu ia temukan dalam Islam

Hidayatullah.com–Suatu hari ketika Idris Tawfiq sedang memberikan kuliah di Konsulat Inggris di Kairo, ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak menyesali masa lalunya; tentang hal-hal yang dilakukannya sebagai seorang penganut ajaran Kristiani dan kehidupannya di Vatikan selama lima tahun.

"Saya menikmati saat menjadi pendeta, menolong orang selama beberapa tahun. Namun jauh di dalam hati saya tidak bahagia, saya merasa ada sesuatu yang salah. Untungnya, dengan izin Allah, beberapa peristiwa dan kebetulan terjadi dalam hidup yang membawa saya kepada Islam," katanya kepada para hadirin yang memenuhi ruang pertemuan di Konsulat Inggris.

Tawfiq kemudian memutuskan berheni menjadi pendeta di Vatikan. Ia lalu melakukan petualangan ke Mesir. Baca lebih lanjut

Iklan

Taufiq Kiemas Gembosi PDIP dalam Angket century

Malah Sebut Inisiator Bukan PDI Perjuangan

JAKARTA – PDI Perjuang belum utuh dalam meloloskan hak angket Bank Century. Tokoh penting PDIP Taufiq Kiemas hingga kemarin belum membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk mengusut kasus bailout senilai Rp 6,7 triliun itu.

Sikap Kiemas itu bakal berpengaruh besar. Sebab, dia adalah orang penting. Selain suami Megawati (ketua umum PDIP), dia menduduki kursi ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP sekaligus ketua MPR.

Selain itu, Kiemas sempat mengungkapkan pernyataan yang ’’menggemboskan’’ langkah fraksinya. Menurut dia, partainya selama ini sebenarnya bukanlah inisiator angket. "Fraksi PDI Perjuangan itu hanya mendukung ide dari Golkar," ujar Kiemas di sela acara penanaman pohon penghijauan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (13/11). Baca lebih lanjut

Download Rekaman Penyadapan KPK

Percakapan antara orang yang "dikenal" dalam sebuah penyadapan yang dilakukan oleh KPK membuat banyak pihak bergindik, tak jarang menghela nafas panjang hingga kurang lebih berkata "Seperti inikah penegak hukum di Indonesia". Sangat memalukan sekali, karena yang pasti mencoreng muka bangsa ini.

Entah konspirasi apa dibalik semua ini, yang terpenting satu hal. Ketika dulu era keterbatasan itu melingkupi dan kekuasaan dengan mudah menjadi hakim itu sendiri, namun semua itu telah sirna. Karena era keterbukaan ini membawa masyarakat kita lebih pintar dalam menilai. Rekaman penyadapan yang dilakukan oleh KPK merupakan tamparan telak bagi institusi hukum di negeri ini.

Siapa benar dan salah? Yang terpenting masyarakat sendiri sudah dapat menilai. Bagi yang ingin mengkoleksi "kenangan" yang tidak akan terlupakan dalam sejarah Indonesia ini. Silahkan download rekaman penyadapan KPK yang diperdengarkan dalam Mahkamah Konsitusi:
Download—-> Klik Disini
Karena ada password di no 8-nya, maka link rekaman penyadapan KPK yang no 8 bisa didownload —-> Disini

Pimpinan PERSIS, Siddiq Amien Berpulang

Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Ketua Umum PP Persatuan Islam, K.H. Drs. Siddiq Amien, MBA (53), menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Sabtu, 31 Oktober 2009 pukul 22.15.

Siddiq meninggal setelah dirawat secara intensif selama lebih kurang satu bulan di RS Al-Islam Bandung akibat stroke. Pimpinan Persatuan Islam (Persis) ini sempat menjalani operasi untuk mengeringkan darah yang pecah di otaknya.

"Saat itu Ustaz Siddiq akan ke Bandung setelah mengisi pengajian di Tasikmaya. Namun di daerah Nagrek, Kab. Bandung, terkena serangan stroke sehingga dilarikan ke RS Al Islam," kata Bendahara Umum PP Persis, H. Andi Sugandi.

Jenazah akan dikebumikan di Tasikmalaya, kota kelahiran beliau, setelah sebelumnya disemayamkan dan dishalatkan di Kantor Pusat PP Persatuan Islam Jl. Perintis Kemerdekaan Bandung sampai pukul 08.00 hari Ahad, 1 November 2009.

Persatuan Islam (Persis) adalah sebuah organisasi massa (ormas) Islam yang berdiri sejak 1923. Ormas yang berkantor pusat di Bandung itu memiliki banyak pengikut dan bergerak pada tiga aspek; dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Hingga kini,  Persis telah memiliki 280 cabang di seluruh Indonesia dan satu perwakilan di Mesir dan sebanyak 300 pesantren telah berdiri di berbagai penjuru nusantara. [cha/pr/hidayatullah]