SEBUAH KRITIKAN UNTUK KEMAJUAN ISLAM DAN ARRAHMAH.COM (Tentang Ketidak-Adilan Sebuah media “Islam”)


Assalamualaikum.
Perkenalkan, saya member baru di Arrahmah.com, tetapi saya bukan orang baru yang membuka Arrahmah.com. Saya sering melihat berita-berita Islam diberbagai media Islam, termasuk Arrahmah.com. Namun untuk pertama kalinya ini saya merasa ingin mengingatkan kepada Arrahmah.com atas ketidak-adilan dan berimbangnya sebuah media. Di Pusat Informasi Palestina, Infopalestina.com dijelaskan bahwa yang ditangkap itu sebagian besar adalah anggota Hamas. Dan ini tidak disebutkan oleh Arrahmah.com. Kenapa? Wallahu’alam. (judul berita: Lagi dan Lagi, Tentara Zionis Tangkap 15 Muslim Palestina)

Dan saya melihat Arrahmah.com ketika memberitakan "Jundu Ansharullah" sangat bertolak belakang dengan prinsip media yang berimbang dan adil, apalagi sebagai seorang muslim! Terkesan memihak Jundu Ansharullah. Arrahmah.com tidak memberitakan dua hal dari versi masing-masing pihak.

Karena saya malah melihat Pusat Informasi Palestina (infopalestina.com) memberitakan fakta bahwa yang memulai perkara adalah Jundu Ansharullah.

Jika admin Arrahmah.com dengan mudah "Copy Paste" berita dari Pusat Informasi Palestina (Infopalestina.com) dengan membuat judul baru "Lagi dan Lagi, Tentara Zionis Tangkap 15 Muslim Palestina" yang judul aslinya di Pusat Informasi Palestina (infopalestina.com) adalah "Pasukan Israel Tangkap 15 Warga Tepi Barat, Mayoritas dari Hamas"

Lalu kenapa masalah Jundu Ansharullah tidak semudah hal tersebut? Di Infopalestina.com saya bahkan melihat banyak berita tentang kejanggalan-kejanggalan Jundu Ansharullah. Sehingga saya bisa lebih bisa berfikir, tidak terdoktrin. Padahal kalian adalah media-media Islam yang seharusnya tidak memihak satu sama lainnya. Berimbang dalam memberitakan setiap muslim, tentu bukan karena kita berafiliasi kepada satu "perjuangan" lalu kita tidak bisa berlaku adil dalam hal tersebut. Karena Allah tentu akan sangat murka.

Maaf, ini hanya kritik saja. Sebagai seorang muslim saya menyayangi seluruh umat Islam yang berjuang dijalan Allah.

NB: Karena dibatasi dengan hanya 250 character di komentar Arrahmah.com. Sehingga komentar saya ini tidak bisa masuk dalam posting komentar Arrahmah.com maka saya mengirimkan kementar ini kepada admin suara01.wordpress.com. AN. Hamdan.

Jawaban Abu Jaisy":

Ternyata saya juga mengecek adanya ketidak-adilan sebuah komentar lain dengan mudah melebihi dari 250 character, dan komentar-komentar tersebut sangat membenci Hamas. Kenapa bisa ada seseorang komentator di Arrahmah.com yang bisa melibihi 250 character dari komentar yang lainnya? Wallahu’alam. Tetapi jelas hal ini bisa menjadi fitnah bagi yang lainnya. Berikut saya tunjukkan screenshot komentar tersebut:

image

Disetiap komentar para “pendukung” Hamas, Prince of Jihad terus meremehkan mereka, bahkan tidak segan-segan untuk mencela mereka. Naudzubillah.

Kita bisa melihat komentar diatas dan dibawah Prince of Jihad mereka tidak melebihi dari 250 character. Tetapi kenapa Prince of Jihad bisa melebihi dari komentar yang ditetapkan Arrahmah.com? Wallahu’alam.

Iklan

4 Tanggapan

  1. hmmm… miris banget bacanya…. kenapa umat islam seperti ini?

  2. Perlu kau ingat bahwa dasar berjihad adalah agar kalimat Allah yaitu Islam tegak bukan nasionalisme.

    Jawab Abu Jaisy:
    Perlu kau ingat “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  3. nte HAMASIYYIN Yahhhhh….

    Jawab Abu Jaisy:
    Lalu ente Orang-orang yang tidak bisa berlaku adil yah…

  4. kalau saya liat kalian semua udah gk pada adil kalau menyampaikan berita…pasti lebih memihak golongan anda…lihat saja berita-berita yang ada, kalau media itu milik si A pasti beritanya melebihkan si A, begitupun jika media milik si B maka akan sebaliknya………..betul kan

    Jawab Abu Jaisy:
    Yups, tidak ada media netral. Karena setiap orang memiliki golongan mereka masing-masing. Namun jika itu Islam, maka sudah selayaknya memberitakan kebenaran, bukan kebohongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: