Daur Ulang, Energi Listrik Pendingin AC Bertenaga Mayat

Pernahkah membayangkan bahwa hawa sejuk yang dihasilkan mesin pendingin ruangan atau AC berasal dari pembakaran mayat? Daur energi itu nyata terjadi di kota Taipei, Taiwan. Panas yang dihasilkan saat proses kremasi diolah kembali untuk membangkitkan energi listrik.

Ide itu bermula dari banyaknya keluhan masyarakat yang merasa kegerahan saat menunggu kremasi anggota keluarga mereka yang meninggal. Di Taiwan, masyarakat umumnya membakar jasad anggota keluarga yang meninggal. Ide ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program ramah lingkungan yang dicanangkan pemerintah setempat.

Baca lebih lanjut

Dusta Pendeta Samuel

Empat tahun lalu, Indarwati–bukan nama sebenarnya–menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga merestui pernikahan itu, karena menganggap mempelai pria itu Muslim yang taat. Belakangan, setelah Indar dikaruniai anak, keluarganya baru tahu jika suaminya seorang pendeta. Ia berkilah, kekristenannya ia terima setelah menikah. Saat ini, Indar pun sudah mengikuti jejak suaminya menjadi aktivis gereja. Bahkan, seorang adiknya juga masuk Kristen.
Kekristenan Indar dan adiknya terungkap ketika ia berusaha mempengaruhi kakaknya, orang tua, dan pamannya agar masuk Kristen. Ajakan ini menimbulkan keretakan keluarga, karena sang paman adalah aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

Baca lebih lanjut

Masyarakat, Bedakan “Kami” dengan Hizby Salafy!

Banyak laporan yang dikeluhkan umat dan gerakan Islam dengan keberadaan Salafy — demikian mereka menjatidirikan kelompoknya. Meski di kalangan Salafy terjadi perpecahan dalam menyikapi ijtihad tertentu, namun kebanyakan umat tidak memahami peta Salafy secara utuh, sehingga cenderung men-generalisir Salafy dengan cap buruk.

Bukan sekali terjadi, benturan antara Salafy dengan gerakan Islam yang ada. Sehingga menimbulkan gelombang penolakan. Di Lippo Cikarang, kajian Salafy terpaksa diliburkan selama sebulan, karena adanya tekanan (ancaman) dari kelompok tertentu untuk membubarkan halaqah ini. Kemudian di Matraman, Jakarta, pernah terjadi penyerbuan kelompok jamaah dzikir yang dipimpin oleh seorang yang mengklaim dirinya habaib, terhadap masjid jamaah Salafy, seraya menuntut masjid itu tidak difungsikan lagi untuk penyelenggaraan shalat Jum’at.  Alhasil, tuntutan itu sukses.
Gelombang penolakan juga terjadi di luar Jawa, di Lombok Barat (NTB), sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik ”penganut” Salafy oleh warga setempat. Akibat kesalahpahaman di kedua belah pihak, warga di Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok, menyerang jamaah Salafy dengan lemparan batu. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk.

Baca lebih lanjut

Sejarawan Yahudi: Tidak Ada Namanya “Bangsa Yahudi” dalam Sejarah

Sejarawan Yahudi, Shalomo Sand, dosen di University of Tel Aviv, menampik adanya jejak keberadaan apa yang disebut "Bangsa Yahudi" dalam sejarah. Dia menegaskan bahwa "Israel" terlahir atas perampasan tanah warga asli tahun 1948.

Hal tersebut dinyatakan Sand pada seminar yang diselenggarakan Selasa malam di Brussel, seperti dikutip kantor berita Franz Pers. Sand mengatakan kemungkinan bahwa orang-orang Hamas adalah keturunan Daud, jauh lebih mungkin daripada kemungkinan saya adalah anak cucunya. Dia menilai bahwa"bangsa Yahudi datang dari Alkitab; artinya itu adalah suatu hayalan yang diciptaan secara fantastis.

Dia menegaskan dirinya tidak dapat menemukan di perpustakaan kampus, yang berisi ribuan buku, satu buku pun tentang sejarah yang berbicara tentang sejarah Yahudi, atau apa yang disebut tawanan Yahudi dari Palestina.

Baca lebih lanjut

22 Tahun, Hamas Makin Matang Sebagai Gerakan Revolusi di Timur (Islam)

Gerakan Perlawanan Islam Hamas kini sudah memasuki usianya yang ke-22 tahun. Sejak didirikan, gerakan yang mengakar dalam dan jauh di dalam masyarakat, ini mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada di depannya. Penjajah Zionis Israel, sejak gerakan ini ada terus melancarkan penangkapan kader-kader dan pemimpinya dan membunuh mereka. Menjadikan institusi-institusinya sebagai target serangan dengan tujuan untuk menundukkan dan menghabisinya. Namun yang ditemui Israel hanyalah kegagalan. Gerakan Hamas terus mengalami serangan dari jenis yang sama, namun dari otoritas Abbas di Tepi Barat, di samping dari pihak penjajah Israel. Hanya saja upaya-upaya ini selalu gagal total, terutama pada masa ketika gerakan menyebar luas.

Baca lebih lanjut