Kumpulan Humor Seorang Muslim


Kita sering kali melihat bagaimana seorang bercanda, namun kadang bahkan sering kali canda-canda itu bersifat mengada-ada atau bohong. Seorang muslim tidak pernah dilarang untuk bercanda, namun seorang muslim pun harus tahu batasan-batasan tentang ada-adab atau akhlaq dalam bercanda, jangan sampai hanya karena bercanda (membuat orang tertawa) lantas kita berbohong.

Berikut ini adalah canda-canda seorang muslim yang mungkin bisa jadi alternatif “guyonan” bagi kita semua. Disamping itu juga ada canda ala Rasulullah yang kadang atau bahkan sering kita lupakan. Semoga humor-humor seorang muslim ini bisa menjadi “celetukan” hati kita, yang bisa menjadikan tertawa apalagi menertawakan diri kita sendiri.

MARI BERCANDA:

1. Suatu ketika ada seorang muslim yang sedang melakukan shalat dengan sarungan (memakai sarung). Akan tetapi disisi lainnya, ada seseorang yang sedang mengamati seorang yang sedang shalat tersebut. Setelah selesai shalat, seseorang tersebut dihampiri oleh orang yang sedari-tadi mengamatinya. “Mas-mas, disaat shalat memakai sarung itu bisa batal loh!” Ucap seorang yang mengamati tersebut. Terlihat kaget orang yang baru menunaikan shalat tersebut langsung berucap “Loh, apa benar? Siapa yang mengatakan itu mas? Sedangkan dari kecil sampai sekarang saya terus memakai sarung untuk shalat!” Dengan santai seseorang yang mengamati berucap “Yah, masa nggak batal mas kalau shalat memakai sarung!? Masa waktu Takbir ‘Allahu akbar’ lalu baru memakai sarung. Seharusnya sarungnya dipakai waktu sebelum shalat, bukan saat shalat memakai sarung” 

 

2. Suatu ketika ada seorang James bon (Jaga Mesjid tukang keBon / Marbot) bingung melihat masjid yang ditempatinya. Kebingungan ini diceritakan oleh seorang Kyai Masjid tersebut, namun pak kyai dari masjid tersebut juga angkat tangan dengan permasalahan masjid tersebut. Karena sudah sangat bingungnya, seorang Marbo tersebut langsung menuliskan papan besar bertuliskan

“MASJID INI DIJUAL HARGA NEGO”

Orang yang lalu-lalang melihat papan besar tersebut banyak yang marah. Dengan bergerombol orang-orang itu datang kemasjid sambil dengan caci-makinya “Siapa yang menulis itu, orang goblok saja yang mau menjual masjid” yang lainnya pun tak kalah sengit “Iya, mungkin itu orang kafir kiriman zionis” caci-maki tidak ada habisnya sampai Marbot itu muncul dan mengakui kalau dia yang menulisnya. Kemarahan orang-orang tersebut semakin besar.

“DIAM….” Ucap Marbot dengan keras. Seketika itu orang diam, tetapi amarah orang-orang tersebut sudah terlihat memuncak ingin menghajar Marbot tersebut. Lalu Marbo tersebut berkata

“Bapak-bapak, ibu-ibu dan yang tidak rela menjual masjid ini. Saya mohon maaf! Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak rela masjid ini dijual, tetapi bapak dan ibu-ibu juga tidak pernah datang untuk shalat jamaah di masjid. Apa bedanya? Bandingkan antara masjid ini dengan Mall sebelah ramai mana? Bahkan waktunya shalatpun, masjid ini hanya dipenuhi 1-9 orang jamaah saja. Tetapi Mall, dipenuhi ribuan orang. Jadi sebaiknya masjid ini dijual saja untuk dijadikan Mall agar bisa ramai!”

 

3. Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

 

4. Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)

 

5. Suatu ketika ada seorang Marbot yang sedang kesal melihat jumlah jamaah shalat di masjid yang dia tinggali sangat sepi. Padahal kalau dilihat dari ramainya penduduk perumahan bisa dikatakan sangat ramai sekali, muslimnya hampir 90%, tetapi Marbot tersebut bingung dengan kondisi jamaah shalat yang mau ke masjid. Karena kebingungan tersebut Marbot langsung ambil mike speaker dan langsung

“Allahu…Akbar….Allahu….Akbar Ashadu’allah…illah….ha’illah…..”

Mendengar adzan di jam 8 pagi, orang-orang pada heran. Karena dihari itu adalah minggu pagi, sehingga banyak sekali orang yang datang melabrak Marbot yang sedang adzan tadi.

“Dasar orang gila, jam 8 pagi adzan” teriak seseorang dengan marah. Tak lain juga tak kalah sengitnya “Marbot ini mungkin sudah sinting” dan masih banyak lagi caci maki yang lainnya.

Tak kalah sengitnya, Marbot pun menghardik mereka “Kalianlah yang gila dan sinting. Saya Adzan dijam-jam shalat kalian tidak pada datang. Sekarang saya adzan di jam yang tidak sewajarnya kalian datang. Bukankah kalian yang gila dan sinting! Kalau gitu ayoo shalat dhuha berjamaah”

 

6.  Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”. Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??” Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka” Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?” Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)

 

7. Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa. (HR. Bukhori, dhoif)

 

8. Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!” Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata, “Marilah kita mulai.” Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, ” Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.” (HR Ahmad dan Abi Dawud)

 

9. Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad” Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!”. Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja” (HR Bukhari dan Muslim)

 

beberapa cerita canda (non Rasulullah), insya Allah pernah dilakukan oleh seseorang (walaupun ceritanya juga dho’if) tetapi semua terkandung hikmah bagi kita semua, insya Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: