Inilah Wajah “Kegagahan” Militer Kita!


Anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan anggota Polres Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bentrok di sebuah pesta pernikahan Sabtu malam (30/1). Lokasi kejadian di kepulauan membuat insiden itu baru terungkap kemarin (1/2).

Bentrok tersebut menyebabkan tiga polisi tertusuk pisau komando. Tiga korban tersebut adalah Briptu M. Baltasar Sabebegen (tertusuk sekali di bagian pinggang), Briptu Dodi Harianto (mendapat empat tusukan pada punggung dan pelipis), dan Bripda Yocta Firmansyah (tertusuk sekali di bagian punggung).Firmansyah menjelaskan, bentrok berawal ketika dia dan rekan-rekannya menikmati hiburan organ tunggal di bawah panggung. Saat itu seorang pemuda mengingatkannya untuk tidak berjoget. Pemuda itu mengaku sebagai suruhan anggota Marinir. ”Katanya, polisi yang berjoget bisa memicu keributan. Sebab, polisi itu dipercaya untuk mengamankan pesta pernikahan,” kata Firman menirukan pesan pemuda tersebut.

Firman mengabaikan teguran itu. Ketika mereka berniat pulang sekitar pukul 01.00, terjadi keributan dengan anggota Marinir. Seorang polisi terkena tusukan pisau.

Tidak ingin memperpanjang masalah, para polisi itu memilih pulang untuk mengobati rekannya. Namun, di tengah jalan mereka dihadang puluhan anggota Marinir yang bersenjatakan pisau komando dan pentungan kayu.

Perkelahian pun tidak terhindarkan. Kalah jumlah, para polisi itu terdesak dan menjadi bulan-bulanan. Akibatnya, tiga orang mengalami luka tusuk. (cr14/cr13/jpnn/ruk)

Iklan

3 Tanggapan

  1. Blog yang bagus…lebih banyak menulis ya 🙂
    http://mobil88.wordpress.com

  2. Ini namanya tongkat membawa tumbang,

  3. Apakah sudah di kros cek berita ini dengan masyarakat langsung ?

    apakah bukannya polisi yg dalam keadaan mabuk minta joged di atas panggung

    bukannya jumlah polisinya yang lebih banyak,karena setau saya untuk jumlah marinir setingkat pos tidak ada sebanyak itu…..

    tolong jangan asal menayangkan berita yang belum jelas duduk perkaranya….terima kasih

    Jawab Jaisy01:
    Iya terima kasih atas konfirmasinya. Terlepas siapa yang salah dan benar, entah itu polisi atau TNI. Kami masyarakat berharap agar masalah-masalah seperti ini untuk tidak selalu terulang. Saya juga sangat tidak mendukung jika ada polisi yang harusnya menjaga ketertiban kok malah ikut berjoget, tetapi sesuatu harus diselesaikan dengan baik-baik dan tidak dengan “fisik”. Musuh kita ada diseberang, jangan sampai tenaga TNI dan Polri dihabiskan dengan “perang” saudara. Ayah saya sendiri pensiunan Marinir, dan selalu menekankan kepada anak-anaknya agar menggunakan media diplomasi semaksimal mungkin dan menghindari kontak fisik sebisa mungkin. Saya selalu menyukai marinir daripada “yang lain”, kenapa? Karena sampai saat ini, beberapa orang yang giat dalam menimba ilmu Islam di Surabaya/Sidoarjo adalah sebagian besar TNI AL dan para Marinir.

    Semoga tidak terulang lagi dan lagi TNI dan Polri saling beradu “kegagahan” kepada saudara sesamanya.

    NB: Berita itu adalah kopi paste dari Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: