Inilah Ustad Yang Termakan Fitnah Jamaahnya!


Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas masalah fitnah-fitnah yang dilancarkan oleh sebuah blog yang katanya mengaku seorang muslim (artikelislami.wordpress.com). Namun prilaku yang hobi menfitnah itulah yang membuat saya sangsi kalau dia seorang muslim. Karena tergelitik ingin melihat lebih jauh pemahaman keislamannya, maka saya pun masuk kedalam situs “pusat petingginya”, disitus tersebut terdapat seorang “ustad” yang mereka segani.

Akhirnya saya mencoba untuk menilik lebih jauh pemahaman keislaman yang diberikan oleh sang ustad tersebut kepada para jamaahnya. Pertama membuka saya disuguhi oleh artikel-artikel keislaman yang insya Allah muatannya cukup bagus, bisa dikategorikan sama dengan artikel Islam di situs Islam lainnya. Namun setelah lebih jauh melihat forum yang ada disitus tersebut, saya mendapati orang-orang yang sangat benci terhadap “PKS”. Seorang ustad seharusnya memberikan pencerahan kepada para jamaahnya untuk bisa saling bersaudara kepada umat Islam yang lainnya, tetapi disitu malah seorang Ustad tersebut terprovokasi oleh jamaahnya sendiri untuk memiliki sikap membenci berjamaah kepada umat Islam selain golongan mereka.

Ini adalah hal yang aneh! Karena disemua tempat seorang ustad-lah yang menjadi pembimbing arahan dalam memprovokasi perbuatan baik. Tetapi ternyata ustad ini malah termakan isu fitnah murahan. Contoh kasus, jika membahas masalah PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ustad tersebut getol sekali mengatakan bahwa pemahaman PKS adalah pemahaman Wahabi, dengan berbagai argumentasinya yang ternyata tidak tahu banyak tentang gerakan wahabi, kecuali hanya sebatas mendengar dari orang lain yang ternyata juga salah memahami masalah tersebut.

Dan ini akhirnya diikuti oleh jamaahnya, kalau begitu pantas sekali pemilik blog artikelislami.wordpress.com begitu hobi menebarkan fitnah. Dan sangat susah sekali diingatkan dengan Al Quran dan hadits. Bukankah seorang muslim itu bersaudara? Sangat tidak layak hanya berbeda madzhab lalu menyerang dan menyesat-nyesatkan umat Islam yang lain! Apalagi sudah pada tataran fitnah. Na’udzubillah.

Ada sesuatu yang membuat saya geli terhadap diskusi mengenai PKS di forum situs “ustadnya” siblog artikelislami.wordpress.com. Suatu kali ada seorang “kader” jamaahnya mengatakan bahwa ada masjid yang sudah direbut oleh kader PKS. Lalu dengan cekatan si Ustad terlihat sangat bersemangat sekali meminta datanya untuk dibuat bukti. Tetapi sayang-sungguh disayang, si kader jamaah tersebut tidak menjawab permintaan bukti ustadnya.

Nahkan, setaraf ustad saja masih termakan fitnah jamaah. Apalagi kita-kita! Berati kita harus benar-benar belajar dalam mamahami Islam dengan baik, dengan ikhlas, bukan bermaksud jago-jagoan atau ingin dipanggil “ustad”. Namun jika melihat umur dari ustad tersebut, dan dari semangatnya. Memang seringkali umur seseorang itu menentukan “asam garamnya” kehidupan. Jadi saya tidak bisa menyalahkan atas sikap agresifnya si ustad tersebut. Karena umurnya juga baru “seumur jagung” pergerakan Islam yang lainnya.

Ibrah/hikmah

Sebuah hikmah yang bisa kita petik dari sikap admin blog artikelislami.wordpress.com dan “ustad-nya” yang begitu mudah menuduh dan membenci umat Islam yang lain adalah potret dari keberagaman pemahaman umat islam yang tidak utuh dan tidak proporsional dalam memahami Islam. Islam hanya dipahami pada satu sisi, tetapi tidak pada sisi yang lainnya. Sehingga disatu-sisi baik, tetapi disatu-sisi malah melanggar kaidah-kaidah hukum Allah. Akhirnya menghalalkan yang haram, dan mengharamkan yang halal.

Alangkah baiknya kita mempelajari semua ilmu Islam tanpa mengkotak-kotakkan kebenaran. Selama kebenaran itu masih pada tataran syar’i dan tidak menyimpang dari tataran syar’i maka kita wajib untuk bersikap toleran, tanpa perlu menyesat-nyesatkan pemahaman umat Islam yang lain.

Kita sebagai seorang muslim, sudah bukan jamannya lagi belajar ala doktrinan. Kita wajib belajar dengan niat ikhlas untuk menuntut ilmu Allah, bukan untuk sombong-sombongan atau benar-benaran dalam masalah yang masih dalam ranah perbedaan pendapat para ulama.

Mari kita bersama-sama membaca Al Quran dan mentarjimkan (menterjemahkan sendiri) atau syukur-syukur ikut dalam kajian tafsir Al Qur’an. Kita juga alangkah lebih baiknya belajar menghafal dan mengaplikasikan hadits yang “terpercaya”. Jangan dibodohin oleh orang yang menakut-nakuti kalau kita belajar Al Quran dan hadits tanpa guru/ustad maka kita akan sesat. Insya Allah jika niat kita ikhlas untuk meniatkannya kepada Allah, masa iyah Allah menyesatkan kita? Pasti tidak! Jangan lagi mudah percaya kepada ucapan sang ustad kalau kita sendiri belum menemukan dalilnya. Dan tidak perlu merasa benar sendiri ketika kita sudah menemukan dalil kepada suatu masalah yang disitu terdapat perbedaan pendapatnya.

Islam itu mudah, namun jangan dipermudah apalagi dipersulit. Jadi mari kita belajar Islam dengan niat ikhlas untuk menghadiri segala macam kajian Islam. Mau pilih yang mana? Terserah kita!

Iklan

19 Tanggapan

  1. Ya, saya sangat setuju dengan tulisan diatas, semoga kita umat islam dapat bersatu dalam naungan Al Qur’an dan Sunnah, walaupun berbeda mazhab, ormas dan lain sebagainya

    Jawab Abu Jaisy:
    SETUJU!!!! 😀

  2. hehe, bgtulah realitanya, selalu pro kontra :S

    Jawab Abu Jaisy:
    Kalau pro dan kontranya masih dalam ranah perbaikan nggak apa mas. Tapi kalau sudah menyesat-nyesatkan golongan Islam yang lain, wah hati-hati. Bisa jadi halal dibunuh golongan Islam selain golongannya sendiri 🙂

  3. itu baru satu contoh mas, masih banyak kok yang seperti itu diluaran sana, saya melihat sendiri bagaimana begitu banyaknya umat muslim yang tidak mau bersatu…..

    Jawab Abu Jaisy:
    Iya… Semoga kita tidak seperti mereka. Amien.

  4. Hapus By admin
    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, saudara blogsebelah. Peraturan diblog ini tukang fitnah dilarang berkomentar. Terima kasih telah berkunjung.

  5. Hapus By admin
    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, saudara blogsebelah. Peraturan diblog ini tukang fitnah dilarang berkomentar. Terima kasih telah berkunjung.

  6. Hapus By Admin
    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, menghujat, mencela sesama muslim melanggar peraturan komentar blog ini. Jika anda muslim, semoga Allah memberikan kesadaran kepada anda. Amien.
    Terima kasih telah berkunjung.

  7. Wah bukan yang PERTAMAX

    Saya cuman mengingatkan aja gan, saya sendiri beberapa kali berinteraksi dengan orang-orang seperti Admin blog artikel islami itu. Yang saya kenal mereka dari Majelis …. (edit by admin).

    Kalau belum kenal mereka, biasanya mereka itu baik sekali. Tapi kalau sudah ada perbedaan sedikit saja, biasanya jelek-jelekin kita kalau nggak ada kita. Istilahnya ular berkepala dua, kalau ada kita saja baik tapi kalau nggak ada kita langsung jelek-jelekin kita pada orang lain.

    Makanya saya sudah paham dengan karakter orang macam blog artikel islami itu.
    Yang sabar gan.
    Salam kenal

    Jawab Jaisy01:
    Yoi, tararengkyu atas peringatan Agan. Maaf saya edit, biar nggak ada kesalah-pahaman antar umat Islam.
    Salam kenal juga. Terima kasih sudah berkunjung

  8. Hapus By Admin

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, menghujat, mencela sesama muslim melanggar peraturan komentar blog ini. Jika anda muslim, semoga Allah memberikan kesadaran kepada anda. Amien.
    Terima kasih telah berkunjung.

  9. Hapus By Admin

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, menghujat, mencela sesama muslim melanggar peraturan komentar blog ini. Jika anda muslim, semoga Allah memberikan kesadaran kepada anda. Amien.
    Terima kasih telah berkunjung.

  10. Hapus By Admin

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, menghujat, mencela sesama muslim melanggar peraturan komentar blog ini. Jika anda muslim, semoga Allah memberikan kesadaran kepada anda. Amien.
    Terima kasih telah berkunjung.

  11. Hapus By Admin

    Jawab Abu Jaisy:
    Maaf, menghujat, mencela sesama muslim melanggar peraturan komentar blog ini. Jika anda muslim, semoga Allah memberikan kesadaran kepada anda. Amien. Untuk yang terakhir diatas kami hapus. Semoga Allah memberi hidayah atas ketidaksadaran hinaan, celaan dan makian anda. Terima kasih telah berkunjung.

  12. bismillah, klw mau benar2 belajar islam bukan berpartai tempatnya akh, tapi klw benar2 mau belajar islam ya bukan mikirin perut atw ngikutin hawa nafsu untuk mendapatkan jabatan….. klw melihat ikhtilat PKS sungguh memalukan!!!!!!!! jauh dari tuntunan islam

    Jawab Abu Jaisy:
    wah, antum menyekat ilmu? Na’udzubillah. Bukankah ilmu Allah berada dimanapun! Dipartai, disekolah, diyayasan, diorganisasi, dikampus, dan semua tempat ilmu Allah terbentang. Lalu apakah layak kita merasa lebih benar dari orang Islam yang lain? Apakah layak seorang muslim menghina muslim yang lain? ISLAM MELARANG ORANG YANG MENGHINA MUSLIM YANG LAIN, APALAGI BERPRASANGKA BURUK TERHADAP UMAT ISLAM YANG LAIN! Nah itulah tuntunan Islam yang benar, Islam bukan seperti bahasa “kasar” antum! SUNGGUH MEMALUKAN

  13. Terima kasih,karena tulisanmu aku menemukan kebenaran.dan itu ada di artikelislami.wordpress.com

    Jawab Abu Jaisy:
    Masya Allah. Bukankah kebenaran itu harusnya ditemukan kepada Islam!
    Masa orang yang hobi menfitnah umat Islam dianggap seorang yang benar?
    Masya Allah!

    NB: Saya ingatkan kepada sampeyan mas
    Saya tidak pernah membahas masalah Furu’iyah, Khilafiyah, Ikhtilaf dari ijtihad setiap ulama. Saya menghormati itu semua dari berbagai organisasi. Sudah saya tuliskan dibeberapa postingan dan komentar bahwa saya ini salah satu dari cucunya salah satu Kyai NU di Madiun (Almarhum, Kyai Syahid) Dan selama saya ngaji di NU, jelas dinyatakan bahwa HARAM HUKUMNYA MENFITNAH ORANG LAIN. Saya sendiri adalah Mantan Sekretaris PMII (Pergerakam Mahasiswa Islam Indonesia) di Surabaya. Selama ini pemilik Blog artikelislami tidak pernah menampakkan dirinya, bahkan takut jika diajak ketemuan. Anda bisa melihat beberapa teman-teman mantan PMII di Facebook saya yang masih tetap saling bersilahturahim. facebook.com/fajar212000, anda lihat artikelislami, dia selama ini takut menunjukkan dirinya, siapa dia sebenarnya! Karena jelas fitnah-fitnahannya bisa dijadikan delik aduan dalam pencemaran nama baik, makanya dia selalu bersembunyi didalam komentar-komentar buruk yang selalu menghina umat Islam yang lain! Semoga anda sadar akan tipuan syaitan tersebut.

  14. Maaf sobat,kamu ngaji dimana? Atau jangan2 gak pernah ngaji.

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂
    Nah gini ini! SELALU MEMVONIS ORANG DAN MENFITNAH ORANG LAIN!

    NB: Saya ingatkan kepada sampeyan mas
    Saya tidak pernah membahas masalah Furu’iyah, Khilafiyah, Ikhtilaf dari ijtihad setiap ulama. Saya menghormati itu semua dari berbagai organisasi. Sudah saya tuliskan dibeberapa postingan dan komentar bahwa saya ini salah satu dari cucunya salah satu Kyai NU di Madiun (Almarhum, Kyai Syahid) Dan selama saya ngaji di NU, jelas dinyatakan bahwa HARAM HUKUMNYA MENFITNAH ORANG LAIN. Saya sendiri adalah Mantan Sekretaris PMII (Pergerakam Mahasiswa Islam Indonesia) di Surabaya. Selama ini pemilik Blog artikelislami tidak pernah menampakkan dirinya, bahkan takut jika diajak ketemuan. Anda bisa melihat beberapa teman-teman mantan PMII di Facebook saya yang masih tetap saling bersilahturahim. facebook.com/fajar212000, anda lihat artikelislami, dia selama ini takut menunjukkan dirinya, siapa dia sebenarnya! Karena jelas fitnah-fitnahannya bisa dijadikan delik aduan dalam pencemaran nama baik, makanya dia selalu bersembunyi didalam komentar-komentar buruk yang selalu menghina umat Islam yang lain! Semoga anda sadar akan tipuan syaitan tersebut.

  15. maaf, saya ingin sedikit memberi tanggapan.
    menurut saya, anda belum mengenal betul siapa yang sedang anda bicarakan kejelekannya itu karena saya lebih mengenal beliau daripada anda. saya pernah membaca suatu riwayat, dahulu ada seseorang yang sangat membenci Rasulullah SAW, bahkan berniat akan membunuhnya padahal dia belum pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, dia hanya mendengar selentingan kabar saja tentang Rasulullah. Namun, ketika dia akan membunuh Rasulullah SAW dan berhadapan langsung dengan beliau SAW, dia mengurungkan niatnya karena melihat wajah Rasulullah yang begitu menyejukkan. dia pun langsung bertaubat dan masuk Islam setelah bertemu langsung dengan Easulullah SAW.

    jawab Abu Jaisy:
    Saya tidak pernah membenci ustad tersebut, yang saya benci adalah perbuatannya yang membenci umat Islam yang lainnya. Saya sangat menyayangi setiap ulama Islam, tetapi jika ulama tersebut bertindak salah tentu jamaahnya harus mengingatkan. Kita harus tahu bahwa Rasulullah saja pernah berbuat salah, dan langsung di ingatkan oleh Allah. Lalu bagaimana jika seorang umat Islam yang salah, kata Umar bin Khattab “Pedang ini akan mengingatkan Abu Bakar jika melakukan kesalahan”. (ingat point-nya bukan pedangnya loh!)

    wallahu a’lam

  16. ralat: kalimat terakhir maksudnya Rasulullah SAW, bukan Easulullah.

  17. Saya menyimak debat anda dengan blogsebelah. Sementara ini saya bisa simpulkan 1-0 untuk anda. Poin ini anda dapat dari item kejelasan identitas.
    Untuk item konten saya kira masih belum layak disebandingkan karena salah satu pihak belum jelas identitasnya…
    Lain daripada itu, monggo mengingat kembali perseteruan NU Muhammadiyah… Agar tidak terulang di tarbiyah vs majelis zikir….

    Jawab Abu Jaisy01:
    Tidak ada maksud apa-apa antara saya dengan siapa-pun Umat Islam. Dan saya pun tidak bermaksud ada skor2an. Niat saya hanya untuk Allah. “Perseteruan” NU-Muhammadiyah dahulu itulah yang seharusnya menjadi tolak-ukur kita, sehingga kita tidak mudah mengklaim-klaim diri kita paling benar dari umat Islam yang lain, sehingga gampang menyesat-nyesatkan selain golongannya.
    Terima kasih telah berkunjung 🙂

  18. Jazakallah khair
    Terima kasih artikelnya ya akh, sangat bermanfaat.
    Btw masih banyak aja yang komentar aneh-aneh, sampai dicoret 🙂

    Salam kenal

    Jawab Abu Jaisy:
    Semoga bermanfaat, yah hitung-hitung latihan kesabaran dengan komentar-komentar yang aneh-aneh 🙂
    Syukron khatsir telah berkunjung.

  19. Pernyataan anda di tulisan di atas:
    “Mari kita bersama-sama membaca Al Quran dan mentarjimkan (menterjemahkan sendiri) atau syukur-syukur ikut dalam kajian tafsir Al Qur’an. Kita juga alangkah lebih baiknya belajar menghafal dan mengaplikasikan hadits yang “terpercaya”.Jangan dibodohin oleh orang yang menakut-nakuti kalau kita belajar Al Quran dan hadits tanpa guru/ustad maka kita akan sesat. Insya Allah jika niat kita ikhlas untuk meniatkannya kepada Allah, masa iyah Allah menyesatkan kita? Pasti tidak! Jangan lagi mudah percaya kepada ucapan sang ustad kalau kita sendiri belum menemukan dalilnya. Dan tidak perlu merasa benar sendiri ketika kita sudah menemukan dalil kepada suatu masalah yang disitu terdapat perbedaan pendapatnya”.

    Komentar saya:
    Pertama, memahami kitab tidak cukup dgn terjemah saja karena dalam terjemahan pasti terjadi pergeseran makna. Kitab Al Quran juga tidak cukup hanya dipahami oleh org yg sekedar ngerti bahasa Arab tapi juga ngerti konteks dari ayat yg ditafsirkan sehingga yg paling pantas mentafsirkan adalah para ulama. Siapakah ulama? ulama adalah orang yg ahli dlm bidang agama terutama yg ahli hadits. Coba sekarang saya tanya: dlm kitab bulughuhl mahram hadits nomor 1 disebutkan air laut bisa digunakan utk wudhu. Apakah yg disebut air laut disini? apakah air yg rasanya asin mskpn jumlahnya sedikit, apakah air di danau toba yg jumlahnya tp tidak asin banyak bisa dikategorikan air laut, apakah air sungai musi yg mengalir bisa dikategorikan air laut krn jumlahnya byk? Jawaban itu semua hanya bisa diberikan oleh orang yg berilmu ahli tafsir dan tidak cukup dgn terjemahan saja.

    Kedua, ikhlas saja tidak cukup, belajar ilmu agama tidak bisa otodidak karena tidak ada yg mengingatkan kalau salah apalagi ilmu agama itu kalau salah tidak akan tampak, beda dengan percobaaan di laboratorium yg mudah sekali tampak kalo gagal.

    Ketiga, sudah merupakan fitrahnya kalau islam itu berbeda2 dan terpecah menjadi 73 golongan seperti disebutkan dlm suatu riwayat. Jgn mengharapkan utk dgn mudahnya semua bersatu dan melupakan semua perbedaan. Perbedaan itu juga bermacam2 tingkatannya. Perbedaan itu bisa ditoleransi apabila metode pencarian kebenarannya sama tetapi memberikan hasil yg berbeda. Itulah kenapa mengapa beberapa imam besar seringkali terjadi perbedaan pendapat tapi tidak terjadi perpecahan. Mereka memiliki metode pemahaman yang sama tetapi dalam penarikan kesimpulannya memberikan hasil yang berbeda. Hal ini tidak dapat disamakan dengan perbedaan antara kelompok ikhwanul muslimin, hizbut tahrir, jamaah tabligh, dan salafy. Mereka memiliki metode pemahaman yang berbeda sehingga tidak mungkin untuk disatukan.

    Sepertinya pemahaman Anda sendiri juga masih byk yang membingungkan. Hati-hati kalau menulis di blog, bisa jadi Anda bermaksud mengajak kebaikan tapi malah menjerumuskan orang ke jalan yg bukan semestinya karena kebodohan Anda dlm ilmu agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: