Mossad Setelah Bunuh Mahmud Al Mabhuh, Sasaran Kedua PM Ismail Haniya, Hamas Tak Gentar!


image TEL AVIV–Untuk menegaskan keterlibatan Mossad dalam pembunuhan elite Hamas Mahmud Al Mabhuh, mantan panglima Israel Danny Haltus mengaku memberi apresiasi pembunuhan itu. Sementara kepala Komisi Parlemen di Knesset Yarev Lipeni menyerukan agar membunuh PM Palestina di Gaza, Ismail Haniya.

Situs aljazeera.net edisi Rabu (24/2) melansir ucapan Haltus dalam sebuah kuliah di Universitas Tel Aviv bahwa siapapun sosok seperti Al Mabhuh harus berfikir sejenak sebelum melakukan aktivitasnya. "Ia menegaskan, aksi semacam ini akan menggentarkan organisasi terorisme dan negara-negara juga akan menyadari kemampuan Israel," tegasnya.

Haltos menyinggung bahwa pembunuhan elite Hizbullah Lebanon, Emad Mughaniyah, sebagai tindakan menggentarkan sehingga tidak heran Sekjen Hizbullah selama tiga tahun setengah berada di persembunyian. Dia yakin suatu saat Israel akan mampu menghabisinya. Haltos menambahkan, operasi pembunuhan akan menimbulkan kerugian bagi kinerja kelompok ‘teroris’ menunjuk kelompok perlawanan dan negara seperti Iran dan Ahmadinejad.

Sementara itu, kepala komisi parlemen di Knesset Yarev Lipeni menyerukan agar menghabisi PM Palestina Ismail Haniya setelah pembunuhan terhadap Al Mabhuh. Seruan ini disampaikan pada saat membahas penolakan Knesset terhadap usulan yang diajukan oleh seorang anggota parlemen untuk membahas keterlibatan Mossad dalam memalsukan pasport Israel dan digunakan dalam pembunuhan Al Mabhuh di Dubai.

 

Red: irf

Al Qassam Peringatkan Israel Bila Berani Sentuh Haniyah

image Gaza –Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, memperingatkan penjajah Zionis bila sampai menyentuh PM Palestina Ismail Haniya atau pemimpin gerakan lainnya. Al Qassam menyerukan Israel untuk mengambil pelajaran akibat dari perbuatan ini dengan baik.

Pernyataan al Qassam ini menanggapi pernyataan ketua komisi parlemen di "Knesset" Israel Yariv Levin yang menyerukan pembunuhan Haniyah setelah operasi pemunuhan pemimpin militer Hamas Mahmud Mabhuh sebulan lalu di Dubai oleh agen intelijen "Mossad".

Jurubicara al Qassam Abu Ubaidah, dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita "Quds Pers", mengatakan, "Ancaman terakhir untuk membunuh Perdana Menteri Ismail Haniyah menunjukkan kegigihan Israel dalam melaksanakan kebijakan pembunuhan secara pengecut."

Dia menambahkan bahwa "seruan pembunuhan terhadap Ismail Haniyah ini muncul dalam konteks reaksi berkelanjutan pada Israel atas pembunuhan Mahmud Mabhuh martir. Ini juga membuktikan bahwa Israel secara implisit mengakui bertanggung jawabnya atas kejahatan yang berusaha untuk diperbaiki citranya di dunia dan menyangkal adanya bukti-bukti yang jelas tentang keterlibatannya dalam operasi ini. Melalui reaksi ini Israel mengakui kejahatan ini. Ini adalah kebiasaan penjajah Israel sejak lama dalam melakukan pembunuhan pengecut."

Abu Obaidah melanjutkan, "Ancaman ini tidak akan menggetarkan dan menakhlukkan kami. Kami akan tetap pejuang melindungi para mujahid dan pemimpin kami. Di sisi lain, kejahatan Zionis seperti justru hanya akan menambah kekuatan dan kegigihan kami untuk melanjutkan perlawanan. Namun jika penjajah Israel berfikir melakukan kejahatan semacam itu maka mereka harus mengkaji konsekuensinya dengan baik." (asw)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Alhamdulilah… Semakin jelas mana yang benar dan mana yang tidak benar.
    InsyaAllah umat Muslim didunia bisa bersatu seperti apa yang sudah dijanjikan Allah. Amin…

  2. si Israel kok gak insaf2 seh???kan kesian tu palestina+hamasnya, mereka mau hidup baek2 dan damai……..tp Israel ngajak ribut mulu :<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: