STOP!!! Bercadar Tidak Boleh Nge-Kost (Sebuah Diskriminasi)


image MAlang- Orang bercadar atau memakai burka dilarang menyewa kamar kos di Malang. Terkesan diskriminasi, tapi inilah yang terjadi di wilayah Jl Gajayana RT 3/RW 2, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Aturan ini ditetapkan bersama oleh perangkat RT dan warga, dimana perempuan yang memakai pakaian tertutup seluruh tubuhnya, khususnya yang memakai cadar dilarang menyewa kamar kos di kawasan yang memang menjadi salah satu sentra pondokan mahasiswa asal luar kota.

Cahyono, Ketua RT 03 mengatakan, aturan ini ditetapkan sejak pekan lalu dan berlaku di seluruh wilayah RT 03. Peraturan ini muncul setelah seorang wanita bercadar hendak menyewa sebuah kamar kos milik salah satu warga.

Meski mempunyai KTP, wanita tersebut menolak memperlihatkan wajahnya untuk dikenali. “Warga takut, cadar tersebut hanya sebagai upaya menutupi identitas asli. Dan dikhawatirkan, ada teman-temannya yang lain datang dan menggunakan cadar yang sulit dikenali. Bisa jadi mereka ini ternyata cowok yang bersembunyi di balik pakaian tersebut,” kata Cahyono, Selasa (16/3).

Sumanan dan Seno, dua warga yang rumahnya difungsikan sebagai tempat pemondokan, juga menyetujui aturan ini. Mewakili warga yang lain, Sumanan mengatakan, warga tidak ingin anggota jaringan terlarang atau orang-orang yang dicari polisi terkait terorisme bersembunyi di wilayah mereka.

Untuk itu, warga sepakat, penghuni kos wajib menyerahkan foto diri, fotokopi KTP atau tanda identitas lainnya jika ingin tetap tinggal. Jika tidak memenuhi hal tersebut, penghuni kos dipersilakan pindah.

Menyusul aturan ini, warga setempat juga menyepakati, kegiatan-kegiatan pengajian yang melibatkan orang banyak yang dilakukan penghuni kos dilarang atau dibatasi. “Intinya, segala kegiatan harus diketahui ketua RT, dan pengajian-pengajian yang kerap dilakukan beberapa penghuni kos akan kami selidiki. Jika dirasa mengganggu akan dilarang,” lanjut Cahyono yang mengatakan ada sekitar 100 lebih warga pendatang di lingkungan tersebut.

Kapolsekta Lowokwaru, AKP Gatot Suseno mengatakan, aturan yang dilakukan warga tidak akan dipermasalahkan polisi. Gatot merasa, peraturan tersebut hanya sebagai langkah antisipasi warga terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Anggota F-PAN DPRD Kota Malang dari Dapil Lowokwaru, H Pujianto SE, ketika dimintai tanggapannya tentang ini mengaku prihatin. Menurut Pujianto, Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila dan sila pertama menegaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, sesuai Pancasila, umat Islam seharusnya juga diberi tempat. ”Semestinya nggak boleh seperti itu. Mereka yang akan indekos kan dapat dimintai kartu identitas maupun dokumen kependudukan dari tempat asalnya,” papar Pujianto.

Kalau masyarakat curiga wanita bercadar itu merupakan seorang laki-laki atau anggota teroris, warga bisa meminta bantuan seorang wanita setempat untuk membuka cadar tanpa disaksikan warga pria. ”Negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Bercadar itu merupakan salah satu budaya, sehingga budaya itu harus dihormati,” kata Pujianto.

Dalam Perda Kota Malang terkait Pemondokan, juga tidak ada larangan untuk orang bercadar indekos di Kota Malang. Perda itu hanya mengatur retribusi pemondokan dan larangan satu tempat pemondokan untuk putra dan putri. nwhy/ekn

Iklan

2 Tanggapan

  1. Suruh istri Pak RT buat ngecek tampangnya. Gitu aja kok repot..!!

  2. ya Allah tabahkanlah para saudariku ini ya Rabb..tampakkanlah kebenaran Islam pada masyarakt yg jahil ini..saudariku Islam sebntar lagi akan bangkit yg akan mjaga kehormtan muslimah dan akan mghbisi orang2 yg mlcehkanx..sbntr lagi.Allahu Akbar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: