Mengkramatkan Kuburan Adalah Haram, Membongkar Cagar Budaya Adalah Kedustaan


Kita bisa melihat bagaimana peristiwa yang terjadi di Priok baru-baru ini. Peristiwa yang sangat disayangkan bagi kita semua. Dua kali peristiwa Priok terjadi di Indonesia dan kasusnya kurang lebih “sama”.

Untuk kali ini kita membahas masalah ini dari sudut Islam. Orang diluar Islam dan yang tidak mengerti tentang hukum Islam akan menganggap bahwa Islam adalah agama mistik! Karena selalu disuguhi oleh tayangan-tayangan mistik dan kuburan-kuburan keramat yang semua itu adalah dilakukan oleh orang Islam. Dan hal itu adalah sebuah kesyirikan.

Dari segi hukum Islam, syirik merupakan perbuatan yang sangat tercela, bahkan Allah sangat tegas dalam hal ini. Yaitu tidak akan mengampuni dosa-dosa Syirik.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. An-Nisa’ : 48).

Lalu apa hubungannya dengan berziarah dikuburan? Rasulullah Bersabda

Dari Buraidah Ibnu al-Hushoib al-Islamy Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Dulu aku melarang kamu sekalian menziarahi kuburan, sekarang ziarahilah ia." Riwayat Muslim. Tirmidzi menambahkan: "Karena ia mengingatkan akan akhirat."

Di awal-awal Rasulullah sangat takut sekali bahwa umat Islam bisa tergadaikan aqidahnya atas kuburan-kuburan orang-orang yang dianggap sholeh. Karena dari kasus sebelumnya, Rasulullah sudah banyak sekali melihat orang-orang jahiliyah, Yahudi dan Nashrani menjadikan kuburan orang-orang shaleh menjadi tempat peribadatan mereka. Ketika ditanya oleh Rasulullah kenapa mereka membuat hal-hal seperti itu “menyembah” kuburan. Mereka (orang-orang Jahiliyah, Yahudi dan Nashrani) itu menjawab “Kami tidak menyembah kuburan, tetapi kami berdo’a melalui perantara orang shalih yang sudah meninggal ini” Insya Allah kurang lebih seperti itu.

Karena itu Rasulullah bersabda:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Allah memusuhi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid." Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan: "Dan orang-orang Nasrani."

Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah [2]: 22)

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”

Didalam beberapa kasus sekarang ini, orang-orang yang sering berziarah kubur di makam-makam para waliyullah atau ulama-ulama yang sudah meninggal adalah meminta keberkahan. Tidak sedikit kesyirikan-kesyirikan yang terjadi tanpa sepengetahuan mereka (orang yang berziarah). Sepatutnyalah orang berziarah kubur adalah mendo’akan si ahli kubur, bukan meminta do’a kepada si ahli kubur dengan berharap manfaat/keberkahannya.

Sia-sialah orang yang melakukan sunnah (ziarah kubur) tetapi mereka melakukan kesyirikan. Karena dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya syafa’atku diperuntukkan bagi umatku yang sama sekali tidak berbuat syirik kepada Allah. (HR. Ahmad)

Ada tiga hal yang menyebabkan tidak bergunanya seluruh amalan, yaitu: syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan lari menghindari pertempuran (dalam perang fisabilillah) (HR. Ath-Thabrani)

Kita boleh berziarah kubur dimanapun, tetapi jangan sampai kita menjadikan kuburan-kuburan tersebut sebagai tempat berdo’a kita. Orang yang sudah meninggal walaupun sangat shaleh tidak akan memberikan manfaat apapun. Tetapi berbeda ketika hidup, orang shaleh/alim ulama bisa dimintakan untuk mendo’akan kita. Karena masih hidup dan masih bisa menengadahkan tangannya (berdo’a). Semua orang yang sudah mati itu putus segala amalannya kecuali tiga hal yaitu, Amal jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan Do’a anak yang shaleh.

Jika meminta do’a, langsung saja meminta do’a kepada Allah. Jangan meminta do’a kepada ulama yang sudah meninggal.

Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu beberapa patah kata: Jagalah Alloh, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan telah mengering.” (HR Tirmidzi Dia berkata , “Hadits ini hasan shohih”)

Kenapa kita harus jauh-jauh berziarah dengan niatan berdo’a meminta sesuatu dengan perantara kuburan orang shaleh? Bukankah hal itu adalah kesyirikan! Jika ada ulama atau orang Islam yang berkata bahwa “saya tidak berd’o’a meminta di kuburan ulama tersebut, tetapi itu adalah hanya sebuah perantara kepada Allah”

Jika alasan itu yang jadi dasar, maka berarti orang/ulama tersebut memberikan pembenaran bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi Anak Tuhan yang dijadikan perantara untuk bisa mendo’akan kepada Tuhan Bapa (yang asli). Lalu kalau begitu apa bedanya Islam dengan Yahudi dan Nashrani? Cukuplah hadits diatas yang menjadi pegangan!

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Allah memusuhi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid." Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan: "Dan orang-orang Nasrani."

Tetapi, ketika ada sebuah kuburan/makam seorang ulama yang menyebarkan agama Islam. Dibongkar dan dijadikan sebagai jalan tol atau tempat parkir peti kemas. Sungguh hal ini sangat dusta dan menghinakan kaum muslim! Sudah selayaknya kuburan tersebut dijadikan sebagai cagar budaya atas nilai history-nya tetapi ingat bukan dibudidayakan nilai mistisnya!

Maka sepatutnya pemerintahan Jakarta harus menghentikan segala upayanya dalam membongkar makam Ulama tersebut. Dan sudah kewajiban pemerintah membuat sebuah panduan buku sejarah yang nanti bisa memberikan manfaat dari sejarah dan tempat-tempat bersejarah. Bukan malah membongkarnya!

Iklan

7 Tanggapan

  1. Banyak ummat Islam yang karena ketidaktahuannya telah mengkramatkan kubur. Bahkan menjadikannya sebagai situs sejarah yang harus dijaga dan dirawat. Gawatnya lagi yang turut melestarikannya adalah pemerintah dengan anggaran khusus.
    Peristiwa yang terjadi di Priok beberapa hari lalu patut dijadikan pelajaran yang berharga bagi semua ummat Islam. (eLKISI)

  2. Salam damai buat negeriku, semoga negriku selalu diliputi rahmat dan selamat.

  3. jangan keliru penafsiran. mereka yang berdoa ditempat2 waliyullah itu cuma mencari tempat agar doa mereka kepada Allah lebih cepat terkabul. makam para wali allah itu seperti BTS yang sinyalnya kencang. emang berdoa bisa di mana saja tapi alangkah lebih cepat kalo doa kita berada langsung di BTS yang sinyal bandwithnya besar.

    Jawab Abu Jaisy:
    🙂
    Diatas sudah dijelas, asal mula diharamkannya berziarah dikuburan serta setelah Rasulullah menghalalkannya. Saya pernah membantah bukunya Agus Mustofa saat baru pertama kali beliau mempromosikan bukunya tentang hal-hal seperti itu di masjidnya IAIN Sunan Ampel. Beliau ternyata kurang dalil dan hanya bersumber pada akal saja. Hati-hati, pemikiran seperti ini dijuluki oleh Kh. Mustofa Bisri sebagai mu’tazilah dan tidak boleh dijadikan referensi. Seandainya memang seperti itu, seharusnya dibuat saja perkumpulan do’a seluruh agama disatu tempatkan, nah bisa jadi BTS-nya paling cepet karena Bandwithnya lebih besar. Kalau seperti itu jelas pemikirannya JIL (Jaringan Iblis La’natullah) 🙂
    Teman-teman NU yang saya kenal dan paham tentang ke-NU-an. Banyak yang tidak mendukung dan melarang orang NU untuk berdo’a meminta sesuatu dikuburan. Karena itu jelas syirik.
    Terima kasih telah berkunjung.

  4. udah sebelum memvonis syirik dan kafir sebaiknya pelajari dulu ilmu definisi….
    meminta tolong itu adalah perbuatan, apa beda meminta tolong orang mati dan orang hidup….
    berbicara itu perbuatan, berbicara dengan orang mati dan orang hiduo itu apa bedanya…
    yang jadi masalah kalau anda minta tolong kepada orang hidup, semisal dokter dengan keyakinan bahwa dokter lah yang memberikan kesembuhan,,,
    jangan2 karena ada kata kuburan yang kesannya seram terus larinya ke arah syirik,,,,,,tuh namanya syubhat rasa…

    Jawab Abu Jaisy:
    Kalau kita bicara Islam, harus memakai dalil Al Quran dan As-Sunnah serta Ijma para ulama. Tidak bisa bicara islam dengan “rasa” semaunya sendiri.
    Logika anda keliru!
    Jika anda ingin meminta tolong kepada dokter, tentu dokter tersebut harus masih hidup. Masa bisa dokter yang sudah mati dimintai tolong untuk menyembuhkan pasien, lalu yang ngasih resep obat dan menyutiknya bagaimana? 😀
    Nah itu juga logikanya jika anda ingin meminta do’a kepada ahli ibadah, tentu dengan orang yang harus masih hidup. Yang masih mampu untuk mendo’akan anda.
    Adakah dalil orang mati bisa mendo’akan orang yang masih hidup?
    Yang dimaksud syubhat itu iniloh haditsnya:

    Nu’man Ibnu Basyir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu’man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat, ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati.” Muttafaq Alaihi.

    Yang halal jelas dan yang haram jelas. Di antara keduanya ada perkara-perkara yang kelam (syubhat / kabur / samar-samar). (HR. Bukhari)

    Nah, dengan begitu jangan membuat syubhat-syubhat baru dengan berdo’a kepada kuburan. Jelas Allah mengharamkannya karena ada dalil yang menjelaskan hal tersebut!

    oya kabarnya masalah syirik juga dibagi menjadi dua, syirik besar dan syirik kecil…
    tindakan preventif itu baik, tapi bisa menjadi buruk kalau berlebihan….larinya ke khawarij yg mudah mengkafirkan sesama muslim…

    Jawab Abu Jaisy:
    Syirik kecil itu seperti ini:
    Dari Mahmud Ibnu Labid Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik kecil: yaitu riya.” Riwayat Ahmad dengan sanad hasan.

    Nah kalau syirik akbar/besar seperti yang diatas. Dosanya tidak akan diampuni!
    Jangan menyamaratakan dengan khawarij! Anda harus tahu asal-usul khawarij sebelum berstatement. Saya tidak pernah mengatakan kafir kepada saudara seiman walaupun berbeda madzhab! Ingat, bahwa Imam Syafi’i sendiri sangat anti terhadap hal-hal yang berbau syirik! Jangan sampai anda menganggap Imam Syafi’i sebagai khawarij! Masalah akhidah dan Tauhid itu tidak ada hubungannya dengan khawarij.
    Menggadaikan akhidah untuk berbuat syirik jelas hal itu adalah perbuatan yang sia-sia dan memberikan banyak dosa!

    Saya teringat dengan fatwa Imam Syafi’i
    “Saya melarang dibinakan masjid di atas kuburan dan disejajarkan atau dipergunakan untuk solat di atasnya dalam keadaan tidak rata atau solat menghadap kuburan. Apabila ia solat menghadap kuburan, maka masih sah namun telah berbuat dosa”. (al-Umm 1/278. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/261)

    Sebaiknya kita mempelajari Islam dengan kesungguhan bukan hanya beragama dengan emosi!

  5. saya tunggu diskusi dengan anda di blog saya …

    Jawab Abu Jaisy:
    Loh bukannya kebalik mas? 😀

  6. Banyak org telah yakin setelah ziarah ke makam si A, trus sgl urusan lncr atau bisnis menjadi berkmbang,
    Bagaimana menurut Anda, saya blm prnah mendapat jwbn yg bagus?

    Jawab Abu Jaisy:
    Itu hanya sugesti! Kadang seseorang setelah datang ziarah ke makam si A, merasa sudah diberkati sehingga dia berusaha dengan giat dan optimal. Dan akhirnya usahanya memang berkembang. Masalah perkembangan itu sendiri bukan karena datang dari kubur si A. Tetapi karena kegiatan dan ke-optimalan seseorang tersebut dalam berusaha sehingga usahanya menjadi berkembang. Orang-orang seperti ini pada hakekatnya bukan orang-orang yang mempunyai percaya diri!
    Namun sayang, walaupun usahanya berkembang. Dia telah melakukan kesyirikan dengan berdo’a meminta sesuatu di kuburan!
    Apalah artinya kita mempunyai harta yang melimpah, tetapi akhidahnya tergadaikan oleh neraka?

  7. kmbalilah pda niayt yg benarrr
    wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: