KOMPAS, Situs Berita Terindah Untuk Menghina Islam


Beberapa waktu lalu saya membuka sebuah berita dari Kompas yang berjudul “Untuk Shahzad, Bui Seumur Hidup” ketika saya membaca semuanya sampai selesai, tibalah saya melihat beberapa komentar yang berada di bawah kolom artikel.  Beberapa orang-orang nyeleneh berkomentar, tetapi yang membuat kita marah adalah komentar dari orang ber-username “Catur Adi Nugroho” Silahkan lihat komentarnya:

Catur Adi Nugroho Penghina Islam

https://suara01.wordpress.com/2010/04/09/cara-cepat-dan-mudah-mendapatkan-uang-27-dalam-sehari/

Walaupun saya juga tidak sepakat dengan pengeboman yang dilakukan didaerah Sipil non Militer yang dilakukan teroris, tetapi saya sangat marah atas perkataan Catur Adi Nugroho yang menyimbulkan Islam itu adalah agama penyebar teror, senang dengan menghukum mutilasi, merendahkan perempuan dan Islam dianggap suka membunuh.

Jelas bahwa fatwa ulama mengharamkan untuk mengebom didaerah sipil non War (peperangan) atau non basis militer ketika perang. Bagi para teroris sendiri mereka mengkafirkan orang diluar golongan mereka, jelas mereka ada khawarij yang sangat dibenci oleh Islam.

Islam dimanapun berada pada kedamaian, tidak pernah menyebarkan dengan peperangan. Kita bisa melihat bagaimana Indonesia bisa dengan damai menjadi Islam berkembang, sampai akhirnya orang-orang kafir Portugis, Belanda datang menyerang Indonesia. Siapa pun tahu semboyan para orang-orang kafir “KEMENANGAN, EMAS dan AGAMA (Glory, Gold and Gospel)” jadi orang-orang kafir itu memang senang menjajah lalu diambil sumber-daya daerah jajahannya dan orang-orang pribuminya dipaksa untuk mengikuti agama mereka. Ini sejarah dan realitas. Tetapi Islam tidak pernah seperti itu. Islam datang dengan kedamaian, berdagang, saling menguntungkan dan saling memberikan pengetahuan.Akhirnya karena memang orang Islam jujur-jujur dan baik, tentu orang simpatik dengan Islam saat itu.

Jika memang dia ingin berdialog masalah hukum Islam, tentu dia akan gentleman untuk mendiskusikannya dengan baik. Dia mungkin tidak pernah pergi ke Amerika! Di Arsip Nasional Amerika atau Perpustakaan Kongres Amerika pada tahun 1987 telah menetapkan sebuah keputusan (Treat Of 1987) bahwa penduduk Asli “Indian” dalam bidang perdagangan, Maritim serta Pemerintahan Menganut sistem Islam.

Kalau dia punya uang dan pergi ke negara bagian Carolina, dia tidak akan menyangka kalau negara bagian itu (Carolina) menganut sistem Pemerintahan berdasarkan perundang-undangan Islam.

Ketika saya mencoba search dengan kata kunci “Catur Adi Nugroho” Kompas. Beberapa postingan berita tentang Islam, dia komentari dengan rasis bahkan menghina Islam dan Rasulnya. Bagaimana bisa situs berita yang dibukan oleh ribuan pengunjung setiap harinya bisa memuat komentar-komentar yang menghina Islam seperti itu. Apakah memang KOMPAS itu tetap sebagai KOMANDO-nya PAS-tur?

https://suara01.wordpress.com/2010/03/30/cara-mudah-mendapatkan-dollar-dari-internet-untuk-pemula-tidak-perlu-blog/

Iklan

4 Tanggapan

  1. astaqfirulloh…..tambah terang aja kompas > komando pastor. T.kasih postingannya.

  2. salam kenall..blognya keren..artikelnya juga keren..

    di tunggu kunjungan baliknya,,

  3. Kalau KOMPAS itu Komando Pastor apa ada yang salah? Lebih parah kalau kita baca majalah2 atau buletin seperti sabili dan sejenisnya juga banyak sekali hal2 yang menurut saya menghina atau bersifat rasis. Tuhan tidak menjadi lebih suci karena pembelaan manusia fana macam kita, yang terpenting dimulai dari diri kita sendiri menciptakan perdamaiaa untuk membuktikan bahwa kita dan agama kita adalah sumber cinta bukan sumber perpecahan. Saya sendiri seorang beragama Hindu, yang jelas di Indonesia adalah minoritas, tapi berhasil hidup damai dengan agama manapun. Apakah Islam di Indonesia bisa membuktikan hal yang sama? dengan ormas2nya yang pernah merusak dan menghancurkan tempat2 hiburan malam (lebih2 dari polisi yang resmi) Setelah jawabannya ya, barulah sewot bersama. Berkacalah sebelum marah. Salam.

    Jawab Abu Jaisy:
    Lah tidak ada yang salah, kalau Kompas komando pastor berarti akhirnya kami bertambah yakin, kalau sabili rasis kenapa nggak dituntut? Jangan hanya karena tidak suka dibilang rasis. Setiap muslim/organisasi Islam yang bergerak dan menghancurkan tempat hiburan tentu karena itu merusak moral. Kalau di Bali, silahkan melanggar norma Islam, tetapi ketika berada di tempat-Islam sebaiknya hormatilah Islam. Saya juga punya tetangga hindu, beliau sendiri tidak senang dengan orang-orang kristen yang seenaknya beribadah dimana-mana. Di India, sebagian besar Hindu, tetapi lihat muslim disana. Sama saja teraniaya. Berbeda jika mereka berada di negara Islam. Islam sangat toleran terhadap umat beragama lain selama mereka hanya menjalankan agamanya untuk mereka sendiri. Tidak ada niatan untuk menyebarkan kepada orang Islam atau menganggu ibadah orang Islam. Maka dari itu dalam Islam itu mengenal kafir ada dua, kafir qirby dan harby. Kafir yang baik dan kafir yang buruk. Kalau yang baik maka kita disuruh untuk melindunginya, tetapi untuk yang kafir yang buruk dan benci terhadap Islam, maka kita harus melawannya.

    Tuhan memang tidak perlu dibela, tetapi agamanyalah yang wajib untuk dibela.

    Dari dulu Islam itu damai, tetapi Islam bukan agama yang pengecut. Kalau di ganggu diam saja, kalau Islam tidak damai tentu daerah non Islam sudah dijajah oleh orang Islam! Tetapi buktinya tidak.

    Islam bergerak itu karena ada yang ganggu, ibaratnya ular tidak akan menggigt kalau tidak terinjak!

  4. Subhanalloh,,,,pembuktian yang sangat akurat….akhi…mantap jawabannya, jazakallah khoir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: