Jawaban ESQ Ary Ginanjar Atas Fatwa Sesat Ulama Malaysia


image ESQ Leadership Center menanggapi fatwa dari Wilayah Persekutuan-Malaysia atas tuduhan sesat. Dalam rilisnya ESQ mengaku sebagai lembaga training sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan membentuk nilai dan karakter, melalui penggabungan 3 potensi manusia, yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

Sehubungan dengan berita mengenai fatwa atas training ESQ yang dikeluarkan oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, ESQ menjelaskan tujuh hal.

Pertama, Malaysia memiliki 14 Mufti untuk 13 Negeri dan 1 Wilayah Persekutuan (setingkat Provinsi di Indonesia), yaitu: Negeri Johor, Negeri Kedah, Negeri Kelantan, Negeri Melaka, Negeri Sembilan, Negeri Pahang, Negeri Perak, Negeri Perlis, Negeri Pulau Pinang, Negeri Selangor, Negeri Trengganu, Wilayah Persekutuan, Negeri Sabah, Negeri Sarawak https://suara01.wordpress.com/2010/04/09/cara-cepat-dan-mudah-mendapatkan-uang-27-dalam-sehari/ Kedua, Fatwa Pengharaman terhadap Training ESQ dikeluarkan oleh Mufti Wilayah Persekutuan, mencakup Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan, satu di antara 14 Mufti  tersebut di atas.

Ketiga, hari ini pada tanggal 7 Juli 2010, Mufti Penang, Mufti Pahang, dan Mufti Kedah sudah memberikan rekomendasi kepada Training ESQ

Keempat, untuk mendapatkan penilaian atas Training ESQ, 8 orang Mufti serta Timbalan (Wakil) Mufti di Malaysia sudah mengikuti training ESQ. Namun, Mufti Wilayah Persekutuan tidak pernah mengikuti training ESQ hingga saat ini. Tanggapan dari 8 orang Mufti dan Timbalan (Wakil) Mufti, yang sudah mengikuti training ESQ, sangat positif dan mereka menyampaikan tidak ada penyelewengan di dalam Training ESQ.

Di antara  8 orang Mufti dan Timbalan (Wakil) Mufti yang sudah mengikuti Training ESQ, adalah Tan Sri (Dr) Hj. Harrussani bin Hj. Zakaria  (Mufti Perak),  Dato’ Hj. Hasssan bin Hj. Ahmad (Mufti Pulau Pinang),  Dato’ Hj. Mohd Yusof bin Hj. Ahmad (Mufti Negeri Sembilan),  Tuan Haji Kipli bin Haji Yasin (Mufti Sarawak),  Dato’ Hj. Mohd Tahrir bin Dato’ Shamsudin (Mufti Johor),  Dato’ Hj. Abd. Rahman bin Hj. Osman (Mufti Pahang),  Dato’ Hj. Che Mohd Rahim bin Hj. Jusoh (Timbalan Mufti Kelantan),  Tuan Syeikh Marwazi bin Dziyaudin (Timbalan Mufti Kedah),   

Tripple One

Sebagaimana diberitakan di media ini sebelumnya, training Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian dinilai sesat oleh Mufti Malaysia karena ajarannya dipandang banyak bertentangan dengan Islam.

Sebagaimana dikutip dari situs http://www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7), Fatwa Mufti Malaysia itu ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010.

Oleh Mufti Malaysia, ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.

Ciri-cirinya, menurut Mufti Malaysia adalah, ESQ mendukung paham liberalisme, karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas, mengajarkan ajaran seluruh agama adalah benar dan sama, dianggap menuduh para nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian, dituduh mencampuradukan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam.

Mufti juga melihat jika ESQ menekankan konsep ‘suara hati’ sebagai rujukan utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.

ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-Quran dan Hadis. Mukjizat juga tidak dipandang di ESQ karena bertentangan dengan keadaan zaman sekarang yang serba logik.

ESQ menyamakan bacaan Al-Fatiha sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat dengan "tripple one". Menurut Mufti, itu adalah tafsiran sesat.

Meski mendapat cap sesat Mufti Wilayah persekutuan Malaysia, ESQ mengaku, sampai saat ini, trainingnya di negeri jiran itu terus berlangsung. [ida/cha/hidayatullah] https://suara01.wordpress.com/2010/03/30/cara-mudah-mendapatkan-dollar-dari-internet-untuk-pemula-tidak-perlu-blog/

Iklan

19 Tanggapan

  1. […] This post was mentioned on Twitter by suara. suara said: Jawaban ESQ Ary Ginanjar Atas Fatwa Sesat Ulama Malaysia: ESQ Leadership Center menanggapi fatwa dari Wilayah Pers… http://bit.ly/b5iH8x […]

  2. esq yang sabar ya…paling2 urusan sebenarnya cuma karena setelah ada esq ulama lokal malaysia jadi sepi job, gak laku…thats all….

    urusan perut murni.

    • Hati kalau bicara..kalau ga bisa dibuktikan, akan berujung fitnah. fitnah lebih kejam dari pada membunuh.

      salam,

    • Mas Arif Saya orang indonesia tapi saya sadar betul kalau bangsa kita telah jaug ketinggalan oleh Malaysia.
      nah inilah penyakit kita “GAK SADAR”
      Kalu mau Bangsa ini maju maka tanamkan nilai-nilai Islam pada Bangsa ini.
      dan kita harus sadar kemana kita harus bertanya, ” kepada para Ulama dong” dan tentunya gratis…
      Jadi Beda ESQ Bayar dan Belajar sama ulama Gratis.
      Jadi Ulama Ngak pernah kehabisan Job..
      Kalau ESQ Peserta Terbatas…… Buruan daftar tar kehabisan tiket loooo….. HEeeeee..

  3. Semoga ESQ tidak dicontek atau di klaim. amin

    Akhir kata saya ucapkan: Maju terus proyek peradaban ayo ESQ

    • Untuk kebaikan dan kemajuan umat dan sesuai dengan cita-cita agama. tidak ada salah nya mencontoh. ilmu yang bermanfaat harus disebarluaskan. semoga Pak pepen bisa mengerti.

    • Ya semoga saja… Karena bahaya kalau banyak aliraan yang aneh-aneh macam begini…

  4. kata yang pernah ikut trainning malah mirip-mirip Mabit gitu, trus habis nangis-nangis, malah ketawa ketiwi sambil ikhtilath ria gimana tho?

  5. ada yang nanggapi dg gaya metal tapi masuk akal dan mudah dicerna, disini
    (URL edit by admin. Saya taruh di tempat yang semestinya “URL”)

  6. sebentar lagi Indonesia yang berfatwa bahwa ESQ Ary Ginanjar itu SESAT DAN MENYESATKAN….

  7. Apa yang dikerjakan oleh ari ginanjar ini sebenarnya adalah penistaan terhadap ajaran2 islam. Coba perhatikan dari caranya berpenampilan sampai teori2 yang dia ajarkan sangat tidak lazim.
    Dari penampilan aja dia sudah aneh tur nyleneh gak menunjukkan keislaman sama sekali, bandingkan dg para ustadz dan alim ulama, dimana mereka senantiasa mengenakan pakaian islami yg memang bagian dr ciri seorang muslim,
    banyangkan kalau semua ustadz pakaiannya kemeja, jas ma dasi. Mana pendeta mana ustadz?, makanya tidak heran bny orang yang terkecoh ketika melihat penampilannya pertama kali di tv, byk yg mengira ni acara kayk siraman rohani agama nasrani . bukankah ini suatu bentuk penyepelean terhadap para ustad dan alim ulama yg senantiasa menampilkan sosok seorang muslim dari pakaianya sebagai syiar agama.
    Dari sisi ajarannya banyak sekali memunculkan istilah2 baru yang aneh, yang bahkan tidak pernah digunakan oleh para alim ulama kita dalam mengajarkan ilmu2 agama islam,seperti: god spot, Repetitive Magic Power, Emotional Quotient, Spiritual Quotient, dan seabrek istilah lainya yang sangat tidak lazim dalam ajaran2 agama islam. Seolah-olah apa yang diajarkan oleh guru2 kita dipondok pesantren&madharasah sudah ketinggalan zaman dan perlu dirombak kurikulumnya.
    Kita ini sudah dibodohi oleh ari ginanjar dengan ESQnya. Dia itu hanya mencampur adukkan ajaran islam dengan pemikiran2 ilmuwan barat agar menarik org untuk mempelajarinya, sehingga mengalirlah pundi2 uang kekantongnya tp yg paling menkhwatirkan adlah terseret kaum muslimin pada pemahaman sesat yang menolak setiap ajaran islam yang tidak rasional dengan logika mereka. sadarlah saudaraku”,jangan kalian seperti kerbau yang dicocok hidungnya”!!

  8. @atasku…
    Belajarlah untuk menilai diri sendiri dulu aja yah, jgn pinter mengoreksi dan menilai org lain aja, yah… Setuju??? Qt sama2 belajar yu’!!, terutama hati kita, yah… yah… Ocre.,

    • Assalamu’alaikum. saudaraku kita tidak bisa memaki atau mencomooh para saudara kita yang mengatakan kalau ESQ itu menyesatkan, dan kita tidak juga lantas boleh mengatakan saudara kita sesat, mari kita berdoa semoga Allah berikan hidayah pada kita semua
      sedikit saya akan memberikan komentar saya:
      menurut saya mungkin-mungkin saja jika Esq ini difatwakan sesat oleh Mufti malaysia. saya pernah ikut training ini. dihari pertama saya langsung terkejut ketika melihat para panitia pria yang memakai pakaian serba hitam ala barat, memang para wanita memaki kerudung berwarna hitam tetapi tetao saja masih menampakan lekuk tubuhnya sehinnga ini bukan mencerminkan muslimah yang sesungguhnya. Saya mengerti jika kita komentari sedemikian pastilah mereka menjawab bahwa kita boleh saja meniru budaya orang lain tetapi asal tidak lupa jati diri. Seperti yang diajarkan dalam training ini yang acuanya diambil dari penggalam film saat kaisar meiji berpidato dan itu ditayangkan dalam training itu. “ sadarkah jika kita benar seorang muslim seharusnya kita lebih bisa mengenali jati diri kita kita harus mampu berpenampilan secara islami dimanapun berada karena itu merupakan salah satu usaha kita dalam men syiarkan Ilsam “ padahal Rasulullah sendiri pernah bersabda , “ Barang saiapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka ia merupakan bagian dari kaum itu” . nah jelas berpakaian ala siapa yang meraka pakai Ala muslim dan muslimah atau ala barat.
      Memang benar hati saya tersentuh saat mengikuti sesi demi sesinya. Karna banyak diceritakan kisah para nabi. Dan saya tersentuh ketika mereka memvisualisasikan bagaimana alam semesta ini tercipta, yang kemudian teori penciptaan itu bersesuaain antara ilmu pengetahuan abad ini dengan Al Quran walaupun saya sudah pernah membaca pembuktian ini sebelumnya dengan kronologis yang sama seperti yang tertulis dalam karya Harun Yahya “Keajaiban Al Quran”.
      Baik kita kembali ketopik permasalahan.
      Selama training saya digiring menuju alam bawah sadar untuk bisa memaknai tetang materi yang disampaikan.yang pada akhirnya kita diajak untuk mengenal Allah dan mencintai Allah. Tapi saya merasa aneh padahal jika kita ingin mengenal Allah dan mencintaiNya kita harus ikut contoh Rasullullah SAW. Dengan menghidupkan sunah-sunah beliau. Nah disini letak kejanggalan.
      Banyak peserta yang makan sambil berdiri sebagaimana hal ini sangatlah bertentangan dengan sunah rasull. Serta tidak adanya toilet jongkok sehingga Kencing sambil berdiri yang jelas najis akan sangat mudah menyiprat kepakaian dan sudah jelas ini bisa membuat sholat kita tidak bernilai.
      Nah maka berhati-hatilah “ibadah tanpa ilmu tertolak”
      Mungkin saya cukupkan samapi disini
      Saran saya mungkin ada baiknya jika kita ingin mengasah sisi spiritual kita dan mengenal Allah dan mencintanya maka belajarlah pada para Ulama, dan berkumpulah dengan orang-orang soleh.
      Dimana ??? Dimasjid, Dimajelis-majelis ilmu karena disanalah Rahmat itu turun , Bukan di Hotel-hotel atau gedung- gedung yang sunah-sunah Rasulullah tidak dihidupkan disana.
      Allah SWT a’lam

    • IYA MAS MAKANYA BELAJAR YUK SAMA USTAD DAN PARA ULAMA. GRATIS ASAL MAU INSSAF..
      KALAU DI ESQ BAYAR LOOO…

    • lau hanya menilai diri sendiri terus, jadi yang sesat n menyesatkan dibiarkan gitu!!!!!! ini yang berfatwa kan memang orang yang pantas……

  9. @dua diatasku
    apaan sih?
    emangnya klo muslim pakeannya harus gamis panjang putih2 gitu?
    jangan nilai dari luar donk,tapi dalamnya,,
    ESQ itu kan mengajarkan kita buat menggabungkan IQ, EQ, SQ agar kita sukses dunia akhirat makanya dia menggabungkan unsur agama dengan ilmu pengetahuan…
    istilah baru yang aneh??kan namanya juga penemuan jelas barulah,,,aneh?hahai…kamunya aja yang belum pernah denger,,,kasian banget…

    • Ya Iya Bos..

    • bukan gitu tapi lihat pelatihanya berbaur antara wanita n laki-laki. dan msh banyak lagi kesesatannya.lihat orang itu harus dari penampilan masalah hati itu Allah yang menilai. emang kamu bisa melihat isi hati orang.

  10. Unt saudara-saudaraku..
    apa yang kalian bicarakan semua tidak ada salahnya.. namun kalau kalian hanya menginterpretasikan sendiri2 maka akan menjadi debatale..
    kalau kalian pernah mengikuti training ESQ maka diawal akan dikatakan bahwa ini bukanlah pelajaran agama islam..
    kalaupun sumber yang dipakai adalah Al Qur’an dan As Sunah maka itu bukan untuk golongan tapi untuk seluruh umat manusia..
    Bukan Al Qur’an untuk islam
    Bukan Dunia untuk Islam
    Tapi Al Qur’an dan islam untuk dunia..
    nah..pada intinya semua kembali ke pribadi masing2, apakah esq ini menyimpang aqidah atau tidak, karena islam tidak mengajarkan untuk memaksakan terhadap keyakinan orang lain, ambil hikmahnya dan tinggalkan yang menurut anda kurang berkenan..

    @anti Taqlid..
    hemmm.. anda tidak salah mengatakan seperti itu karena anda hanya menyikapi dari sisi kulitnya.. kalau anda mengatakan bahwa ESQ tidak mencerminkan agama islam? maka ESQ memang bukanlah hanya untuk orang islam…
    sekarang saya hanya ingin bertanya pada anda,
    1. Apakah anda seorang muslim?
    2. Kalau memang jawabannya YA, apakah tulisan anda juga mencerminkan seorang muslim?
    Jawablah dari hati anda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: