Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part II

Beberapa waktu yang lalu saya membuat postingan yang sama “Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS” dan kini saya kembali mem-posting hal yang sama. Seandainya jika dia tidak menfitnah saya, maka postingan kedua ini insya Allah tidak akan saya publikasikan. Namun karena syabab Hizbut Tahrir ini membuat status di facebook yang menfitnah saya, maka postingan ini adalah sebagai tabayyun saya atas seluruh umat Islam tentang fitnah yang sudah biasa dilakukan oleh Hizbut Tahrir dan para syabab Hizbut Tahrir.

image

Diskusi ini adalah bermula ketika Syabab Hizbut Tahrir (Riyan Zahaf) membuat sebuah status di Facebook:

Baca lebih lanjut

Iklan

Inilah Akibatnya Jika Berani-berani Mengganggu Indonesia (Pic, Rudal Pemusnah TNI)

Mungkin kita tidak akan lupa ketika Amerika menggempur Iraq yang diperkirakan mempunyai senjata pemusnah massal. Hingga akhirnya puluhan ribu tentara sekutu Amerika dikerahkan untuk berperang di Iraq. Namun hasilnya NOL, senjata pemusnah massalnya tidak ada.

Setelah di infestigasi, ternyata senjata pemusnah massal tersebut telah beredar dipasar gelap. Beredarnya senjata pemusnah massal tersebut membuat Amerika ketar-ketir. Sehingga pemerintahan Amerika merasa kecolongan dengan lolosnya senjata pemusnah massal Iraq tersebut.

Hasilnya, adalah ketika senjata pemusnah massal tersebut beredar di pasar gelap. Amerika meng-identifikasi jika senjata pemusnah massal juga beredar dibeberapa negara muslim terbesar sedunia. Yaitu Indonesia, dengan banyaknya teroris yang diperkirakan bercokol di Indonesia maka ditakutkannya senjata itu jatuh ketangan teroris. Namun Amerika sangat kaget, ketika setelah diselidiki ternyata para teroris di Indonesia tidak menggunakan senjata tersebut, seperti prediksi Amerika sebelumnya.

Betapa kagetnya Amerika ketika mengetahui senjata pemusnah massal tersebut ternyata menjadi senjata andalan TNI. Maka dari itu, Amerika menginstruksikan agar jangan ada negara yang berani berperang dengan Indonesia, sebelum Indonesia menyerahkan senjata pemusnah massal tersebut kepada Amerika.

Inilah bukti-bukti foto dari Amerika ketika melihat latihan TNI dengan senjata pemusnah tersebut, dengan berbagai amunisinya:

Baca lebih lanjut

Inilah Gereja Pendukung Poligami

Ternyata, Ada Juga Gereja yang Mendukung PoligamiHILDALE–Gereja Fundamentalis Amerika FLDS, masih mendukung poligami. Menurut ajaran FLDS orang baru bisa masuk surga apabila menganut poligami, beristri dan beranak sebanyak mungkin. Perempuan hanya bisa merasakan kenyamanan di surga lewat suaminya. 

Sekte yang hidup di desa Hildale di perbatasan antara negara bagian Utah dan Arizona ini, dipimpin oleh Warren Jeffs. Tetapi mereka juga dijumpai di Texas. Menurut perkiraan ada sekitar 10 ribu penganut sekte di seluruh dunia.

Fotograf Stephanie Sinclair, diizinkan membuat laporan mengenai kehidupan penganut FLDS di Texas untuk New York Times Magazine dan National Geographic. Laporan foto tersebut mendapat penghargaan  bergengsi di Prancis ‘Visa pour l’image’.  Baca lebih lanjut

Al Qur’an Dibakar Serta Dilumuri Kotoran Di Michigan Amerika

Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang Michigan, meminta FBI melakukan penyelidikan atas insiden pembakaran al-Qur`an di sebuah masjid di East Lansing.
Hari Sabtu bertepatan dengan peringatan 9/11, anggota komunitas setempat mendapati adanya al-Qur`an yang dibakar dan lembaran halamannya dikotori dengan feses.
"Membakar Qur`an di masjid sama dengan membakar salib di gereja orang kulit hitam," kata Dawud Walid, eksekutif direktur dari CAIR-Michigan, merujuk taktik yang biasa digunakan untuk mengintimidasi pihak lawan pada zaman gerakan hak-hak sipil di AS.
Menurut keterangan Lt. Polisi Kevin Daley, peristiwa terjadi antara Jumat (10/9) pukul 11 malam hingga Sabtu (11/9) pukul 01.30 dini hari. Polisi belum mendapatakan tersangka maupun saksi dan keamanan di sekitar masjid yang terletak di Jalan Harisson Selatan itu ditingkatkan.

Baca lebih lanjut

Learning With the Professional Advisors

image Learning is very tiring, that’s a saying that a few times we often hear. Especially if when we learn without the help of a coach, you can imagine will be a lot that we will encounter difficulties in learning. Given that learning a very important field of study and become a part of life from the student. So should we have to seek and obtain a very professional counselors in various fields of study.

Baca lebih lanjut

24 Ribu Hafidz (Penghafal Al Quran) Lahir di Gaza, Jawaban Atas Pembakaran Al Quran Oleh Gereja Amerika

Di tengah maraknya isu rencana pembakaran mushaf al-Qur’an di Amerika Serikat, di Gaza malah merayakan kelulusan 24 ribu hafidz (penghafal) al-Qur’an. Mereka menyelesaikan hafalannya di kamp-kamp Taj al-Waqar yang digelar oleh Darul Qur’an sepanjang musim panas.

Pimpinan Darl Qur’an dan Sunnah, Dr. Naib Abdurrahman Jamal mengatakan bahwa Darul Qur’an telah mampu meluluskan sebanyak 24 ribu hafidz al-Qur’an, mengajarkan al-Qur’an pada 3 ribu anak-anak dengan dasar kaidah nuraniyah, serta mengajarkan 7 ribu orang tentang hukum tilawah dan ilmu Tajwid selama musim panas.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah siswa dan siswi yang telah mendaftar dalam program ini sudah mencapai 50 ribu orang. Mereka telah disebar kepada Departemen Waqaf, Departemen Agama, Asosiasi Pemuda Muslimah serta al-Majmu’ al-Islami. Sedangkan Darul Qur’an berfungsi sebagai pusat utama dari program ini.

Baca lebih lanjut

Ternyata Keluarga Usamah Bin Laden Punya Rumah Mewah di Israel

Sepenggal Kisah Keluarga Usamah bin Ladin di YerusalemYERUSALEM–Tak banyak yang mempublikasikan, keluarga bin Ladin ternyata kerap berkunjung dan tinggal di Yerusalem. Termasuk kemungkinan di dalamnya adalah Usamah bin Ladin.

Namun itu tidak terjadi saat ini. Karena, khususnya bagi Usamah yang kini menjadi musuh nomor satu Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Israel, tentunya akan sulit sekali berkunjung ke wilayah yang kini dibawah kontrol zionis tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika Usamah masih kanak-kanak atau di dekade 1960-an.

Ayah Usamah, Mohamed Awad bin Ladin, memiliki sebuah rumah yang cukup asri di Timur Laut Yerusalem. Rumah atau vila yang berdiri di atas lahan seluas 650 meter persegi itu memiliki 16 kamar tidur dan hanya berjarak lima kilometer dari Masjid Al Aqsa. Rumah itu tepatnya terletak di jalan menuju Ramallah dan Nablus.

Sebagai kontraktor ternama, ayah Usamah itu mulai membangun rumah tersebut pada 1962 ketika ditugasi pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk merenovasi Masjid Al-Aqsa. Walikota Shuafat, Abdul-Razeq Amouri, menceritakan pengalaman masa kecilnya tentang rumah keluarga bin Ladin itu.