Menguak Watak Buruk Syabab Hizbut Tahrir Dari Kebiasaan Dialog Mereka


image Beberapa kali saya mengupas bagaimana watak/karakter Syabab Hizbut Tahrir yang sangat memalukan bagi aktivis Islam. Bisa dilihat berbagai komentar dan jawaban para Syabab Hizbut Tahrir disetiap kali saya membahas masalah Hizbut Tahrir diblog ini maupun ditempat lain. Ini menguatkan kita semua bahwa Syabab Hizbut Tahrir memang "disetting" berwatak keras kepala dan tidak mau mengalah atas perbedaan pendapat. Coba saja lihat jika "pembesar" Hizbut Tahrir ketika diundang dialog di TV. Maka mereka sangat terlihat keras dan sangat terburu-buru dalam memberikan statement. Hal ini sangat membahayakan bagi madzhab Islam yang lainnya jika Hizbut Tahrir berkuasa. Karena konsepnya adalah "semau gue"!

Saat saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir di Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part I dan Part II. Dari situ sudah sangat jelas, bahwa memang Syabab Hizbut Tahrir tidak pernah mau menerima perbedaan selain pendapat harakah/organisasinya. Kali ini saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir yang lainnya bernama Alwindra Al Fatih.

Seorang syabab Hizbut Tahrir seperti Alwindra Al Fatih hampir bisa disejajarkan dengan sebagian besar syabab Hizbut Tahrir yang lainnya. Yaitu berwatak keras, senang berdebat, tidak mau mengalah dan senang men-justifikasi/menghukumi kesalahan secara terburu-buru. Hal tersebut memang sudah biasa dilakukan bagi Syabab Hizbut Tahrir.

Untuk bisa melihat dialog saya dengan Alwindra Al Fatih, bisa dilihat dibawah ini. Dan saya lebih memilih menjawab pertanyaannya disini karena syabab tersebut sangat susah diajak berdialog. Maunya saya yang ditanya terus, tetapi syabab tersebut bebas dari segala pertanyaan. Kalau yah seperti itu mending saya tulis langsung diblog ini biar semua pada tahu, kenapa saya sebut Hizbut Tahrir mempunyai sikap seperti khawarij dan bisa disebut dengan Thaghut.

Insya Allah dialog ini dan dengan dialog dengan syabab Hizbut Tahrir yang lainnya diblog ini bisa dijadikan pelajaran. Bahwa berdialog dengan mereka itu sia-sia. Karena mereka adalah orang yang suka memaksakan pendapat dan sejatinya mereka hanya ingin berdebat. Sungguh dialog itu akan memberikan solusi dan titik temu dalam dua perbedaan walaupun harus tetap berbeda. Tetapi berdebat, lebih didasari oleh watak yang keras dan ingin memenangkan pendapatnya sendiri. Dengan jelas Rasulullah menyatakan bahwa "Tidak akan sesat suatu kaum setelah mereka mendapat petunjuk kecuali jika mereka melakukan perdebatan"

Jadi mari sekarang kita meng-azzamkan diri kita untuk menjauhi dialog dengan Syabab Hizbut Tahrir. Karena sejatinya mereka tidak ingin berdialog dengan mempertemukan perbedaan sesuai dengan proporsinya. Tetapi lebih hanya ingin berdebat karena ingin mencari pembenaran dari argumentasi (hujjahnya). Sungguh, hal ini adalah menyia-nyiakan banyak waktu kita untuk mengurusi orang-orang yang sakit jiwanya tersebut. Karena sungguh orang yang suka berdebat, jiwanya keras. Dan akan mudah mendendam itulah jiwa-jiwa yang sakit.

Malik bin Anas, berkata: "Perdebatan tidak sedikit pun termasuk dalam agama." Ia juga mengatakan, "Berdebat itu membuat hati menjadi keras dan menimbulkan dendam."

Abu Darda, berkata:"Cukuplah menjadi dosa bagimu jika engkau senantiasa menjadi seorang pendebat."

Silahkan dilihat dulu dialog saya (jawaban lengkap saya berada dibawah dialog):

·

  • clip_image001

Aditya Nugraha kayanya dia lg ada di "dunia kebalikan" kang

24 September jam 19:23 · SukaTidak Suka

  • clip_image002

Riyan Zahaf

alhamdulillah yang dimaksud itu adalah pujian bagi Allah, bukan berarti saya membenarkan pernyataan ikhwan itu…
Akhi Aditya: ya terasa pedih, tetapi itu fakta pemikiran beliau. Pejuan syari’ah dan khilafah dikatakan thaghut, tetapi anti kh…ilafah dan syari’ah tidak dikatakan thaghut. Allaahu a’lam bi-ash-showwab.Lihat Selengkapnya

24 September jam 19:51 · SukaTidak Suka

  • clip_image003

Sang Pengelana hehe… sebaiknya Anda melampirkan rekaman diskusi tsb, agar pernyataan Anda di status Anda tersebut dapat dinilai khalayak sebagai pernyataan yang tidak mengada-ngada, atau kesimpulan yang tidak keliru.

24 September jam 20:49 · SukaTidak Suka

  • clip_image004

Fajar Agustanto

‎:D
Masya Allah. Na’udzubillah, Saudara Riyan Zahaf ternyata men-Fitnah saya! Tsumma na’udzubillah. Inikah yang antum sebut dakwah?
Masya Allah. Sungguh demi Rabb, saya akan menuntut balas atas fitnah keji antum! Dengan menuliskan status penu…h fitnah dan kebencianmu terhadap umat Islam yang lain. Tunggu balasan saya di akhirat kelak! 😀
Hehehe… lucu antum ini. Ketika sudah terjepit dan tidak bisa menjawab lagi. Kok malah mencari bantuan dengan cara men-fitnah!
Insya Allah yang datang membantu anda bukan Jaisyu Muhammad, tetapi Jaisyu Syetan. 😀
Insya Allah fitnah keji ini akan menjadi timbangan amal yang baik bagi saya.
Alhamdulillah semua sudah terbukti dengan status ini, siapa pejuang khilafah Islamiyah sejati dengan pejuang Khilafah Syaitanirrajiim. 😀
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Mus­lim diketengahkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Ada empat sifat yang apabila dimiliki oleh seseorang maka dia berarti munafik murni. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari empat sifat dimaksud, berarti dia memiliki salah satu dari ciri seorang munafik. Empat sifat itu adalah: Apabila berbicara bohong, apabila dipercaya serong, apabila berjanji mengingkari, dan apabila berdebat tidak sportif (lacur)."
http://www.facebook.com/profile.php?id=1022918172&v=wall&story_fbid=154373341257463&ref=notif&notif_t=feed_comment_replyLihat Selengkapnya

24 September jam 21:08 · SukaTidak Suka

  • clip_image002[1]

Riyan Zahaf

Akhi SP:
Ane sampaikan kutipan ini, karena diskusi kami telah berjalan secara terbuka dan terang-terangan, bukan diskusi tertutup. Ini kutipannya.
—————-
Dengan merujuk pada makna kalimat awal "Melampaui Batas", maka setiap orang/ke…lompok jika melampaui batas maka mereka adalah thoghut, seorang muslim juga bisa menjadi thoghut, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!
Nahkan, seperti apa yang saya katakan dari awal.
"Thaghut berbeda maknanya disetiap penguasa. Contoh kasus Al Qaedah menjadikan Arab Saudi sebagai Thagut, namun Arab Saudi dan para ulamanya juga menganggap Al Qaedah juga thagut. Setiap penafsiran Al Quran seringkali memang tidak terlepas dari dimana dan untuk kepentingan apa! :D"
—————-
Saya sudah berkali-kali menjawab jika:
"Negara kufur itu bukan otomatis negara thaghut. Negara yang menyatakan negara Islam, jika memerintah dengan bathil maka bisa menjadi keputusan thaghut, jika negara kufur melakukan kebathilan maka itu adalah keputusan thaghut."
Nah, jika saya menyatakan Perancis negara thaghuttiyah, maka saya akan menuduh seluruh umat Islam yang ada di Perancis adalah penyembah Thaghut! Hukum perancis yang melarang penggunaan niqab, jilbab, dll. Adalah salah satu keputusan thaghut, tetapi hukum Perancis yang melarang pembunuhan, pencurian, dll. Maka itu bukan keputusan thaghut!
—————–
Akhi Fajar, di akhirat nanti, insyaAllah, tidak akan sy tuntut antum dan semua orang yang telah menyakiti saya, keluarga saya, atau Harokah HT. Semoga Allah Subhana wa Ta’ala membebaskan kaum muslimin dari kebencian terhadap sesama:
Rabbana firlana wali ikhwaninalladzi sabaqunal bil imaan, walaa taj’al fii qulubina ghillal lilladzi na amanu, Rabbanaa innaka Ra’uffurraahim..
(Ya Rabb-ku, Ampuni dosa-ku, dan dosa saudara-saudaraku yang lebih dahulu beriman daripada kami, Dan janganlah Engkau Biarkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang beriman. Ya Rabb-ku sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Penyayang, Aamiieen)Lihat Selengkapnya

25 September jam 7:51 · SukaTidak Suka · 1 orangShinta Rini 어머니 나비라 menyukai ini.

  • clip_image004[1]

Fajar Agustanto

Alhamdulillah semua sudah terang. Tidak ada kalimat jelas yang menyatakan HT sebagai Thaghut!
Bahkan Saudara Riyan Zahaf memaknai sepotong-sepotong kalimat saya. Sudah terlihat kezhalimannya.
"Mata Keridhaan tidak dapat menyaksikan aib, teta…pi mata kebencian menampakkan segala keburukan" (Tazkiyatun Nafs)
"Setiap permusuhan dapat didamaikan. Kecuali permusuhan orang timbul dari kedengkian" (Syair Mu’awiyahh)
Walaupun sepotong-sepotong sudah jelas saya tidak pernah menyatakan HT Thaghut. Kecuali kepada makna umum thaghut!
Sekarang kalimat mana yang mutlak menyatakan "HT ADALAH THAGHUT, TETAPI NEGARA PERANCIS BUKAN THAGHUT"
Saudara Riyan Zahaf, seorang munafiq dan zhailm serta bathil tidaklah layak menuntut apa-apa di akhirat kelak, kecuali mereka yang akan dituntut oleh orang-orang yang dizhalimi oleh apa yang kalian lakukan.
Jadi jangan bermimpi akan menuntut balas di akhirat!
"Almunaaqikuna walmunafiqaattu ba’dzuhum mimba’dzi yamuruunabilmunkari wayanhauna ‘anilma’ruufi wayaqbidzuuna aidiyahum nasuu’ullaha fanasiyahum innalmunaafiqiina humulfaasiqun"Lihat Selengkapnya

25 September jam 8:17 · SukaTidak Suka

  • clip_image005

Alwindra Al Fatih ‎, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut! ini kalimatnya benar ga fajar?? klo ga benar ente menulis selesai.. kalo iya berarti ente hebat menafsirkan sembarangan n menuduh HT yg senang menyesatkan sebagai thagut.. jg bermain kata.. kalo salah akui

25 September jam 12:05 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[2]

Fajar Agustanto

Bukti-bukti Hizbut Tahrir menyesatkan harakah yang lainnya:
https://suara01.wordpress.com/2010/06/24/hizbut-tahrir-berulah-lagi-menghina-muslim-yang-lainnya-jawaban-atas-fitnah/
https://suara01.wordpress.com/2009/07/04/hizbut-tahrir-menyesatkan…-hamas/
https://suara01.wordpress.com/2008/08/04/apakah-benar-kader-hti-munafiq/
http://www.muslimdaily.net/opini/5957/mereka-seharusnya-menjadi-pembelabukan-pencela%28risalah-terbuka-kepada-hizbut-tahrir-indonesiabagian-1
http://hti-hti.blogspot.com/2008/01/giliran-pm-turki-di-fitnah-hti.html
http://hafez.wordpress.com/2007/07/16/nasehat-untuk-hti-jangan-mengumbar-fitnah-soal-palestina/
Dst…
Bukankah yang suka menyesatkan itu adalah yang biasa berlebih-lebihan? Bukankah berlebih-lebihan itu adalah thaghut! :DLihat Selengkapnya

25 September jam 12:42 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[1]

Alwindra Al Fatih ye kan ente menulisnya kan jaisy.. kan ente yg malah memfitnah.. sudah dijelaskan oleh syabab toh ente tetap ngeyel
berarti benar ente katakan Ht itu Thogut dg Alasan Menyesatkan harakah lain… Alangkah kerdilnya Pemikiran antum,,,,

25 September jam 12:44 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[2]

Alwindra Al Fatih

Hehe… lah saya juga pernah masuk HTI, makanya alhamdulillah saya lepas dari jerat sikap Khawarij seperti yang biasa dilakukan HT! Makanya ngaji disemua kajian Islam, biar nggak jumud taklid buta tanpa ilmu sehingga mengharamkan dengan SERAM…PANGAN!!! kana itu tulisan Ente Fajar / Jaisy..? gampangya Ente menulish Ht Khawarij , munafik dsb… Ane sudah Mengikuti tulisan ente sejak dulu.. . N Males Diskusi di BLog ente karena ente sebgai admin.. KLo Disini Mari Kita Diskusi .. MAri Kita Diskusikan Statemen Ante Tersebut..
Karena Ente Yg TUkang FItnah..Lihat Selengkapnya

25 September jam 12:49 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…

  • clip_image004[3]

Fajar Agustanto

‎:D
Abu Jaisy/Jaisy01/Fajar Agustanto= suara01.wordpress.com
Selainnya bukan blog saya. Saya sudah menunjukkan bukti-bukti jelas. Silahkan menuduh apapun terhadap saya, insya Allah itu memang sudah kebiasaan syabab HT yang senang menuduh mus…lim yang lainnya.
Tafadhal menganggap apa saya, insya Allah akan menjadi amal pemberat kebaikan kelak. Amien.
Berdiskusi? Tafadhal, demi Allah kita berdiskusi? Bukan berdebatkan? Mari kita berjanji dulu kepada Allah, bahwa ini bukan jidal, tetapi berdiskusi mencari kesepahaman diantara perbedaan (mujadalah).
Bos, dari kemarin juga saya sudah berdiskusi dengan saudara Riyan Zahaf, kemana aja ente? :DLihat Selengkapnya

25 September jam 12:54 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[3]

Alwindra Al Fatih lo malah ente menuduh sembarangan..
tulsian ente ga ilmiah.. .. ane udah paham dg kelakuan ente sejak dulu
gini aja karena Ente menuduh HT KHawarij BUktikan disini
Apa itu Khawarij asal Usulnya.. sehinggan dg itu ente katakan Ht Khawarij

25 September jam 12:57 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[4]

Alwindra Al Fatih klo sudah selesai masalah itu mari ktia selesaikan tulisan ente diatas yg ente bilang Ht sukan Memfitnah n ente bilan g Ht munafik

25 September jam 12:58 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[5]

Alwindra Al Fatih

Masya Allah. Sungguh demi Rabb, saya akan menuntut balas atas fitnah keji antum! Dengan menuliskan status penu…h fitnah dan kebencianmu terhadap umat Islam yang lain. Tunggu balasan saya di akhirat kelak! 😀
Ente Tlah Berbohong dg tidak m…enyatakan Ht itu thogut dg alsan ente tersebut.
Maka tulisan ente tlah berbalik ke ente sendiriLihat Selengkapnya

25 September jam 12:59 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[4]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Masalah khawarij lihat ini —-> https://suara01.wordpress.com/2009/03/04/khawarij-antara-stigma-dan-kajian-sunnah/
Dengan merujuk kalimat sepotong-sepotong diatas:
"Dengan merujuk pada makna kalimat awal "Melampaui Batas"…, maka setiap orang/ke…lompok jika melampaui batas maka mereka adalah thoghut, seorang muslim juga bisa menjadi thoghut, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!"
Menyesatkan umat Islam yang lainnya melampaui batas (thaghut) nggak?
"Nah, jika saya menyatakan Perancis negara thaghuttiyah, maka saya akan menuduh seluruh umat Islam yang ada di Perancis adalah penyembah Thaghut! Hukum perancis yang melarang penggunaan niqab, jilbab, dll. Adalah salah satu keputusan thaghut, tetapi hukum Perancis yang melarang pembunuhan, pencurian, dll. Maka itu bukan keputusan thaghut!"
Apakah hukum melarang pembunuhan, pencurian itu hukum thaghut?
SEBENTAR…. SEBENTAR
Mari kita berjanji kepada Allah dulu untuk tidak berdebat, tetapi berdialog/berdiskusi dengan solusi mempertemukan dua tujuan yang berbeda.
"DEMI Allah saya tidak akan berdebat dengan saudaraku jika yang disampaikan benar. Dan demi Allah, saya menghargai perbedaan pendapat saudaraku ini, jika memang ada perbedaan dengan pendapatku"
Tafadhal antum tuliskan janji antum kepada Allah selanjutnya.Lihat Selengkapnya

25 September jam 13:14 · SukaTidak Suka

  • clip_image006

Rahmat Doang

ikhwan Fillah istighfar…..ingat jangan saling menyesatkan…melecehkan…merendahkan..mentakfir..harokah yang tisak sejalan dengan fikroh yang antum semua jalani….karena harokah-harokah yang ada semua itu adalah hasil ijtihad para ulama…, yang tidak ma’sum dari kesalahan dan pasti ada kelemahan & kelebihanya….mari qt merapatan barisan bersama-sama melurusan niat untu berda’wah demi tega nya syari’at islam dan saling melengapi diantara kelemahan yang ada di harokah yan antum semua jalani…..Dan Allah yang Maha Haq berhaq menilai harokah yang paling sempurna…Lihat Selengkapnya

25 September jam 14:14 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…

  • clip_image004[5]

Fajar Agustanto ‎@ Rahmat Doang:
🙂 Setuju dan sepakat

25 September jam 14:40 · SukaTidak Suka

  • clip_image007

Indra Hardian Mulyadi Ga maju-maju deh umat Islam kalau kaya gini terus. Mau maju, tapi keserimpet sarung sendiri 😀

25 September jam 17:43 · SukaTidak Suka

  • clip_image008

Sofyan Sori Nasution Sebaiknya memang kalau mau diskusi lebih dulu membersihkan hati dari niat2 membenarkan diri sendiri kendati bagaimanapun pendapat orang. Tawaran dari akh Fajar untuk lebih dulu berjanji kpd Allah sebelum berdiskusi saya pikir ajakan yang baik. Silakan yang ingin diskusi dengan akh Fajar untuk menyambut ajakan baik itu, kecuali Antum memang adalah orang yg ingin memaksakan pendapat, maka sebaiknya antum diam saja tanpa komentar.

25 September jam 18:03 · SukaTidak Suka

  • clip_image003[1]

Sang Pengelana

‎@Riyan Zahaf: maksud saya bukan kutipan2 yg seperti itu Pak, tapi REKAMAN keseluruhan diskusi, atau paling tidak Anda tampilkan link-nya agar orang yang membaca status Anda ini dpt membaca keseluruhan isi diskusi shg dapat menilai kesimpu…lan Anda di status ini bukanlah kesimpulan yg berlebih2an dan mengada-ada.
Lihat Selengkapnya

25 September jam 18:14 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[6]

Alwindra Al Fatih Oke ana berjanji demi Allah berdiskusi dg baik. Selain itu jg ente copas ke blog ente tuk justifikasi sepihak. Gimana?

25 September jam 18:16 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[6]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih: Bukan berdiskusi yang baik (tentu hal ini wajib bagi muslim), saja akhi tetapi
"DEMI Allah saya tidak akan berdebat dengan saudaraku jika yang disampaikan benar. Dan demi Allah, saya menghargai perbedaan pendapat sauda…raku ini, jika memang ada perbedaan dengan pendapatku"
Insya Allah jika memang diskusi selesai, saya akan copas diblog saya. Tidak akan mengurangi atau menambahi kata apapun, seperti yang sudah berkali-kali saya lakukan ketika berdiskusi! Insya Allah saya berusaha dan tidak akan berlaku zhalim kepada saudara seiman!Lihat Selengkapnya

25 September jam 18:22 · SukaTidak Suka

  • clip_image006[1]

Rahmat Doang nah…..gitu donk……Allahu akbar…..

25 September jam 18:30 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[7]

Alwindra Al Fatih Kl ente main copas ane tdk setuju.. Ane tdk mau menjadi justifikasi sepihak. Kl ente berSikeras copas. Sori ane ga mau n diskusi kt kl ente copas berarti ente tdk py niat baik.

25 September jam 18:36 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[8]

Alwindra Al Fatih Kl lwt laptop ane copas pernyataan itu. Skrg mari kt mulai diskusi yg ente Sampaikan. Pertama kr ente sebut ht thogut dg tuduhan ente mr kita diskusikan thogut itu apa.

25 September jam 18:40 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[7]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Saya mohon bentuk perjanjiannya seperti ini:
"DEMI Allah saya tidak akan berdebat dengan saudaraku jika yang disampaikan benar. Dan demi Allah, saya menghargai perbedaan pendapat sauda…raku ini, jika memang ada perbed…aan dengan pendapatku"
Insya Allah, jika kita seorang muslim yang hanif pasti akan menjauhi perdebatan, tetapi lebih mengunggulkan diskusi yang ilmiah (seperti antum bilang). Tafadhal, di copas atau ditulis perjanjian tersebut. Syukron.
Semoga perjanjian seperti diatas bisa memberikan ke-ikhlasan, dan pemberat amal baik bagi yang melaksanakan. Dan bagi yang melanggar, Allah-lah tempat bertumpu dari berbagai hukuman.Lihat Selengkapnya

25 September jam 18:41 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[8]

Fajar Agustanto ‎@ Alwindra Al Fatih:
Dengan meng-Copas seluruh diskusi, maka semua umat bisa mengetahui. Demi Allah, saya tidak akan bersikap curang dengan mengurangi atau menambahkan kalimat apapun dalam materi diskusi ketika saya Copas di blog saya.

25 September jam 18:42 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[9]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Akhi, diskusi thaghut sudah ada disini —-> http://www.facebook.com/notifications.php#!/profile.php?id=1022918172&v=wall&story_fbid=154373341257463
Dibaca dulu yah sebelum berkomentar.
…TAPI SEBENTAR
Mohon antum berjanji demi Allah, seperti janji saya diatas.Lihat Selengkapnya

25 September jam 18:46 · SukaTidak Suka

  • clip_image003[2]

Sang Pengelana

‎@Alwindra: saya sempat berdiskusi dgn seorang kader akhwat HTI Medan, mahasiswi USU, akunnya bernama Nasya Nazira Mumtaz. Diskusi berlangsung di beberapa status si Nasya. Lihatlah Pak, gmn perilaku diskusi kader2 HTI di situ yg gampangnya …menuduh dan memvonis, mengeluarkan kata2 yang tak ahsan kpd saya, padahal mereka mengaku pejuang khilafah. Sampai akhirnya, mungkin krn tak suka dengan pendapat2 yg berbeda dr saya, maka saya pun diblokir atau jika pakai istilah mereka, "dibinasakan". Kenapa saya menyampaikan hal ini kpd Anda?? Sebab terkait dgn apa2 yang Anda tolak dari kesimpulan Pak Fajar dimana HTI suka menjelek2an harakah lain. Lihat saja status2 si Nasya itu berikut komen2 di dalamnya, bahwa itu adalah cerminan kecil atas apa yang disimpulkan pak Fajar. Itu masih satu contoh perilaku kader HTI, dan akhwat lagi.. (gimana ikhwannya ya??.. :)), dan mungkin masih bertebaran perilaku serupa dari kader2 HTI lainnya.. Wallahu a’lam..
Lihat Selengkapnya

25 September jam 19:20 · SukaTidak Suka

  • clip_image003[3]

Sang Pengelana ‎@Alwindra: O iya, sebaiknya kalau memang punya niat diskusi yg baik, maka silakan berjanji sebagaimana pinta dari pak Fajar. Kan gak ada yang salah dalam redaksi perjnjian itu.. :), terlebih2 Anda sendiri yg di awal mengajak pak Fajar diskusi di sini kan, di tempat yang mungkin bagi Anda adalah netral, sebab bukan di rumahnya pak Jaisy, tapi malah di rumah Syabab HT, pak Riyan Zahaf.. Insya Allah kami akan menyaksikan diskusi dan menjadi saksi yang baik.. ^_^

25 September jam 19:26 · SukaTidak Suka

  • clip_image003[4]

Sang Pengelana

Satu lagi, kpd pemilik wall, agar berjanji juga jika diskusi dilanjutkan jangan ada komentar yang dihapus, biarkan apa adanya sekalipun komentarnya berisi kata2 jelek dan buruk, agar demikian terlihatlah akhlak dr masing2.
All: maaf, saya… bukan hendak memprovokasi dan bukan pula hendak menjadi wasit.. Saya hanya agar diskusi (kalaupun jadi) berjalan dengan kelapangan hati dari masing2 peserta diskusi. ^_^
Lihat Selengkapnya

25 September jam 19:35 · SukaTidak Suka

  • clip_image002[2]

Riyan Zahaf

Akhi SP dan for All:
Ada baiknya baca dulu sebelumnya diskusi ane dan akhi FA di:
http://www.facebook.com/profile.php?id=1022918172&v=wall&story_fbid=154373341257463
…dan diskusi ane sebelumnya yang dimuat di blognya akhi FA (Suara01).
InsyaAllah, tidak akan ane hapus dan semuanya ane record. Tetapi, yang lebih penting setelah Dalil adalah akhlaq berdiskusi, dan pengamalan kita semua terhadap hukum syara’ yang kita adopsi. InsyaAllah.. aamiien.Lihat Selengkapnya

25 September jam 22:27 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[9]

Alwindra Al Fatih Ane kan sudah sedia. tapi kmdian main copas tuk justifikasi sepihak kmudian menuduh Ht munafik dsb. ane ga setuju. tapi klo ente bersikeras terserah… di akhirat nanti ente yg menanggungnya.. dalam menegakkan yg haq kadang2 diperlukan kata2 yg keras ! bukan memaki atau menghina tapi mengingatkan.. selain itu ente fajar dari mana kita mulai diskusi.. jg bertele-tele lagi.. semua orang di fb ini sudah menjadi saksi.

26 September jam 8:14 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[10]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih: 🙂
Akhi yang insya Allah dirahmati Allah. Saudara Riyan Zahaf sudah mengatakan:
Ada baiknya baca dulu sebelumnya diskusi ane dan akhi FA di:
http://www.facebook.com/profile.php?id=1022918172&v=wall&story_fbid=154373341257463
Nah antum kan pengen diskusi thaghut, makanya baca dulu disitu, lalu silahkan dikomentari apa yang salah. Yang bertele-tele siapa sekarang?
Silahkan di tulis dulu janjinya:
"DEMI Allah saya tidak akan berdebat dengan saudaraku jika yang disampaikan benar. Dan demi Allah, saya menghargai perbedaan pendapat saudaraku ini, jika memang ada perbedaan dengan pendapatku"
Justifikasi sepihak? Justifikasi sepihak itu jika belum selesai berdialog lalu sudah main menyimpulkan. Nah itu namanya justfikasi sepihak.
Malik bin Anas, berkata: "Perdebatan tidak sedikit pun termasuk dalam agama." Ia juga mengatakan, "Berdebat itu membuat hati menjadi keras dan menimbulkan dendam."Lihat Selengkapnya

26 September jam 8:40 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[10]

Alwindra Al Fatih knp ane bilang ente justifikasi sepihak.. karena sesudah itu ente berkomen dari dialog tsb trus ada yg komen dialog tsb kmd ente sampaikan pendapat ente .. ane tidak memperpanjang mslh ini.. link yg ente suruh ane lihat blum bisa dibuka di hp ane. besok ane buka n komen disini ok.. siapa yg bertele-tele? ane sudah sedia dg apa yg ente tulis sbg kesepakatan kita. ane ga bisa cpas itu lewat hp. klo nanti ada waktu ane copas hal tsb.

26 September jam 8:54 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[11]

Fajar Agustanto ‎@ Alwindra Al Fatih:
🙂 Tafadhal, saya tunggu copasan janjinya. Semoga Allah memudahkan kita berdua dalam berdialog. Dan tidak gampang menfitnah sebelum dan sesudah dialog dilakukan. Terima kasih.

26 September jam 8:56 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[11]

Alwindra Al Fatih yee.. kan ente mulai kan fajar?? ente bilang ht munafik,khawarij dsb.. siapa yg mulai fitnah? jg bermain dg mulut manis ente.. ane kan berdialog dg baik dg ente biar kelihatan mana yg haq mana yg batil..

26 September jam 9:06 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[12]

Fajar Agustanto ‎@ Alwindra Al Fatih:
🙂 Tafadhal, saya tunggu copasan janjinya. Semoga Allah memudahkan kita berdua dalam berdialog. Dan tidak gampang menfitnah sebelum dan sesudah dialog dilakukan. Terima kasih.

26 September jam 9:08 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[1]

Sofyan Sori Nasution

‎@ All: sudah terlihat tanda2 dr orang yang tak ingin berdiskusi dgn baik, mau maksain pendapat sendiri.. Ck ck ck..
@Alwindra: ana salut dengan antum, krn mengajak diskusi terbuka dgn akh Fajar di sini, sedangkan ternyata saat ini antum ga…k cukup dari sisi teknologi..
@Fajar: kalau akh Alwindra masih gak mau berjanji sbgmana tawaran antum maka diamin aja orang begitu, sebab dah keliatan belangnya..Lihat Selengkapnya

26 September jam 11:24 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[12]

Alwindra Al Fatih

hm kite ini banyak kesibukan.. bukan ini aje yg perlu….lewat hp bisa diskusi toh…
sebelumnya juga sebelum ana copas n berjanji sesuai tawaran ente fajar ana mengajukan perubahan Janji diatas yg ente Tulis dg Apa Yang Ana Tulis biar ADI…l..
" Demi Allah Saya Berdiskusi Untuk Mencari Kebenaran dan Demi Allah JIka Hujjah Yg disampaikan nya Benar dan KUat Maka saya Akan Mengikuti Pendapatnya. Dan JIka dalam Diskusi Saya Ini mempunyai Hujjah yg sama Kuat maka Saya Akan Menghormati perbedaan Yang Ada
Yang MAna Pernyataan Diatas Kurang Lengkap dan Pas.. n Dg ini Saya Mengucapkan dan Berjanji :
" Demi Allah Saya Berdiskusi Untuk Mencari Kebenaran dan Demi Allah JIka Hujjah Yg disampaikan nya Benar dan KUat Maka saya Akan Mengikuti Pendapatnya. Dan JIka dalam Diskusi Saya Ini mempunyai Hujjah yg sama Kuat maka Saya Akan Menghormati perbedaan Yang AdaLihat Selengkapnya

26 September jam 12:24 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[13]

Alwindra Al Fatih ane tunggu jawaban ente fajar..

26 September jam 12:24 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[13]

Fajar Agustanto

Yang MAna Pernyataan Diatas Kurang Lengkap dan Pas.. n Dg ini Saya Mengucapkan dan Berjanji :
" Demi Allah Saya Berdiskusi Untuk Mencari Kebenaran dan Demi Allah JIka Hujjah Yg disampaikan nya Benar dan KUat Maka saya Akan Mengikuti Pendapat…nya. Dan JIka dalam Diskusi Saya Ini mempunyai Hujjah yg sama Kuat maka Saya Akan Menghormati perbedaan Yang Ada"
Ini adalah akad kita, Allah dan kawan-kawan disini adalah saksinya. Ingat ini diskusi kita, pemikiran kita. Dilarang ada copas tulisan apapun selain dari tulisan kita sendiri!
Tafadhal.Lihat Selengkapnya

26 September jam 12:49 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[14]

Alwindra Al Fatih hmm copas itu diperlukan tuk menjelaskan sesuatu hal..apalagi dari buku atau situs ,yg perlu membahas hal tersebut.. Sama saja Ketika Kita Membuka buku hal tersebut.. Kecuali memang ada Yang silahkan Dikoreksi.. Tentu bukan asal copas wae sekedar memenuhi hal tersebut.

26 September jam 12:54 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[15]

Alwindra Al Fatih hmm copas itu diperlukan tuk menjelaskan sesuatu hal..apalagi dari buku atau situs ,yg perlu membahas hal tersebut.. Sama saja Ketika Kita Membuka buku hal tersebut.. Kecuali memang ada Yang silahkan Dikoreksi.. Tentu bukan asal copas wae sekedar memenuhi hal tersebut.

26 September jam 12:58 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[14]

Fajar Agustanto

Yang saya maksud tulisan itu adalah pemikiran orang lain yang antum copas, karena nanti jika ada pemikiran lain bisa adu copas hehehe… nggak selesai-selesai, and namanya bukan diskusi namanya diskusi copas :D. Bisa jadi nanti ilmu-ilmu co…pas bukan ilmu yang sebenarnya.
Bukankah para ulama salaf ketika berdialog mereka membuat hujjah sendiri walaupun sama dalilnya dengan para ulama yang sepaham. Namun mereka tetap membuat hujjah sendiri.
Jadi copas itu copas dalil, bukan copas tulisan. Silahkan copas jika ada dalil yang membenarkan, tetapi tidak perlu sampai tulisan orang lain dibawah-bawah.Lihat Selengkapnya

26 September jam 12:59 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[16]

Alwindra Al Fatih misalkan masalah hadist dan bagaimana asbabul wurudnya dsb .. copas itu tuk memudahkan saja.. oya.. Diskusi ini tidak bisa hari ini langsung kemudian dilaksanakan berjam-jam .. diskusi ini berkesinambungan karena dilain waktu ana harus cari nafkah dan kegiatan lain yg harus dilaksanakan. n tidak bisa nantinya langsung ane comen..

26 September jam 13:01 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[15]

Fajar Agustanto

dalil itu termasuk hadits atau sebab-sebab munculnya hadits (Asbabul Wurud), Al Quran, sebab sebab diturunkannya (Asbabul Nuzhul) serta tafsir para ulama. Nah itu yang dinamakan dalil. Bukan tulisan orang lain, yang dicopas untuk menjawab t…ulisan orang lain.
Tetap harus di ingat, diskusi harus ada waktunya. Jika tidak dijawab 2-3 hari maka diskusi dianggap selesai.Lihat Selengkapnya

26 September jam 13:05 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[17]

Alwindra Al Fatih

Bukankah para ulama salaf ketika berdialog mereka membuat hujjah sendiri walaupun sama dalilnya dengan para ulama yang sepaham. Namun mereka tetap membuat hujjah sendiri.
Pernyataan Ente Ana kritik karena Para Ulama salaf berhujjah sudah …mempunyai n menguasai segala perangkatnya dan bisa berbeda kesimpulan hukum yg berbeda dg ulama lainnya
pertanyaan ane adalah ente ini mujtahid atau muqollid..? posisi ini harus jelas.. kalau ente mujtahid baik lah silahkan keluarkan pendapat ente dg segala perangkat nya yg wajib dikuasai.
tapi kalau muqollid khususnya muqollid muttabi` maka berdasarkan pendapat ulama yg kita yakini pendapatnya n mengetahui dasar dalil-dalilnya..
ini ana tanyakan dulu ya..? biar clearLihat Selengkapnya

26 September jam 13:07 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[16]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
🙂
Akhi, yang dinamakan dialog itu yah pemikiran kita sendiri walaupun sepaham dengan dalil yang sama, hujjah (argumentasi) harus berbeda, itu yang dinamakan muqollid muttabi’. Jadi hujjah argumentasi harus berbeda deng…an yang lainnya, tidak boleh sama dengan argumentasi orang lain walaupun pada dasarnya sama. Hujjah (Argumentasi) itu bukan hitungan matematika, yang jika 1+1=2, 😀
Setiap Mujtahid itu ulama, tetapi tidak semua ulama itu mujtahid! Walaupun bukan mujtahid ulama pastilah menguasai segala perangkatnya yang akan dijadikan dalil untuk hujjahnya.
Sayakan sudah menjelaskan, tafadhal menggunakan dalil para ulama, tetapi tidak boleh copas tulisan orang lain!
Afwan antum ngerti nggak sih maksudnya? :DLihat Selengkapnya

26 September jam 13:16 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[2]

Sofyan Sori Nasution

Sebagaimana usulan Akh Sang Pengelana, sebaiknya akh Riyan Zahaf juga berjanji yg intinya tidak berpihak kpd siapapun dan netral dalam mengelola ruang diskusi ini, sebab ruang diskusi ini adalah rumah antum, akhi Riyan. 🙂
Max 3 hari tiada b…alasan, diskusi dinyatakan selesai. Pas lah itu.. Masalah waktu ini cukup penting dlm diskusi. Bayangkan seandainya saja waktu tidak diatur, maka diskusi ntah sampai kapan selesainya, padahal mungkin cuma 1 topik saja. Dengan diaturnya waktu, maka endingnya nanti akan jelas. Lihat Selengkapnya

26 September jam 13:24 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[18]

Alwindra Al Fatih

‎@sofyan oke ana setuju maksimal 3 hari
@fajar
sesuai dg awal yg disepakati ttg masalah thogut dg kemudian ente tidak mengingkari tulisan tentan Ht thogut dg alasan yg ana copas dari tulisan ente
"Dengan merujuk pada makna kalimat awal "M…elampaui Batas", maka setiap orang/ke…lompok jika melampaui batas maka mereka adalah thoghut, seorang muslim juga bisa menjadi thoghut, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!"
Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata: "Para ahli fiqih berkata: Nama itu ada 3 macam ; satu macam yang diketahui batasannya dengan syari’at, seperti shalat, dan zakat. Macam yang (lain) yang diketahui batasannya dengan bahasa, seperti matahari dan bulan. Dan macam lain yang diketahui batasannya dengan ‘urf (adat kebiasaan yang berlaku seperti kata qabdl (serah terima) dan kata ma’ruf (cara yang baik dalam firmanNya: “Dan pergaulilah mereka dengan ma’ruf” (Majmu Al Fatawa: 13/82). Dan beliau mengulang-ulang ucapannya ini dalam banyak tempat, diantaranya Majmu Al Fatawa: 7/286 dan 19/235.
Maka Pembahasan Thogut dikembalikan kepada tiga Hal yaitu Secara Bahasa, Syariat dan Urf
Secara Bahasa
Secara bahasa, kata ini diambil dari kata طَغَى, artinya melampaui batas.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
“Sesungguhnya ketika air melampaui batas, Kami bawa kalian di perahu.” (Al-Haqah:11)
Dalam Kamus Bahasa Arab
kata thaghut (طاغوت) dalam Kamus al-Munjid,
berasal dari kata-kata: طغى يطغو طغوا وطغوا وطغوانا:
artinya: جاوز القدر والحـد (melampaui ukuran dan batas), dan kata thaghut artinya adalah setiap pangkal kesesatan, setan yang mengeluarkan dari jalan kebenaran, dan setiap sesembahan selain Allah. Al-thawaghi dan al-thawaghit adalah rumah-rumah berhala.
Sedangkan dalam Kamus al-Munawwir, thaghut berasal dari akar kata: طغى يطغى طغيا و طغيانا,
artinya: melampaui batas.
Bisa juga dari akar kata: طغى يطغو طغوا وطغوا وطغوانا, artinya: melampaui ukuran dan batas. Sedangkan kata thaghut (طاغوت) artinya adalah berhala, setan, patung, dukun dan setiap yang disembah selain Allah Ta’ala
ini dulu .. pembahasan secara syariat ana tampilkan nantiLihat Selengkapnya

26 September jam 14:58 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[17]

Fajar Agustanto ‎@ Alwindra Al Fatih:
Pembahasan pertama makna thaghut, saya ikut menyepakati.
SETUJU
😀

26 September jam 15:10 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[19]

Alwindra Al Fatih

Didalam Al Quran kalimat Thaghut dijumpai sebanyak 8 kali,
Pertama: Allah Swt berfirman:
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat… itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An Nahl: 36)
Kedua: Allah Swt berfirman:
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah MahaMendengar dan Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah 2:256)
Ketiga: Allah Swt berfirman:
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah: 256-257)
Keempat: Allah Swt berfirman:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisaa: 51)
Kelima: Allah Swt berfirman:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak ber-hakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa: 60)
Keenam: Allah Swt berfirman:
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS. An Nisaa: 76)
Ketujuh: Allah Swt berfirman:
Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al Maaidah: 60)
Kedelapan: Allah Swt berfirman:
“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku” (QS. Az Zumar: 17)Lihat Selengkapnya

26 September jam 15:21 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[20]

Alwindra Al Fatih bagaimana para ulama menafsirkan ayat ayat.diatas? ente Fajar dan Ryan Zahaf telah cukup lengkap bagaimana pendapat ulama tentang pengertian thaghut itu sendiri..jadi tidak perlu ana ulang lagi untuk sementara ini n mempersingkat fokus yg kita bahas kalau masalah dari urf belum an temukan pengertian thaghut dari berbagai referensi ana baca. oleh karena itu silahkan kasih info ana …

26 September jam 15:30 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[21]

Alwindra Al Fatih

kemudian dari yg ana copas yg mana ente katakan Ht thoghut dg alasan yg ana copas dari tulisan ente
"Dengan merujuk pada makna kalimat awal "M…elampaui Batas", maka setiap orang/ke…lompok jika melampaui batas maka mereka adalah thoghut,… seorang muslim juga bisa menjadi thoghut, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!"
Dari pembahsan bagaiaman mengenal nama yg ana jelaskan dari kutipan Syaikh Ibnu Taimiyyah :
Maka Tulisan Ente Fajar Tidak sesuai dg Makna Syariat itu sendiri.. karena ente mengambil makna secara bahasa kemudian dg logika ente yg tidak berdasarkan Syariat menuduh Ht Thoghut dg menyesatkan harakah lainnya..
Betapa Ente tlah mendahulukan Akal dari Syariat. dg sembarangan menafsirkan kata thogut tuk dipakai untuk kepentingan tulisan ente.
Sebagaimana SHolat secara bahasa adalah do“a dan secara syara` adalah sholat adalah perkataan dan perbuatan tertentu/khusus yang dibuka/dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri/ditutup dengan salam sebagaimana ditunjukkan Oleh Allah Dan Rasul Nya..Lihat Selengkapnya

26 September jam 15:41 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[18]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Jika memang sudah lengkap pengertian masalah thaghut, yah sudah. Memang itulah perngertian thaghut. Jadi sifatnya umum saja!
Pernyataan terakhir saya tentang thaghut (Fajar Agustanto):
"Sedangkan saya memaknai umum bahwa… Thaghut itu adalah perilaku, tindakan, keputusan dalam melakukan sebuah kegiatan yang menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sangat jelas bukan bedanya!"
Jawaban Riyan Zahaf:
Ustadz ane pernah menjelaskan tentang makna thaghut, kata beliau, Thaghut berasal dari kata thagha (melampaui batas), artinya semua orang yang melampaui batas dari hukum-hukum Allah subhana wa ta’ala masuk dalam pengertian Thaghut.
Seperti kalimat saya (Fajar Agustanto):
Kembali seperti apa yang dibilang ustad antum "Ustadz ane pernah menjelaskan tentang makna thaghut, kata beliau, Thaghut berasal dari kata thagha (melampaui batas), artinya semua orang yang melampaui batas dari hukum-hukum Allah subhana wa ta’ala masuk dalam pengertian Thaghut."
Dengan merujuk pada makna kalimat awal "Melampaui Batas", maka setiap orang/kelompok jika melampaui batas maka mereka adalah thoghut, seorang muslim juga bisa menjadi thoghut, bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!
Nahkan, seperti apa yang saya katakan dari awal.
"Thaghut berbeda maknanya disetiap penguasa. Contoh kasus Al Qaedah menjadikan Arab Saudi sebagai Thagut, namun Arab Saudi dan para ulamanya juga menganggap Al Qaedah juga thagut. Setiap penafsiran Al Quran seringkali memang tidak terlepas dari dimana dan untuk kepentingan apa! :D"
————————————————————————————-
Jadi antum salah alamat jika menyalahkan saya, sebaiknya antum tanyakan dulu kepada ustadnya Saudara Riyan Zahaf, kenapa beliau membuat penafsiran secara bahas seperti itu. 🙂
Hal ini antum bukan menyalahkan saya, tetapi menyalahkan beliau (Ustadnya saudara Riyan Zahaf). Namun sebenarnya insya Allah hal yang disampaikan beliau (Ustadnya Riyan Zahaf) tidak ada masalah dengan pengertian "Melampaui Batas".
Sebaiknya dibaca semuanya dulu deh akhi, lalu baru berkomentar. Jangan sepotong-sepotong seperti ini.
Biar kita sama-sama enak.Lihat Selengkapnya

26 September jam 16:16 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[22]

Alwindra Al Fatih

ane udah membaca pendapat ente itu.. yg bermaslah adalah logika ente yg mengaitkan maslah Ht itu thoghut karena menyesatkan Harokah
.. hal itu tidak sesuai dg apa yg dimaksud oleh Akh Ryan Zahaf..
Apalagi Kalau dilihat dari Pendapat ULama. p…ernyataan Ustad tsb Tidak bertentangan apa yg dimaksud oleh para Ulama
Ibnu Qayyim berkata:
Thaghut ialah segala sesuatu yang melampaui batas yang disembah oleh seorang hamba, diikuti dan ditaatinya. Dan Thaghut bagi setiap kaum ialah: penguasa yang mereka berhukum kepada hukum selain Allah dan Rasul-Nya, atau yang mereka sembah selain dari pada Allah, atau yang mereka ikuti tanpa ilmu pengetahuan dari Allah atau yang mereka taati dalam hal apa yang mereka tidak mengetahui bahwa hal itu termasuk ketaatan kepada Allah.
ente ambil pengertian dari Ust tersebut kemudian ente tafsirkan sendiri dg Mengaitkan HT sebagai Thoghut dg alasan menyesatkan Harokah.
apa hal ini dibolehkan?? padahal jelas ente paham bahwa pengertian thoghut itu ada dalam Al-Qur`an dg berbagai makna yg di tunjukkanLihat Selengkapnya

26 September jam 16:33 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[19]

Fajar Agustanto Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?

26 September jam 16:40 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[23]

Alwindra Al Fatih

أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. [QS:51.52]
karena kita ini muqollid muttabi` maka tidak boleh dg asal logika saja ke…mudian main tuduh Ht thoghut dg Alasan menyesatkan harokah .. n Menyesatkan Harokah sendiri perlu dibuktikan kebenarannya
Masalah thaghut ini bagaimana ulama berpandangan dalam menafsikrkan ayat tentang thogut.Lihat Selengkapnya

26 September jam 16:40 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[20]

Fajar Agustanto Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?

26 September jam 16:42 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[21]

Fajar Agustanto Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?

26 September jam 16:43 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[22]

Fajar Agustanto Saya ini bingung. Yang dibahas itu thaghut dulu atau pernyataan saya yang menyatakan "… bahkan Hizbut Tahrir yang senang menyesat-nyesatkan harakah yang lainnya juga bisa disebut sebagai Thaghut!"?

26 September jam 16:47 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[23]

Fajar Agustanto

Pernyataan FINAL saya masalah thaghut adalah ini:
"Sedangkan saya memaknai umum bahwa Thaghut itu adalah perilaku, tindakan, keputusan dalam melakukan sebuah kegiatan yang menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sangat jelas bukan b…edanya!"
Sekarang dimanakah letak kesalahannya?Lihat Selengkapnya

26 September jam 16:48 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[24]

Alwindra Al Fatih

ente fajar tidak membaca status ane ya.. ? ana copas dari atas ne
1"Kl lwt laptop ane copas pernyataan itu. Skrg mari kt mulai diskusi yg ente Sampaikan. Pertama kr ente sebut ht thogut dg tuduhan ente mr kita diskusikan thogut itu apa.
2."s…esuai dg awal yg disepakati ttg masalah thogut dg kemudian ente tidak mengingkari tulisan tentan Ht thogut dg alasan yg ana copas dari tulisan ente
INilah Pokok Pembahasan Kita yg pertama n masih ada yg akan kita diskusikan selain ini ..
1. Ente Tlah Spakat Tentang Pengertian Thaghut dari segi bahasa dan Syariat.
2. Ane bahas ente tlah membuat penafsiran sendiri tentang pengertian Thoghut itu tidak merujuk kembali kepada Al-Qur`an dan Sunnah. DImana Kita sebagai muqollid muttabi` menyandaarkan bagaimana pendapat ulama tentang thoghut itu sendiri dari sumbernya yg dibahas yaitu Qur`an dan Sunnah ..karena pembahasan thoghut itu ada dalam beberapa ayat al-Qur`an dan Sunnah
Seharusnay ketika ente memakai kata thoghut harus dikembalikan kepada pengertian Syara`nya. Kata Anda Ht thoghut itu dg alasan menyesatkan harokah itu apa sudah sesuai dg Pembahasan nnya dg pengertian Thoghut sesuai Syariat atau tidak..?
kemudian ente menafsirkan sendiri pengertian thoghut menurut Ente :
"Pernyataan FINAL saya masalah thaghut adalah ini:
"Sedangkan saya memaknai umum bahwa Thaghut itu adalah perilaku, tindakan, keputusan dalam melakukan sebuah kegiatan yang menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sangat jelas bukan b…edanya!"
apa bukan kebablasan??? padahal sudah ada batasan pengertian thoghut oleh Ulama.yg sudah dijabarkan oleh ente ma akh ryan.. ( bukan menurut apa yg ente pahami dari pernyataan ulama tsb. tapi lebih pada pernyataan yg jelas dari para ulama tsb.)
dg pengertian yg ente buat maka ketika orang berbuat dosa atau tidak melakasanakan Perintah Allah dan Menjauhi segala laranganNya. maka semuany a akan Dijatuhi Dg nama Thoghut.
besok kl ada waktu ana sambung lagi sekarang ana istirahat duluLihat Selengkapnya

26 September jam 21:05 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[24]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
"Sedangkan saya memaknai umum bahwa Thaghut itu adalah perilaku, tindakan, keputusan dalam melakukan sebuah kegiatan yang menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sangat jelas bukan bedanya!"
Silahkan dilihat ar…ti thaghut yang sudah ada di dialog juga tambahan yang lainnya:
1. Thaghut sebagai PERILAKU, TINDAKAN, KEPUTUSAN=
Hal yang sama diriwiyatkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui riwayat As-Sauri, dari Abu Ishaq, dari Hassan Ibnu Qaid Al-abdi, dari Umar
Makna ucapan Umar tentang thaghut "bahwa Thagut adalah setan- sangat kuat, karena sesungguhnya pengertian tersebut mencakup semua bentuk kejahatan yang biasa dilakukan oleh ahli Jahiliah, seperti menyembah berhala dan menerima keputusan hukum kepadanya serta membelanya.
Imam Malik bin Anas r.h. berkata:
“At-Thaghut adalah sesuatu yang disembah di samping Allah swt.”
(Diriwayatkan oleh Al-Jaami’ li Ahkam Al-Qur’an oleh Imam al-Qurthubi)
Imam Ibnu Qayim r.h. berkata:
“At -thaghut adalah seseorang yang menghormati seseorang melibihi batasan yang seharusnya, apakah seseorang itu menyembah, menaati atau mengikuti.” (Diriwayatkan dalam Thalaathatul Usul)
LENGKAPNYA:
Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah berkata, Thaghut adalah segala sesuatu yang diperlakukan oleh seseorang secara melampaui batas, baik dalam hal penyembahan, ketaatan atau ikutan. Karena itu thaghut adalah segala sesuatu yang diminta untuk memutuskan perkara selain dari Allah dan Rasul-Nya, selain Allah yang disembah, yang diikuti padahal tidak selaras dengan syariat Allah, atau ditaati dalam hal-hal yang tidak diketahui sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Ini semua adalah thaghut dunia ini. Apabila Anda mencermati kondisi manusia saat ini niscaya anda melihat kebanyakan mereka melakukan penyelewengan, dari penyembahan Allah kepada dan penyembahan thaghut, dari berhukum kepada Allah dan rasul-Nya kepada berhukum kepada thaghut, dari mentaati dan mengikuti Rasul-Nya menjadi taat dan mengikuti thaghut. (A’lamul Muwaqqi’in, Jil. I, h. 50)
2. Kegiatan yang Menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya =
Hal yang sama diriwiyatkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui riwayat As-Sauri, dari Abu Ishaq, dari Hassan Ibnu Qaid Al-abdi, dari Umar
Makna ucapan Umar tentang thaghut "bahwa Thagut adalah setan- sangat kuat, karena sesungguhnya pengertian tersebut mencakup semua bentuk kejahatan yang biasa dilakukan oleh ahli Jahiliah, seperti menyembah berhala dan menerima keputusan hukum kepadanya serta membelanya.
Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 An Nisa 60
Pada kesimpulannya makna ayat lebih umum daripada semuanya itu, yang garis besarnya mengatakan celaan terhadap orang yang menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, lalu ia menyerahkan keputusan perkara kepada selain Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, yaitu kebatilan. Hal inilah yang dimaksud istilah thaghut dalam ayat ini. Seperti yang disebut didalam firman-Nya. "mereka hendak berhakim kepada thaghut." (QS An-Nisa 60).
Para fuqaha berpendapat bahwa menjadi seorang hakim harus memberikan keputusan yang adil dan benar, walaupun terjadi dua persengketaan itu adalah dua orang munafiq ataupun kafir. Maka keputusan hukum harus adil dan benar. Tidak diperbolehkan untuk melakukan keputusan yang bathil, tidak sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. "Mereka hendak berhakim kepada thaghut." (QS An-Nisa 60). Walaupun nantinya mereka akan menjauh darimu.
Syaikh Sulaiman bin Sahman an-Najdi berkata, Thaghut itu ada tiga macam, thaghut dalam hukum, thaghut dalam peribadatan dan thaghut dalam ikutan (ad-Durar as-Saniyyah, Jil VIII, h. 272
Dari berbagai pendapat tersebut disimpulkan; Definsi makna thaghut yang paling umum adalah pendapat yang menyatakan, Thaghut adalah segala selain Allah yang disembah, yakni pendapat Imam Malik. Pendapat yang menyatakan bahwa thaghut adalah syetan, adalah pendapatnya mayoritas shahabat dan tabi’in. Adapun pendapat-pendapat yang lain merupakan cabang dari kedua pendapat umum tersebut. Dua pendapat itu merujuk kepada satu dasar yang memiliki segi dhahir dan hakikat. Orang yang melihat dari segi dhahirnya ia akan mengatakan, Thaghut adalah segala selain Allah yang disembah. Sedangkan orang yang melihat dari segi hakekat ia akan mengatakan, Thaghut adalah syetan. Sebab syetan adalah makhluk yang selalu mengajak untuk menyembah selain dari Allah, sebagaimana ia mengajak untuk mengikuti segala bentuk kekafiran. Firman Allah:
"Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma`siat dengan sungguh-sungguh?" (Maryam:83)
(Sebenarnya masih banyak, tapi itu dulu sajalah)
———————————————————————————–
Dengan sangat jelas, pengertian saya tentang thaghut mengacu kepada itu semua, bukan buatan saya. Tetapi saya lebih meringkasnya.
Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
(Copasan Al Quran dan Ucapan ulama antum itu bukan arti thaghut, tetapi lebih kepada perintah untuk menghindari dan menjauhi Thaghut)
Dan tafadhal jelaskan makna thaghut yang antum pahami?
Pertanyaan saya semakin banyak loh kalau tidak dijawab!
Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?Lihat Selengkapnya

26 September jam 22:17 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[25]

Alwindra Al Fatih

hm setelah ana baca referensi tentang thoghut secara mendalam pendapat ente itu termasuk dari kategori thaghut.
makna thagut telah an sampaikan dari awal dari segi bahasa. dan secara syara` dari pendapat ulama yg ente tampilkan dan akh r…yan Zahaf. dan pengertian Thaghut itu sendiri secara khusus tergantung dari pembahasan ayat tentang Thaghut. Tidak usah lagi ane menerangkannya
Masalh pertanyaan ente tersebut diluar konteks pembahasan kita. karena kita tlah sepakat membahas tentang thoghut dan ente mengatakan ht thoghut dg alasan menyesatkan harokah lain..
hal ini yg dibahas adalah masalah ente sebut Ht thgohut. ente menuduh Ht menyesatkan harokah lain buktikan disini.. jangan hy sekdara tampilkan link di blog ente.. buktikan .. klo ga terbukti dan secara fakta tlah dibantah maka Ente Harus Meralat pernyataan ente tersebut.Lihat Selengkapnya

Senin pukul 23:00 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[25]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
😀
Pertama Antum mengatakan:
apa bukan kebablasan??? padahal sudah ada batasan pengertian thoghut oleh Ulama.yg sudah dijabarkan oleh ente ma akh ryan.. ( bukan menurut apa yg ente pahami dari pernyataan ulama tsb. tapi l…ebih pada pernyataan yg jelas dari para ulama tsb.)
Kedua Antum mengatakan:
hm setelah ana baca referensi tentang thoghut secara mendalam pendapat ente itu termasuk dari kategori thaghut.
————————————————————————————
Antum kok plin-plan gitu yah? 😀
Pertama dengan jelas menyatakan bahwa pernyataan tentang thaghut saya kebablasan dan tidak sesuai dengan pengertian para ulama.
Ini membuktikan antum sendiri tidak tahu makna thaghut yang sebenarnya, atau hanya sebatas copy paste! Sehingga langsung menuduh tanpa ilmu dengan mudah! Cara antum seperti itu jelas diharamkan dalam Islam.
Wajib hukumnya antum mencari dahulu pengertian Thaghut secara mendalam jika antum belum tahu dan belum mendalami, bukan langsung menghakimi saya diawal. Bahwa kebablasan dan tidak sesuai dengan para ulama. Dan setelah saya kasih dalilnya seharusnya antum jika memang menyalahkan harus diberitahu dulu mana yang salah. Bukan seenaknya sendiri "ooo salah…. oooo benar"
————————————————————————————
Nah ini langsung menghakimi bahwa pertanyaan saya keluar dari konteks. Ini sama halnya menghakimi saya kebablasan dalam memaknai Thaghut.
Sekarang jawab saja dulu pertanyaan saya kepada antum:
1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?
3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
————————————————————————————-
Tidak perlu bertele-tele akhi, jawab saja. Saya bukanlah orang yang gampang memaknai dan menghakimi orang, makanya saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan tersebut! Pertanyaan tersebut bukan diluar konteks. Tetapi malahan sebagai substansi yang ingin antum bahas!
Jadi jawab saja, sebelum pertanyaan saya semakin banyak. Karena saya juga sudah menjawab pertanyaan antum bukan! Maka dari itu tafadhal jawab pertanyaan saya.
Antum belum apa-apa kok main justifikasi. Dialog belum dibuka, kok langsung menyatakan bahwa saya salah. Hehehe. Yaa Rabb!!!
Barakallahu.Lihat Selengkapnya

Senin pukul 23:44 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[26]

Alwindra Al Fatih

hm begitu ya cara menjustifikasi orang ya..semakin tahu ane akan kelakuan ente n niat ente yg gak baik. seolah – olah menyuruh ane terus dg pernyataaan ane yg salah n sudah ane koreksi . tap i ente perpanjang maslah n bilan ane PLIN-PLan…… . Pernyataan ente Itu ane setujui karena masuk dalam kategori hal tersebut.. Dan ane bilang
makna thagut telah an sampaikan dari awal dari segi bahasa. dan secara syara` dari pendapat ulama yg ente tampilkan dan akh r…yan Zahaf. dan pengertian Thaghut itu sendiri secara khusus tergantung dari pembahasan ayat tentang Thaghut. Tidak usah lagi ane menerangkannya
kemudian seolah ane tidak memahami hal terseb n tidak membaca pendapat ulama… kan sudah ane jabarkan secara bahasa n pendapat ulama yg membahas hal tersebutpun sudah ana baca.. klo kemudian dalam menilai itu terdapat kekeliruan ane kan sudah koreksi,, kok ante memperpanjang masalah n bilang ane PLIN PLAN ?? hehe ente malah main su`uzhon …
Dialog sudah dibuka sejak kite berjanji kan.. Kok Ente yg ANeh bilang dialog aja belum ???
pertanyaa ente kenapa tidak ane jawab karena memang tidak sesuai dg kesepakatan kite tidak usah melebar kemana-mana.. karena pengertian thoghut kita sepakat .. Subtansi yg ingin ane bahas??? wong itu konteks pembahasan kemana? ane sudha diskusi dg ente tentang thoghut itu apa kemudian dari pembahasan tentang thoghut itu maka ane menyetujui pendapat ente tentang pengertian thoghut.. kok ente larinya kemana….
n jangan bertele -tele dg pertanyaan ente tersebut. karena tidak sesuai dg apa yg harus ane diskusikan n yg Ente yg harus Jawab Pertanyaan ane tentang HT yg ente bilang thoghut tersebut.. Janga diperpanjang masalah ne .. BUktikan HT itu Menyesatkan Harokah ! n kalau dg Itu ente Katakan Ht Thoghut !karena itu yg ane ingin ketahui dari ente apa alasan ente nulis seperti ituLihat Selengkapnya

Selasa pukul 10:07 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[26]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Yaa akhi yang insya Allah dirahmati oleh Allah.
Pernyataan antum seharusnya berhati-hati dalam menyatakan berbagai pendapat. Ini masalah agama, bukan ditimbang dari segi emosi. Pertama sudah saya jelaskan "ringkasan" apa… yang saya maksud thaghut. Lalu dengan tegas antum mengatakan bahwa ringkasan saya kebablasan.
Setelah saya memberikan dalil tentang ringkasan makna thaghut, antum baru berkata "hm setelah ana baca referensi tentang thoghut secara mendalam pendapat ente itu termasuk dari kategori thaghut."
Ini menjelaskan bahwa sebelumnya antum memang tidak mengerti secara mendalam apa yang dimaksud thaghut. Sehingga sekarang ketika sudah mendalami, baru mengakui apa yang saya sampaikan itu benar.
Nah, kalau antum sudah mengakui bahwa antum keliru. Ini menjelaskan bahwa antum memang tergesa-gesa dalam menilai sesuatu. Dan memberikan alasan yang tepat untuk saya katakan bahwa hal itu adalah "plin..plan". Yang saya maksud plin-plan itu adalah saat antum mudah memvonis, seperti kebablasan, tidak sesuai dengan ulama, keluar dari konteks, dsb. Inikan menjelaskan bahwa antum gampang sekali mengeluarkan vonis ataupun justifikasi padahal antum belum mengetahui dengan jelas maksudnya.
————————————————————————————-
Yang dinamakan dialog itu terjadi dua arah, satu sama lainnya saling menjawab dan saling bertanya. Nah dari kemarin saya yang jawab terus, sedangkan pertanyaan saya belum dijawab-jawab. Ini jelas dialog belum dimulai, tetapi hanya sebatas pembicaraan satu arah.
Dan saat kita melakukan perjanjian, itu bukan awal/mukadimah dialog. Tetapi hanya akad untuk mengawal dialog kita agar lebih baik.
————————————————————————————-
Sekarang antum mau jawab pertanyaan saya tidak? Jika tidak maka sudah selesai, bahwa memang tidak ada i’tikad baik antum untuk melakukan dialog kecuali hanya pengen emosi-emosian. Jika seperti itu, maka saya lebih baik memberhentikan pembicaraan satu arah ini, karena memang belum apa-apa sudah susahnya seperti ini.
Sekarang masalah thaghut sudah selesai?
Saatnya saya menjawab lagi, masalah kenapa saya bilang sikap hizbut Tahrir seperti khawarij dan Hizbut Tahrir bisa disebut Thaghut. Untuk menjawab masalah ini, saya bertanya dulu kepada antum.
1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?
3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
————————————————————————————
Seorang berkata itu ada hujjahnya, seorang bertanya itu ada maksudnya. Nah saya akan memberikan jawaban ketika antum sudah menjawab ini. Atau antum harus lari tidak mau menjawab pertanyaan ini?
Kalau begitu—-> SELESAI <—– saja
(giliran bertanya saja getol banget, giliran disuruh menjawab susahnya minta ampun)
Wallahu’alamLihat Selengkapnya

Selasa pukul 11:06 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[27]

Alwindra Al Fatih

ane udah baca berbagai pendapat ulama tentang thoghut tersebut dan pendapat ente tentang thoghut.. pendapat ulama jelas secara rinci tentang thoghut itu seperti apa penjelasannya.. baik dari segi bahasa maupun penafsiran tentang berbagai …ayat tentang thoghut… atau perlu ana sampaikan lagi berbagai pendapat ulama tentang hal tersebut..? makanya ane bilang pada pendapat awal ente menafsirkan thoghut itu kebablasan karena memaknai secara umum tentang thoghut. .. Setelah itu ana baca lagi n pahami lagi berbagai pendapat ulama maka dg itu ana membenarkan pendapat ente termasuk dalam kategori thoghut. NAmun itu secara umum.. bukan pembahsan thoghut dari ayat per ayat.
karena dari al-Qur`an jelas pemaknaan thoghut dari berbagai pendapat ulama secara ringkas adalah
1. thoghut berbentuk setan
2.Sesembahan Selain Allah
3. Berhukum tidak dg HUkum Allah .
Dialog itu mempertanyakan statemen ente tentang HT thoghut. N Wajar Ane mempertanyakan ke ente.. tapi ente mempertanyakan ke ane pertanyaan yg tidak ke Persoalan inti. malah Bertele-tele.. Jadi Siapa Yg ga Mengerti diskusi ini ?? ENTE GA NGERTI Status Ane Diawal ya..???
Semakin Ketahuan Ente emang berniat tidak mau menjawab Masalah ente Katakan HT Thoghut.. malah mengajukan Pertanyaaan yg tidak langsung pada pokok persoalan.. pokok diskusi kita….Lihat Selengkapnya

Selasa pukul 11:38 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[27]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Sebelum saya menjawab, tafadhal dijawab dulu:
1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
…2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?
3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
———————————————————————————-
Susah amat sih jawabnya! :DLihat Selengkapnya

Selasa pukul 11:42 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[28]

Alwindra Al Fatih semakin ketahuan ente tidak langsung pada pokok persoalan.. malah ente bertele-tele.. .. KALAU ENTE TIDAK MAU JAWAB PERTANYAAN ANE MAKA ENTE LAYAK DISEBUT TUKANG FITNAH.. Karena Ane Sudah minta klarifikasi ma Ente..

Selasa pukul 11:50 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[28]

Fajar Agustanto

‎@ Alwindra Al Fatih:
Hehehe…. Susah sekali diajak dialog!
Bos, ini bukan masalah klarifikasi ente. Tapi giliran saya yang bertanya.
…Dari kemaren ente bertanya terus, sekarang saya yang bertanya. Jawab ngapa susah amir jawabnya!
1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?
3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
———————————————————————————–
Jika ente masih belum jawab pertanyaan saya di komentar selanjutnya. Maka saya anggap selesai dialog kita disini!Lihat Selengkapnya

Selasa pukul 11:56 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[29]

Alwindra Al Fatih Ane Pertanyakan sesuai konteks diskuse i yg telah ane tulis di status ane! N Ente setuju tuk Diskusi tentang hal tersebut. KArena memang Ente yg BUAt Statemen Ht itu THoghut! Kalo ente TIdak Mau Menjawab Terserah Ente.. Dg Demikian Ente memang Tidak Punya NIat BAik n Lurus .. maka Pantas Ana Sebut Ente Tukang Fitnah! Dg Segala Alamat Tuduhan Ente Kepada Ht..

Selasa pukul 12:03 · SukaTidak Suka

  • clip_image004[29]

Fajar Agustanto

Karena memang tidak ada i’tikad baik dari antum, maka dialog kita selesaikan jika tidak ada jawaban apa yang saya tanyakan
Ini jelas membuktikan siapa yang hanya ingin mencari pembenaran, bukan kebenaran.
Saya tunggu sampai 3 hari jika tetap… tidak dijawab pertanyaan saya. Maka selesai!
Barakallahu.Lihat Selengkapnya

Selasa pukul 12:17 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[30]

Alwindra Al Fatih Ente yg tidak PUnya Itikad BAik… Ane Malah yg ente Sebut.. Klo Tidak Py Itikad baik mencari hujjah yg benar tentu ane tidak membenarkan Pendapat ente tentang Thoghut.. malah ente bertele-tele.. Terserah Ente tidak Jawab.. klo Ane Tdk Jawab Pertanyaan ente sudah Jelas Alasannya..

Selasa pukul 12:20 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[31]

Alwindra Al Fatih malah ente mencari pembenaran dari tuduhan ente terhadap Ht.. Jg bermain kata seperti orang munafik deh..

Selasa pukul 12:27 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[3]

Sofyan Sori Nasution

Tak mau ngalah yeee….
Anggaplah akh Fajar sbg terdakwa sebab dianggap mencemarkan nama baik, shg harus diadili. Bukankah ketika dlm pengadilan, pihak terdakwa boleh mengajukan pertanyaan kpd pihak penggugat dlm rangka membela diri??.. Dan… pihak penggugat silakanlah menjawab pertanyaan2 pihak terdakwa. Tapi, memang susah juga kalau pengadilan ini tak ada hakimnya, shg satu pihak mengklaim sesuatu itu tidak tepat dimunculkan di persidangan sdgkan yg lainnya merasa tepat dimunculkan utk pembelaan diri..
Tapi apa benar ya diskusi ini utk mengadili akh Fajar??
@Alwindra: saran ana ya buat antum, mengalah dong.. dijawab aja pertanyaan akh Fajar itu, ntar bisa dilihat setelah antum menjawab pertanyaan akh Fajar itu nyambung ke topik apa tidak.. Kami jg pengen ending dr diskusi ini jelas.. Ayoo dong Akh.. Jawab saja.. 🙂
@Fajar: kalau akh Alwindra tetap enggan menjawab, ywdh sudahi aja diskusi ini, biarkan menggantung.., sebab antum kan merasa pertanyaan antum itu perlu dijawab untuk membela diri antum yg dianggap mefitnah.. 🙂
Afwan, ana bukan hakim di sini. Itu hanya usulan penyaksi diskusi.. Lihat Selengkapnya

Selasa pukul 15:38 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[32]

Alwindra Al Fatih ‎@sofyan :Pendukung Fajar n Tidak Melihat kesepakatan diskusi.. Karena ente penyaksi pendukung fajar sih pantas aja ga adil menilainya tak mau ngalah ??? tanya aje maa si fajar. n emang ini pengadilan ??? JAWAB SAJA KE POKOK INTI PERSOALAN.. GA USAH BERTELE-TELE.. ane udah kasih jawaban.. N Ane minta klarifikasi .. klo ga mau jawab terserah.. Klo Ga MAu Jawab SI FAjar Jadi TUkang FItnah. Gampang KAn?

Selasa pukul 16:59 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[4]

Sofyan Sori Nasution

Tidak gampang Mas,, tidak segampang itu menyebut seseorang tukang fitnah! Akh Fajar ingin membuktikan dirinya tidak asal sebut bahwa HT seperti yg Mas permasalahkan, cuma saja Akh Fajar ingin Mas menjawab beberapa pertanyaan darinya sebelum… dia menjelaskan "tuduhan"nya dan jika Mas ingin cepat klarifikasinya dijawab, maka jawab saja beberapa pertanyaan Akh Fajar.. Gampangkan??? Tapi Mas tdk mau jawab dgn alasan "pertanyaan tidak nyambung ke topik".. Nah kan harusnya mudah jadi repot..
Gini aja deh.. Kalo antum anggap pertanyaan Akh Fajar itu gak nyambung dgn topik diskusi kalian, dan mengingat kita berdua tidak terikat perjanjian diskusi apapun, maka ijinkan ana bertanya yg serupa kpd Antum.. Sudikah antum menjawabnya? Anggap saja ana yg awwam bertanya kpd yang ‘alim.. 🙂 Gimana Mas??..Lihat Selengkapnya

Selasa pukul 19:04 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[33]

Alwindra Al Fatih ga gampang juga sifajar sebut ht thoghut,munafik,khawarij dsb nya..

Selasa pukul 19:14 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[5]

Sofyan Sori Nasution Artinya antum org yg ‘alim ikut2an "gak gampang" ya.. ^_^

Selasa pukul 19:35 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[6]

Sofyan Sori Nasution Maka ana anggap siapapun yg memberikan kpd Antum pertanyaan serupa dgn pertanyaan akh Fajar kpd Antum, antum tidak akan menjawab. Jika begitu maka gendangnya hanya dua: pertama; antum tidak tahu jawabannya sebab ilmu antum kurang mengenai topik yg dipertanyakan, atau yg kedua; antum menganggap si penanya adalah satu barisan tukang fitnah dgn akh Fajar, khususnya tukang memfitnah HT. Begitukah Akhi??

Selasa pukul 22:02 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[34]

Alwindra Al Fatih

ye ente kn pendukung si fajar makanya ente dukung habis-habisan… n malah berburuk sangka kepada ane n bilang ane ga tahu jawabannya. Ente Emang SOk Tahu… MALesnya ANe Jawab Pertanyaan Si Fajar Jelas Bakal Nanti dg jawab pertanyaan nya …bakal nantinya tidak akan ke topik utama. malah bertele-tele sekitar pertanyaan tersebut. ..KLO FAJAR EMANG PEMBERANI N IDAK PENGECUT JUGA BERANI MEMPERTANGGUNGJAWABKAN PERNYATAAN NYA MAKA DIA AKAN JAWAB ..
eNTE sOFYAN Lebih BAik Diam n Jadi Penonton wae.. Ngapain Ente IKUt campur maslah ini. emang urusan ente ape..?Lihat Selengkapnya

Kemarin jam 4:35 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[7]

Sofyan Sori Nasution

Lah Antum menganggap ana dukung Akh Fajar habis2an.. Kesimpulan Antum ini darimana datangnya Akh?? Ana hanya ingin tiada yg disebut memfitnah dr antum berdua, sebab ana lihat semangat cinta kebenaran dr akad perjanjian kalian. Kalau diskusi…nya mentok hanya krn tidak mau menjawab bbrp pertanyaan, kan jdi sayang akadnya.. Lagian kan Akhi, tidak dijatuhi dosa jika antum menjawab pertanyaannya.. Lagian jika memang menurut akh Fajar jawaban Antum penting untuk menjawab klarifikasi antum, maka apalah salahnya jika Antum mengalah dikit untuk menjawab bbrp pertanyaan itu.. 🙂
Kapan ane berburuk sangka kpd Akhi??.. Bukankah ada kalimat tanya ana yt: "Begitukah Akhi!".. Ya kalau bukan maka jawab saja bukan dan kasih penjelasan.. Gitu aja koq repot sih Akh..
KALAU MEMANG ANTUM CINTA KEBENARAN DAN INGIN AKH FAJAR JADI ORANG PEMBERANI, MAKA TIDAK ADA SALAHNYA ANTUM MEMBANTU AKH FAJAR DENGAN CARA ANTUM MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN BELIAU. 🙂
Ana Sofyan prihatin dengan Antum yg menuduh Akh Fajar tukang fitnah (sebab jika tuduhan antum itu tak benar maka Antum akan mendapat imbasnya), sebab ana adalah saudara Antum!
Afwan Akhi, tidak berhak Antum melarang ana berkomentar di forum ini, apalagi yg ana sampaikan bukanlah kata2 yang buruk.. Kecuali ana menjustifikasi jawaban salah satu di antara jawaban kalian "ini benar dan itu salah", maka itu barulah artinya ana mencampuri urusan kalian..
Ya sudah, kalau antum menolak dianggap kurang ilmunya, maka apakah itu artinya antum berada di gendang yg kedua ya Akh??… Lihat Selengkapnya

Kemarin jam 6:02 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[35]

Alwindra Al Fatih Kalau Ente Cinta Kebenaran maka Tidak Akan ada JAwaban Bertele-tele

Kemarin jam 12:42 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[36]

Alwindra Al Fatih yee. udah jelas fitnah HT thoghut, Khawarij, Munafik… Mau Bukti??

Kemarin jam 12:43 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[8]

Sofyan Sori Nasution Terkadang boleh saja pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, agar si penanya bisa menemukan sendiri jawabannya. Mungkin kesannya bertele-tele, namun begitulah untuk sampai kepada jawaban. Sebagaimana dgn riwayat ttg pertanyaan pengertian taqwa, dijawab dgn pertanyaan pula "bgmn berjalan di antara dedurian?" Yaitu berhati2.. Kira2 begitulah Akh..

Kemarin jam 15:25 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[37]

Alwindra Al Fatih ya menurut antum mungkin… kok kita yg jadi diskusi sih 🙂 .. terserahlah . yg jelas ane tetap istiqomah dg pendapat ane.. kecuali klo emang ada yg salah bakal ana ralat. ane diskusi bukan untuk cari menang atau pembenaran..

Kemarin jam 15:38 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[9]

Sofyan Sori Nasution

Mungkin bagi Antum adalah bukti, namun sebenarnya itu hanyalah bukti bahwa akh Fajar pernah berucap demikian, tp bukan sbg bukti bahwa dia telah memfitnah. Tolong bedakan Akhi.. Bukti telah membuat pernyataan dengan bukti telah membuat kebo…hongan.
Misalnya ana katakan "Ust Alwindra telah berjudi." Apakah serta merta ana dibilang memfitnah Ust Alwindra??? Maka dibutuhkan pembuktian dan penjelasan dari ana atas pernyataan ana itu. Jika ternyata apa yang ana nyatakan tdk terbukti, barulah bisa dibilang ana telah berdusta dan memfitnah.
Jadi, dibutuhkan bukti bahwa akh Fajar telah melakukan fitnah dengan cara membuktikan dulu kebenaran dr pernyataan akh Fajar..
Nah, sekarang ana tunggu bukti dari Antum bahwa apa2 yang dinyatakan oleh akh Fajar mengenai HT adalah sebuah kebohongan/dusta/fitnah.. :)Lihat Selengkapnya

Kemarin jam 15:39 · SukaTidak Suka

  • clip_image008[10]

Sofyan Sori Nasution Kalau tidak mau mengalah, bukannya disebut ingin menang?? 🙂
Tidak mengapa kan kalau diskusi dengan ana? 🙂
Sebelumnya juga antum enggan menjawab pertanyaan ana.. Maka kalau sekarang pun antum enggan berdiskusi dgn ana, monggo Mas.. 🙂

Kemarin jam 15:51 · SukaTidak Suka

  • clip_image005[38]

Alwindra Al Fatih coba tanya tuh sama sifajar jangan ke ane.. komitmen ane jelas .. minta klarifikasi sejak awal dialog.. ente malah suka maksain ane.. bilang tuh sama si fajar ….

22 jam yang lalu · SukaTidak Suka

  • clip_image005[39]

Alwindra Al Fatih tulisan si fajar tenntang ht khawarij, munafik dsb sudah cukup sebagai bukti,… ane ga perlu bicara ma ente.. ane sudah lama mengamati n tahu prilaku si fajar.. … kok malah tanya ke ane… semakin ente bersikeras minta jawab semakin ane tau niat ente n semakin ketahuan ente mihak ma fajar…

22 jam yang lalu · SukaTidak Suka

  • clip_image008[11]

Sofyan Sori Nasution

Tafadhal selamanya menganggap
akh Fajar tukang fitnah..
Kalau tetap begini, maka akh Fajar pun tetap bertahan dengan argumen2nya mengenai kemunafikan HT dan khawarij-nya HT.. Dan sebaiknya Antum buat bantahan atas tulisan2 yang Antum protes… itu.. Kalau Antum merasa tulisan2 akh Fajar gak ilmiah, maka buatlah bantahan yang ilmiah.. Sampaikan ke publik agar publik yg menilai argumen Antum..
Sampai disini saja lah ya Akh.. 🙂 Lihat Selengkapnya

JAWABAN UNTUK SAUDARA ALWINDRA AL FATIH:

Dari awal Alwindra Al Fatih tidak mau menjawab pertanyaan saya mengenai:
1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?

2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?

3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?

Alasannya karena dianggap  menyimpang dari konteks yang ingin didialog-kan. Padahal substansinya sangat jelas, KENAPA HIZBUT TAHRIR BERSIKAP SEPERTI KHAWARIJ DAN BISA DISEBUT THAGHUT:

Insya Allah bagi semua aktivis Islam akan mengetahui jawaban 3 pertanyaan pokok tersebut. Dan insya Allah akan sangat mudah dijawab. Kecuali bagi mereka yang ingin menyembunyikan kebenaran, maka mereka tidak akan berani menjawabnya karena memang sudah merasa salah dalam berjalan. Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang menyembunyikan kebenaran dan tidak mau mengakui kesalahan yang mereka buat.

Baik saya jawab sendiri pertanyaan saya.

1. Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?
Jawaban: Pasti sangat pasti, orang yang melampaui batas itu adalah sesat.

"Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka."(QS Al Mu’min 43)

2. Kemudian, orang yang membunuh muslim, anak-anak, wanita dalam peperangan dalam muslim/Islam dibenarkan tidak? Dan mereka yang seperti itu termasuk orang yang sesatkah?
Jawaban: Tentu, orang-orang yang melakukan hal tersebut adalah orang yang sesat. Karena dalam Islam dilarang untuk membunuh wanita, anak-anak, pendeta, menebas pohon, dll. Disaat peperangan.

3. Sekarang seperti apakah dosa yang tidak menyimpang dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya?
Jawaban: Tidak ada dosa yang tidak menyimpang dari Kitabaullah dan Sunnah Rasul-Nya. Semua dosa itu adalah perilaku sesat yang menyebabkan seseorang berbuat dosa.
(Jawaban Ini merujuk atas apa yang ditanyakan saudara Alwindra Al Fatih "dg pengertian yg ente buat maka ketika orang berbuat dosa atau tidak melakasanakan Perintah Allah dan Menjauhi segala laranganNya. maka semuany a akan Dijatuhi Dg nama Thoghut.")
Ingat orang-orang yang berbuat dosa itu karena mereka melakukan sesuatu yang melampaui batas, mereka yang terperdaya oleh syeitan, dll. Hal ini jelas Thaghut berperan dalam melakukan dosa tersebut.

Sekarang menjawab pertanyaan "Kenapa Sikap Hizbut Tahrir seperti Sikapnya Khawarij dan Bisa dikatakan Thaghut":

1. Hizbut Tahrir mudah menyesat-nyesatkan umat Islam yang lainnya, bahkan ketika umat ISlam yang insya Allah ikhlas berjihad dijalan Allah. Mereka fitnah habis-habisan. Fitnah-fitnah tersebut seperti:

Menyatakan bahwa pemerintahan Turki adalah pemerintahan yang khianat dan menghinakan pemerintahan tersebut —> "HT Turki: Sungguh Tiba Saatnya Melepaskan Diri dari Penguasa Yang Hina!!"

Menyesatkan Hamas serta menfitnahnya di Al-Islam edisi 361 paragraf ke-9:
"Hamas justru membalasnya dengan melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai menimpa para orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji."

"bahkan sampai pada titik di mana mereka harus menumpahkan darah kaum Muslim yang tidak berdosa dengan cara zalim dan penuh permusuhan. Namun, Hamas justru menganggap dirinya melakukan kebaikan, bahkan untuk itu mereka melakukan sujud syukur kepada Allah" Al Islam Edisi 362 Paragraf ke-10

"Pemerintah (Hamas) yang berada di bawah pendudukan yang didirikan di atas tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, nyawa kaum Muslim yang dihilangkan, dan darah-darah mereka yang ditumpahkan, terus-menerus berada dalam kondisi seperti ini, sungguh merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin" Al Islam Edisi 362 Paragraft ke-12

2. Hizbut Tahrir menfitnah petinggi AKP Erdogan dan Abdulla Gul, adalah antek-antek Amerika. Al-Islam edisi 361

3. Menfitnah Hamas dan menyesatkannya Dengan mengatakan:
"Fatah Dan Hamas tidak mencerminkan Islam dan kaum Muslim"
"Keduanya hanyalah sekelompok kecil dari rombongan kafilah yang menyimpang dari jalan", Al Islam Edisi 462.
dsb.

Seperti apa yang saya tanyakan di no 1 "Saya, mau tanya. Seseorang yang mudah mengatakan sesat itu orang yang melampaui batas bukan?"

Hizbut Tahrir gampang sekali menyesatkan Hamas dengan mengatakan telah membunuh anak-anak, wanita. Pemerintahan Hamas didirikan dengan tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, dsb. Logikanya jika memang Hamas memang benar melakukan kesesatan tersebut, tentu semua media dunia Islam maupun non Islam akan menjatuhkan kredibilitas Hamas. Tetapi itu tidak terjadi, kecuali media su’udzhan Hizbut Tahrir.

Hal ini jelas sekali menjelaskan bahwa Hizbut Tahrir telah berlebih-lebihan dan melampaui batas dan gampang sekali menyesatkan organisasi Islam yang lainnya. Dilain tempat, Hizbut Tahrir menfitnah Usamah Bin Laden adalah agen CIA. Semua fitnah-fitnah itu dilakukan untuk menjatuhkan harakah yang lainnya dan meninggikan Hizbut Tahrir.

Dengan sikap yang berlebih-lebihan Hizbut Tahrir tersebut, jelas bisa dikatakan sebagai sikap Khawarij dan bisa dikatakan sebagai Thaghut.

Abu Said al Khudri berkata; Sewaktu Rasulullah saw sedang membahagi-bagikan harta (kepada kaum Muslimin) tiba-tiba Dhul Khuwaysirah al Tamimiy datang dan berkata: ”Berlakulah adil wahai rasulullah”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: ”Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah, ”Wahai Rasulullah, adakah Anda membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: ” Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam ) sederas anak panah yang keluar daripada busurnya ” ( Sahih Muslim/2456; Sahih Bukhari/6933; Kitab Muwattha/156; Sunan Abu Daud/6741).

Said al Khudri menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Nanti akan muncul diantara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amap perbuatan mereka, mereka itu membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tidakakan melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan memecah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya ” (Sahih Bukhari/5058 ).

Lihat bagaimana Hizbut Tahrir membanding-bandingkan harakah lain dengan diri mereka sendiri. Mereka meninggikan harakahnya sendiri (Hizbut Tahrir) dan merendahkan yang lainnya.
"Tolonglah Hizbut Tahrir yang berjuang menegakkan Daulah Khilafah Rasyidah kedua yang berjalan di atas manhaj kenabian yang akan mengembalikan umat Islam dalam posisi dan kemuliaan mereka, dan yang akan menghancurkan entitas Yahudi dengan jalan memobilisasi tentara yang dikomandoi oleh seorang Khalifah yang mendapat petunjuk."

Hal ini menunjukkan bahwa hanya merekalah yang akan dan bisa mendirikan Khilafah serta mengklaim hanya Hizbut Tahrir-lah yang berjalan di atas manhaj Rasulullah.

Bukankah ciri ini adalah sikap dari khawarij!

Lihat bagaimana Hizbut Tahrir mudahnya mencela umat Islam yang lainnya. Bukankah mencela umat Islam yang lainnya adalah ciri khawarij! Lihatlah bagaimana Hizbut Tahrir menyesatkan harakah yang lainnya, bukankah yang hanya suka menyesatkan umat Islam yang lain adalah khawarij!

Ciri khawarij menurut Dr. Umar Abdullah Kamil dalam kitab ”Al Mutatharrifun : Khawarij al-judud” menyatakan bahwa diantara ciri Khawarij kontemporer ini adalah :

1. Fanatik atas pendapat sendiri (ta’assub) dan tidak mengakui kebenaran pendapat yang lain, walaupun pendapat yang lain berdasarkan dalil syar’i, sehingga seakan akan merka menyatakan: ”pendapatku benar tidak ada salah sedikitpun, dan pendapat yang lain adalah salah dan tidak memiliki kebenaran walau sedikit. ”

2. Memuliakan ulama dari kelompok mereka dan berbangga dengan kelompok mereka sahaja serta menghina, merendahkan, kelompok lain, dan mencari kekuarangan dan kelemahan ulama atau pemimpin dari kelompok yang lain.

3. Taqlid kepada pemimpin, kelompok dan kitab-kitab mereka dengan taqlid buta tetapi pada saat yang sama mereka mencela kelompok madzhab yang bertaqlid dengan imam mazhab fiqih sebab tidak sesuai dengan pendapat mereka.

4. Menutup pikiran daripada kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain walaupun pihak lain mempunyai dalil yang jelas.

5. Menutup diri daripada mendalami ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan keagamaan, dan membatasi diri dengan pengajian kelompok, kitab-kitab tertentu, dengan rujukan ulama kelompok serta menamakan kelompok mereka dengan kelompok yang selamat (firqah najiyah).

6. Kekurangan ilmu dan memahami agama dengan tidak seimbang, dan melebihkan satu ilmu dan memandang rendah ilmu yang lain.

7. Mudah memberikan fatwa terhadap suatu hukum halal dan haram, kafir dan syirik, sesat dan bidah tanpa memiliki kemampuan untuk memahami nash-nash Al-Quran dan hadis dan tidak memiliki kemampuan untuk menarik kesimpulan dari suatu hukum.

8. Menuduh ulama terdahulu dengan tuduhan jahil dan sesat sebab mereka tidak memahami metodologi ushul fiqah (ushul fikih), tidak memahami nash qathi dan dzanni, tidak memahami perbedaan ulama mujtahid dalam mengambil hukum.

9. Kaku kepada kelompok lain, sehingga mereka tidak akan memberi salam jika berjumpa dengan kelompok yang lain, tetapi akan berpelukan jika berjumpa dengan kelompoknya sendiri. Mereka tidak peduli dengan keadaan kelompok lain tetapi sibuk membantu kelompoknya sendiri.

10. Pemahaman yang salah terhadap salaf, sehingga mereka menyangka hanya kelompok mereka sahaja yang mengikut ulama salaf, sedangkan ulama lain tidak mengikuti salaf. Padahal mengikuti salaf adalah mengikuti akan kaedah memahami nash yang berkaitan dengan akidah, hukum dan akhlak dengan mengikuti metodologi penafsiran nash, dan merujuk kepada cara salaf dalam berijtihad dan memutuskan hukum.

11. Bersikap keras dan memberatkan, sehingga mereka tidak mengenal adanya keringanan (rukhsah), kemudahan di dalam hukum. (Umar Abd. Kamil, al Mutatharrifun, 1998, hal.111-124).

Kesalahan khawarij dalam metodologi keilmuan

Dr. Umar Abd Kamil juga menyatakan bahwa kelompok Khawarij bersikap demikian karena mereka salah dalam metodologi keilmuan seperti :

a. Kesalahan dalam metode berfikir tanpa membedakan antara kulliyah dan juziyyah, muhkamat dan mutasyabih, dzanniyat dan qath’iyyat, kaidah memadukan antara ta’arudh dan tarjih, perbedaan antara hadis daif dan maudhu’, dan lain sebagainya.

b. Memakai metode ”Dhahiriy” dan ”harfiyah”, dan menolak qiyas, maslahaat, ihtihsan dan tidak melihat kepada maqasid syariah dan illat hukum.

c. Memakai Mutasyabih menjadi Muhkamat. Maksud Mutasyabih adalah sesuatu yang mempunyai berbagai tafsiran, tetapi mereka menetapkan tafsiran mereka tanpa melihat tafsiran yang lain.

d. Kekeliruan dalam istilah antara Iman, Islam, Kafir, Syirik, Fasik, Dzalim, Munafiq, Jahiliyah, dan lain sebagainya, disebabkan tidak memahami makna bahasa antara makna Majaz dan Hakikat, antara iman dan iman yang sempurna, antara kafir maksiyat, dan kafir i’tikad, antara syirik besar dan syirik kecil, antara munafik akidah dan munafik amal, antara bid’ah yang sesat dan bid’ah yang hasanah.

e. Berlebih-lebihan dalam mengharamkan sesuatu, tanpa membedakan antara haram dan makruh, antara makruh lit tahrim dan makruh lit tanzih.

f. Mengambil ilmu hanya berdasarkan bacaan atas kitab, akhbar , atau majalah tanpa mengkaji lebih lanjut atau bertanya dan merujuk kepada ulama yang pakar dalam bidang tersebut.

g. Lemah dalam sejarah rasul, sejarah sahabat, dan sejarah Islam, dan sunatullah dalam kehidupan, serta fiqh keadaan dan keutamaan (fiqhul waqi/fiqhul awlawiyat) dan strategi dakwah (fiqh dakwah).

h. Metode berlawanan, sebagian-sebagian dan tidak menyeluruh. Pada waktu umat Islam tertinggal dalam kehidupan dunia, segera mereka meninggalkan kehidupan spiritual sibuk mengejar dunia, sedangkan di pihak yang lain meninggalkan dunia dan hidup zuhud, padahal Islam mengajarkan perpaduan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara ilmu dan agama, antara kerja dan amal, antara material dan spiritual, dan lain sebagainya. (Umar Abd.Kamil, al Mutatharifun, 1998, hal.143-154).

Bukankah dengan jelas, beberapa ciri-ciri Hizbut Tahrir ada diatas. Sikap-sikap Hizbut Tahrir juga terdapat pada sikap para khawarij diatas!

————————————————————————————————————-
Hizbut Tahrir bisa disebut dengan Thaghut.

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah berkata, Thaghut adalah segala sesuatu yang diperlakukan oleh seseorang secara melampaui batas, baik dalam hal penyembahan, ketaatan atau ikutan. Karena itu thaghut adalah segala sesuatu yang diminta untuk memutuskan perkara selain dari Allah dan Rasul-Nya, selain Allah yang disembah, yang diikuti padahal tidak selaras dengan syariat Allah, atau ditaati dalam hal-hal yang tidak diketahui sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Ini semua adalah thaghut dunia ini. Apabila Anda mencermati kondisi manusia saat ini niscaya anda melihat kebanyakan mereka melakukan penyelewengan, dari penyembahan Allah kepada dan penyembahan thaghut, dari berhukum kepada Allah dan rasul-Nya kepada berhukum kepada thaghut, dari mentaati dan mengikuti Rasul-Nya menjadi taat dan mengikuti thaghut. (A’lamul Muwaqqi’in, Jil. I, h. 50)

Dengan jelas Hizbut Tahrir telah melampaui batas (thaghut), memutuskan perkara dengan serampangan. Dan keputusannya diikuti oleh para syababnya. Sehingga mencela, menghina, menghujat, menfitnah adalah hal yang biasa dilakukan oleh Syabab Hizbut Tahrir sesuai dengan berbagai bukti yang banyak kita jumpai pada pernyataan-pernyataan Hizbut Tahrir.

Islam melarang untuk mencela, menfitnah, menghujat, menghina,dsb. Karena jika melakukan hal tersebut, maka itu adalah perbuatan yang biasa dilakukan syetan. Setiap dosa adalah hal sesat yang dilakukan oleh syetan. Dan syetan itu adalah thaghut seperti ucapan Umar:
"bahwa Thagut adalah setan- sangat kuat, karena sesungguhnya pengertian tersebut mencakup semua bentuk kejahatan yang biasa dilakukan oleh ahli Jahiliah, seperti menyembah berhala dan menerima keputusan hukum kepadanya serta membelanya."

Sebagian besar Syabab Hizbut Tahrir, meng-amien-ni perbuatan buruk yang dilakukan harakah tersebut (Hizbut Tahrir). Bukankah hal itu jelas adalah thaghut!

Dengan begitu bahwa sudah jelas, Hizbut Tahrir bersikap sebagai khawarij dan bisa disebut Thaghut. Walaupun begitu saya tidak akan menyebut mereka mutlak sebagai Khawarij dan mutlak sebagai thaghut. Tetapi yang ingin saya sampaikan adalah sikap/karakter/watak mereka itu seperti gambaran sifat Khawarij dan sebagaimana Thaghut. Jika mereka sadar dan kembali kedalam Islam, maka tentu dan pasti mereka akan membuang sifat-sifat khawarij dan thaghutnya.

Saudara Alwindra Al Fatih menyatakan bahwa saya tukang fitnah dan munafik, tanpa menunjukkan bukti-bukti. Ini jelas ciri-ciri khawarij!

Sekarang, sudah jelas kesepakatan dialog telah dilanggar oleh saudara Alwindra Al Fatih setelah itu menfitnah saya sebagai seorang munafiq:

1.  Jika tidak dijawab 2-3 hari maka diskusi dianggap selesai.

2.  Menfitnah bahwa pertanyaan saya diluar konteks tanpa memperdulikan hak jawab saya.

Nah karakter saudara Alwindra Al Fatih seperti orang munafiq yang digambarkan Rasulullah:

Sahabat Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa berbuat serong (khianat) kepada teman berserikat terhadap sesuatu yang telah dipercayakan terha­dap dirirtya, maka aku tidak lagi memperdulikan orang itu." (HR. Abu Ya’la dan Baihaqi). Dalam riwayat Imam Bukhari dan Mus­lim diketengahkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Ada empat sifat yang apabila dimiliki oleh seseorang maka dia berarti munafik murni. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari empat sifat dimaksud, berarti dia memiliki salah satu dari ciri seorang munafik. Empat sifat itu adalah: Apabila berbicara bohong, apabila dipercaya serong, apabila berjanji mengingkari, dan apabila berdebat tidak sportif (lacur).

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR. Muslim)

“Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.“(HR. Ibnu Babawih).

Tergambar jelas bahwa orang munafiq itu memang tidak memahami arah pembicaraan.

“Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS.An Nisa :78)

Orang-orang munafiq itu adalah orang yang selalu beralasan ketika diajak berperang. Mereka akan memberikan alasan dan mengiba-iba.

“Bahwa beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw. selalu tidak ikut serta bila Nabi saw. pergi berperang. Mereka bergembira-ria dengan ketidakikutsertaan mereka bersama Rasulullah saw. Lalu apabila Nabi saw. telah kembali, mereka mengemukakan alasan kepada beliau sambil bersumpah dan berharap mendapatkan pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat. Maka turunlah ayat: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka mereka akan terlepas dari siksa.” (Shahih Muslim No.4981)

Kebiasaan syabab HT memang tidak bisa dipungkiri, mereka biasa bersilat lidah dalam segala hal, bahkan ketika bukti kebenaran yang nyata pun mereka nafikkan. Lalu menfitnah sana-sini sehingga terlihat merka yang terdzalimi, padahal hakekatnya merekalah yang dzalim!

“Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah.” (HR. Abu Ya’la)

Dengan begitu sudah sangat jelas, ucapan munafiq yang ditujukan kepada saya telah kembali kepada diri saudara Alwindra Al Fatih sendiri. Na’udzubillah!

Yaa akhi, sekali lagi. Mari menjauhi dialog dengan syabab Hizbut Tahrir, karena yang mereka inginkan hanya perdebatan. Dan sungguh hanya orang-orang sesat yang suka berdebat. Maka marilah kita menjauhi perdebatan agar tidak menjadi orang yang tersesat.

Wallahu’alam.

Ini adalah link-link mengenai postingan tentang Hizbut Tahrir:

Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part II

Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS
Dewan Masjid Manchester (Afzal Khan): Hizbut Tahrir Tidak Mewakili Umat Islam Mayoritas
Hizbut Tahrir Berulah Lagi, Menghina Muslim Yang Lainnya "Jawaban Atas Fitnah"
HIzbut Tahrir Menyesatkan Hamas
Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir
Apakah benar kader HTI munafiq?
Iklan

18 Tanggapan

  1. menarik menyimak pengalaman pak fajar dalam berargumentasi dengan syabab-syabah hti. moga bisa dijadikan pelajaran. kalau di kantor saya, ada beberapa orang HTI tapi tidak sedahsyat ini penolakannya.

    Jawab Abu Jaisy:
    Iya, kadang didunia nyata berbeda didunia maya. Saya juga kenal banyak syabab HT, kalau bertemu biasa-biasa saja. Tetapi kalau sudah “nulis” wah, kesannya “keluar” semua. 😀

  2. al fitnatu asysyaddu minal qatli…. segala tuduhan yg disampaikan kepada HT sungguh adalah fitnah. dan tuduhan2 tersebut insya Allah akan berbalik ke si penuduh dan pendusta.

    jawab Abu Jaisy:
    😀
    Beragama bukan hanya dengan emosi mas, tetapi dengan ilmu dan aplikasi perbuatan. Sekarang saya membuktikan semuanya dibilang menuduh HT, aneh!!! 😀
    Kalau ada yang salah, bilang. Jangan asal bilang “Kufur, fitnah, menuduh, munfiq, dll” Hehehe… asal aja neh orang! Kebiasaan orang seperti anda itulah yang biasanya senang menfitnah, menuduh umat Islam yang lainnya. Dan hal itu akhirnya disingkapkan oleh Allah SWT., dengan bukti-bukti yang berbalik menguak “kebusukan” HT!

    • akhi achamd, seharusnya antum membaca semuanya dahulu sebelum berkomentar. Disitu semua sudah dibuktikan oleh penulis (Abu Jaisy) tentang watak-watak Syabab Hizbut Tahrir ketika berdialog.

      Berdakwah itu bukan hanya memenggal-menggal ayat Al Quran lalu diklaim sebagai representatif keingingan Allah. Hal ini sama berbahayanya seperti khawarij yang mudah mengkafirkan orang diluar golongannya hanya karena memenggal-sepenggal ayat Al Quran lalu diklaim sebagai kebenaran mutlak. Itulah fitnah terbesar!!!

  3. HTI dan PKS emang sudah pada keblinger neh…..debat mulu……lagian harakah mana yang mau di katakan salah, emang harakoh2 sekarang ini maunya paling bener…..kacauuuuuu

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe… baca dialognya bos, jangan baca “PKS”nya. Ente yang keblinger, baca kok judulnya saja! Substansinya itu di tulisannya. Betul kata ente, tidak ada harakah yang mau disesat2kan harakah yang lainnya. Nah tentu semua harakah juga tidak mau disesat2kan ala takfir Hizbut Tahrir.

    Bukan PKS saja yang disesatkan Hizbut Tahrir, tetapi seluruh umat Islam itu disesatkan oleh Hizbut Tahrir.

    • bagus…..sepakat……

  4. bukanya HTI ama PKS saudara kembar ? suka bikin rusuh kampung orang….

    Jawab Abu Jaisy:
    Wekekeke… kalau saudara kembar!!! Yang satu mengatakan kufur, yang satu mengatakan boleh. KEMBAR? Hehehe… oh iya, kampung mana yang dibuat rusuh HTI dan PKS? Wah ada berita neh. Bisa disebutkan mas didaerah mana? (Desa, kecamatan, kabupaten)

  5. saya yg dhoif ikut koment, bnr kt pak rahmat jgn menjustifikasi orang lain yg punya haq ini cm Allah dan menurut ana alangkah baiknya kader PKS tdk menulis di blog ttg harokah lain seperti ini sampahg penyabutan nama bhkn mencela. lbh baik ttg berita atau yg lainya bs ttg indahnya ukhuwah.

    akh alwindra yg sy tau jg tdk sekeras itu kalau kt tdk berkeras kepala jg.

    rekatkan ukhuwah. ….

    Jawab Abu Jaisy:
    Hehehe… disitu ada dialog, sudah kelihatan siapa yang kepala batu merasa paling benar. Ukhuwah Islamiyah bisa terjalin kalau tidak ada jamaah yang berkepala batu, dengan seenak jidat mereka mengkufurkan hasil ijtihad harakah/organisasi Islam yang lainnya.
    Hem, jadi alangkah baik kalau kader PKS tidak menulis di blognya karena berbagai fitnah blog-blog syabab HTI dan situs DPP-nya HTI yang juga membuat propaganda-propaganda fitnah untuk umat Islam yang lainnya. Itu baik? Hehehe… antum aneh akhi! 😀

    Yang memulai masalah ini siapa? PKS-kah atau HTI?

  6. Masya Allah, Al Windra sangat memalukan sekali. Masya Allah!!!

  7. halah,dari dulu dua kubu ini kok bermusuhan terus,bertengkar terus.
    memperdebatkan hal-hal yg furu’ (cabang) yang masih debatable tapi pada saat yang sama terjebak pada hal-hal yang sudah jelas2 haram (bertengkar sesama muslim,hujat menghujat,fitnah memfitnah,ejek mengejek,saling menyalahkan,benci membenci dll)
    apa cuma segini tingkat kedalaman akhlaq saudara2?
    ingatlah,merasa paling benar sendiri atau merasa mutlak benar itu bagian dari hawa nafsu.
    bukankah saudara2 pernah membaca hadits shohih yg menceritakan seorang sahabat bertanya pada Rasul perihal tetangganya.
    tetangga yang satu orangnya ibadahnya biasa saja tp tidak suka melukai hati tetangganya,maka Rasul berkata bahwa orang itu akan masuk surga.
    sedangkan tetangganya yang kedua orangnya rajin ibadah,selalu tahajud,rajin puasa sunah tapi lidahnya suka membuat hati tetangganya tersakiti,
    maka Rosul berkata bahwa orang itu akan masuk neraka.
    semoga bisa jadi renungan.

  8. kalau terlalu mengkultuskan ya repot juga ya. aneh
    ust,blog antum keren. luar biasa 🙂

  9. Dari dulu sudah kelihatan siapakah mereka. Hizbut Tahrir itu benalu yang senang merong-rong setiap negara. Syabab HT adalah kumpulan munafiq yang senang memakan bangkai para muslimin, mereka tidak memberikan manfaat apapun didunia ini malahan Amerika dan Israel sangat berterima kasih kepada HT karena partisipasi HT di dunia merongrong harakah dakwah yang lainnya. Menggerogoti….

    Nggak berani perang, cuman koar-koar doang. Pantas saja Syaikh Osama Hafidzhullah sangat muak melihat tingkah laku penjilat dan munafiq seperti kalian. Yang tidak berani mengangkat senjata, dan cuman berkoar-koar saja, kalau diladeni pada melarikan diri. Ana tidak bisa membayangkan jika dunia Islam dikuasai HT, pasti nantinya bakal dikasihkan Amerika dan Israel dengan alasan “Kita belum mempunyai persenjataan yang canggih dan pasukan yang kuat, maka tidaklah kita memerangi mereka”. Dasar HT, kumpulan para banci.

    Fitnah-fitnah kalian atas Al Qaidah sudah kembali ketubuh munafiq HT sendiri. NAJIS

    • apa benar antum mantan HT atau hanya mata-mata bagi HT atau memang antum dikeluarkan dari HT karena ada suatu kesalahan yang antum perbuat saat masih di HT?

      Jawab Abu Jaisy:
      Alhamdulillah, menguak watak buruk ini pun semakin terlihat. Contohnya seperti antum, yang senang sekali menggunakan wataku buruk, su’udzhan terhadap muslim yang lainnya dan mudah menfitnah muslim yang lainnya. Alhamdulillah, watak buruk syabab dan dasir HTI semakin terlihat jelas! 😀

      Saya mantan HTI, adik istri saya (akhwat) juga mantan HTI, teman kuliah saya (dulu saat 2001) juga mantan HTI, Kalau saya sebutkan orang-orang yang saya kenal yang berada diseliling saya, yang pernah menjadi syabab HTI Insya Allah tidak sedikit .

      Jangan hanya berada di kajian HTI, ikuti kajian Islam yang lainnya. Insya Allah antum akan semakin melihat kebenaran tanpa ashabiyah terhadap HTI

  10. Astagfirullah.. apa yang anda katakan tentang HT itu suka menghina harakah lain itu salah, danmengatakan HT kawarij juga salah.. pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir sejalan dengan ulama-ulama salaf dan tentang Khilafah itu adalah kewajiban dari Allah dan rasulullah, dan ulama pun tidak ada perbedaan pendapat dalamnya.
    dan jadal dalam al-Qur’an tesebut adalah untuk mencari kebenaran, bukan saling menghujat. jika ada yang memiliki pendapat yang benar, kuat dan shahih itu lah yang benar.
    apakah anda nggak tahu, kalau Rasulullah saat mendakwahkan Islam di Makkah beliau melaukukan perang pemikiran dengan mengungkapkan pemikiran dan sistem kufur saat itu. inilah yang dilakukan HT, mencoba menyakinkan umat agar mereka pahamdengan Islam secara totalitas dengan mengubah pemikiran uamat islam yang slah dengan islam karena adanya ppengaruh pemikiran sekuler tadi. begitulah, apakah pantas kelompok yang memperjuangkan Syari’at Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah dikatakan sebagai thagot? tidak. oleh karena itu kenali HT dulu dengan benar dan HT yang Ikhlas karena Allah untuk mencari kebenaran, sesudah itu baru berkomentar.

    Jawab Abu Jaisy:
    Bagaimana antum ini, menyalahkan orang tetapi tidak membawa dalil syar’i. Kecuali hanya prasangka semata. Bukti-bukti sudah jelas, kenapa menyangkal? 😀
    Kalau mau bahas Sirrah Nabawiyah, tafadhal? Perjuangan HTI sangat jauh dari Sunnah Rasulullah, tidak mengetahui marhalah dakwah Rasulullah, dan terburu-buru dalam segala hal.

    Jadal? Jidal yang maksud antum? Dalam Al Quran Jidal itu hanya untuk orang non Islam, Jidal bukan untuk orang Islam sendiri! Bahkan banyak sekali Al Quran yang membahas masalah larangan untuk berselisih (Mukhtalifun) setiap mukmin. Dan sungguh orang-orang yang suka berselisih maka mereka adalah orang-orang yang tersesat. Siapa orang yang berselisih? Yaitu orang-orang yang suka berdebat dengan satu sama lainnya. Dalil-dalil masalah perdebatan sudah jelas diatas. Lagi-lagi antum menyanggah dengan prasangka, masya Allah!

    Belajarlah Sirrah Nabawiyah/Tarekh Rasulullah, antum akan mendapatkan banyak penyimpangan dalam perjuangan Hizbut Tahrir!

    Kenalilah HTI dengan mengenal harakah yang lainnya, itulah kebenaran! Kebenaran itu bukan prasangka Ashabiyah, tetapi disandarkan dalam nash dan bukti dalil yang kuat. Manakah dalil antum untuk menyanggah dalil yang saya utarakan diatas? Tidak ada! Jika tidak ada kenapa antum berani sekali membantah dalil syar’i dengan akal antum? Masya Allah, sungguh itu adalah kerugian dari kesesatan yang nyata. Kembalilah kedalam Islam yang Kaaffah akhi, bukan Islam versi Hizbut Tahrir!

  11. lihat diaolog diatas… kira2 siapa yang diuntungkan dan yang dimenangkan ya ???

  12. syabab-syabah HT itu hobinya debat…dalil cuma ra’yu..akal dan satu atau dua buah hadits lemah…..
    yang dihafalin hanya seputar ttg khilafaaah aja…

    emang agama ini hanya khilafah saja…??
    ah dasar HT…

    • HT cuma bicara tentang khilafah??anda salah…kalau anda tidak mengenal HT jangan asal bicara…fitnah namanya…HT itu global,omongannya tidak melulu sedekah dan shalat…karena islam itu ya memang global,trmasuk politik…Jadilah muslim yg cerdas. Saya dukung HT, Semoga perjuanganmu tidak berhenti utk tegaknya khilafah…harusnya smua yg merasa muslim dukung perjuangan HT dlm mewujudkan khilafah demi kesejahteraan umat..jgnlah sesama muslim saling menghancurkan….wassalam

      • muslim yang cerdas adalah muslim yang tau kemampuan diri..
        syabab HT dan Syabah HT semua ulama ?? kok udah berani berpolitik..

        padahal kata syaikhul Islam ibnu taimiyah rahimahullah yang berhak brpolitik itu adalah ULAMA…..

        kalo orang muda umbelan berpolitik….ya begitulah hasil didikannya..

  13. Saya curiga yg menulis blog ini adalah kaki tangan liberal, kawannya ulil abshar dan musdah mulia yg mana anak buah amerika yg sangat benci pada perjuangan HT…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: