Rakyat Dukung Gaji Presiden Naik, Meskipun Harus Makan Tikus


imageMasyarakat miskin Solo mendukung gaji Presiden dinaikkan jadi Rp1 triliun setiap bulan. Asal uangnya bersumber asal Gayus Tambunan serta presiden sudi menonton rakyatnya makan tikus.

Sentilan cukup pedas tersebut mereka suarakan di antara aksi unjuk rasa damai di Bundaran Gladag, Solo, Senin (24/1) pagi. Semacam bentuk kekecewaan atas mengenai curhat SBY masalah gajinya yang tak pernah naik di antara Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1).

"Apakah saudara-saudara sanggup bila gaji Presiden satu triliun setiap bulan ?" "Sanggup."

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Pelacur-pelacur remaja marak karena mereka dan orangtua mereka bertambah miskin dalam pemerintahan presiden sekarang. Presiden itu tidak perduli. Lihat halaman depan Kompas hari ini (27 Januari 2011). Prostitusi remaja di Jakarta. Tapi presidennya suka kok jalan-jalan ke luar negeri. cihuiii … tujuh remaja berumur 13-16 tahun di kelurahan Manggarai, kecamatan Tebet, Jaksel, masuk jaringan prostitusi dimotori tetangga mereka, Dede. Dede menghubungkan remaja ini dengan pemesan. Kegiatan ini terbongkar polisi. Dede dijadikan tersangka. Kita lantas bertanya-tanya maraknya busung lapar di Nusa Tenggara, idiot sekampung di Balong yang menjadi-jadi dll, pasti ada hubungannya dengan pemerintahan SBY. Jelas semua akibat kemiskinan yang dibiarkan menjadi-jadi oleh presiden. Jangankan hukum dibenahi. Ekonomi saja tidak. Mereka perlu makan, perlu sekolah, perlu kuliah gratis atau murah. Di negeri ini semuanya mahal. Presiden tidak pernah memikirkan rakyatnya. Cihuiii enak jalan-jalan terus ke luar negeri. Presiden semalam di Zurich, Swiss, sebelum ke Davos. Beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Zurich, Rabu (26/1/2011) pukul 9 malam. Enak jalan-jalan ke luar negeri, gratis, semua dibayar negara dapat bonus lagi. Gaji pokok tetap utuh, masih akan dinaikkan juga tahun depan. Ada koin untuk presiden lagi. Kenapa presiden itu cuek, tidak pernah mikirin rakyat, ada apa rupanya, kacau kali. (Ibu Lina Hutabarat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: