PKS Kirimkan Surat Permintaan Pendapat SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima surat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait komitmennya di koalisi.

“Sudah kita teruskan ke beliau (SBY),” kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, di Istana Merdeka, Jumat 29 April 2011. Namun Sudi enggan menyebut jawaban PKS terkait kontrak baru koalisi tersebut.

“Sejauh ini, kalau itu (tanda tangan) nanti kan bareng-bareng,” kata Sudi. Menurut Sudi, kemarin, Presiden meminta masukan dari partai-partai, termasuk dari PKS. “Kalau ada masukan tampung-tampung, Nanti kesimpulannya semua bareng-bareng,” imbuhnya

Baca Selengkapnya >>>

Terkuaknya NII Dari Pejabat Eksekutifnya!

Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII), Imam Supriyanto membenarkan, Islam yang sejatinya bukanlah ajaran yang diajarkan dari organisasinya dahulu, (NII). Imam Supriyanto sekarang sudah resmi keluar dari NII.

Diantara perbincangan khusus, Imam menceritakan, tidak sedikit ajaran sesat serta menyimpang mengenai NII. Salat lima waktu, bukanlah semacam keharusan yang wajib supaya dilaksanakan. Sedangkan, dalam Islam, salat lima waktu merupakan wajib hukumnya.

“Salat saat itu saya anggap hanyalah ritual saja, tak wajib. Yang wajib yaitu mencari sadaqoh, infak sana-sini. Dengan cara apapun, infaq wajib saya dapat lantaran mereka yang bukan NII, kita anggap tidak Islam serta halal hartanya,” cerita Imam.

Baca Selengkapnya >>>

Wartawan Al Jazeera Tersangkut Jaringan Pepi

Mabes Polri tetap bekerja giat membongkar kelompok diduga teroris Pepi Fernando serta rancangan kelompok tersebut. Termasuk mendalami rancangan Pepi menyiarkan langsung aksinya buat meledakkan Gereja Christ Catedhral tepat pada perayaan Paskah. Polisi hendak memanggil kepala biro salah satu stasiun televisi asing, Al-Jazeera di Indonesia, Bobby.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum ) Polri Kombes Boy Rafli Amar, menerangkan Kepala Biro TV asing tersebut diperiksa sebagai saksi. “Kami dalami penjelasan yang bersangkutan mengenai rancangan penyiaran kelompok Pepi,” ucapnya.

Boy menerangkan, Pepi dengan kameraman Global TV Imam Firdaus menghubungi kepala biro televisi jaringan internasional itu agar televisi asing tersebut menyiarkan dengan cara langsung tindakan teror bom yang diletakan di saluran pipa gas kepunyaan Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Baca Selengkapnya >>>