Akibat Sakit Pendengaran, Wartawan Detik.com Salah Memberitakan

img5

Menkominfo Tifatul Sembiring mengeluarkan hak jawab atas terjadinya kesalahan pemberitaan yang dilakukan wartawan detik.com Ardhi Suryadhi perihal kunjunganya ke SD 01 Menteng.

Berikut surat lengkapnya:

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

18 Tahun Penjara Untuk Pembajak Wifi

img1Satu orang lelaki dikenakan hukuman 18 tahun penjara lantaran sudah membajak jaringan WiFi tetangganya, serta menggunakannya buat maksud yang buruk.

Sebagaimana yang dikutip dari SodaHead, Sabtu (16/7/2011), Barry Ardolf diketahui sudah membajak jaringan WiFi punya tetangganya, Matt serta Bethany Kostolnik. Selain itu Ardolf pula disebutkan sudah menjalankan teror cyber atas pasangan itu.

Sebagian hal yang jadi alasan penahanan Ardolf merupakan disebabkan oleh dia kerap kali sudah membajak jaringan WiFi punya Kostolnik pada tahun 2009 serta menggunakannnya buat mengakses pornografi anak, juga buat mengirim beberapa email ancaman ke sejumlah politikus, yang terhitung Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.

Sesudah diselidiki, terbukti yang merupakan alasan Ardolf menjalankan tindakannya yaitu lantaran dia sempat dilaporkan oleh pasangan Kostolnik ke aparat polisi sesudah ketahuan mencium bibir putra mereka yang berumur 4 tahun.

Baca Selengkapnya >>>

Indonesia Dilecehkan Oleh Demo Pro Panji Gumilang

imgKetua Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) Hedi Muhammad menilai aksi demo yang dijalankan oleh massa pendukung Panji Gumilang di Mabes Polri semacam bukti keberadaan Negara Islam Indonesia(NII).

“Sekian besar massa dari OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) yang menyebut diri Masyarakat Indonesia Membangun pimpinan Panji Gumilang, yang siang baru saja berdemo di Mabes Polri serta menuntut pembebasan Abdul Halim yang adalah Menteri Sekretaris NII gadungan yang dipimpin Panji Gumilang, sekaligus menuntut supaya Panji Gumilang dibebaskan dari segala dakwaan, merupakan bukti langsung terkait keberadaan NII Panji Gumilang,” kata Hedi Muhammad ketika dikonfirmasi, Kamis (14/7/2011) malam.

Berdasarkan Hedi, gerakan itu tak mungkin dapat dikumpulkan beserta jumlah yang sangat banyak serta solid tanpa adanya penggalangan massa yang serius. Ia menduga sebenarnya para pengikut aksi itu bukanlah para santri dari Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Baca Selengkapnya >>>