Mantan Menteri Yang Rendah Hati

image Oleh : Cahyadi Takariawan

Gonjang-ganjing reshuffle kabinet banyak mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini. Banyak media menilai PKS emosional mensikapi reshuffle ini lantaran seorang menterinya terkena dampak, harus meninggalkan kursi kementrian untuk diganti personal lain. Benarkah ada sikap emosional menghadapi reshuffle tersebut, dan bagaimana sikap Menteri yang terkena reshuffle ?
Menteri dari PKS yang terkena reshuffle itu adalah Suharna Surapranata. Apakah ia emosional menghadapi peristiwa ini ? Ah, berlebihan pertanyaan itu. Kang Harna, panggilan akrab sang menteri, ternyata biasa saja. Bersikap sangat arif dan tenang, sama sekali tidak ada kesan emosional.

Belum Pengumuman, Sudah Berpamitan
Bagi banyak kalangan, jabatan menteri dianggap sebagai sebuah posisi yang prestis dan terhormat, maka banyak orang berebut mendapatkannya. Oleh karena itu, bagi sebagian menteri, reshuffle sungguh merupakan tamparan dan menjadi momok yang sangat menakutkan. Namun tidak demikian dengan Kang Harna. Mantan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS ini menganggap posisi menteri adalah amanah dakwah. Maka sebagai bagian utuh dari proses dakwah, ia siap ditempatkan dimanapun pos-pos yang bisa menjadi lahan baginya untuk berkontribusi secara optimal.

Baca Selengkapnya >>>

IQ Masih Bisa Berkembang Pada Usia Remaja

imageHingga kini, asumsi tentang kapasitas intelektual yang diukur dengan IQ, dianggap cukup statis atau tidak banyak berubah sepanjang masa hidup seseorang. Tetapi, penelitian terakhir menyatakan sebaliknya.

Kemampuan mental di masa remaja ternyata dapat meningkatkan maupun menurunkan kapasitas intelektual, jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Tetapi, tes yang dilakukan pada remaja usia rata-rata 14 yang kemudian diulang ketika remaja yang sama telah berusia hamper 18 tahun, ditemukan terjadi peningkatan IQ, atau sebaliknya, kerusakan.

Baca Selengkapnya >>>

Tidak Perlu Malu Untuk Mengakui Kesalahan Diri Kita

image Seperti biasa, saat pagi jalan-jalan cukup ramai. Tampak seorang pengemudi mobil ditemani seseorang di sampingnya, melarikan mobilnya amat kencang. Begitu kencangnya, hingga nyaris kehilangan kendali. Guna menyelamatkan diri, ia terpaksa harus meyalip motor yang ada di depannya.

Pengendara yang disalip atau dilewati itu, yang kebetulan membonceng anak kecil langsung terperangah, kaget, seraya menumpahkan sumpah serapahnya. Sadar dengan kejadian tadi, pengemudi mobil itu menurunkan kecepatannya. Kondisi itu dimanfaatkan sang pengendara motor untuk mengejarnya, agar leluasa meluapkan amarahnya.

Baca Selengkapnya >>>