Syaikh Mahmoed Ashour Ulama al Azhar, Menyatakan “Demokrasi Tidak Berteentangan Dengan Islam”

Syaikh Mahmoud AshourMantan Deputi Imam al-Azhar Syaikh Mahmoud Ashour telah mengkritik dan mengecam kelompok ekstrim atas beberapa pernyataan, khususnya terhadap Mesir serta sikap Islam atas Demokrasi.

"Orang-orang yang tidak berpengetahuan dan tidak cukup bertanggung atas pembuatan Fatwa Islam, jangan menjadi juru fatwa terhadap orang lain" ucapnya pada hari senin (12/12).

Syaikh Mahmoud Ashour juga menjelaskan bahwa pengkhotbah ekstrim yang menyatakan keharaman sesuatu dengan sembarangan tidaklah lebih alim dari Amr bin Aas, yang memipin tentara Muslim untuk menaklukkan Mesir, atau tidak juga lebih alim dari semua sarjana Islam dan apalagi tidak lebih alim dari ulama yang tinggal di Mesir selama bertahun tahun seperti Imam Syafi’i, salah satu dari empat ulama madzhab terkemuka Islam sunni.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Semakin Kejam, Israel Menghancurkan Rumah Dan Saluran Air Milik Warga Palestina

rumah warga palestina dihancurkan israelIsreal saat ini telah meningkatkan penghancuran atas rumah warga Palesina tahun ini, menghancurkan dua kali lipat jumlah rumah dan menutup saluran air dari tahun 2010, kelompok hak asasi manusia melaporkan pada hari selasa (13/12).

Pernyataan ini didukung oleh 20 organisasi kemanusiaan serta termasuk Amnesty Internasional serta Human Rights Watch. Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa pemukim Yahudi yang telah melakukan berbagai tindakan kekerasan kepada warga Palestina terus meningkat sejak pada tahun 2010, ketika Israel telah mempercepat ekspansinya dari kantong-kantong pemukim Yahudi.

Baca Selengkapnya >>>

Kepemimpinan Dalam Umat Islam

kepemimpinan Kepemimpinan (leadership) merupakan salah satu variabel penting dalam kehidupan suatu bangsa. Dalam masyarakat paternalistik, seperti Indonesia, kepemimpinann malah menjadi faktor penentu (determinant factor) kemajuan atau sebaliknya kemunduran. Di sini berlaku adegium Arab, "al-Nas ’ala dini mulukihim," (rakyat mengikuti moral [agama] pemimpin mereka).

Hakikat kepemimpinan, menurut al-Ghazali, adalah pengaruh (influence). Pengaruh ini bisa dilihat dari kedudukan seorang di mata dan di hati umat (maqamuka fi qulub al-nas).

Tanpa pengaruh, seorang tak disebut pemimpin, meski mungkin ia menyandang atau memangku jabatan tinggi.

Baca Selengkapnya >>>