Partai “Salafy” al-Nour Mesir “Diplomasi Dengan Israel Tidak Melanggar Prinspi Islam”

salafy mesir2Anggota partai "Salafy" al-Nour yang ultra-konservatif mengumumkan bahwa mereka bersedia untuk mengadakan pembicaraan perundingan dengan Israel dan menekankan bahwa melakukan hal tersebut bukan berarti melakukan pelanggaran dari prinsip-prinsip Islam.

Juru bicara dari Partai al-Nour, Yousri Hammad, menyatakan pada sebuah wawancara di telepon dengan saluran satelit independen al-Nas perihal mengenai pernyataan kontroversial pada ketua partai al-Nour Emad Abdul Ghafur mengenai kemungkinan diadakannya perundingan dengan Israel.

"Kami belum menerima permintaan resmi dari Israel, tapi jika memang Israel ingin duduk untuk berunding dengan kita, tentu harus melalui Kementerian Luar Negeri Mesir," katanya.

Baca Selengkapnya >>>

Wakil Presiden Amerika Mengaku “Taliban Bukan Musuh Amerika”

TalibanJoe Biden, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Taliban bukanlah musuh bagi Amerika. Ucapan itu dikatan pada minggu ini di Newsweek. Joe Biden menekankan bahwa "Sesungguhnya Taliban bukan musuh kita" ucapnya, tetapi ia mengatakan bahwa ancaman itu dari Al Qaeda koalisi Taliban dalam berjihad.

"Hal ini penting. Tidak ada pernyataan resmi bahwa presiden pernah menyatakan bahwa Taliban adalah musuh kita dan mengancam kepentingan AS." katanya.

Komentar ini terlontar saat seorang komandan senior Taliban di Afghanistan membantah bahwa kelompok Taliban mengadakan pembicaraan rahasia dengan para pejabat AS guna membicarakan berbagai kesepakatan penting.

Baca Selengkapnya >>>

Sahabat Atau Teman Karib di Dunia Dan Akhirat

Oleh: EH Kartanegara

teman dunia akhirat Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."

Petikan ayat 67 surat az-Zukhruf (43) tersebut memberi informasi kejutan luar biasa yang niscaya terjadi di Hari Kemudian (Kiamat). Mereka yang selama hidup di dunia mengira telah menjalin pertemanan dengan banyak orang, sesungguhnya justru menggalang permusuhan besar-besaran. Persekutuan mesra (di dunia) berubah menjadi perseteruan sengit (di akhirat).

Para mufasir berpendapat, itu terjadi karena ikatan pertemanan mereka bukan didasari keimanan dan ketakwaan, melainkan oleh karena kejahatan, kezhaliman, dan kesesatan.

Mereka berlomba menjadi orang paling kuat dan saling berkuasa dalam kejahatan. Sebagian dari mereka menularkan kejahatan itu kepada sebagian yang lain.

Baca Selengkapnya >>>