Tuntutlah Ilmu Bukan Sampai Negeri Cina Tapi ke Erdogan

Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri

erdogan Dalam berbagai kesempatann, saya pernah menyampaikan ke sejumlah teman politikus, kalau mau belajar pemerintahan yang Islami, berkiblatlah ke Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Mengapa Turki? Mengapa Erdogan? Turki dan Indonesia sama-sama negara demokratis. Keduanya berpenduduk majemuk. Kedua negara mayoritas berpenduduk Muslim, namun bukan negara Islam.

Indonesia merupakan negara Pancasila yang definisinya bukan negara agama dan sekuler, sedangkan Turki adalah sekuler. Namun, Erdogan yang berpenampilan rapi – selalu mencukur kumis dan jenggotnya – justru berhasil mengislamkan pemerintahan. Bukan sembarang sekuler, melainkan sekuler ekstrem, lantaran kebebasan individu sangat dibatasi, antara lain, pelarangan jilbab di institusi pemerintah.

Baca Selengkapnya >>>

PKS Siapkan Bidik Wong Cilik

wong cilik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus merumuskan guna mendulang suara pemilih yang tinggi pada Pemilu 2014.

Tahun ini, PKS akan membidik masyarakat kecil (wong cilik) sebagai sasaran strategi pemenangan pemilu. PKS menempatkan program kepedulian terhadap wong cilik ini sebagai program unggulan menjelang Pemilu 2014.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, rapat koordinasi nasional (rakornas) yang digelar di Bandung selama tiga hari (3-5 Februari) telah menghasilkan sejumlah agenda. Salah satunya adalah melakukan gerakan nasional untuk mengangkat martabat para buruh, petani, nelayan, serta pengusaha kecil dan menengah di tiap-tiap daerah.

Menurut Luthfi, PKS akan memberikan perhatian tinggi kepada masyarakat kecil, terutama menyangkut perjuangan hak-hak mereka agar tidak diombang-ambing berbagai peraturan atau kebijakan yang tak berpihak.

Baca Selengkapnya >>>

Memaafkan Kesalahan Dengan Mengabaikannya

Oleh: Prof Dr Achmad Satori Ismail

memafkan2 Allah berfirman, “Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka, tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan llah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dan Aisyah) kepada Muhammad, lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka, tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah), lalu Hafshah bertanya, ‘Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?’ Nabi menjawab, ‘Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’.” (QS at-Tahrim [66] : 33).

Baca Selengkapnya >>>