Pendeta Abraham Mengakui Dirinya Memurtadkan Orang Islam

image Bertempat di ruang Kalam Salman ITB, Jum’at malam (9/7) pendeta Abraham Ander(55) atau yang akrap dipanggil Bram harus menandatangani surat pernyataan yang terdiri dari tiga butir tersebut. Isi peryataan antara lain berisi bahwa pendeta Bram mengakui perbuatannya dengan sengaja telah membagikan sembako kepada penduduk Babakan Ciparay Kota Bandung yang diakhiri dengan pembaptisan dengan mengucap atas nama Tuhan Yesus.

Surat pernyataan ini adalah bagian dari buntut dari pengakuan pendeta Abraham beberapa hari lalu terhadap masalah dugaan pemurtadan terselubung berkedok bantuan sosial  kepada beberapa warga Babakan Ciparay Kota Bandung.
Dalam pernyataannya, Bram ditemani dua orang rekannya yang mengaku dari sebuah LSM tanpa mau menyebutkan namanya.

Baca lebih lanjut

Iklan