Bukti Lagi! Pemurtadan Kepada Orang Islam Sangat Gencar, WASPADALAH…WASPADALAH

image MEULABOH -SURYA- Tim WH Aceh Barat dibantu TNI/Polri, Rabu (21/7) mengamankan dua perempuan dari Desa Suak Geudeubang dan Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga yang telah pindah agama, bahkan salah seorang di antaranya berperan sebagai pelaku pemurtadan. Sedangkan tiga warga Amerika Serikat (AS) yang diduga melaksanakan peran misionaris di Aceh Barat, dan sudah diungsikan ke Medan, pada Rabu (21/7)–melalui seorang utusan–mengambil paspor di Imigrasi Meulaboh untuk bekerja di daerah lain.

Menurut laporan yang diterima Serambi, proses penjemputan dua perempuan yang telah pindah agama tersebut sempat dihadang seratusan warga yang nyaris mengamuk. Namun, berkat kesigapan petugas WH yang dibantu TNI/Polri, kedua perempuan itu berhasil diboyong ke Meulaboh untuk proses penyelidikan dan diserahkan ke pihak berwajib.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim Laporkan Roy Suryo ke Polisi

34620large[1]

BANDA ACEH – Kasus foto tak senonoh Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim dengan perempuan berdaster terus menggelinding. Melalui kuasa hukumnya, Akmal melaporkan ahli telematika Roy Suryo dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Dasarnya, Roy menyatakan bahwa perempuan berdaster tersebut bukan istri Akmal, Ida Agustina. "Apa dia kenal istri saya? Sampai dia bisa buat peryataan seperti itu. Saya mau ajak dia (Roy Suryo, Red) bertemu dan berkenalan dengan istri saya," terang Akmal di Banda Aceh.

Menghadapi tuduhan tersebut, Roy terkesan tenang-tenang saja. Dia menyatakan kesediaannya diperiksa polisi terkait laporan tersebut. Namun, dia minta LSM Abdya yang mengundangnya, yang diperiksa lebih dulu.

Sebagaimana diberitakan, beredar foto Akmal bersama perempuan berdaster di tempat tidur. Sebuah LSM menuding Akmal berselingkuh.

Baca lebih lanjut

PM GAM: Penerapan Syariat Islam Bukan Prioritas GAM

Perdana Menteri GAM Malik Mahmud menyatakan, penerapan syariah Islam dalam proses penegakan hukum untuk kasus pelanggaran kesusilaan dan tindak pidana, bukan skala prioritas pihak GAM, sebab masih ada prioritas-prioritas lain yang harus didahulukan.

“Masalah syariat Islam untuk sekarang bukanlah prioritas kita, kita masih ada prioritas yang harus didahulukan,”katanya disela-sela Konferensi Internasional Membangun Perdamaian Abadi di Aceh, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin(14/08).

Menurutnya, jika mengikuti perjuangan GAM sejak dulu, perjuangan tersebut bukan berdasarkan agama, dan hingga sekarang masih tetap sama.

Lebih lanjut Mahmud menegaskan, penggunaan syariah Islam di Aceh, ide awalnya bukan dari pihak GAM, hal itu terwujud dikarenakan sejak dahulu agama Islam sudah berkembang dengan pesat di Aceh.

Ia menambahkan, penerapan syariah dilaksanakan berdasarkan adat-istiadat yang berlaku dan diterapkan di Aceh.

“Itu bukanlah yang diinginkan oleh seluruh masyarakat, Islam di Aceh adalah Islam tradisional, tetapi syariat Islam itu bukanlah seperti yang ada di Aceh,” tandasnya.(novel)