Sejarah Tentang Natal (Dari Herbert W. Armstrong)

Saat-saat sekarang ini banyak umat kristiani sedang menjalankan “hari raya” Natal (Natalan), namun tidak sedikit atau bahkan kebanyakan yang belum tahu sejarah natal. Saya menemukan sebuah tempat download sejarah tentang natal yang ditulis oleh Herbert W. Armstrong. Dan sudah diterjemahkan oleh Masyhud SM.

Namun bisa langsung didengar di MP3, karena sudah dibuatkan bentuk MP3 dengan suara Abdullah Darwis Suryantoro. Semoga ini bisa menjadikan kita semua tahu sejarah tentang Natal, karena bagaimanapun sejarah kemurnian sebuah agama merupakan kewajiban bagi setiap agama masing-masing. Jangan sampai agama adalah sebuah kolaborasi dari adat istiadat sebuah daerah. Sehingga mengkaburkan makna sebenarnya.

Silahkan langsung download:

Baca lebih lanjut

Fatwa Rabbi :Perintah Agama Habisi Rakyat Palestina

Koran Saudi Al-Watan menyatakan bahwa Para Rabbi yahudi

dalam masyarakat Zionis mengeluarkan fatwa agama yang mengizinkan pembunuhan anak-anak dan wanita-wanita palestina, dan membebaskan dari hukuman setiap orang yahudi yang melakukan perbuatan kejam demikian.

Para rabbi tersebut menganggap bahwa pembantaian zionis Israel di jalur gaza bersesuaian dengan ajaran yahudi yang menyatakan bahwa pembunuhan demikian merupakan “hukuman kolektif terhadap musuh”.

Surat kabar tersebut juga menambahkan bahwa salah seorang rabbi mengeluarkan pendapat bahwa tidaklah masalah melakukan pembasmian terhadap penduduk palestina, bahkan walaupun harus membunuh satu juta atau lebih penduduk palestina ditangan tentara zionis Israel.

Mengutip beberapa ayat dari “Book of Genesis”, seorang Rabbi yahudi – Mordachi Elyaho -, mengirimkan sebuah leaflet mingguan kepada perdanan Menteri Olmert yang berisi izin bagi orang-orang yahudi untuk melakukan ide penghukuman massal terhadap para musuh, yang bersesuaian dengan etika perang di dalam taurat, demikian lanjut surat kabar tersebut. Baca lebih lanjut

Hari ini, Sidang Itsbat Penentuan 1 Syawal 1429

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap 1 Syawal 1429 Hijriyah tidak terjadi perbedaan.

"Seluruh ahli hisab telah sepakat 1 Syawal 1429 H itu jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008. Kita berharap mudah-mudahan rukyah pun demikian," ujar Menag Maftuh Basyuni di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (27/9) kemarin.

Sidang itsbat yang akan diadakan hari ini akan dihadiri para ahli rukyah dan ahli hisab baik dari organisasi masyarakat Islam dan pemerintah.

"Insya Allah, itsbat kali ini, semua bisa sama harinya. Sudah tidak ada lagi perbedaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya," kata Menag. [depag/hidayatullah]