Menguak Watak Buruk Syabab Hizbut Tahrir Dari Kebiasaan Dialog Mereka

image Beberapa kali saya mengupas bagaimana watak/karakter Syabab Hizbut Tahrir yang sangat memalukan bagi aktivis Islam. Bisa dilihat berbagai komentar dan jawaban para Syabab Hizbut Tahrir disetiap kali saya membahas masalah Hizbut Tahrir diblog ini maupun ditempat lain. Ini menguatkan kita semua bahwa Syabab Hizbut Tahrir memang "disetting" berwatak keras kepala dan tidak mau mengalah atas perbedaan pendapat. Coba saja lihat jika "pembesar" Hizbut Tahrir ketika diundang dialog di TV. Maka mereka sangat terlihat keras dan sangat terburu-buru dalam memberikan statement. Hal ini sangat membahayakan bagi madzhab Islam yang lainnya jika Hizbut Tahrir berkuasa. Karena konsepnya adalah "semau gue"!

Saat saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir di Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part I dan Part II. Dari situ sudah sangat jelas, bahwa memang Syabab Hizbut Tahrir tidak pernah mau menerima perbedaan selain pendapat harakah/organisasinya. Kali ini saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir yang lainnya bernama Alwindra Al Fatih.

Baca lebih lanjut

Aktivis PDIP Bunuh Diri Loncat Flyover, Hanya Karena Tidak Dibelikan BlackBerry

Aktivis PDIP Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Emon Tarman, bunuh diri Minggu malam lalu (31/1). Lelaki 27 tahun tersebut melompat dari jembatan layang (flyover) di Kiaracondong. Dugaan sementara, sosok yang juga ketua ormas Gema Rakyat Membangun itu stres karena terbelit utang.

Kejadian tersebut diketahui para pedagang pasar di dekat jembatan layang. Mereka pun melapor ke Polsekta Kiaracondong. Petugas menemukan tubuh korban bersimbah darah di jalan di bawah jembatan layang setinggi sekitar 50 meter tersebut. Baca lebih lanjut

Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat

Jakarta – Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.

"Rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Apa yang persis mau direkonsiliasi? Momennya tidak sangat tidak tepat," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, Kamis (13/11/2008).

Menurut dia, iklan itu lebih sebagai upaya mencari simpati, meraih suara lebih dengan segmen yang seluas-luasnya. "Jauh dari upaya menggelar rekonsiliasi yang jujur," ujarnya.

Usman mengatakan, generasi baru dan generasi lama telah membangun moralitas politik reformasi dengan penegakan hukum. Hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang beradab agar tidak ada dendam.

Baca lebih lanjut

Demonstrasi antara menyampaikan kritik atau menghujat?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah berasbda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau hendaklah diam".

Sitiran sebuah hadits Rasulullah tersebut adalah pengingat kita semua untuk berbuat baik dalam segala hal. Termasuk dalam menyampaikan pendapat maupun kritikan. BBM (Bahan Bakar Minyak) telah dinaikkan oleh pemerintah. Demonstrasi dimana-mana, untuk menuntut agar BBM tidak dinaikkan. Kenaikan BBM ini memang realitas dari pemerintahan kita yang tidak berdaya dalam mengelola sebuah negara.

Demonstrasi untuk menyampaikan pendapat, dan kritikan kepada pemerintah. Adalah sangat sah, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan :

Sahabat Abdillah Thariq bin Syihab Al-Bajili telah berkata, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw sambil duduk bersimpuh: "Ya Rasulallah, manakah jihad yang paling utama?" Jawab Rasulullah: "Menegakkan kebenaran di hadapan pemimpin yang zhalim." (HR. Nasai dengan sanad yang shahih).

Dasar berkata yang benar kepada penguasa yang zhalim, jelas itu merupakan termasuk salah satu jihad yang utama. Jadi, demonstrasi dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah jelas dapat dibenarkan. Namun yang perlu diketahui adalah, akhlaq ataupun adab dalam menyampaikan pendapat tersebut. Cara bagaimana kita menyampaiakan pendapat harus sesuai dengan ketentuan sopan santun yang baik.

Baca lebih lanjut