Foto Anak Yang Berbakti, Tidur dilantai Menunggui Ibu Yang Sedang Facebook-an!

Ini adalah kejadian yang nyata, bahwa Internet (Facebook) telah membuat seorang ibu tega “menelantarkan” anaknya. Foto ini diambil oleh seseorang yang merasa iba oleh seorang anak yang sedang menunggui ibunya Chatting di Facebook. Semoga kejadian ini tidak menimpa ibu-ibu yang lainnya.

Silahkan dilihat foto-fotonya:

Baca lebih lanjut

TV Hambat Perkembangan Bicara Anak

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orang tua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorang pun menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak, hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka.

Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan.

Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine, peneliti menyebutkan, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata, lebih sedikit dari orang dewasa. Atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV. Baca lebih lanjut

Ketika Fatwa haram Facebook Akan Dikeluarkan, Ibu-Anak Dipersatukan Facebook

LONDON – Kendati menjadi kontroversi di berbagai belahan bumi, bagi Avril Grube, Facebook sangat berjasa. Betapa tidak, berkat jejaring pertemanan itu, dia bisa dipersatukan kembali dengan sang putra, Gavin, yang sudah terpisah sekitar 27 tahun lamanya. Kamis lalu (28/5) keduanya dipertemukan di rumah Grube di Poole, Dorset, Inggris.

"Meski sudah hampir 30 tahun (berpisah), saya langsung mengenali dia begitu pertama melihatnya. Matanya seperti mata saya," ujar Grube penuh haru seperti dikutip The Times kemarin (30/5).

Menjelang pertemuan dengan Gavin, perempuan 61 tahun itu menyatakan tidak bisa tidur dan berdebar-debar. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan putra sulung yang kali terakhir dilihatnya pada 1982 tersebut. Baca lebih lanjut

Jauhkan Anak Dari Permainan Kekerasan di Komputer

Wina- Perlu untuk menjauhkan anak-anak dari permainan komputer yang berkaitan dengan kekerasan, kata tiga ahli ilmu jiwa Austria berdasarkan temuan penelitian paling akhir mereka.

Menurut laporan yang disiarkan Jumat di media Austria, dalam penelitian paling akhir mereka dengan judul "Kekerasan dan Pencegahan Kekerasan", tiga ilmuwan dari Departemen Psikologi di University of Vienna, Austria, menyarankan sikap "tanpa toleransi" mesti diterapkan dalam menangani pemuda yang bermain game kekerasan di komputer. Baca lebih lanjut

Terima kasih atas pertolongan-Mu yaa Rabb

Jundullah baru

Jaisy Muhammad Alif

Sebuah pengalaman yang insya Allah tak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang akan menjadi cerita, kelak saat si kecil beranjak dewasa.

Sejak divonis oleh dua dokter dan satu bidan. Bahwa kelahiran anak pertama kami, harus melalui operasi cesar. Karena bayinya lebih besar dari perkira’annya. Bayi yang berada di kandungan istri saya beratnya sekitar 3,8 kilogram. Jadi menurut dua dokter yang biasa kami temui (control) menyatakan bahwa, bayi kami harus di operasi. Tidak mungkin akan melahirkan secara normal. Sebuah tantangan yang berat, karena istri saya ingin agar melahirka secara normal. Tetapi, kami terus berdoa agar dimudahkan oleh Allah.

Dalam beberapa hari, istri saya pun merasa sudah tidak kuat menahan rasa sakit, karena kemungkinan si kecil ingin segera keluar. Menurut perhitungan, memang seharusnya anak kami sudah lahir, tapi kenyataan memang perhitungan manusia tidak bisa menjadi patokan. Setelah itu, kami pun bergegas kerumah sakit. Tepatnya di RSUD Sidoarjo. Kami langsung menuju UGD (Unit Gawat Darurat) yang setelah itu langsung di tempatkan di ruang kehamilan. Saat di cek lagi, ternyata bayi saya tidak sebesar yang diberitahukan dua dokter tersebut. Jika di dokter yang biasa kami temui mereka menyatakan bahwa berat bayi dalam kandungan saya sekitar 3,8 kg. Tetapi di RSUD, setelah di cek berat badannya tidak sampai 3,8 kg. Bahkan dokter RSUD menyatakan sekitar 3,5 kg. Hati ini langsung bersyukur, karena kemungkinan besar proses kelahiran anak saya bisa normal.
Baca lebih lanjut