Kumpulan Foto, Lucu Polisi Menyita Kamera Jurnalis TVONE

kekerasan pada wartawan Tak kunjung selesai, aparat kepolisian sepertinya tidak pernah belajar dalam berbagai penangan aksi demonstrasi. Penanggulangan anarkis para demonstran ditanggapi dengan tindakan yang lebih “anarkis” pula oleh kepolisian. Jika demonstran hanya memakai kayu dan toa (pengeras suara) serta batu, beda dengan polisi yang telah siap mempersiapkan segala macam senjatanya. Mulai dari mobil lapis baja, kayu pemukul, tameng huru-hara, senapan dan tak lupa juga dengan sikap beringasnya.

 

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Video Memalukan Yang Dilakukan Oleh Beberapa Mahasiswa

Beberapa waktu lalu kita sering mendengar mahasiswa Unhas/Makasar yang selalu melakukan tawuran antara mahasiswa. Hal ini sangat memalukan bagi para mahasiswa atas citranya sebagai agent of change.

Namun disisi lain, demonstrasi yang dilakukan oleh sekolompok mahasiswa Muhammadiyah di salah satu daerah juga sangat membuat kita malu. Betapa hanya sebatas masalah “gelar” seorang rektor saja harus dipermasalahkan dengan anarkis. Bukankah ada jalur-jalur yang bisa dilalui daripada harus anarkis seperti itu? Dalam Islam sudah jelas haram merusak sesuatu atau memberi mudhorot saat akan melakukan sesuatu. Di istilahkan Demonstrasi adalah peperangan, maka sudah selayaknya para mahasiswa tidak boleh asal merusak sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan medan perang! Baik inilah video-videonya.

Baca lebih lanjut

Indonesia Itu Melankolis, Romantis Dan Anarkis

Beberapa hari lalu kita disuguhi oleh banyaknya “tawuran”, entah itu antara masyarakat dengan masyarakat lainnya, antara masyarakat dengan polisi, mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan polisi, polisi dan polisi, polisi dan TNI, polisi dan preman.

Berita-berita yang menyuguhkan tentang bagaimana kerasnya pertikaian antara satu dan yang lainnya, membuat miris yang melihatnya. Ini adalah sebuah hal yang harus menjadi perhatian besar bagi kita semua, karena akan terjadi masalah kemerosotan beradaban sebuah negeri. Persoalan-persoalan antara pengerahan massa satu sama lainnya dan saling bentrok membuat keberadaban bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan sopan akan menjadi terkikis. Dan menjadikan negara yang tidak beradab dan bermoral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca lebih lanjut

Demonstrasi antara menyampaikan kritik atau menghujat?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah berasbda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau hendaklah diam".

Sitiran sebuah hadits Rasulullah tersebut adalah pengingat kita semua untuk berbuat baik dalam segala hal. Termasuk dalam menyampaikan pendapat maupun kritikan. BBM (Bahan Bakar Minyak) telah dinaikkan oleh pemerintah. Demonstrasi dimana-mana, untuk menuntut agar BBM tidak dinaikkan. Kenaikan BBM ini memang realitas dari pemerintahan kita yang tidak berdaya dalam mengelola sebuah negara.

Demonstrasi untuk menyampaikan pendapat, dan kritikan kepada pemerintah. Adalah sangat sah, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan :

Sahabat Abdillah Thariq bin Syihab Al-Bajili telah berkata, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw sambil duduk bersimpuh: "Ya Rasulallah, manakah jihad yang paling utama?" Jawab Rasulullah: "Menegakkan kebenaran di hadapan pemimpin yang zhalim." (HR. Nasai dengan sanad yang shahih).

Dasar berkata yang benar kepada penguasa yang zhalim, jelas itu merupakan termasuk salah satu jihad yang utama. Jadi, demonstrasi dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah jelas dapat dibenarkan. Namun yang perlu diketahui adalah, akhlaq ataupun adab dalam menyampaikan pendapat tersebut. Cara bagaimana kita menyampaiakan pendapat harus sesuai dengan ketentuan sopan santun yang baik.

Baca lebih lanjut