Pangeran Saudi Mengaku Salafi Sering Mengganggu Arab Saudi

al nour partyNegara Teluk tidak akan mendukung Salafi di Mesir, seorang pangeran Saudi dari Raja Arab Saudi Abdullah mengatakan pada hari Minggu.

"Jika mereka menerima uang dari Arab Saudi, itu hanya ditujukan kepada Salafi Saudi, bukan dari pemerintahan Saudi," kata Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari miliarder al-Waleed bin Talal, dan ketua Program Teluk Arab untuk Pembangunan organisasi PBB (AGFUND).

pada pertemua Dewan Arab untuk rencanan pembangunan di Kairo pada hari minggu, ia menambahkan bahwa "Arab Saudi sendiri tidak terlepas dari gangguan Salafi, yang saat ini menganggu seluruh dunia."

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Tidak Ada Perintah Dalam Islam Untuk Mendirikan Negara

Imam besar istiqlal Imam Besar KH Mohammad Ali Mustofa Yaqub berpendapat diantara Al Quran serta Hadist tak terdapat perintah mendirikan negara Islam. Yang diperintahkan malahan bukan pendirian negara Islam.

“Cuma, mengerjakan syariat Islam,” ucap KH Mohammad Ali Mustofa Yakub diantara perbincangan.

Berdasarkan guru besar Hadist Institut Ilmu-Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta ini, tak pernah ada perintah eksplisit buat pembentukan negara Islam. Maka itu, alumnus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur, ini mengimbau terhadap pihak tertentu supaya meluruskan penafsiran Negara Islam Indonesia.

Baca Selengkapnya >>>

Arab Saudi Kebocoran Dokumen Rahasia Yang Mengungkapkan Arab Saudi Mendanai Berbagai Aksi Teroris di Irak

image Suaranews – Sebuah berita keamanan melaporkan hadirnya friksi ditengah-tengah Kepala Dinas Intelejen Arab Saudi, Muqran Bin Abdul Aziz serta Menteri Luar Negeri Saud Al-Faisal tentang persoalan Irak.

Seperti diberitakan kantor pemberitaan Fars News, Menlu Arab Saudi belum lama ini menyadari sebenarnya salah satu negara Eropa mendapatkan data rahasia terkait kegiatan dinas intelejen Saudi.

Baca Selebihnya >>>

——————————————————————————————————

Negara Arab Pembeli Senjata Terbesar di Dunia

Uni Emirat Arab dan Arab Saudi telah menduduki peringkat teratas sebagai pembeli senjata di dunia, membantu Amerika Serikat meningkatkan persentase keuntungan menjadi lebih dari 68,4% dari semua transaksi persenjataan luar negeri selama resesi global.

UEA menandatangani US$ 9.7 miliar dalam perdagangan senjata dan Arab Saudi menandatangani US$ 8.7 miliar dalam perdagangan senjata, New York Times melaporkan pada hari Minggu (6/9). Baca lebih lanjut

Ketika Las Vegasnya Arab Saudi Jengah Dengan Kemaksiatan

Bahrain ibarat madu bagi kumbang-kumbang Saudi yang liar. Di Las Vegasnya Arab itu, mereka bisa memuaskan semua hasrat liarnya. Namun, pemerintah dan parlemen Bahrain rupanya risih wilayahnya jadi ’’kiblat dosa’’.

SURGA dunia di negeri pulau yang luasnya hanya 665 kilometer persegi -nyaris setara dengan DKI Jakarta– itu begitu mudah diakses. Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan darat melewati Jalan Lintas Raja Fahd dari Arab Saudi. Dari Qatar pun tinggal menyeberangi Teluk Persia saja.

Setiap akhir pekan, warga Saudi dan sekitarnya membanjiri negara kecil tersebut untuk memenuhi sejumlah bar dan hotel di Manama. Mereka menenggak minuman beralkohol dan mejeng di jalanan ibukota Bahrain, hingga menjadi pelanggan tetap pusat-pusat pemuas syahwat. Mereka memburu kepuasan yang tak difasilitasi di negeri asal mereka yang ultrakonservatif. Baca lebih lanjut

Setelah Putri Istana Arab Saudi Berzina Dan Meminta Suaka Inggris, Kini Giliran Warga Arab Saudi Yang Lain Meminta Suaka Inggris

LONDON – Pemerintah Inggris banjir permintaan suaka dari warga Arab Saudi. Itu menyusul keberhasilan seorang putri istana dari Negeri Petrodolar tersebut mendapatkan izin untuk tinggal secara permanen di negeri monarki konstitusional itu pada Senin lalu (20/7).

Berkat suaka tersebut, si putri terhindar dari maut. Di negara asalnya, dia dan sang anak terancam hukuman rajam sampai mati dengan cara dilempari batu karena dianggap berzina. Gara-garanya, dia melahirkan sang anak hasil hubungan di luar nikah dengan pria Inggris.

Seperti dilansir The Independent, kemarin (21/7) giliran sepuluh warga Arab Saudi lainnya mengajukan suaka. Mereka juga mengaku nyawanya terancam jika kembali ke kampung halaman. Namun, nama maupun jenis kelamin para pemohon suaka itu masih dirahasiakan.

Berdasar catatan Kementerian Dalam Negeri Inggris, tahun lalu pernah ada 15 warga Arab Saudi yang mengajukan suaka, namun ditolak. Tapi, Senin lalu, hakim tribunal imigrasi dan suaka memberikan suaka kepada si putri Arab Saudi tersebut atas pertimbangan nyawa dia dan si anak yang terancam.

Putri yang identitasnya dirahasiakan tersebut sudah bersuami anggota kerajaan yang sudah cukup berumur. Dia bertemu si pria Inggris dalam suatu kunjungan ke Inggris. Mereka kemudian menjalin hubungan. Setahun setelah pertemuan pertama itu, si putri melahirkan sang anak di Inggris.

Pakar Imigrasi dan Suaka Inggris mengatakan bahwa keberhasilan si putri mendapatkan suaka merupakan kasus langka. Tapi, Keith Vaz, ketua Komite Urusan Dalam Negeri Parlemen Inggris, mendukung keputusan hakim tribunal suaka dan imigrasi tersebut.

"Ini adalah jenis kasus yang dalam hukum suaka kita dirancang untuk diberi perlindungan. Seorang wanita dan anaknya tidak seharusnya dikembalikan ke negara yang bisa mencelakai mereka. Saya menyambut baik putusan yang dibuat untuk kasus itu,’’ papar Vaz kepada The Independent. (war/ttg)

MEMALUKAN: Istri Mendagri Arab Saudi Ngutil (Lagi)

Inilah gaya hidup beberapa wanita high class di Arab Saudi. Karena mungkin terasa terkekang sehingga dia harus menghabiskan waktunya untuk "mengutil" di negara lain (Paris). Dia mungkin takut kalau mengutil di Arab Saudi bisa di potong tangannya! Maka dari itu, mari belajar Islam yang benar, bukan berarti Islam-nya orang Arab mesti benar! Karena orang Arab memang gudangnya kejahilan. Jadi mari belajar Islam tanpa harus membanggakan ke-Araban. Belajar Islam karena pemahaman, bukan karena doktrin atau pemaksaan, insya Allah menjadi seorang mukmin yang bertaqwa. Silahkan menyimak berita berikut ini:

Reputasi Arab Saudi sebagai salah satu negara termakmur di muka bumi tercoreng di Paris, Prancis. Dan, yang melakukan bukan warga sembarangan, tapi seorang putri istana. Yakni, Maha al-Sudairi yang juga istri Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef bin Abdul Aziz.

Sudairi meninggalkan tagihan sebesar 89 ribu euro (sekitar Rp 1,26 miliar) di toko busana kelas atas Key Largo, Paris, yang tak terbayar. Pengelola toko pun berang dan mengajukan izin menyita barang-barang milik sang putri ke pengadilan. Pengadilan menyetujuinya.

Terjadilah insiden memalukan di Hotel George V, tempat Sudairi menginap, kemarin (13/6). Juru sita datang dan harus bersitegang dengan para staf sang putri. Ke mana Sudairi? Seperti dilaporkan AFP, dia ngumpet di kamar hotel bintang empat yang dimiliki oleh keponakan laki-lakinya, Pangeran Alwaleed bin Talal, itu.

"Kami terpaksa harus memanggil konsulat Arab Saudi secara pribadi untuk turut membantu menyelesaikan masalah itu," kata Jacky Benazerah, pengacara Key Largo, kepada AFP.

Akhirnya, setelah tiga jam berdebat, pihak Sudairi bersedia membayar tagihan sebesar 89 ribu euro itu. Tapi, tidak dibayar langsung kemarin, namun ditransfer pada Rabu depan (17/6).

Lalu, benarkah sang putri dari negara petrodolar itu sengaja ngutil alias menilap pembayaran? Pihak Sudairi membantahnya. Dia, seperti ditirukan sejumlah staf, mengatakan bahwa para stafnya lalai melihat tagihan tersebut sehingga tak terbayar.

Namun, bantahan itu kontras dengan sejumlah bukti yang disajikan Benazerah. Sudairi, sebagaimana ditulis harian Le Journal du Dimanche, menunggak tagihan sebesar 10 juta euro (sekitar Rp 141,4 miliar) di sejumlah tempat komersial elite di Paris, termasuk Hotel Crillon.

Benazareh menambahkan, toko pakaian dalam Aux caprices de Lili yang letaknya di seberang Hotel George V juga berencana menuntut Sudairi. Pasalnya, sang putri diduga menilap sejumlah barang dari toko itu, di antaranya, celana dalam, handuk, dan pakaian renang. (war/ttg)