Ketika Las Vegasnya Arab Saudi Jengah Dengan Kemaksiatan

Bahrain ibarat madu bagi kumbang-kumbang Saudi yang liar. Di Las Vegasnya Arab itu, mereka bisa memuaskan semua hasrat liarnya. Namun, pemerintah dan parlemen Bahrain rupanya risih wilayahnya jadi ’’kiblat dosa’’.

SURGA dunia di negeri pulau yang luasnya hanya 665 kilometer persegi -nyaris setara dengan DKI Jakarta– itu begitu mudah diakses. Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan darat melewati Jalan Lintas Raja Fahd dari Arab Saudi. Dari Qatar pun tinggal menyeberangi Teluk Persia saja.

Setiap akhir pekan, warga Saudi dan sekitarnya membanjiri negara kecil tersebut untuk memenuhi sejumlah bar dan hotel di Manama. Mereka menenggak minuman beralkohol dan mejeng di jalanan ibukota Bahrain, hingga menjadi pelanggan tetap pusat-pusat pemuas syahwat. Mereka memburu kepuasan yang tak difasilitasi di negeri asal mereka yang ultrakonservatif. Baca lebih lanjut