Subhanallah, Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa, blog saya pernah No1

Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Tidak pernah terfikirkan sama sekali kalau saya bisa mendapatkan gelar kehormatan dari google untuk menjadi yang pertama dalam kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Sebuah kontes yang diikuti sampai detik ini 160.000 blog. Saya tidak bermaksud apa-apa, tetapi hanya ingin memanjatkan syukur kepada Allah atas kemudahan yang diberikan Allah kepada apa yang saya lakukan. Beberapa waktu lalu ketika saya cek keyword "Mengembalikan Jati Diri Bangsa" saya mendapati blog saya no 2. Hal ini memberikan kebanggan tersendiri bagi saya. Karena ternyata SEO ngawur yang saya lakukan bisa diterima oleh om Google (walaupun mungkin sementara). Baca lebih lanjut

Iklan

Dewan Pers Anggap Media Banyak Langgar Kode Etik pada Peristiwa Bom Kuningan

Dalam melaksanakan peliputan peristiwa bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Kuningan pekan lalu, media massa, terutama media elektronik banyak melakukan pelanggaran kode etik jurnalistik.

Demikian disampaikan oleh anggota Dewan Pers Divisi Pengaduan Abdullah Alammudi dalam jumpa pers di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jakarta, Jumat (24/7).

Beberapa pelanggaran yang dilakukan terutama pada penayangan gambar-gambar yang mengerikan, yang bisa mengganggu kondisi psikologi anak-anak yang mengikuti laporan perkembangan peristiwa bom Kuningan ini.

"Media elektronik menampilkan, bahkan men-zoom wajah berdarah-darah para korban. Itu melanggar kode etik," ujarnya.

Gambaran yang mengerikan tersebut bisa menimbulkan dampak traumatik yang berefek jangka panjang. "Di mana rasa nurani ketika menampilkan itu. Gambar-gambar itu seharusnya bisa diganti dengan sketsa kasar," urainya. (Mengembalikan Jati Diri Bangsa) Baca lebih lanjut

Din : Tak Ada Alasan Untuk Menolak RUU Pornografi

Penolakan terhadap RUU tentang Pornografi sebenarnya tidak perlu dilakukan, apabila masyarakat mempunyai komitmen yang kuat untuk perbaikan bangsa dimasa depan. Tidak dipungkiri, terdapat fakta-fakta yang memperlihatkan adanya kerusakan moral bangsa akibat persebaran pornografi di media massa oleh industri hiburan.

Penolakan terhadap RUU tentang Pornografi sebenarnya tidak perlu dilakukan, apabila masyarakat mempunyai komitmen yang kuat untuk perbaikan bangsa dimasa depan. Tidak dipungkiri, terdapat fakta-fakta yang memperlihatkan adanya kerusakan moral bangsa akibat persebaran pornografi di media massa oleh industri hiburan.

"Ini yang menjadi keprihatinan kita yang harus diatasi oleh sebuah UU. Oleh karena seharusnya kita tidak perlu keberatan terhada pengaturan industri hiburan yang berbau seks, dan tayangan porno yang jelas-jelas merusak generasi muda dan anak-anak kita, sehingga sebenarnya tidak perlu ada pro kontra lagi," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam kesempatan acara buka puasa bersama media dan ormas Islam, di kediamanannya, Jakarta Selatan, Ahad malam. Baca lebih lanjut