Inilah Cara Evangelis Menyebarkan Agama Kristus Kepada Umat Islam

image JAKARTA–Kalangan evangelis alias penginjil menggunakan berbagai macam cara untuk mendekati umat Muslim. Mereka tak hanya menyebarkan pengaruh dan agamanya ke umat Islam di negara-negara Timur, tapi mulai mendekati umat Muslim yang jumlahnya kian banyak di negara-negara Barat.

Caranya, meraka tak lagi menekankan pola kekerasan, intimidasi, atau memberikan citra buruk terhadap Islam. Mereka kini mulai mengedepankan persamaan dan landasan bersama yang ada antara Kristen dan Islam. Seperti yang diungkap oleh Direktur Pusat Penginjilan dan Misi Dunia, TV Thomas, dalam sebuah wawancara, seperti yang ditulis oleh christianitytoday. Berikut wawancaranya:

Anda dibesarkan di Malaysia, sehingga Anda tidak asing dengan agama lain. Bagaimana seharusnya orang Kristen menanggapi peningkatan jumlah, khususnya umat Islam, di Amerika Serikat dan Kanada?

Baca lebih lanjut

Setelah Komunis Runtuh Islam Jadi Target Sasaran

image Hubungan negara-negara Barat dan dunia Islam mengalami dinamika yang luar biasa hampir dua dekade ini. Hal itu dimulai sejak runtuhnya sejumlah  negara komunis pada awal tahun 1990-an. Saat Perang Dingin, AS dan sekutu-sekutu Baratnya memusatkan konfrontasinya pada negara-negara komunis, terutama negara Uni Sovyet . Maka setelah setelah keruntuhan mayoritas negara komunis, “konfrontasi” berubah antara Barat dan Islam.

Konfrontasi diawali pada saat Perang Teluk I antara Iraq dan Amerika Serikat, didukung sekutu-sekutu Baratnya pada tahun 1991. Selanjutnya “konfrontasi” semakin besar setelah terjadinya Serangan 11 September 2001 atas Gedung WTC di New York. Setelah serangan 11 September 2001, AS dan sekutu Barat menyerbu Afghanistan yang dianggap menyembunyikan Osama Bin Ladin, tokoh tersangka serangan 11 September. Selanjut  AS dan sekutunya menyerang Iraq pada tahun 2003.

Baca lebih lanjut

Remaja Barat Bingung Jenis Kelaminnya Sendiri

img1
Dibiarkan tumbuh membentuk dirinya sendiri, sebagian anak-anak Barat tumbuh tanpa mengenal jati diri-nya dengan baik

Kebebasan yang didengungkan masyarakat Barat memang kelewat batas. Beberapa tahun belakangan semakin banyak anak-anak yang dibiarkan tidak memahami eksistensi dan jati diri-nya dengan baik, hingga akhirnya banyak muncul kasus operasi ganti kelamin di kalangan anak-anak remaja. Alasan yang biasa dikemukakan adalah karena mereka mengalami gender dysphoria, keadaan di mana seseorang merasa terperangkap pada tubuh dengan jenis kelamin yang salah.

Padahal jika diperhatikan lebih cermat, masalah itu adalah karena kebiasaan sejak kecil. Anak-anak itu dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan yang baik untuk mengenal siapa dirinya. Orangtua hanya "pasrah" menuruti kebiasaan yang ditunjukkan oleh anak mereka, hingga akhirnya terbawa hingga dewasa. Jelas sekali orangtua tidak menggunakan masa 0 tahun hingga balita, yang merupakan masa emas untuk pembentukan jati diri anak.
Baca lebih lanjut

Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”

Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Baca lebih lanjut

Rezim Zionis Langgar Kesepakatan Lagi, Bangun Pemukiman Baru di Har Homa

Tanggal 9 Juli 2004, International Court of Justice (ICJ) menyatakan tembok pemisah yang dibangun rezim Zionis Israel di Tepi Barat ilegal dan harus diruntuhkan. Hari Rabu kemarin, tepat empat tahun sudah sejak ICJ mengeluarkan perintah itu, rezim Zionis tetap tak bergeming, pembangunan tembok pemisah tetap dilanjutkan. Israel bahkan memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Pernyataan yang dirilis pemerintah kota Har Homa menyebutkan, komisi distrik telah menyetujui pembangunan 920 unit rumah baru untuk pemukiman Yahudi di Har Homa, kota yang oleh warga Palestina dikenal dengan nama Jabal Abu Ghneim. Di kota itu, terdapat sekitar 10 ribu warga Israel yang membangun rumahnya dengan merampas tanah-tanah milik warga Arab. Baca lebih lanjut