Pemerintah Mesir Larang Ikhwanul Muslimin Gelar Acara Buka Puasa Bersama

pic3(71)[1]
Untuk pertama kalinya selama 20 tahun, pemerintah Mesir melalui departemen dalam negerinya melarang Ikhwanul Muslimin menggelar acara buka puasa bersama yang digelar di hotel berbintang lima di Kairo. Padahal acara buka puasa bersama yang melibatkan sekitar 1. 500 undangan itu, sudah menjadi tradisi tahunan organisasi Ikhwanul Muslimin.

Perihal larangan itu disampaikan oleh Muhammad Mahdi Akef, pemimpin Ikhwanul Muslimin. "Larangan ini membuat buruk reputasi dan martabat Mesir, serta memberikan kesan bahwa situasi Mesir tidak stabil, yang berdampak negatif pada kondisi ekonomi, politik dan sosial, " kata Akef.

Akef tidak memberitahukan apa alasan kementerian dalam negeri melarang acara buka puasa bersama yang digelar ala gala dinner itu. Ia hanya menyatakan, dirinya berharap Tuhan akan memulihkan "kewarasan" mereka yang melarang acara tersebut. Sejauh ini, kementerian dalam negeri Mesir belum memberikan komentar atas larangan tersebut. Baca lebih lanjut

Mari Kita Berjuang Bersama Untuk BBM

114735p[3]
Mensingkapi akan dinaikannya BBM, memang harus membuat kita jengah. Walaupun realitas harga minyak dunia sekian lama sekian naik harganya, bukan berarti harus menaikkan BBM. Komentar JK, yang menyatakan para pendemo yang menolak kenaikan BBM adalah demonya orang-orang kaya. Sangat tidak beralasan! Jelas sekali, jika BBM naik yang terkena imbas para rakyat kecil! Jika orang kaya mensingkapi, kenaikan BBM. Yah pastilah mereka akan tenang-tenang saja, walaupun imbasnya juga terkena. Tetapi dampaknya tidaklah sesignifikan para rakat kecil yang biasanya bekerja dengan peluh bercucuran. Mereka tidak sama dengan para pejabat yang bekerja dengan ac yang mendinginkan. "Sudah bekerja keras, BBM naik, Sembako naik. Sudah nggak beres negara ini!" itu unggakapan seorang tukang becak yang ngobrol saat ngopi bersama saya di sebuah warung. "Loh Pak, nanti kan dapat BLT!" ucap saya, jawab tukang becak tersebut hanya "Halah Mas, BLTnya yang dulu cuman 300 ribu. Nggak cukup Mas, buat biaya satu bulan!" Saya hanya tersenyum, tanpa berminat melanjutkan perbincangan tersebut. Walaupun tukang becak itu, masih berbincang-bincang dengan temannya sesama profesi.

Nah, sekarang 300 ribu saja nggak cukup. Apalagi 100 ribu perbulan? Entah realitas para penentu kebijakan tersebut bagaimana? Padahal jelas, gaji-gaji para pejabat penentu kebijakan berjuta-juta. Kenapa tidak harus mengurangi gaji-gaji itu untuk kepentingan masyarakat? Entahlah mungkin mereka sudah lupa atau bahkan tidak tahu arti melarat. Pernah juga seseorang bertanya kepada saya! Kok PKS nggak demo sih masalah BBM ini? Karena saya salah satu HUMAS, maka saya jawab. "Iya, PKS sudah punya delegasi yang akan menyuarakan kita. Walaupun tidak bisa signifikan, dan kalah dengan suara terbanyak dengan wakil yang lainnya. Namun itu sudah termasuk perjuangan kita. Nah untuk yang demo-demo masalah itu, karena memang mereka nggak punya wakil rakyat di DPR. Jadi mereka demonstrasi. Lah, kalau di PKS, nggak usah Demo, bilang saja kepada wakil2nya yang ada di DPR, biar mereka yang memperjuangkan! Jadi, gunanya wakil2 itu untuk memperjuangkan rakyat. Lalu apa gunanya kalau kita punya wakil rakyat nggak kita gunakan! Kalau bisa, setiap hari kader PKS smsin wakil2 rakyatnya di DPR, untuk mengingatkan bahwa kader2 PKS menolak kenaikan BBM yang akan menyengsarakan kita semua."

Jadi, ada yang berjuang di parlemen. Ada yang diluar parlemen, intinya kita sama-sama berjuang untuk kepentingan bersama. Tidak usah lagi, saling menjatuhkan satu sama lainnya. Jika sudah ada umat Islam yang berjuang disisi lain, maka kita berjuang disisi lainnya. Biar kompak. OK! Mari kita berjuang bersama.