Amerika Terus Membombardir Alqaidah

pesawat tak berawak Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengakui, AS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk menyerang para militan di wilayah Pakistan. serangan difokuskan kepada mereka yang dikategorikan sebagai teroris.

Pernyataan Obama disampaikan saat melakukan percakapan internet melalui jaringan sosial Google, Google+, dan video streaming YouTube. Sebanyak enam orang diundang dalam dialog itu. "Banyak serangan ini dilakukan di provinsi daerah kesukuan (FATA)," ujar Obama, seperti dikutip BBC, Selasa (31/1).

Serangan itu ditujukan kepada terasangka Alqaidah yang berada di medan-medann cukup sulit. Mereka bersembunyi di sebuah wilayah Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Cara ini, menurut Obama, lebih efektif dibandingkan dengan taktik lain yang membutuhkann banyak instrumen militer.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Polisi Amerika Phobia, Madu Dikira Bom

image Aparat keamanan di suatu bandara udara di California, Amerika Serikat (AS), tak habis pikir dengan ulah seorang calon penumpang yang membawa madu dalam lima buah botol bekas minuman ringan ke pesawat. Aksi itu membuat bandar udara itu sempat ditutup berjam-jam dan semua orang di bandara dievakuasi.

Peristiwa itu berlangsung di bandar udara Meadows Field di kota Bakersfield, negara bagian California, Selasa pagi waktu setempat (Selasa tengah malam WIB). Demikian ungkap Badan Penerbangan Federal (FAA).  Baca lebih lanjut

Mahmood Abbas Tangkapi Mufti dan Imam Masjid

Setelah Hamas melakukan penahanan untuk menyelidiki pelaku “bom Gaza” pada Jumat (25/7) dan telah membebaskan sebagian besar dari mereka. Ganti pihak Fatah melakukan penangkapan terhadap beberapa Imam Masjid dan Ulama.

Pada hari Ahad (27/7), para petugas kemanan milik pemerintahan Mahmood Abbas melakukan penangkapan terhadap lebih dari 50 tokoh Hamas di Tulkarem, baik yang menjadi imam masjid, dai, mufti, atau tokoh masyarakat.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa beberapa masjid, madrasah Al-Quran, serta Perpustakaan Dar Al Hadits di Tulkarem menjadi sasaran para petugas keamanan, hingga jumlah  korban penangkapan semakin meningkat. Baca lebih lanjut