Pecandu Internet Tewas Diterapi Pukulan Ala Militer

BEIJING – Kematian Deng Senshan, 15, saat menjalani rehabilitasi di kamp khusus pecandu internet di Provinsi Guangxi, Tiongkok, memantik kontroversi. Sejumlah ahli medis dilibatkan dalam kasus tersebut untuk mengkaji ulang legalitas tindakan spesial yang dilakukan terhadap para maniak dunia maya itu. Selama ini, pusat rehabilitasi seperti itu dikenal menggunakan metode ala militer.

Kantor Berita Xinhua kemarin (6/8) melaporkan, Deng Senshan tewas Minggu (2/8), selang sehari setelah orang tuanya mengirim dia untuk menjalani terapi penyembuhan dari kecanduan internet. Senshan ditemukan temannya sedang muntah-muntah. Dia langsung dilarikan ke klinik. Beberapa temannya bersaksi bahwa seorang guru memukul dia.

Mengutip keterangan pejabat lokal Guangxi, penyidik menemukan beberapa luka lebam pada jenazah korban. Polisi lalu menahan empat instruktur di Qihang Salvation Training Camp, Kota Nanning.

Ayah korban, Deng Fei, mengaku membayar USD 1.024 (Rp 10 juta) untuk rehabilitasi selama sebulan setelah putranya lulus dari SMA Ziyuan, Juli. ’’Pusat rehabilitasi itu, tampaknya, menjanjikan dengan manajemen yang tertutup dan instruktur berpengalaman,’’ ungkapnya.

Metode yang digunakan untuk menyembuhkan para pecandu internet di Tiongkok memang menjadi pro-kontra. Kementerian Kesehatan setempat bulan lalu mengeluarkan larangan kepada salah satu RS yang menggunakan terapi sengatan listrik. (cak/ami)

Iklan

Usaha China Menghapus Identitas Etnis Muslim Uighur

img
Pemerintah China menempatkan jutaan etnis Han China di wilayah mayoritas Muslim, Xinjiang, dengan tujuan utama memaksakan identitas dan kebudayaan Han di sana. Muslim di Xinjiang menjadi seperti orang asing di kampung halaman mereka sendiri.

"Mereka menghancurkan keseimbangan demografis dengan membawa orang-orang China," kata Qutub, seorang pedagang pakaian di pasar tradisional di kota Urumqi kepada Christian Science Monitor dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Senin, 28 April.

"Mereka ingin agar suku kami musnah. Mereka mengeringkan akar-akar kami."

Pemerintah China telah berkampanye selama puluhan tahun guna menempatkan lebih banyak lagi etnis Han China di Xinjiang, sebuah wilayah yang merupakan kampung halaman dari jutaan etnis minoritas Uighur.

Pada tahun 1949, ketika pemerintah mengambil alih Xinjiang, etnis Han hanya berjumlah 7% dari total populasi di sana. Sekarang mereka sudah berjumlah lebih dari 40%, dan jumlahnya terus bertambah. Baca lebih lanjut

AS Protes Pemblokiran Situs Porno Oleh Cina

img1
Pemerintahan Barrack Obama mengirimkan protes resmi kepada China, Rabu waktu setempat, terkait rencana instalasi software pemblokir akses web site tertentu pada seluruh komputer yang dijual di China.

Menteri Perdagangan Gary Locke dan utusan perdagangan Ron Kirk mengirimkan surat resmi kepada dua kementerian China dan meminta pembatalan kebijakan proteksi melalui software itu yang rencananya diberlakukan mulai 1 Juli mendatang, demikian berita yang dirilis harian di AS, Kamis.

Pejabat berwenang China mengatakan bahwa software untuk filtering, yang dinamai Green Dam-Youth Escort itu, dimaksudkan untuk memblokir akses pornografi dan informasi tidak sehat lainnya di Internet.

Di lain pihak, keluhan pemerintah AS yang dibingkai sebagai sebuah isu perdagangan, menolak kebijakan itu karena akan membebani produsen komputer dengan instalasi software "peringatan". Hal itu juga akan memperluas pertanyaan mengenai apakah software itu akan semakin menyensor akses Internet di China dan membatasi ekspresi kemerdekaan. Baca lebih lanjut

Ternyata Yang Menemukan Benua Amerika Adalah Muslim Bukan Columbus!

Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim. Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.

Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah

Subhanalloh….

Kok bisa?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan. Baca lebih lanjut