Mewaspadai PROVOKASI

Godaan meterial dunia. Seorang muslim sangat mungkin menjadi sasaran empuk rayuan harta dan jabatan.

Sesungguhnya setan telah berputusasa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di Jazirah Arab. Akan tetapi (ia masih semangat) untuk memprovokasi (memecah belah) antara mereka (HR. Muslim)

Hadist shahih yang diriwayatkan Imam Muslim itu menjelaskan antara lain, bahwa setan sudah berputus asa dan tidak lagi berharap akan disembah oleh orang-orang yang melaksanakan shalat. Akan tetapi, sang setan tidak akan henti-hentinya menanamkan kebencian dan memprovokasi kaum muslimin untuk mengorbankan permusuhan dan pertempuran didalam tubuh mereka. Ini sebuah peringatan penting dari Rasululloh SAW. Jika sampai terjebak dengan provokasi itu, tentu saja banyak kerugian yang akan menimpa kita. Di antara kerugian itu adalah sebagaimana yang Allah SWT gambarkan dalam ayat :

QS. Al Anfal 8:46.
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sebenarnya, ketika kondisi setiap pribadi muslim dan hubungan antar pribadi muslim kokoh, segala intervensi dan provokasi dari luar tidak akan terlalu efektif. Akan tetapi, jika gempuran itu dilakukan secara gencar dan terus menerus, tidak mustahil ada juga pengaruhnya terhadap jiwa dan pemikiran kaum muslimin. Setan yang melakukan provokasi itu bisa jadi dalam bentuk jin, bia juga dalam sosok manusia. Disinilah kita dituntut untuk senantiasa menancapkan kewaspadaan. Diantara hal-hal yang perlu diwaspadai itu adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Terbongkar Lagi, Fitnah Fatah terhadap Hamas

Selain Palestine Information Center yang berhasil mengungkap dokumen rahasia strategi Fatah untuk menghancurkan Hamas, surat kabar Jerusalem Post edisi Senin (1/10) membeberkan upaya-upaya yang dilakukan oleh para intelejen Presiden Mahmud Abbas untuk menjatuhkan citra Hamas.

Mereka membuat rekaman video palsu di mana dalam video itu diperlihatkan rekaman pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan, berusia 16 tahun, dan pelakunya dibuat sedemikian rupa seolah-olah dari anggota Hamas. Pembunuhan itu disebutkan terjadi pada bulan Juli.

Badan intelejen Fatah sengaja mengontak harian Israel Jerusalem Post dan mengirimkan video palsu itu ke harian tersebut, untuk memfitnah bahwa Hamas telah melakukan tindakan brutal di Jalur Ghaza.

Para intelejen pro-Fatah itu juga memberikan nomor telepon dua orang yang mereka sebut sebagai saksi mata atas peristiwa pembunuhan itu, pada harian Israel tersebut.

Namun Jerusalem Post segera meralat artikel tentang video itu, setelah memastikan bahwa isi rekaman video tersebut hanya akal-akalan Fatah untuk menyudutkan Hamas. Mereka mendapat kepastian bahwa video itu palsu, dari para pembaca dan blogger yang mengkritisi berita tentang rekaman video buatan Fatah itu.
Baca lebih lanjut