Para Pembangkang Penghambat Dakwah, Mereka Seperti Monyet

Ada golongan yang selalu berusaha menghambat dakwah. Melekatkan stigma hitam kepada penyeru Islam. Bagaimana kita bertahan dalam tarung dahsyat ini?
Jika mau digambarkan, Indonesia saat ini mirip dengan apa yang dijelaskan Allah Subhana wata’ala ada dalam surah Al ‘Araf. Dalam surah Al A’raf intinya adalah perintah kepada manusia untuk menentukan sifat. Menetapkan pilihan. Setiap surah dalam Al-Qur’an ada tujuannya. Tujuan dari surah ini adalah perintah agar manusia menentukan pilihan hidupnya.

 
Surah Al ‘Araf turun saat Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam telah memulai dakwahnya secara terbuka (jahr). Ketika dakwah berlangsung dilakukan secara terbuka, maka timbullah konfrontasi seperti yang kita kenal seperti sekarang. Yakni konfrontasi antara al-Haq dan al-Bathil.
 
Konfrontasi ini, tentu saja, risikonya sangatlah berat. Namun demikian, konfrontasi semacam ini akan terus berlangsung. Itulah mengapa dalam surah Al ‘Araf banyak menceritakan tentang kisah para nabi. Sebab pada intinya, perjuangan para nabi adalah suatu perjuangan membela kebenaran dan melenyapkan kebathilan.

Baca lebih lanjut

Iklan

10 Alasan Kenapa Saya Keluar Dari PKS (Tanya –Jawab)

Sangat banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mantan kader PKS yang “out” dari kepartaian, namun dari beberapa pertemuan dan rangkaian analisa sendiri, saya menyimpulkan beberapa pertanyaan yang sering dijadikan sebagai “senjata” bagi mereka yang katanya lebih “bersih” ketika sudah keluar dari PKS. Inilah beberapa pertanyaan tersebut:

1. Saya keluar dari PKS karena PKS sudah tidak Islami lagi, mereka sudah berubah haluan dari Islam ke Nasionalis!

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Improvisasi Kader Karbitan Yang Selalu Menyesakkan Dada

“Nasehat Bersama untuk para kader dakwah”

(Khusus kader, hanya bahan bacaan, dilarang mengutip selain seijin penulis)

Ada beberapa orang yang mungkin sudah tahu apa itu karbit. Pengalaman saya, karbit adalah sebuah zat yang berisi bubuk atau seperti bebatuan untuk membuat mercon/petasan dalam bambu atau juga untuk mempercepat proses pematangan buah. Nah biasanya kalau buah dikasih karbit, dan ditutup rapat. Maka proses pematangan buah akan lebih cepat. Tetapi apakah kita tahu, kalau sebenarnya proses pematangan buah yang bersumber dari karbit itu juga mempercepat proses pembusukan buah? Dan sebuah penelitian menyatakan bahwa buah yang busuk karena diberi karbit maka buah tersebut tidak bisa dibuang sembarangan. Karena ketika dibuang sembarangan buah busuk dari karbit tersebut akan membuat mati tanaman yang lain.

Nah sekarang bayangkan saja kalau ada seorang kader yang didik seperti buah tersebut (dikarbit). Bagaimana keluarnya nanti?

Baca lebih lanjut

Manyamakan Dakwah dengan Teroris Tindakan Gegabah

Almuzammil Yusuf Anggota DPRRI Fraksi PKS

Memang pukul rata selalu salah. Menilai aktivis dakwah semua teroris adalah tindakan gegabah. Menurut Almuzammil Yusuf dari Fraksi PKS DPR RI, Polisi harus proporsional menilai dakwah.

Mengatakan dakwah akan diawasi Polisi karena ada segelintir kecil teroris dari aktivis dakwah sama saja secara tersirat mengatakan dakwah dan masjid (tempat dakwah berlangsung) itu adalah aktifitas dan tempat yang harus dijauhi karena berbahaya bagi keamanan bangsa. ”Makna tersirat ini menjadi sangat tidak adil dan berlebihan. Terlebih di bulan suci Ramadhan, umat Islam sedang giat-giatnya ibadah ke masjid,” katanya

Dalam pandangan Muzammil, bahwa ada aktivis Islam yang tertarik ke teroris itu benar, sebagaimana juga aktivis agama lainnya di berbagai penjuru dunia. tetapi aktivis dakwah atau aktivis masjid yang terseret ke teroris jika dibandingkan jumlah aktivis masjid yang menjadi WNI yang baik-baik seperti menjadi ulama, cendekiawan, pengusaha sukses, pelajar berprestasi dan pejabat negara, jelas jumlahnya lebih banyak.

Karena produk utama dakwah dan masjid itu adalah iman takwa dan akhlak mulia. Dan iman takwa dan akhlak mulia itu sudah menjadi tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada pasal 31 ayat 3 UUD 1945 pasca amandemen, yang itu mengikat seluruh WNI dan kegiatan pendidikan di lembaga-lembaga negara,” jelasnya.

Maka semua lembaga pendidikan di RI, termasuk pendidikan di lingkungan Polri dan TNI harus menuju tujuan nasional di atas. Kalau tidak seperti itu justru salah dan menyimpang dari UUD 45.

Tapi Muzammil khawatir dampak peringatan dari Polri dan juga komentar miring salah seorang Pangdam terhadap dakwah, jubah dan jenggot, akan membuat WNI Muslimin akan takut dengan dakwah dan masjid. Jangan-jangan nanti juga pembinaan Polri dan TNI juga akan jauh dari masjid seperti masa Orba dulu, yang dekat dengan masjid dan dakwah bisa mendapat kondite buruk.

Muzammil meminta SBY harus berbicara meluruskan isu yang berkembang. Ini akan sangat merugikan citra pemerintahan SBY. Apalagi SBY dan Boediono sebagai capres/cawapres terpilih didukung oleh partai-partai relijius nasionalis Seperti PKS, PAN, PKB dan PBR.

”Saya yakin Pak SBY dan juga capres/wapres lainnya sangat komit dengan tujuan Pendidikan nasional untuk membangun iman takwa dan akhlak mulia tersebut,” simpulnya.

Dimana Noordin M Top memang belum jelas. Tapi, ”Pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari kasus ini sudah kelihatan.”
Karena itu wajar bila meminta agar Pemerintah SBY meluruskan kasus ini, agar kecurigaan bahwa SBY ikut menikmati menjadi terhapus.

Lebih Baik Mengkaitkan Peledakan Dengan Pemilu, Daripada dengan Islam!

Peledakan besar terjadi di dua hotel bintang lima di kompleks Mega Kuningan, yakni Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton merupakan serangan manusia yang abnormal. Kontroversi-pun mencuat, memaksa para pemimpin negara ini berkomentar, memaksa para mantan calon presiden-pun juga berkomentar. Hal yang membuat saya lega adalah pernyataan SBY bahwa bom itu terkait dengan Pemilu, tidak terkait dengan agama (red, Islam). Berbeda dengan komentar dua mantan Capres yang lebih menyudutkan Teroris bermuatan agama (red, Islam). Hal ini membuktikan bahwa SBY masih memandang Pemilu sebagai faktor utama kekacauan peledakan tersebut. Dan tidak langsung menuduh faktor agama dibalik ini semua. Jelas sekali ini membuktikan bahwa SBY masih memandang norma keislaman-nya sehingga tidak mengkait-kaitkannya dengan "islam". Mungkin hal ini karena SBY berada pada koalisi partai Islam yang mendukungnya. Ada sedikit kejelasan bahwa SBY, sekarang lebih hormat terhadap umat Islam ketimbang capres yang lainnya.

Baca lebih lanjut

Dakwah antara Realitas dan Prioritas

Tugas utama Rasulullah adalah membawa perubahan. Menerangi yang gelap, memberantas yang bathil. Ada realitas, ada prioritas

Oleh: MS. Yusuf al-Amien *

Pada masa itu peradaban dunia sangatlah kacau, baik di Barat maupun Timur. Keadaan umat manusia sungguh memprihatinkan. Di Barat, orang sudah tidak lagi percaya akan Sang Pencipta, mereka hanya memiliki filsafat untuk menyembah akal. Di Timur, kebodohan menyeret mereka untuk menuhankan patung, berhala, bintang api, dan mentari.

Di jazirah Arab, mereka membunuh bayi perempuan, menganggap wanita bukanlah “manusia”, menjadikan yang lemah sebagai hamba sahaya untuk dijual-belikan dalam komoditi perbudakan.

Itulah gambaran ‘ashru-l-fatrah saat itu. Yaitu masa kealpaan seorang Rasul dari peradaban manusia, semenjak terakhir kali Allah menurunkan Nabi Isa ‘alaihissalam. Masa itu adalah saat di mana umat manusia kering akan wahyu Ilahi yang dapat membimbing mereka kepada ajaran yang benar (lih: Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Maidah: 19).

Oleh karena itu, Allah kemudian mengutus seorang Rasul terakhir, Rasul yang membawa risalah akhir zaman untuk seluruh umat manusia, menunjukkan kepada mereka akan hakekat alam semesta. Dialah Muhammad bin Abdullah, utusan terakhir yang membawa misi agung untuk mengubah keadaan manusia dari keterpurukan multi-dimensi menuju sebuah kejayaan duniawi-ukhrawi.

Misi Perubahan Baca lebih lanjut

Hujatan terhadap Dakwah Al-Banna

Metode yang ditempuh harakah Ikhwan dalam hal ini, juga telah dijelaskan oleh Muhammad Fathy Utsman dalam kitabya "As-Salafiyah fi al-Mujtama’at al-Mu’ashirah, Manhajiyatu al-Ustadz Hasan al-Banna min Khilal Mudzakkiratihi" (Salafiyah di Era Masyarakat Modern, Manhaj Ustadz Hasan al-Banna dalam Memorandumnya).

Dalam buku itu disebutkan:
"Sejak usia muda, Hasan al-Banna sangat memegang teguh amalan sunnah, hingga dalam hal pakaian. Ketika masih menjadi pelajar di sekolah pendidikan guru, beliau mengenakan ‘imamah, memakai sandal untuk ihram waktu haji, sorban yang beliau simpangkan di atas jubah, dan memelihara janggut.

"Ketika direktur madrasah bertanya tentang pakaian tersebut kepadanya, Hasan al-Banna menjawab, sebagaimana tertulis dalam mudzakkirahnya, ’Pakaian seperti ini adalah sunnah.’ Sang kepala sekolah lalu menimpali, ’Apakah engkau sudah mengamalkan semua sunnah-sunnah Rasul, sehingga tidak tersisa kecuali sunnah dalam berpakaian?’

"Al-Banna mengatakan, ’Saya belum mampu melakukan semua sunnah, dan kita memang sangat kurang dalarn hal tersebut. Akan tetapi apa yang kita mampu melakukannya, hendaknya kita lakukan."

Di awal da’wahnya di Ismai’iliyah, beliau menghadapi perpecahan klasik antara ansharu sunnah (kelompok pendukung sunnah) dan Thuruqiyah (kelompok pengikut tarekat sufi). Baca lebih lanjut