Tolong Buktikan Dalil Qath’i Tentang Haramnya Demokrasi!

Selama ini saya banyak sekali mendapatkan masukan saudara-saudara saya dari organisasi Islam yang menyatakan bahwa Demokrasi itu kufur dan haram hukumnya. Namun setiap kali saya meminta bukti dalil qath’i (pasti) tentang haramnya demokrasi, mereka hanya membawa dalil-dalil ijtihad dari beberapa ulama.

Ingatkah ketika seorang Kh. Ahmad Dahlan harus dicap murtad, kufur, munafiq, dll. Hanya karena sistem pendidikannya mengacu dengan tata-cara Belanda? Ingatkan ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) akan dibakar surau-nya oleh beberapa umat Islam dan kyai-kyai, hanya karena ingin merubah Surau kearah Kiblat yang benar? Ingatkah ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) mengenakan busana ala Belanda dan dicap sebagai orang kufur atas ketasyabuhannya?

Haram dan Halal semuanya itu sudah ditetapkan oleh Allah. Jangan menetapkan sebuah keharaman dari Islam tanpa ada dalil yang qath’i kecuali itu adalah sebuah ijtihad pribadi (madzab).

Hizb Salafi Makar Jika Tidak Mengikuti Pemilu

Pemilu yang diadakan di Indonesia ini akan segera dilaksanakan, umat Islam wajib hukumnya untuk segera memilih wakil dan pemimpinnya yang akan duduk di parlemen dalam mewakili umat Islam untuk berbicara dan memperjuangkan permasalahan umat Islam. Hal ini sangat jelas, bahwa pemilu adalah tonggak “peperangan” antara umat Islam dengan para munafik dan kafir.

Mungkin sangat banyak pendukung hizb Salafi menyatakan bahwa keharamannya untuk mengikuti pemilu karena hasil dari produk demokrasi yang berasal dari system kufur. Hal yang sangat perlu dipahami adalah, hizb Salafi juga sangat jelas melarang orang untuk makar terhadap pemerintahan atau terhadap penguasa.

Penguasa dan pemerintahan Indonesia sekarang sedang menghadapi hajat besar, yaitu pemilu. Penguasa dan Pemerintah Indonesia sudah “berfatwah” untuk mengikuti pemilu. Mungkin kita bisa melihat dalil-dalil yang sering dijadikan rujukan para hizb Salafi:

Baca lebih lanjut