Berani-beraninya, Kader Kartini Demokrat Ingin Jadi Capres Ngelangkahi bu Ani Yudhoyono

imageKader perempuan Partai Demokrat di DPR yang tergabung diantara Kartini Demokrat, menginginkan kaum perempuan semakin berperan di banyak bidang terhitung pemerintahan. Karenanya, Kartini Demokrat tidak menampik apabila nantinya ditawari guna mendukung perempuan yang menjadi calon presiden.

Mengenai tersebut dibicarakan salah satu anggota Kartini Demokrat, Vera Febrianti diantara acara ramah tamah bersama para perempuan pekerja sektor informal di ruang rapat FPD, gedung DPR RI, Kamis (21/4). "Kita pasti ingin terdapat dari kita dapat maju (menjadi Capres). Serta kita pasti mendukung siapa pun yang maju dari kita (perempuan)," kata Vera.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Dilaporkan Pencabulan, Jalaludin Alham Aleg Fraksi Demokrat Menghilang!

imageAnggota Komisi D DPRD Jatim asal Fraksi Demokrat Jalaludin Alham dilaporkan ke Polda Jatim serta DPD Partai Demokrat Jatim terhadap dugaan persoalan pencabulan anak di bawah umur.

Korban yang berinisial R dan berumur 15 tahun ini, diketahui seperti anak asuh asal Jalaludin Alham. Dugaan pencabulan ini pula telah dilaporkan oleh orang tua R, terhadap Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Ibnu Hadjar di kantornya, Rabu (20/4/2011).

Ibnu Hadjar menyatakan terhadap laporan ini DPD Demokrat Jawa Timur, bakal mengusut laporan itu. "Saya telah rapatkan bersama pak Hartoyo (Ketua Bidang OKK Demokrat Jatim). Besok maupun lusa serta diantara waktu sesingkat-singkatnya, pelaku serta korban hendak dikonfrontir langsung. Jangan sampai cuma tuduhan sepihak," ucap Ibnu, di kantor Jl Kertajaya Indah Surabaya, Rabu (20/4/2011).

Baca Selengkapnya >>>

Video "lucu" Perseteruan Ruhut Dan Gayus Di Pansus Angket Bank Century

Jakarta – Pertengkaran antara anggota Pansus Angket Bank Century, Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul kembali terjadi. Cekcok kedua kalinya antara politisi PDIP dan Partai Demokrat ini cukup sengit, bahkan sempat telontar kata-kata kasar.

"Diam kau bang*at," ujar Ruhut kepada Gayus yang sedang memimpin sidang Pansus dengan agenda pemeriksaan saksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Baca lebih lanjut

Point Dalam Perjanjian PKS Dan Demokrat

11 point perjanjian antara PKS dan Demokrat merupakan perjanjian koalisi yang harus dibangun dengan dinamis dan mampu menjadikan target yang diharapkan. 11 point tersebut meliputi:

1. Kepemimpinan Nasional : Mengusung pemimpin yang visioner, tegas, bersih dan loyal serta membangun sistem dan dan budaya yang kondusif bagi kepentingan negara dan bangsa.

2. Pemberantasan KKN : Penegakkan hukum yang sungguh-sungguh dan konsisten tanpa pandang bulu.

3. Sistem Demokrasi yang Dinamis dan Stabil : Terciptanya pemerintahan yang kuat, memberikan keleluasaan diangkatnya alternative dan solusi KEISLAMAN DAN KEBHINEKAAN. Baca lebih lanjut

Kenapa Aku Mendukung SBY Bukan JK!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya membutuhkan cukup waktu untuk bisa memahami alasan DPP PKS memilih tetap berkoalisi dengan SBY-Boediono. Itu, karena tadinya saya mengharapkan dan menyangka PKS akan memilih JK. Namun, setelah jelas sikap DPP sedikit-demi- sedikit saya menemukan jawabannya. Semoga apa yang saya fahami ini tidak semuanya salah.

Pertama, PKS bukan satu-satunya partai Islam yang memilih SBY. Disana ada koalisi seluruh partai Islam dan berbasis massa Islam yaitu PKB, PPP dan PAN. Jadi, ini kemaslahatan pertama yaitu mendahulukan koalisi partai Islam dibanding koalisi sekuler termasuk yang mendukung JK. Mana yang harus kita utamakan, kumpulan partai Islamis atau koalisi partai sekuler? Baca lebih lanjut

Partai Demokrat Protes Isu Jilbab untuk Black Campaign

JAKARTA – Kubu capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tidak nyaman dengan isu jilbab yang mencuat akhir-akhir ini. Partai Demokrat menganggap pihak yang mengembuskan isu jilbab untuk black campaign telah memolitisasi dan merendahkan agama tertentu.

Kubu SBY-Boediono kemarin (29/5) menghelat konferensi pers khusus untuk merespons isu tersebut. Pernyataan disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Ali, dan anggota tim sukses Rizal Mallarangeng.

Menurut Anas, agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat. "Kami mengimbau siapa pun untuk tidak memolitisasi agama. Jangan dijadikan alat politik, apalagi hanya alat kampanye untuk kepentingan politik jangka pendek," tutur Anas di Kantor Bravo Media Center (BMC) kemarin. (tom/noe/agm)

Demokrat, Golkar, dan PDIP Kecam Iklan PKS

Iklannya bisa dilihat dibawah ini:

JAKARTA – Iklan politik PKS yang beredar di berbagai media massa lagi-lagi menuai kontroversi. Setelah menampilkan Soeharto di antara deretan tokoh yang disebut guru bangsa, sekarang partai berasas Islam itu kembali beriklan dengan menjual rekaman fakta ketidakakuran para elite nasional. Misalnya, SBY dengan Megawati dan Jusuf Kalla dengan Sri Sultan HB X.

Konsep iklan politik PKS itu sebenarnya sederhana saja. Yakni, tampilan sejumlah kliping koran yang menggambarkan pertentangan terbuka para tokoh tersebut. Tentu saja iklan politik itu mengundang reaksi keras dari para elite Golkar, Demokrat, serta PDIP.

’’Dalam berpolitik, tetap harus mengedepankan etika dan moral. Jangan memprovokasi orang per orang atau kelompok per kelompok, apalagi parpol yang satu dengan parpol lain,’’ tegas Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengomentari iklan PKS itu seusai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kemarin (14/2).

Menurut dia, parpol-parpol peserta Pemilu 2009 memiliki agenda yang jauh lebih strategis. Misalnya, mengantisipasi potensi meningkatnya angka golput. ’’Itu lebih penting daripada saling menjatuhkan,’’ ujarnya. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009) Baca lebih lanjut