Dusta Pendeta Samuel

Empat tahun lalu, Indarwati–bukan nama sebenarnya–menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga merestui pernikahan itu, karena menganggap mempelai pria itu Muslim yang taat. Belakangan, setelah Indar dikaruniai anak, keluarganya baru tahu jika suaminya seorang pendeta. Ia berkilah, kekristenannya ia terima setelah menikah. Saat ini, Indar pun sudah mengikuti jejak suaminya menjadi aktivis gereja. Bahkan, seorang adiknya juga masuk Kristen.
Kekristenan Indar dan adiknya terungkap ketika ia berusaha mempengaruhi kakaknya, orang tua, dan pamannya agar masuk Kristen. Ajakan ini menimbulkan keretakan keluarga, karena sang paman adalah aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mewaspadai PROVOKASI

Godaan meterial dunia. Seorang muslim sangat mungkin menjadi sasaran empuk rayuan harta dan jabatan.

Sesungguhnya setan telah berputusasa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di Jazirah Arab. Akan tetapi (ia masih semangat) untuk memprovokasi (memecah belah) antara mereka (HR. Muslim)

Hadist shahih yang diriwayatkan Imam Muslim itu menjelaskan antara lain, bahwa setan sudah berputus asa dan tidak lagi berharap akan disembah oleh orang-orang yang melaksanakan shalat. Akan tetapi, sang setan tidak akan henti-hentinya menanamkan kebencian dan memprovokasi kaum muslimin untuk mengorbankan permusuhan dan pertempuran didalam tubuh mereka. Ini sebuah peringatan penting dari Rasululloh SAW. Jika sampai terjebak dengan provokasi itu, tentu saja banyak kerugian yang akan menimpa kita. Di antara kerugian itu adalah sebagaimana yang Allah SWT gambarkan dalam ayat :

QS. Al Anfal 8:46.
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sebenarnya, ketika kondisi setiap pribadi muslim dan hubungan antar pribadi muslim kokoh, segala intervensi dan provokasi dari luar tidak akan terlalu efektif. Akan tetapi, jika gempuran itu dilakukan secara gencar dan terus menerus, tidak mustahil ada juga pengaruhnya terhadap jiwa dan pemikiran kaum muslimin. Setan yang melakukan provokasi itu bisa jadi dalam bentuk jin, bia juga dalam sosok manusia. Disinilah kita dituntut untuk senantiasa menancapkan kewaspadaan. Diantara hal-hal yang perlu diwaspadai itu adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut