Di Amerika, Generasi Mudanya Malas Pergi Ke Gereja

Sebagaimana diberitakan Christian Today Ahad lalu, survei ARG menyatakan bahwa 95 persen kaum muda Kristen AS berusia 20-29 tahun, rutin menghadiri gereja pada saat usia sekolah dasar hingga menengah pertama.

Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja.

Penelitian America’s Research Group (ARG) yang bertemakan; “Mengapa kaum muda meninggalkan gereja” ini, dan kemudian diterbitkan dengan judul “Already Gone”, sangat mencengangkan gereja.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Baca lebih lanjut

Nasib Artis yang Berburu Kursi Wakil Rakyat

Mandra dan Ikang Fawzi Terancam Gagal ke Senayan

JAKARTA – Popularitas memang bukan syarat mutlak untuk memenangkan persaingan politik dalam pemilu legislatif. Tak sedikit caleg dari kalangan artis yang di dunia hiburan sangat dikenal dan dipuja, ternyata, harus bersiap-siap menelan pil pahit.

’’Tidak semua caleg artis melenggang mulus ke Senayan,’’ kata peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi kepada Jawa Pos kemarin (19/4).

Sejumlah nama yang berada di bibir jurang itu adalah Ikang Fawzi (PAN/Banten I), Mandra (PAN/DKI Jakarta I), Henidar Amru (PAN/DKI Jakarta I), Tengku Firmansyah (PKB/Jabar I), Derri Drajat (PAN/Jabar II), Emilia Contessa (PPP/Jatim II), dan Denada (PPP/Jatim V).

’’Hasil analisis quick count kami 9 April lalu dan data penghitungan sementara KPU menunjukkan, banyak caleg artis yang terancam gagal,’’ ujarnya.

Dia mencontohkan Ikang Fawzi. Di dapil Banten I, PAN hanya memperoleh 1,18 persen suara. Padahal, di dapil itu terdapat enam kursi yang diperebutkan. Dengan demikian, asumsi nilai bilangan pembagi pemilih (BPP) yang menjadi harga satu kursi adalah 16,6 persen. Baca lebih lanjut