Alhamdulillah, Ternyata Sudan Dan Hamas Mempunyai Hubungan Yang Erat

pertemuan pemimpin Hamas dan presiden SudanPM Ismail Haniyah mengadakan pembicaraan penting dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir pada Tur Kamis kemarin (29/12). Kunjungan regional resmi pertama sejak tahun 2007, ketika perebutan antara Hamas dan Fatah di Gaza.

PM Ismail Haniyyah yang tiba di Khartoum selasa, langsung bergabung dengan pertemuan tingkat tnggi bersama pemimpin Hamas, yang pertama kali mereka bertemu bersama Presiden Sudan Omar al-Bashir, Sudan dan Hamas memiliki hubungan dekat dan sangat erat.

Kelompok Palestina telah lama mempertahankan basisnya di Sudan, dimana pengasingan Syaikh Khalid Meshaal pada mulanya sering mengunjungi Sudan.

Syaikh Khalid Meshaal bergabung satu jam berikutnya dengan dialog yang lama bersama Presiden Omar al-Bashir. Orang-orang yang mengikuti dialog tersebut adalah beberapa tokoh utama Hamas dan menteri luar negerinya.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Dua Pemimpin Palestina Bertemua Membahas Rekonsiliasi Perdamaian Faksi-faksi Palestina

pertemuan hamas dan fatahDua pemimpin berpengaruh Palestina, Pemimpin tertinggi Hamas Syaikh Khalid Mashaal dengan Presiden Mahmoud Abbas bertemu di Kairo Rabu malam (21/12). Pertemuan tersebut merupakan kedua kalinya setelah pertemuan yang lalu belum genap satu bulan. Pertemuan tersebut merupakan bagian pembicaraan rencana solusi untuk mendamaikan dua kubu, Hamas dan Fatah.

Kedua pemimpin Palestina tersebut tiba di ibukot Mesir pada malam hari dan memulai pembicaraan tak lama setelah itu. Azzam al-Ahmed, kepala delegasi Fatah dari Presiden Mahmoud Abas berbicara pada AFP.

Baca Selengkapnya >>>

Prestasi Hamas Atas Pemulangan Orang-orang Palestina Yang di Tahan Israel

pertukaran tahanan palestinaTahap kedua, 550 orang Palestina yang ditahan oleh Israel akhirnya dibebaskan pada hari ahad, 18 Desember 2011. Sebagaimana kesepakatan Israel dengan Hamas mengenai pertukaran tahanan Gilad Shalit setelah lima tahun berada menjadi tahanan Hamas di Jalur Gaza.

Untuk 450 orang telah dibebaskan oleh Israel pada 18 Oktober lalu ditahap pertama. Pertukaran tahanan ini dimediasi oleh Mesir.

Sebagian orang-orang Palestina yang ditahan akhirnya menyeberang ke Tepi Barat serta disambut oleh ribuan warga Palestina yang bergembira di kota Ramallah.

Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, Izzuddin Al-Qassam mengatakan, "Saya di sini untuk mengumumkan bahwa kesepakatan pertukaran tawanan telah diselesaikan setelah para tahanan laki-laki dan perempuan dibebaskan dari penjara-penjara Zionis Israel.

Baca Selengkapnya >>>

350 Ribu Massa Hamas Hadir Dalam HARLAH 24 Tahun “Satu kata, PERLAWANAN”

hamasGerakan Islam Hamas pada hari Rabu kemarin (14/12) memperingati 24 tahun atas eksistensi Hamas di Palestina. Bersama Perdana Menteri Ismail Haniyah, seluruh anggota Hamas berjanji akan terus melanjutkan "perlawanann" hingga Israel hengkang dari negeri Palestina.

"Perlawanan dan perjuangan bersenjata adalah cara dan pilihan strategis untuk membebaskan bangsa Palestina dari sungai (Yordan) hingga sampai laut (Mediterania)," ucap Ismail Haniyah dalam sebuah demonstrasi di Kateeba Square, Kota Gaza.

Dalam sebuah pernyataan guna menandai peringatan 24 tahun tersebut, sayap bersenjata Hamas (Brigade Izzudine al-Qassam) menampilkan berbagai daftar statistik tentang prestasi kemenangan oleh Hamas yang dibuat pada bulan Desember 1987 hingga saat ini.

Baca Selengkapnya >>>

Bulan Depan Hamas dan Fatah Mengadakan Pertemuan

imagePresiden Palestina Mahmud Abbas akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Hamas, Khaled Mashaal, bulan depan. Penyatuan Pemerintahan Palestina menjadi focus pembicaraan yang selama ini terpisah, satu berpusat di Tepi Barat dan lainnya di Jalur Gaza. Mashaal menjadi perdana menteri hasil pemilu yang meski demokratis dianulir.

Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Abbas dan Mashaal setelah mereka menyepakati rekonsiliasi pada Mei lalu. “Abbas dan Mashaal akan bertemu di Kairo, Mesir,” kata seorang pejabat senior Fatah, Amin Makboul, Kamis (27/10). Namun, ia enggan memberitahukan tanggal pertemuan tersebut.

Kesepatakan rekonsiliasi sebelumnya sering terganggu oleh sejumlah hal, seperti siapa yang berwenang mengendalikan pasukan keamanan dan bagaimana berhubungan dengan Israel. Sebab, Israel maupun dekatnya AS, tak mengakui eksistensi Hamas. Selain itu, pengajuan diri Palestina sebagai anggota PBB oleh Abbas bulan lalu juga ditentang Hamas.

Baca Selengkapnya >>>

Kebusukan Fatah di Ungkap Al Jazeerah, Hamas Serukan Boikot Fatah

imagePergerakan Perlawanan Islam Hamas menerangkan sebenarnya data-data yang diungkap dari TV Aljazeera mengenai koordinasi keamanan ditengah-tengah kelompok otoritas Ramallah serta penjajah Israel merupakan “data sangat berbahaya”. Sebagaimana dinyatakan Hamas di antara pernyataan tertulis yang diterima koresponen, asal Damaskus, Suriah.

Hamas memastikan sebenarnya dokumen ini adalah bukti tidak terbantahkan tentang keterlibatan pimpinan eksekutif di otoritas Palestina serta PLO di antara memberangus para pejuang perlawanan Palestina dan mendorong blokade Jalur Gaza serta pendudukannya kembali. Sebagaimana pula keterlibatannya di antara rancangan dengan Amerika Serikat serta penjajah Zionis Israel di antara usaha buat menghabisi pergerakan Hamas lewat rancangan Dayton tahun 2007, lalu usaha menghabisi pergerakan Hamas di Tepi Barat melewati koordinasi keamanan.

Baca Selengkapnya >>>

Turki Mengakui Kebenaran Perjuangan Hamas! Sekarang Giliran Arab Saudi?

imagePerdana Menteri Turki Receb Thayyib Erdogan mengatakan dengan tegas sebenarnya Turki membantu Gerakan Perlawanan Islam Hamas, oleh karena secara pergerakan perlawanan yang membela tanah airnya. Selain itu Hamas merupakan pergerakan politik yang ikut serta pemilu serta unggul. Ia menganggap amat susah meraih konsensus kompromi di kawasan tanpa mendapat pernyataan setuju Hamas.

Sebagaimana dikatakan di antara wawancara beserta televisi Aljazeera, Rabu (12/1) malam, Erdogan menyampaikan, “Kami senantiasa di samping Hamas saat itu benar. Kemarin kami di sampingnya serta saat ini kami bakal tetap di sampingnya. Itu disebabkan oleh Hamas merupakan pergerakan perlawanan. Saya tak menyaksikan Hamas semacam gerakan teroris. Mereka merupakan orang-orang yang membela tanah mereka. Hamas merupakan pergerakan politik, begitulah kami melihatnya. Kami memperhatikan Hamas semacam pergerakan yang ikut serta pemilu serta merupakan partai yang unggul di antara pemilu ini.”

Baca Selengkapnya >>>